
"Barang barang disini semua nya sama, tak ada yang menarik disini." gumam kristal. mata nya terus saja melirik kearah barang barang yang sedang bergelantungan di beberapa toko
Sementara mera, dia dengan setia berada di belakang krista. kristal semakin mendekat ke arah para kumpulan rakyat yang sedang berbicara
Tak sengaja dia mendengar perkataan dari salah seorang yang menyebut kekaisaran ling. Kristal semakin penasaran dan memustus kan untuk tetap diam disana sembari tangan yang terus saja memilih milih barang
"Apakah kau tau, kekaisaran ling baru saja melamar seorang nona muda dari kekaisaran ling? aku sangat penasaran, bagaimana rupa nona muda tersebut?" Bincang bincang mereka dengan nada yang sedikit meremeh kan
"Aku tau, kupikir dia hanya beruntung saja karena pemaisuri memilih diri nya."
Sontak saja kristal menyelik kan mata dan diam dalam lamunan nya, mera hanya diam sambil menunggu sang nona memilih barang
"Siapa? apakah tuan putri? ah tidak, sudah jelas aku mendengar jika dia menyebut nona muda. lantas siapa nona muda tersebut?" batin kristal bingung. dia segera tersadar dari lamunan nya, dan kemudian mengambil sebuah gantungan baju giok yang berbentuk bunga matahari..
Dia memberikan barang tersebut kepada si pemilik toko lalu membayar seperti harga yang ditentukan. Dan tanpa berlama lama lagi, akhir nya mereka berdua pergi dari sana dan melanjut kan untuk memilih toko untuk kristal berbelanja
____
"Nona, seperti nya yang dimaksut mereka adalah nona meili." Cetus mera ragu terhadap kristal. ktistal menoleh pada mera, dan berpikir sejenak
"Tidak mungkin?" singkat kristal
"Dia masih terlalu muda, umur saja baru 15 tahun." lanjut nya lagi, dan perlahan mera tersenyum mendengar pernyataan kristal
"Nona, bagi wanita yang sudah berumur 15 tahun sudah sangat lah matang untuk menikah." kekeh mera, kristal sedikit kaget dan sempat tak percaya jika ada hal semacam itu disana
"B-b-benarkah? tapi menurut ku 15 tahun itu masih terlalu kecil untuk menjalani bahtera rumah tangga. sudah lah lupakan saja." kaget kristal lalu melanjut kan berjalan menelusuri pasar...
__ADS_1
~_~
Disebuah gubuk tua, Long, bong dan hong sedang berada. Mereka duduk disebuah kursi yang terbuat dari bambu asli yang terletak di tengah tengah gubuk tersebut.
Tak lama, keluar seorang pria tua tadi sedang membawa nakas yang berisi kan mangkok obat diatas nya.
Dia duduk di dekat ketiga bersaudara lalu menyodor kan nakas tersebut.
"Ambil air obat ini menggunakan sendok bambu itu, tubuh kalian sangat ringgih akibat menghirup udara dari hutan Sǐwáng terlalu lama." jelas kakek tua itu dengan getaran suara khas milik nya.
Dengan telaten dia memberikan air obat itu kepada ketiga bersaudara.
"Kami benar benar berterimakasih pada mu, kami benar tak tahu jika udara disana mengandung racun, jika kau tak datang maka sangat dipastikan jika kami tak akan selamat." ujar Long tulus berterima kasih pada si kakek
"Tak masalah, sekarang minum lah obat itu, jika tidak racun yang kalian hirup akan merusak paru paru kalian." jelas si pria tua kembali, dan akhir nya si tiga bersaudara mengambil air obat menggunakan sendok bambu lalu menyesap nya
Kening ketiga nya nya mengerut, hong dan bong menjulur kan lidah nya sambil melotot kan mata
"Obat semua nya memang pahit, minum saja agar racun ditubuh kita menghilang." nasehat long pada adik nya hong, hong terdiam sambil tangan yang terpaksa untuk menyendok air obat itu kembali.
"Dasar manja!" ejek bong
"ck.." hong menyelik pada kakak nya, dia jengkel karena bong mengejek diri nya dengan sebutan manja
selang beberapa menit, akhir nya dengan segala usaha mereka berhasil menghabis kan air obat tersebut.
Bong dan hong berlomba untuk meminum air putih sebanyak mungkin untuk mengurangi rasa pahit di indra pengecap mereka.
__ADS_1
Sementara long, dia berada di luar gubuk bersama dengan si kakek tua tadi.
"Katakan, siapa kau sebenarnya. dan mengapa tiba tiba kau berada di hutan Sǐwáng?" tanya long berterus terang kepada si kakek tua tersebut
Si kakek tua hanya diam sambil duduk bersila. dia menatap hamparan bambu yang membentang rapi di depan gubuk tua milik nya.
Perlahan bibir nya bergerak dan menoleh pada long, "plakat kalian berada pada diri ku, aku tak sengaja menemukan nya di pohon besar lalu membawa pulang sampai menemukan siapa pemilik nya. dan plakat itu tiba tiba bersinar dan menandakan jika si pemilik dalam keadaan bahaya, dan plakat itu lah yang membimbing ku sampai di perbatasan terlarang hutan Sǐwáng." jelas si kakek pada long
"Perbatasanan terlarang?" tanya long masih tak mengerti dengan maksut dari si kakek tua
"Hutan Sǐwáng memiliki banyak tempat, dan yang kalian datangi adalah salah satu kawasan terlarang. mungkin kalian telah tersesat disana." jelas si kakek tua kembali
"Benar kah, jadi kami telah salah mengira jika kawasan tersebut aman?" Sambar hong tiba tiba keluar dari dalam gubuk
"Ya, kalian telah salah mengira." jawab si kakek tua kembali.
"Siapa nama mu,? dan apakah kau sudah lama tinggal disini?" tanya bong ikut duduk disana, wajah nya nampak bertanya tanya dengan status dari sang kakek
"Aku adalah tabib dari perguruan tauxing dari kekaisaran xitang barat. nama ku lebin, aku kesini ingin mencari ramuan obat untuk persedian perguruan kami." Jawab lebin tersenyum hangat
Dengan sekejab wajah ketiga nya mengeluarkan ekspresi kaget dan saling memandang
"A-a-apakah kau tidak berbohong? kekaisaran xitang bukan berasal dari negri muffin bukan, jadi kau jauh jauh ke negri muffin hanya untuk mencari tanaman obat?" tanya long tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
Note: kekaisaran xitang terletak di sebuah negeri perlemen, dimana di negeri tersebut dikenal dengan kesadisan pendekar dan perguruan dalam mendidik murit nya. namun negri tersebut sangat kecil dan hanya memiliki satu kekaisaran ya itu kekaisaran Xitang, dan karna hal itu lah,, negri parlemen kerap kali di remeh kan oleh negeri lain nya.
"Tidak salah, di negeri kami pemasokan tanaman obat sangat lah sedikit. dan perguruan tauxing sangat memerlukan obat obatan untuk mengobat murit yang mengalami luka yang didapat saat berlatih, karena hal itu pula aku berada disini sekarang." jelas lebin, long dan bong nampak berpikir sejenak lalu saling menoleh seakan mereka memiliki satu pemikiran
__ADS_1
Hey bukan kah negeri parlemen sangat dekat dengan negeri xingpu? dimana di negri tersebut terdapat perguruan awan? hal ini sangat layak untuk di bahas bersama sang adik perempuan.....!!!
Bersambung...