
Di malam itu, tamu undangan sudah memenuhi kerajaan, muo. Para bangsawan datang dengan penampilan terbaik mereka. Banyak gadis bangsawan yang memakai pakaian mewah dan hiasan tebal hanya karena ingin memikat hati seseorang pemuda atau pangeran kerajaan.
Kristal sedang duduk di sebuah kursi tamu kerajaan, bersama haocun. Dia menekuk wajah nya sambil menunggu acara perjamuan di selenggarakan sepenuh nya.
Terlihat begitu jelas jika Haocun sedang melihat kristal. Dia heran mengapa gadis didepan nya ini bisa sangat cantik dan memikat. Bahkan dia tidak bisa mengalih kan pandangan nya kelain arah.
"Berhenti memandangi ku!" Ketus Kristal tanpa menoleh pada Haocun.
Haocun dengan cepat mengalih kan pandangan kelain arah. Jantung nya berdebar hebat saat dipergoki oleh kristal. Terdengar jika kristal sedang menghela nafas lalu dia bersandar pada sandaran kursi. Wajah nya yang cantik itu sudah tak tahan menahan beban bedak dan pehiasan lain nya.
"Berapa lama lagi acar ini akan dimulai? Aku sudah tak tahan lagi dengan keadaan yang ramai ini!." Keluh nya pada Haocun.
"Sebentar lagi." Jawab Haocun.
Mereka terdiam tanpa bicara, selepas itu. Kristal masih saja menekuk wajah nya sambil menunggu dimulai nya acar tersebut.
Perlahan terdengar seseorang wanita berteriak memanggil Pangeran ketiga. Haocun menoleh pada arah suara. Dan ternyata itu adalah putri dari kerajaan Xinfu, yang selalu menempel pada Haocun kemana pun Haocun menuju.
Dia mendekat ke arah kristal dan Haocun. Dia memandang tajam ke arah kristal dan kemudian menempel kembali pada Haocun.
Haocun menampar pelan kening nya. Dia lupa jika terdapat kehadiran linse di kekaisaran nya ini.
"Pangeran, kau sangat jahat! kau tidak menjemput ku.....padahal aku sudah menunggu kedatangan mu." Keluh nya terus saja menempel pada Haocun sehingga Haocun menjadi tak nyaman di buat nya.
"B-berhentilah menempel pada ku." Tegas Haocun Pada Linse. Linse memanyun kan bibir nya dan terus saja menempel tanpa mau menuruti perintah Haocun.
"Kau jahat. apa kah karena gadis ini kau tidak mau lagi berdekatan dengan ku?" Rengek Linse menunjuk Kristal dengan kasar. Kristal menoleh pada Linse lalu tersenyum dengan sangat manis.
Haocun tertegun melihat senyuman macam itu pada Kristal. Kristal berdiri dari duduk nya lalu mendekat ke arah Haocun. Masih terlihat begitu jelas senyuman manis itu masih menempel di wajah kristal. Dengan pelan dia mendorong tubuh linse agar menjauh dari Haocun. Kristal menggandengan tangan Haocun lalu mengubah senyuman manis nya menjadi senyum devil yang dia arah kan pada Linse.
__ADS_1
Linse terkejut dengan perlakuan kristal, termasuk juga dengan Haocun. Jantung Haocun berdetak begitu cepat dengan wajah yang merona.
"Apa apaan kau!" Kesal Linse pada kristal yang sedang menggandeng tangan Haocun.
Sedangkan Haocun, dia tidak bisa bergerak dan panas dingin karena panik di dekati oleh seorang Kristal. Kristal memanyun kan bibir nya lalu melirik ke arah Haocun. Dia bersikap manja lalu berkata.
"Pangeran ketiga. Apakah kau ingin pergi dengan diri ku? Hanya berdua. Kita hanya akan pergi berdua masuk kesana...." Tanya Kristal dipenuhi dengan nada menekan lalu melihat Linse dengan sinis
Linse sangat kesal melihat itu. Jelas dia tidak terima. Seorang putri Linse, yang dikenal begitu keras kepala dan mau menang sendiri ini pasti akan marah jika kepunyaan nya di usik oleh orang lain. Dia dengan kasar memisah kan Haocun dengan Kristal.
Kristal terdorong kebelakang dan hampir ingin terjatuh. Dia berprilaku seolah dia itu lemah. Dengan anggun dia menarik rambut nya kebelakang dan segera berbalik badan pada Linse.
"Putri, Linse. Apa yang kau lakukan? Sikap kasar macam apa ini?" Tiba tiba terdengar suara kaisar yang baru saja keluar beriringan bersama sang pemaisuri.
Linse dan Haocun menunduk begitu hormat pada kedua orang penting ini. Sedang kan kristal, dia nampak heran dan bingung. Dia tidak mengenal kedua orang didepan nya itu.
Haocun melirik Kristal yang sedang bingung lalu mendekat ke arah kristal.
Kristal tersadar lalu menunduk begitu hormat pada dua orang penting didepan nya. Sang kaisar dan pemaisuri memberkati kristal, lalu terdengar kembali kaisar menanyakan sikap kasar Linse.
"Putri, Linse. Mengapa mau mendorong nona ini? Dan apakah aku boleh tau? Siapa nona ini?" Tanya Kaisar.
"Perkenal kan, hamba adalah Kristalia Ates Yang mulia kaisar. Yang mulia lah yang telah mengundang hamba untuk datang di acara megah ini." Jawab Kristal sopan. Terdengar begitu manis ucapan nya itu, sampai sampai Linse kesal mendengar nya.
Kaisar dan Pemaisuri saling pandang dan kemudian pemaisuri maju kedepan mendekat kearah Kristal. Tangan yang lembut itu bergerak menyentuh dan mengusap kepala Kristal.
Kristal sedikit kaget dengan perlakuan yang dia terima. Kristal mengangkat pandangan nya dan melihat bola mata teduh milik sang pemaisuri.
"Terima kasih. Berkat kau, Kekaisaran ini tetap makmur dan terhindar dari mara bahaya. Kau nampak begitu cantik dan bijak sana, kalau boleh ku ketahui,, dengan nama apa aku bisa memanggil mu?" Ujar sang pemaisuri dengan lembut lalu menanyakan nama kepunyaan Kristal.
__ADS_1
Linse terlihat begitu kesal dengan penampakan didepan nya. Dia ingin sekali muntah dan menerkam wajah Kristal.
"Sial! seharus nya aku lah yang berada di posisi itu, sekarang! Tapi gadis jalan* ini telah merebut nya." Batin Linse kesal dan meremas baju nya dengan kuat.
Bibir Kristal tergerak ingin menjawab. Dengan ragu dia menjawab. "P-pemaisuri bisa memanggil hamba kristal. Tak perlu ada sebutan nona didepan nama, hamba. Hamba tidak enak mendengar nya." Jawab Kristal Tersenyum canggung.
"Tak perlu malu. Ibu ku sangat baik, dan dia tidak akan memakan mu." Sambar Haocun terkekeh.
"Hahaha, benar. Pemaisuri tidak akan memakan mu, jangan takut." Sambung sang kaisar terkekeh.
"Baiklah. Acara akan segera dimulai. Sebaiknya kita pergi masuk ke aula istana dan memulai acara ini." Ajak pemaisuri dan tanpa berlama lama, mereka masuk kedalam aula istana.
____
"SANG KAISAR BESERTA ANGGOTA KERAJAAN, SIAP MEMASUKI RUANGAN." Teriak kasim istana mengumum kan jika sang kaisar dan yang lain nya siap memasuki istana.
Semua tamu mengalih kan pandangan mereka pada pintu yang akan di masuki oleh anggota kerajaan. Mereka begitu heboh dan sibuk memperbaiki penampilan mereka.
Disebuah tempat khusus anggota kerajaan, terlihat meili yang sedang berdiri menunggu kehadiran para angggota kerajaan, muo.
Dia terlihat cantik kala itu. Gaya anggun dan senyum manis terus dia tunjukan acara perjamuan tersebut.
Sang anggota kerajaan siap memasuki ruangan. Satu persatu dari mereka telah masuk kedalam nya. Dan sampai saat nya giliran Kristal untuk memasuki tempat itu.
Dia masuk dengan gagah dan pandangan yang datar. Semua mata menuju pada sang gadis penyelamat Kekaisaran mereka. Mereka tertegun dengan kecantikan Kristal.
Kristal semakin memasuki ruangan dan mendekat ke arah pemaisuri yang sedang memanggil nya.
Dia maju dan sampai lah mata nya menuju pada seseorang yang sangat tak asing bagi kristal.
__ADS_1
Mata mereka saling bertemu. Meili kaget sementara Kristal sedang menatap tajam ke arah nya.
Bersambung....