PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : pantat merah jambu


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA...


***


Sangat sulit jika menghadapi pria itu tanpa kerja sama dari tim. Kristal dan ketiga kakak nya sangat perlu melakukan kerjasama supaya mereka bisa mengalah kan pria berbadan besar tersebut.


Mereka berbaris dengan masing - masing memegang sebuah benda di genggaman mereka. Mereka menyembunyikan nya kedalam lengan baju dan akhir nya membentuk kuda - juda pertahanan.


(A" hey bukan kah rencana awal ingin menghancurkan kursi nya? Kalian tidak kompeten!")


(k" Rencana dirubah.")


(A"apa?")......


Si pria sedang duduk dengan wajah remeh nya, memandang ke arah empat bersaudara. Kristal jengkel melihat nya, wajah yang kotak dan badan dengan otot yang timbul menonjol di permukaan kulit itu membuat nya ingin sekali menguliti pria itu secara hidup - hidup.


"Dasar pengecut, kau hanya duduk dari tadi seolah seperti orang idiot yang tak memiliki otak." Maki kristal cengengesan dengan menaruh pedang di bahu nya.


"panta* merah jambu mu itu akan menghitam jika kau duduk terlalu lama." lanjut bong ikut tertarik mengejek si pria di depan nya tersebut.


Pria itu memicing dengan tangan mengenggam, dia jengkel bagaimana bisa dia 'orang terkuat di bumi' bisa di ejek oleh anak remaja?. Oh teman tentu ini sangat buruk, kau harus bangkit dan buktikan jika kau tidak berpanta* merah jambu.

__ADS_1


"Hey, apa benar panta* mu bewarna merah jambu? Apakah aku bisa melihat nya?" sambung hong yang tak mau tinggal diam dan gatal untuk mencela seeorang.


Wajah pria itu memerah lalu berdiri dengan menendang meja ke arah depan, kristal dan ketiga kakak nya melompat menghindari lemparan meja. "haiss baru saja diejek seperti itu, sudah marah." gumam hong jengkel karena diharus kan bergerak cepat dengan tiba - tiba.


"Hey kenapa marah,? kami kan hanya bercanda." ujar kristal seolah ngambek dengan nada seperti anak kecil.


"Siapa yang kalian sebut panta* merah jambu? akan kuhabisi kalian! aku sudah terlalu lama lembut dan memanjakan kalian, kini aku tidak bisa menahan diri lagi." suara bariton itu terdengar begitu nyaring. dia marah, mata nya melotot dan kaki nya masuk kedalam tanah. tubuh nya tiba - tiba mengeluarkan api hitam yang menyelimuti ujung rambut mau pun ujung kaki.


Mata nya menyala, dan dengan segera melesat kan serangan membabi buta ke arah kristal dan ketiga kakak nya. "Hey kau terlalu berlebihan, haduhhh." lirih kristal ketar - ketir karena kekuatan yang dikeluarkan pria itu bukan lah main - main.


Dia melesat menyerang kristal, namun kristal menghindar dengan gerakan kilat nya. memang benar jika dia memiliki tingkatan Chi lepel akhir, akan tetapi dalam menggunakan tingkatan Chi memerlukan banyak teknik. sedang kan kristal tak banyak menguasai teknik tekni karena sibuk bersantai saja dan bermalas malasan


"Tak akan ku ampuni, kalian harus menjadi santapan ku hari ini." pekik pria itu marah lalu bergerak seperti kilat mengarah pada bong yang sedang lengah memilih senjata di cincin ruang yang telah diberikan oleh, kristal.


Dia datang dengan tiba - tiba, dan sampai lah didepan bong yang hanya diam cengok sambil menelan ludah nya. "bunda.. " lirih nya, dan kemudian pria itu menendang bong hingga terpental jauh menghantam tanah dengah begitu keras


"Pasti sakit," ujar hong melihat kakak nya bong, lalu berlalu pergi begitu saja tanpa mau membantu bong yang sedang terkapar dengan keadaan menungging.


Hong melompat lalu mengeluarkan elemen es nya, membekukan pria tersebut. namun dengan api hitam itu membuat es, hong, mencair begitu saja. hong merasa sia - sia dengan pandangan cengo nya.


"Hey serius lah, kita ini tidak sedang menghadapi anak kecil." akhir nya long angkat suara dan memarahi kedua adik nya itu. serius lah, itu bukan lah lawan yang bisa diremeh kan!

__ADS_1


Pria itu bergerak dengan cepat, sulit bagi ke empat nya untuk mengimbangi dan bahkan mengalah kan si pria itu begitu saja. dia berlari dan menendang bong yang sedang tertuduk akibat lemparan nya tadi, dan sekali lagi,, bong terlempar dengan mulut mengeluarkan darah segar. "sekumpulan anak kecil mau melawan ku? tak akan ku biarkan harga diri ku hancur karena ulah kalian." ujar nya lagi, dan bergerak cepat lalu mengeluarkan belati naga dengan ukuran yang besar.


"Kakak kau tidak apa - apa kan? " ujar kristal menghampiri bong lalu mengusap darah segar di mulut kakak nya. "tak akan ku biarkan, kau harus dihabisi sekarang." pekik kristal, wajah nya memerah dengan tangan mengeluarkan api bewarna hitam. hey tunggu dulu, api hitam? apakah kristal baru saja menguasai teknik elemen baru nya?


Si pria jelek itu terbelalak karena api hitam yang dikeluarkan kristal adalah salah satu api dewa yang sudah lama menghilang. berbeda dengan nya, api nya memang bewarna hitam,, akan tetapi api yang dia gunakan hanya lah sebuah kumpulan kekuatan hitam lalu dia rubah menjadi api yang kini sedang menyelimuti diri nya. "waw kulit nya anti api"


"Kakak, keluarkan senjata itu!" teriak kristal pada long dan hong, api di tangan nya semakin membesar. mata nya tajam mengarah ke arah pria didepan nya


Long dan hong mengerti, lalu melompat dan mengeluarkan bola bola hitam dan kemudian melempar nya ke arah pria tersebut. namun setelah di lempar, bola itu justru tak berepek apa pun. "Cih! senjata murahan macam apa yang kau keluarkan?" tanya nya dengan pandangan remeh


Kristal hanya diam dengan wajah sinis nya, mata nya diam - diam tertuju ke arah bola - bola hitam dan bergantian ke arah pria jelek itu. "Game." lirih nya dengan perlahan melangkah anggun dengan api besar di tangan nya. langkah yang elok dan berlenggak lenggok lalu tersenyum simpul.


Si pria tak mau tinggal diam, dia semakin menambah kekuatan di tubuh nya. namun setelah menambah, api hitam di tubuh nya lama kelamaan memudar dan menyusut. "ada apa dengan ku?" gumam nya heran.


"Jangan remeh kan kekuatan benda kecil! atau kau akan binasa dan hancur!." ujar kristal sinis, entah mengapa dia semakin melangkah tanpa mau mengarahkan api di tangan nya ke pada pria tersebut. "wanita sialan! mati saja kau!" pekik nya mengunuskan belati ke arah kristal sehingga mengenai perut kristal.


Akan tetapi kristal pecah menjadi sebuah asap, pria itu keheranan dengan kepungan asap melindungi pandangan nya. "dia sebuah bayangan?" lirih pria itu...


Dan sampai terdengar suara kristal memekik, "dasar bodoh! itu memang sebuah bayangan." pekik kristal melempar bulatan api hitam ke arah pria itu sehingga pria itu terlempar dan berada di lubang tanah karena sebuah tekanan besar dari api yang dikeluarkan oleh kristal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2