PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
CHAPTER : BAHAYA DATANG


__ADS_3

Setelah mendengar keributan dari arah luar, ditambah lagi bertemu dengan sang pegawai yang sudah babak belur,, si pemilik toko pakaian keluar untuk melihat keadaan disana


Disana masih saja terlihat pangeran ketiga yang sedang emosi karena kristal tak mengingat diri nya. ego nya tergores pada saat kristal mengacuh kan diri nya apa lagi berprilaku seolah dia tak berada disana...


"Pangeran ketiga, k-ka-kau ada disini. hormat saya pangeran, sungguh kehormatan besar untuk saya karena anda mau berkunjung ke toko pakaian ini." Tutur si pemilik toko menunduk hormat pada pangeran ketiga


Namun bukan nya menjawab, pangeran ketiga justru mendekat kearah kristal.


"Kau dengar!! aku adalah pangeran ketiga, sombong sekali kau melupakan diri ku secepat itu." ketus pangeran ketiga,


Kristal akhir nya mengingat, namun dia masih saja mengeluarkan ekspresi datar nya sembari menunggu ruang ganti terbuka...


Pangeran ketiga semakin dibuat kesal oleh tingkah kristal, "Ck, kau.. " singkat nya karena tak mampu berkata kata karena sikap angkuh yang dimiliki oleh kristal...


"Sudah lah pangeran, untuk apa kau meladeni rakyat rendahan seperti diri nya!! lebih baik kita pergi saja dari sini." ajak wanita yang menyerang kristal tadi. dia selalu saja menempel pada pangeran ketiga sehingga membuat pangeran ketiga jengah dibuat nya...


"Tunggu sebentar, aku ingin membicara kan hal penting dengan mu." henti kristal, namun tanpa menoleh sedikit pun pada pangeran ketiga


"Cih, aku tidak mau berbicara dengan mu." ketus pangeran kembali melangkah


"Ayo hentikan aku, dasar wanita sombong!!" batin pangeran ketiga berharap, namun masih sempat dia memaki kristal


"Seterah kau saja, aku pun tidak rugi." jawab kristal acuh tak acuh. pangeran ketiga kembali membalikan badan dan memandang kristal dengan kesal


"Kau.... baik lah apa yang ingin kau bicara kan?" pekik pangeran ketiga karena terlalu kesal dengan sikap dingin yang dimiliki oleh kristal


Kristal melirik pangeran ketiga menggunakan ujung mata nya yang runcing, di benak nya selalu saja mengutuk pangeran ketiga karena selalu saja menyebut nya dengan sebutan wanita sombong


Tak lama, pintu ganti terbuka. diperlihat kan mera dengan menggunakan gaun hijau tadi. dia terlihat begitu imut saat memakai gaun tersebut, dengan malu malu dia berjalan kearah kristal lalu berkata


"Nona, aku pikir aku tidak lah cocok memakai gaun ini." tutur nya malu


"Tapi aku berpikir kau sangat cocok memakai pakaian ini." puji kristal sambil memplototi wanita yang ia banting tadi

__ADS_1


"Ya, ka-kau terlihat sangat cocok memakai nya. itu pas di tubuh mu, kau sangat cocok memakai nya."puji nya cepat setelah melihat kristal memplototi diri nya


"Benar kah, "ujar mera senang


Kristal tersenyum pada mera, sedang kan sang wanita yang berdeyut manja dengan pangeran ketiga nampak memandang gaun yang sedang dikenakan oleh mera.


"Aku mengingin kan gaun itu, lepas kan!" suruh nya pada mera sambil menunjuk mera. sangat kasar sekali perlakuan nya itu!


"Pilih lah yang lain, aku akan membelikan nya untuk mu." suruh pangeran ketiga, nada nya terlihat sangat tertekan dengan sikap manja dari wanita tersebut


"Bukan kah kau ini seorang bangsawan,? lantas mengapa seorang bangsawan terhormat seperti mu senang dengan barang yang sudah dipakai orang lain,? kau seorang pecinta barang bekas kah?" tutur kristal tajam sembari mendekat kearah wanita itu, tangan nya mengeluarkan cahaya merah pekat....


Mata pangeran ketiga tertuju kearah tangan kristal yang sedang memekar, meski tak bisa melihat cahaya merah itu,, tapi dia paham betul jika kristal sedang mengeluarkan serangan...


Dia maju lalu menahan tangan kristal menggunakan tangan kiri nya, kening pangeran ketiga menyeringit....


Terasa begitu panas yang dirasa oleh nya setelah memegang tangan kanan kristal.


"Jangan lakukan itu, atau tidak kau akan menjadi buronan negri xingfu. dia adalah putri mahkota kekaisaran Xinfu." Bisik pangeran ketiga sambil menahan panas yang amat teramat menyakit kan


Pangeran ketiga dengan segera melepas tangan kristal, tangan nya terlihat mengitam seperti terbakar..


"Pangeran, jangan dekati dia!! sudah lah aku tidak ingin gaun itu, ayo kita pergi." ajak wanita itu menarik tangan pangeran ketiga


"Tidak, ada hal yang ingin kami bicara kan. bisa kah kau pergi sendiri pulang ke istana?." tanya pangeran ketiga, wanita itu terlihat cemberut dan memandang sinis kearah kristal


"Apa yang ingin kau bicara kan dengan nya, aku harus mendengar." ketus wanita itu masih kekeh dan meregang tangan pangeran


"Apakah disekolah mu tak diajar kan tentang pembicaraan empat mata,? semiskin itu kah negri xingfu sehingga tak mampu mendidik putri mahkota mereka dengan benar,?"


"Oh ya aku lupa, kau kan putri terbuang karena tak bisa menguasai Energi Chi melain kan hanya bisa menggunakan sihir saja!" Sinis kristal melipat kedua tangan didada


Wanita itu terdiam, di benak nya selalu bertanya tanya,, mengapa kristal bisa tau sebanyak itu tentang hidup nya. Siapa dia sebenar nya' pikir wanita itu

__ADS_1


"Aneh, aku tidak memberi tahu nya sebanyak itu. lalu dari mana dia tahu akan hal tersebut." heran pangeran ketiga memandang lekat kearah kristal


"Kau.... cepat! jangan membuat ku menunggu terlalu lama." ketus wanita itu memaling kan wajah nya,


"Mera pulang lah sendiri, aku ingin mengatasi beberapa urusan." suruh kristal...


Mera mengangguk dan pergi dari sana. dan tak lupa, kristal membayar gaun tersebut terlebih dahulu....


_____


"Ada apa,? hal penting apa yang ingin kau bicara kan?" tanya pangeran ketiga secara langsung. dia bersandar di dinding bangunan yang membentuk jalanan sempit


"Bulan purnama.... kapan bulan purnama akan datang?." tanya kristal datar tanpa memandang kearah lawan bicara


"Akhir pekan ini, bulan purnama akan datang tepat nya dipertengahan malam. t-tapi mengapa kau menanyakan itu?" tanya pangeran lagi, kening nya mengerut menunggu jawaban kristal


Kristal diam sejenak sambil memikirkan pernyataan dari pangeran ketiga


"Sejumlah pasukan penyihir kegelapan bertebaran di sekitar kekaisaran muo. pada saat bulan purnama terjadi, mereka akan banyak mengorban kan rakyat muo,, tangani itu atau tidak kekaisaran muo akan benar benar hancur di tangan mereka." jelas kristal


"Aku tidak mau ikut andil lagi! tangani sendiri, aku sudah terlalu jauh ikut dalam urusan kekaisaran kalian." sambung kristal dan beranjak pergi dari sana...


Pangeran ketiga terdiam, dia masih tak percaya dan enggan mengerti. namun dia sadar dan mendapati jika kristal tak lagi berada disana sekarang


"Ap-apa ini? mengapa aku tak tahu akan hal itu? jika ini benar, kekaisaran muo pasti akan hancur! sudah seratus tahun lama nya, dan mereka datang kembali kesini. aku harus cepat," gegas pangeran ketiga berlari dengan sepat...


Di mengayun kan tangan keudara dan secara tiba tiba timbul sapu terbang yang biasa ia gunakan. dia menaiki sapu tersebut lalu melesat kearah istana


___


Hey dia melupakan wanita itu.....


___

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2