
...**selamat membaca...
...(づ ̄ ³ ̄)づ**...
Disebuah kediaman adipati dengan penjagaan ketat tersebut meili berjalan dengan menapaki lantai dengan keras dan amarah yang begitu berapi api
Para bawahan nya sedang mengikuti nya dari belakang, keadaan mereka sangat berantakan dan wajah yang lebam lebam, para pengawal ketar ketir melihat keadaan nona mereka menjadi seperti itu
Dengan cepat, mereka berlari kearah ruangan jendral xifeng dan memberi kabar jika nona meili pulang dengan keadaan yang begitu berantakan
Dengan cepat xifeng keluar memeriksa keadaan putri nya itu, dan benar saja ia melihat keadaan berantakan dari meili dan luka ditangan nya
"Meili, apa yang terjadi pada mu?" tanya selir memey yang baru saja datang setelah diberi kabar keadaan dari sang putri nya itu
Meili berlari dengan isak tangis nya memeluk erat sang ibu, ia berprilaku seolah dia baru saja dianiaya oleh seseorang dan seolah sangat tertindas akan hal itu. xifeng sangat murka melihat sang putri yang begitu terluka dan menangis tanpa henti
"Meili, siapa yang melakukan ini pada mu? ayo bilang pada ayah." tanya xifeng emosi dengan menggoncang tubuh meili, dengan lirih meili menjawab," ayah, aku hanya sedang berjalan jalan saja di pasar kota,, namun tiba tiba saja datang seorang nona muda dari kediaman ates menyerang diri ku hiks, aku - aku bisa saja melawan akan tetapi tidak aku lakukan mengingat jika keluarga ates cukub berkuasa di negri muffin." ujar nya di seling seling tangis. xifeng menggeram dengan emosi yang memuncak
"Bagaimana keluarga ates memiliki putri yang begitu arogant? apakah mereka ingin cari mati?" ujar nya lantang sehingga gema suara nya terdengar kesekitar
"Dan kau, untuk apa melihat status mereka? kau ini adalah keponakan dari kaisar, kau bisa saja mengambil nyawa gadis itu." ujar xifeng melembut pada meili, meili tertawa puas dalam hati.
"Aku hanya ingin menjaga nama baik keluarga adipati, ayah." ujar nya lagi dengan menyeka air mata nya, ia menunduk dan berprilaku seolah ia sedang mengalami trauma
"Tuan, kau harus menuntut balas pada keluarga ates itu! bahkan putri ku yang polos dan baik hati ini menjadi korban dari putri mereka." ujar selir memey merasa tersakiti karena ulah dari keluarga ates
Tangan xifeng mengenggam, mata nya merah karena emosi yang meluap luap. bagaimana sang putri kesayang nya bisa ditindas oleh bangsawan kelas rendah seperti keluarga ates?
┬─┬ノ( º _ ºノ)
__ADS_1
Disaat keluarga adipati sedang memanas dikarenakan sang putri telah ditindas oleh nona dari kediaman ates,
Keluarga ates justru sedang bergumpul di meja makan dan makan dengan hikmat saat itu, disana hanya ada suara dentingan sendok dan suara mengunyah dari mereka
Setelah menyelesai kan makan malam tersebut, para pelayan datang untuk membereskan mangkok dan sisa sisa makanan yang ada disana. suasana yang tadi nya hening kini berubah reyuh oleh suara hana yang menggemali sang putri ya itu kristal
Ia menarik narik pipi kristal seperti sebuah mochi, "bunda berhentilah pipi kristal sakit." rengek kristal pada hana, semua nya terkekeh melihat kekonyolan dari kedua orang yang mereka sayangi itu
"Adik, kau sudah berjanji tadi siang." ujar bong pada kristal, dan kemudian semua nya mengangguk setuju akan perkataan bong
Dengan menarik nafas perlahan lalu membuang nya, kristal segera berbicara dan menepati janji nya tersebut."tapi, apakah kalian janji tidak akan marah selepas ini?" tanya kristal dengan wajah sedikit agak ragu
"Buat apa kami marah sayang? bunda janji dan pastikan jika akan menerima kristal dengan setulus hati setelah kristal jujur pada kami semua." ujar hana lembut memegang tangan kristal
Kristal mengangguk dan mulai percaya dengan keadaan, dengan perlahan bibir nya bergerak,"sebenarnya kristal adalah anak dari dewi bulan, kristal adalah nona muda dari kediaman adipati." jujur nya yang membuat semua nya terbelalak syok mendengar jika putri asuh mereka merupakan seorang anak dari dewi bulan, yang dirumor kan buruk rupa dan tak memiliki kemampuan apa pun
Long beserta kedua adik nya teringat kembali disaat kristal menanyakan keluarga adipati saat mereka baru saja bertemu di kedai babi panggang pagi tadi. "jadi itukah alasan mu menanyak keluarga adipati, tadi pagi?" tanya bong pada kristal, jujur saja mereka sangat terkejut setelah mengetahui identitas dari putri asuh mereka
"Meili tidak mengenali kristal ayah, pada saat terakhir kali kami bertemu wajah kristal mengalami sebuah inpeksi sehingga kristal menjadi buruk rupa."lanjut nya dengan wajah mengarah kebawah
Semua nya memilih untuk diam, sementara kristal terus melanjut kan cerita nya
"Aku diperlakukan dengan buruk disana, mereka bahkan memberi ku makan sebuah sayur yang sudah membasi, jika aku mengalami kesalahan kecil saja, mereka pasti akan menghukum diri ku dengan sangat keji. setiap hari aku menerima perlakuan buruk disana."
"Ayah ku tidak peduli kepada ku, bahkan dia tutup mata saat melihat diri ku sedang disiksa oleh selir dan juga anak nya meili, setiap hari aku merangkak dari halaman menuju sebuah kandang kuda Karena kaki ku dipenuhi luka cambukan dari meili." jelas kristal hampir ingin menangis, saat dia mengutarakan sebuah ingatan dari ling ling dia juga turut merasakan emosi campur aduk dan tebawa suasana.
Hana menutup mulut nya dengan berhamburan air mata, karena tak tega mendengar perlakuan keluarga adipati kepada putri nya,, sementara jibong dia mengepal tangan dengan erat menahan emosi
Long, bong dan hong sedang berdiam dengan sebuah emosi yang bercampur aduk, bagaimana sang adik bisa begitu menderita? bagaimana mereka tega memperlakukan adik nya kristal seperti itu?
__ADS_1
"Dan dimalam itu, dimalam itu ayah ku sendiri, jendral xifeng memerintahkan seseorang dari organisasi hitam untuk membawa diri ku kesebuah hutan yang rimbun, mereka membawa ku kesana dan menyiksa ku dengan cara memukuli diri ku,, setelah puas, mereka menyiram tubuh ku dengan minyak, lalu - lalu membakar ku secara hidup... " ujar kristal dengan isak tangis yang pecah,namun hana memutus pembicaraan kristal karena sudah tidak kuat mendengar nya
Hana memeluk tubuh kristal dengan erat, dia menangis sejadi jadi nya, "sayang, mengapa kau begitu menderita nak, mengapa mereka begitu tega pada mu? mengapa mereka tega hiks." ujar hana menangis sejadi jadi nya memeluk sang putri dengan erat
Jibong memeluk kedua istri dan juga putri nya dengan erat seolah tak ingin kehilangan. pandangan nya dipenuhi dengan amarah dan sebuah niat membunuh
Sedang kan ketiga ong sedang menatap adik mereka dengan pandangan mempilukan, dihati mereka yang paling dalam sangat merasa menderita melihat sang adik begitu sengsara dan bahkan melewati ambang kematian
"Untung saja, sebuah keajaiban datang pada ku, meridian ku yang sudah lama tertutup oleh roh racun yang berasal dari bukit cili kini telah terbuka dan bisa mengalirkan energi chi, sihir dan juga spiritual di tubuh kristal." ujar nya kembali ditengah tengah isak tangis nya
"Dan kristal bisa selamat setelah berendam didanau mehidupan, maka dari itu luka bakar di tubuh kristal sudah membaik tanpa meninggal kan jejak sedikit pun." lanjut nya dengan suara lirih
Mereka semua berdekatan pada kristal lalu memeluk kristal dengan haru, "bagaimana mereka memperlakuakan adik ku dengan sangat buruk? maaf kan kakak karena kakak baru menemukan mu dan tidak membantu mu dari awal, kakak benar benar menyesal." sesal long pada kristal, wajah mereka nampak hancur seolah merasakan penderitaan yang dialami oleh kristal
"Apa yang kakak katakan? kalian tidak bersalah." ujar kristal berderai air mata, oh ya ampun sejak kapan aku menjadi cengeng'pikir nya
Mereka menghabis kan waktu dengan terus menangis, sampai mereka puas dan berhenti satu sama lain.
Hana mencoba untuk tegar karena ia ada seorang putri yang harus ia kuat kan, bagaimana pun kristal perlu seorang penguat untuk menguat kan hati nya yang pernah terluka.
"Lalu, apa rencana mu selanjut nya? apakah kau ingin balas dendam?"tanya jibong lembut sembari mengusap air mata kristal dan juga hana
"Kristal yakin, jika besok keluarga pertin akan kemari dan menuntut balas." ujar lirih kristal, "menuntut balas? apa yang mereka tuntut? bukan nya mereka ya yang telah menyerang mu?." kesal hana pada keluarga adipati, bagaimana kulit wajah mereka bisa setebal itu dan dengan mudah membalik kan fakta?
"Kristal sangat paham dengan sifat meili, dia akan mengatakan pada xifeng jika kristal lah yang telah mengusik nya." ujar kristal menyeka air mata nya, ketiga kakak nya memperhatikan dengan lekat lalu salah satu nya pergi untuk mengambil minuman untuk sang adik dan juga ibunda mereka agar lebih tenang
"Dan kristal yakin, mereka akan meminta bantuan dari sang kaisar untuk menyerang kediaman ates,, namun ayah dan bunda tenang saja. kristal sudah memiliki rencana yang matang." sambung kristal lagi mencoba menjelas kan rencana nya kepada ayah, bunda dan ketiga kakak nya
Bersambung..
__ADS_1