PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
PERLOMBAAN AKAN DIMULAI


__ADS_3

Setelah puas menyiksa dua pria jahat itu, Kristal mengarahkan pandangan nya pada Linse yang sedang duduk tidak berdaya sambil melihat pada nya penuh arti.


Dia mengulur kan tangan pada Linse untuk membantu Linse berdiri, Linse masih melihat pada Kristal. Dia memandang Kristal dengan pandangan yang mungkin sulit untuk diartikan.


"Kenapa kau menolong ku? Katakan mengapa kau menolong ku? Apakah kau ingin menertawakan kelemahan ku ini! Seharus nya kau biar kan saja aku mati dan biarkan aku terhindar dari rasa malu ku!" Teriak Linse di-iringi dengan isak tangis nya.


Kristal tidak merespon, dia masih mengulurkan tangan pada Linse. "Berdirilah, pegang tangan ku." Suruh nya dengan suara datar.


Dengan ragu Linse meraih uluran tangan Kristal, dia berdiri dengan lirih. Kondisi tubuh nya benar-benar ringkih, dia merasakan kesakitan disekujur tubuh nya.


"Kau baik? apakah benar-benar sakit?" Tanya Kristal memastikan dengan melihat bingung pada Linse.


"Kau bertanya apa.. hiks.. kau tidak lihat jika aku sedang kesakitan! kenapa kau menanyakan itu kembali!" Kesal Linse kembali dengan tangisan nya itu, hati nya benar-benar jengkel dibuat Kristal.


"A-aku hanya bertanya saja, baiklah kau ikuti aku. Aku akan mengobati mu," Ucap Kristal.


Linse memandang pada Kristal, air mata nya terus mengalir. Hati nya kesal pada gadis didepan nya ini. "Mengapa kau menyelamat kan ku?" pertanyaan sama yang dia lontar kan tadi, namun nada nya terdengar sedikit memelan dan tenang.


"Karena rasa kemanusiaan, seburuk apapun kau jika berada didalam bahaya maka aku yang melihat harus menyelamat kan. Lagi pula... kau tidak terlalu buruk, aku tahu jika kau hanya butuh pengakuan maka nya kau bersikap seperti itu. Hidup di kerajaan yang memiliki banyak saingan memang sangat memberat kan, tapi tidak apa, sekarang kau selamat. Ayo kita pergi untuk memulih kan diri mu." Ucap Kristal panjang lebar dan pada akhir nya dia mengajak Linse untuk memulih kan diri.


Namun Linse tidak bergerak ditempat nya, dia memandang sendu kearah Kristal. "Huaaaa, kenapa kau bersikap seperti itu? Aku sudah banyak melakukan kejahatan padamu tapi kenapa kau bisa mengerti tentang aku! dasar kau bajingan!" Ucap nya dengan isak tangis yang pecah lalu di akhiri dengan segelintir cacian.


Kristal membesarkan kedua mata nya, dia terkejut dengan reaksi Linse. Dia menggerakan tangan berniat untuk mengusap punggung Linse namun niat nya dia urung kan jika mengingat mereka tidak seakrab itu.


"Point utama, yaitu karena rasa kemanusiaan. Sudah menangis nya? ayo kita pergi untuk memulihkan diri." Kristal menyeret Linse yang susah sekali diajak pergi, Linse bahkan terus menangis disepanjang perjalanan menuju rumah sakit kekaisaran Muo.

__ADS_1


"Linse berhenti menangis! Semua mata tertuju padaku, mereka kira aku baru saja membuly mu tau!" Kesal Kristal.


"Aku tidak bisa berhenti menangis, karena kau memang benar membuly ku!" Jawab Linse masih setia dengan isak tangis nya


Benar saja, setiap ada orang yang berpapasan dengan mereka berdua orang-orang akan melihat horor kearah Kristal. Kristal benar-benar tidak nyaman, dia menyeret Linse lagi agar berlari lebih cepat dan tak jadi pusat perhatian, namun kenyataan nya orang-orang semakin menjadi penasaran dengan apa yang telah terjadi pada Linse.


...Flashback off...


"Bukan disekap, tapi aku diserang. Begitu saja lupa!" Ketus Linse.


Kristal menggaruk kepala nya, dia benar-benar lupa dan baru saja mengingat hal tersebut.


why i forgot


"Tunggu..." Henti Linse kembali namun dengan nada yang agak lirih.


Kristal berhenti, dia membalikan tubuh nya melihat pada Linse." Ada apa?" Tanya diri nya.


"Selamat atas hubungan kalian, aku harap... kalian akan bahagia." Ucap nya menunduk dengan tegar.


Kristal mengerut kan kening nya, "Pasti yang mengatakan ini adalah meili yakan?" Tanya Kristal


Linse hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaan Kristal.


"Aku anggap diam mu adalah jawaban, aku dan pangeran ketiga tidak memiliki hubungan apapun. Kami bahkan sedang bertengkar, kau sedang dibodohi oleh meili." Ucap Kristal.

__ADS_1


Linse mengangkat kepala nya, "Benarkah? ka-kalian tidak memiliki hubungan?" Tanya Linse terkejut


"Benar, lagi pula aku tidak menyukai nya. Kau bisa mengejar pangeran ketiga sepuas mu, aku tidak perduli akan hal itu. Aku pergi dulu, jaga diri mu." Sambung kristal lalu melangkah pergi meninggal kan Linse.


"Sayang nya aku tidak bisa... aku harus pulang ke negri Xingfu, karena aku akan segera dijodoh kan. Jaga diri mu, maaf aku bahkan belum sempat untuk mengucap kan kata maaf pada mu."Lirih Linse disaat kristal yang sudah mulai menjauh dari nya.


**


Disaat menunggu begitu lama kini acara akan segera dimulai, Kristal dan ke empat saudara nya sangat bersemangat saat perlombaan sudah akan dimulai. Bahkan ada perlombaan memanah, Boji sangat suka memanah, dia bahkan sampai memohon pada Kristal agar di ijinkan untuk mengikuti lomba panah.


Di suasana hiruk pikuk itu, terlihat sang khaisar dan pemaisuri sedang duduk di altar kekuasaan dan melihat pada seluruh peserta. Semua peserta memberi hormat pada nya khaisar dan pemaisuri, dan mereka berdua pun memberkati seluruh peserta tersebut.


"Aku sangat senang untuk kalian yang mau berpatisipasi kedalam perayaan ini, perayaan kali ini sangat lah special karena hanya di gelar bersama rakyat Muo ku yang tercinta dan tanpa campur tangan kerajaan yang lain nya. Tidak seperti biasa nya bukan, karena aku ingin sesuatu yang menyenangkan untuk rakyat ku. Dan mula saat ini, acara akan dimulai dan besenang-senang lah untuk kalian rakyat ku."Ucap Khaisar lantang lalu mempersilah kan semua peserta mengikuti lomba.


Semua orang bertepuk tangan, mereka memberi hormat terlebih dahulu kepada khaisar baru akan pergi untuk mengikuti lomba yang akan mereka ikuti.


Kristal dan Bong sedang berada di sebuah bangku dan meja luas yang dipenuhi makanan, mereka duduk santai disana sambil menikmati berbagai kudapan.


Sedang kan ketiga saudara yang lain nya malah fokus mengikuti perlombaan karena mereka sangat tertarik dengan perlombaan yang ada.


"Kakak, aku pikir kau akan tertarik dengan perlombaan itu." Tunjuk Kristal ke arah tarung pedang, terlihat pula disana terdapat seorang pria tengil yang selalu saja menyerang lawan menggunakan sihir yang dia salur kan lewat pedang nya, tak ada larangan untuk menggunakan sihir akan tetapi tidak dianjurkan untuk perlombaan pedang.


Sebetul nya kristal sedikit jengkel melihat pria itu, maka nya dia berusaha untuk memanas-manasi sang kakak agar mau pergi bertarung.


^^^BERSAMBUNG^^^

__ADS_1


__ADS_2