PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
BERBAGI MAKANAN


__ADS_3

Mereka berjalan menuju halaman perguruan tauxing, disana sudah ramai dengan para murit. sebenarnya tidak terlalu ramai, murit saja hanya berjumlah 41,dan guru nya hanya berjumlah 4.


Para murit pria sedang berbaris di bagian antrian bubur yang dimana bubur sedang dijaga oleh tabib lebin dan guru piok.


Sementara guru Celin, dia bertugas untuk membagi minum pada setiap murit. Dan master tauxing dia sedang mengatur setiap barisan para murit nya. Semua sudah mendapat kan tugas masing masing, tidak akan ada yang tidak kebagian tugas.


Pian datang dengan gagah menuju master tauxing lalu memberi salam pada master tauxing.


"Salam master," Ucap Pian.


Master tauxing menoleh lalu tersenyum pada saat melihat Pian, "Salam untuk mu juga pian," Balas master tauxing ramah.


"Apakah aku bisa membantu master? seperti nya master sedang kewalahan." Tawar Pian, master tauxing masih berpikir sejenak.


Namun tidak jauh dari mata memandang terlihat Kristal, suan, dan Xima. Master tauxing melihat pada Kristal murit nya, "Tidak usah pian, kau bisa langsung mengantri bubur mu saja."Tolak Master tauxing.


Timbul sedikit kekecewaan dihati pian, dengan gagu dia menjawab, "Ah ba-baik master, kalau begitu saya mengantri bubur dulu." Ucap Pian dengan senyum kecut nya


Dia berbalik badan dan hendak ingin melangkah maju, namun langkah nya terhenti tatkala mendengar sang master memanggil seseorang.


"Kristal kemarilah, bantu guru."Teriak master tauxing memanggil Kristal.


Kristal menoleh pada guru nya itu, disertai Pian yang melihat kearah Kristal dengan sinis.


Sial! dia sudah mulai menunjukan taring nya, dengan mudah dia mendapatkan perhatian master hanya dalam waktu singkat. Gadis kurang ajar tidak tahu diri!


Batin Pian mengerling lalu pergi dari sana.


Kristal tersenyum melihat guru nya itu, dia menoleh pada Xima.


"Xima, Suan, aku pergi dulu ya." Ucap Kristal.


"Iya Kristal, dada." Ucap Suan dan Xima serentak.


Kristal maju menuju pada master tauxing, begitu juga Suan dan Xima yang berada diantrian bubur.


Hampir semua mata mengarah pada Kristal, mereka penasaran dengan sosok kristal ini. Sepanjang langkah tidak luput dari perhatian orang orang, tentu saja itu membuat risih Kristal.


"Iya guru ada apa?" Tanya Kristal.


"Bantu guru memberi satu gelas air obat ini pada setiap murit, setiap murit harus kebagian." Suruh master tauxing.

__ADS_1


"Siap, sini biar Kristal ambil." Ucap Kristal mengambil nakas yang berisikan gelas gelas kecil dengan air obat didalam nya.


Kristal mulai maju mengarah pada murit yang sudah duduk dengan rapi menyantap bubur mereka, "Hy kakak seperguruan, ini ambillah air obat nya satu." Ucap Kristal.


"Wah kau murit baru ya? cantik sekali, semoga betah ya berada disini." Ucap murit yang ditawarkan sambil mengambil secangkir air obat.


"Haha terima kasih, baiklah aku akan membetahkan diri." Ucap Kristal.


Memang aku cantik.


Batin nya begitu narsis dengan senyum tipis di bibir nya. Dia kembali beralih pada murit lain nya, begitu seterus nya yang dia lakukan. Sampai saat diri nya menawari dua murit senior yang mengantar nya waktu itu.


"Hy kakak senior kita bertemu lagi." Sapa Kristal tersenyum. "Eh Kristal, kemarilah duduk kesini sebentar." Suruh seorang pria yang bisa dibilang tampan dengan tubuh menjulang tinggi, ya tubuh pria ini sangat tinggi.


Kristal duduk disana lalu meletakan nakas yang tersisa beberapa gelas saja, "Ada apa kak?" Tanya Kristal.


"Bagaimana, apakah kau sudah kenalan dengan Suan dan Xima? kalian akur tidak?" Tanya pria tinggi tadi [tiamo]


"Sudah, aku sudah kenalan pada mereka. mereka sangat ramah, baru saja bertemu tapi mereka sudah mau bergandeng tangan dengan ku." Jawab Kristal bersemangat saat membahas Suan dan Xima.


"Hahaha syukurlah, kami hanya takut jika kau tidak bisa akur saja pada kedua nya. Tapi ternyata kalian sudah akur, itu membuat kami tenang." Sahut pria senior satu nya [uno]


Kristal mengangkat satu alis nya, dia bingung apa maksut dari kedua senior nya ini. "Memang nya kenapa kak? apakah ada masalah?" Tanya Kristal heran.


"Hahaha baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa meminum air obat nya ya." Ucap Kristal berdiri, "Iya." Ucap uno.


Kristal pergi menuju antrian bubur, disana masih tersisa 9 orang murit yang mengantri. Terjadi sesuatu, wajah kesembilan murit mengerut, gurat wajah mereka terlihat jelas kekalutan yang melanda.


Kristal maju menanyai, "Ada apa?" Tanya Kristal.


"Bubur nya habis, kita tidak kebagian." Jawab murit pria yang ditanyai Kristal.


Kristal terkejut mendengar nya, dia maju melihat pada kuali yang sudah kosong itu. Dia melihat pada guru lebin dan guru piok, mereka menduduk turut menyesal karena hal tersebut.


"Wah ternyata sudah kosong," Seru nya dengan pelan.


Guru Lebin dan guru Piok mengangkat pandangan pada Kristal, "Kau murit baru kan? maaf ya sudah menimbulkan kesan tidak baik saat pertama bagi mu berada disini. Kami benar benar menyesali nya." Ucap guru piok, terdapat nada penyesalan di kalimat nya.


"Tidak masalah, tapi yang perlu kita pikirkan bagaimana untuk kita yang belum makan ini. Guru juga belum makan kan?" Ujar Kristal mencoba mengajak para guru mencari solusi atas masalah ini.


"Bagi kami tidak masalah jika harus kelaparan sekalipun, akan tetapi masih tersisa 9 murit yang belum makan dan kau juga belum makan. Kami sudah kehabisan beras di dapur, sudah tidak ada lagi." Jelas guru Piok.

__ADS_1


Kristal menunduk nampak berpikir, dia melihat pada master tauxing yang sedang berdiri dengan kalut melihat pada murit murit nya.


"Aku akan datang pada guru tauxing, siapa tahu masalah ini akan cepat diselesaikan." Ucap Kristal maju menuju master tauxing.


Tergambar jelas kekalutan diwajah master tauxing, dia melihat para murit nya dengan sendu. Kristal mendekat dan memperhatikan guru nya itu.


"Guru," Panggil Kristal.


Guru tauxing segera menoleh, wajah kalut nya berubah senyum saat Kristal berada didepan mata nya. Namun senyum ini terlihat beda.


"Iya kristal ada apa? apakah kau sudah makan?" Tanya master tauxing.


"Belum. Aku kesini hanya ingin mendiskusikan akar masalah ini, bubur sudah habis sementara ada 9 murit yang belum makan. Dan bahkan guru guru juga belum makan, jadi apa yang seharus nya dilakukan?" Tanya Kristal.


Tidak ada jawaban, master tauxing terdiam masih kalut dalam pikiran nyan. Kristal menghela napas saat sebelum diri nya berbicara, "Apakah perlu aku mengeluarkan perbekalan ku? makanan yang dibekali oleh bunda sangat banyak, aku menyimpan nya dicincin ruang agar tetap awet. Apakah guru tidak kebertaan dengan hal itu? sekalian juga kita bisa bergumpul sesambil menyantap makanan ini." Usul Kristal.


Master tauxing menoleh dengan cepat, "jangan! itu adalah makanan mu, aku sudah berjanji pada nyonya Hana untuk menjaga mu. Dan pasti makanan itu sangat penting bukan jadi jangan pernah keluarkan makanan itu!" Larang master tauxing pada Kristal.


Ya! Hana memang sudah banyak sekali membekali Kristal perbekalan, karena dia sudah mengetahui keadaan perguruan tauxing seperti apa. Lagi pula dia juga sudah tahu jika kristal memiliki sebuah cincin yang dimana dicincing ruang itu waktu tidak bekerja alias tidak bejalan.


Dengan memasukan banyak makanan kedalam cincin itu, makanan tidak akan pernah basi sampai kapan pun.


Perbekalan yang dibekalkan oleh kristal iyalah, ayam goreng lima ekor, udang BBQ, ayam asam manis, sup jamur, sup teratai, sayur asam pedas gulap, babi panggang, ikan panggang.


Dan itu semua termasuk dalam porsi yang begitu besar!!!


Makanan setahun ku!' pikir Kristal.


"Apasih yang guru katakan, bunda juga tidak akan marah. Aku ingin memberi semua makanan itu dengan setulus jiwa dan raga, aku ini baik jadi aku berikan makanan ini pada semua murit." Ucap Kristal masih sempat memuji diri sendiri.


"Tapi..." Lirih master tauxing masih memikirkan itu.


"Ah jangan menolak lagi, aku akan memberi semua makanan ku. Anggap saja ini traktiran ku untuk kalian." Ucap Kristal maju kedepan melihat pada murit murit yang sedang makan semangkuk bubur dengan porsi kecil.


"Dengar semua murit bergumpul didepan. Master tauxing memerintah pada kalian." Ucap Kristal terselit kebohongan.


"Ada apa?"


"Apakah master ingin mengumumkan sesuatu."


"Duh sebenarnya aku lapar, tapi yasudahlah."

__ADS_1


Semua murit bergumpul didepan, tak dapat semangat diraut wajah mereka.


BERSAMBUNG


__ADS_2