
âĨīšâ¤ yang semangat semua nya, semoga gak jera ya baca cerita aku đŖ
Selamat membaca đđ
...----------------...
Masing - masing mulai mengambil senjata mereka, berjalan pelan menghampiri para anggota hitam itu. senyum simpul terukir di bibir kristal, dia memikirkan rencana bagus dan menyenang kan untuk dia lakukan.
"Mereka datang dengan sendiri nya, ini kesempatan bagus untuk ku agar mengetahui letak markas mereka." ujar nya pelan berjalan paling depan dari para ketiga kakak nya.
Sementara itu, kedua ibu dan anak tadik sedang memberontak dan masih kekeh mempertahan kan hak milik mereka. meski ketakutan melanda, akan tetapi rasa khawatir akan anak menjadi kelaparan justru membuat perempuan itu melupakan rasa takut nya.
"Kau wanita gelandangan, cepat serah kan koin mu kepada kami. apa kah kau tak lihat apa yang berada di pinggang kami ini?" ujar penjahat menunjuk kan belati dipinggang nya
"A-aku tidak akan menyerah kan nya, anak ku butuh makan." berontak wanita itu
"Sialan, kau kan bisa cari lagi nanti. cepat serah kan kepada kami." bentak mereka kepada wanita tadi sehingga membuat sang anak kecil menjadi menangis
Tak lama datang kristal menendang dari belakang, pria itu tersungkur kedepan dengan bokong menungging. ketiga penjahat yang lain nya kaget lalu mulai mendekati ke empat bersaudara.
"Aihss, keparat sialan! berani sekali kau." pekik pria yang terjatuh tadi dengan amarah meluap - luap
"Siapa kalian? jangan ikut campur masalah kami." ujar salah dua penjahat marah
"Kami tidak ikut campur, kata siapa kami ikut campur?" tanya bong seolah bingung dan memegang dagu menggunakan tangan kanan
"Lalu mengapa kau menendang ku? kau ingin cari mati ya?" sentak nya kembali
"Aku hanya ingin menendang mu saja, kau menghalangi jalan ku." ujar kristal cengengesan sembari melipat tangan dengan ekspresi wajah tersenyum miring
Mereka bingung, mengapa mereka yang hanya diam dari tadi dan berada di posisi tepi bisa menghalangi jalan seseorang? apakah anak kecil didepan mereka ini ingin cari mati?
"Sialan, jangan bercanda kepada ku. atau tidak nyawa mu lah yang akan menjadi taruhan nya." pekik penjahat itu naik pitam dan maju ingin menyekik kristal
Namun long datang memegang tangan penjahat itu lalu memulis nya dan menghempas penjahat itu kearah para teman nya. ketiga lain nya tegertak dan memandang bergantian teman mereka dan ke empat bersaudara.
"Kalian lah yang patut nya mati, kalian pikir kami tak tau siapa kalian?" ujar hong pelan mulai menyerang mereka
Ketiga nya bergerak dan mulai berkelahi, kristal dengan gesit mencoba menyerang tanpa ingin membunuh. pergerakan mereka berat sebelah, yang satu nya menggunakan energi Chi dan yang satu nya menggunakan energi hitam. energi hitam memiliki daya tersendiri, dia bisa melemah kan ikatan sihir yang dibangun oleh seorang penyihir. akan tetapi tidak berlaku pada energi Chi, Chi adalah suatu ikatan energi yang terbentuk oleh energi murni dari alam,, sulit bagi energi hitam ingin meretas dan menghancurkan energi Chi
__ADS_1
"Mengapa organisasi hitam bisa sampai ke kekaisaran muo? ada berapa banyak markas yang mereka miliki?" batin kristal agak goyah lalu tersadar kembali dan melanjut kan menyerang para penjahat tadi
"Cih, rupanya kalian bukan penyihir ya? sialan kalian." maki para penjahat kesal karena yang mereka hadapi adalah seorang kultivator, jadi mengapa kultivator bisa sampai ke negri penyihir? tapi jika pertanyaan nya dibalik, mengapa para oraganisasi hitam sampai berada di negri sihir maupun kultivator? apakah mereka tak memiliki negri sendiri?
"kenapa? kalian takut?" ejek hong menendang salah tiga penjahat itu. mereka benar - benar terpojok oleh ke empat bersaudara, mereka kewalahan dan saling melihat satu sama lain dengan nafas tersengal
"Sekarang siapa yang akan dibunuh? kalian atau kami?" tanya bong memicing kan mata
Mereka berempat terintimidasi dengan mata saling bertatapan seolah saling membantin satu sama lain, dengan lirih mereka berdiri lalu tak lama mereka berubah menjadi kumpulan asap dan terbang begitu saja.
kristal dan ketiga kakak nya justru tak akan diam saja dan memilih untuk mengejar menggunakan ilmu angin milik mereka, mereka mengejar kumpulan asap itu hingga menjauh dari pasar kota muo. sangkin cepat nya pergerakan mereka, rakyat muo bahkan tak menyadari sama sekali bahwa sedang ada sekumpulan orang yang saling kejar mengejar di atas mereka.
"Tak boleh lepas, kakak tolong keluarkan senjata pelacak yang aku beri pada mu." suruh kristal pada long
Long, paham dan kemudian segera mengeluarkan suatu alat bundar dengan batu murni alam yang mampu mentedeksi musuh dari sang tuan kontrak. alat itu mengeluarkan cahaya merah yang mengarah kearah utara, kristal dan ketiga kakak nya saling mengangguk dan kemudian melanjutkan pengejaran itu kembali.
Tragedi saling kejar mengejar terjadi selama 10 menit. akan tetapi kristal dan ketiga kakak nya tak merasa lelah dan menyerah, mereka berkomitmen agar segera mendapat kan mereka lalu MEMBUNUH mereka secepat mungkin.
Sampai lah disebuah hutan blungkar dengan pemandangan yang bisa dibilang seram, diseluruh hutan tersebut ditutupi oleh energi hitam yang lumayan pekat. langkah kristal dan ketiganya terhenti disebuah lingkaran hitam bundar yang terlihat begitu mencurigakan
"Apakah mereka masuk kedalam sini?" tanya hong celingak celinguk mengamati lingkaran hitam tersebut
Hong menjauh dan kemudian kristal maju mengangkat tangan ingin mengalir kan mantra pembunuh di lingkaran hitam itu.
Dengan mata terpejam dan konsentrasi tinggi, kristal nampak sedikit kewalahan karena terdapat masalah antara kedua energi. Chi dan ilmu hitam saling bertabrakan sehingga menciptakan letupan letupan di aliran darah kristal, namun dengan sekuat tenaga kristal mencoba dan terus mencoba sehingga usaha keras nya membuah kan hasil.
Dia berhenti lalu mengeluarkan darah segar di mulut nya, nafas nya tersengal dan terbatuk. long dan kedua adik nya mendekat kearah kristal dengan wajah super panik mereka, long mengusap darah kristal lalu memeluk kristal dengan erat.
"Kenapa harus memaksa kan diri? kau hampir saja celaka." ujar bong khawatir.
"Ini tak akan ada banding nya kak, jika kita masuk kita pasti akan mendapat kan lebih dari yang aku alami."lirih kristal lalu tersenyum kepada kakak nya
Ketiga nya bingung dengan maksut kristal, namun kristal segera menyadarkan mereka kembali dan mengajak ketiga nya masuk kedalam lingkaran itu.
Disaat krital dan ketiga kakak nya ingin masuk kedalam lingkaran hitam, ke empat penjahat tadi justru sedang berlarian menuju markas yang lumayan besar dengan pewarnaan hitam keseluruh.
Mereka lari terbirit - birit menuju pasukan yang lain nya, ada salah satu pria bertubuh kekar dengan gestur wajah berbentuk kotak. dia sedang duduk santai sembari ditemani dua orang wanita cantik bersayap hitam.
Dengan senang nya dia mengarahkan gelas, meminta para wanita itu menyurah kan wine untuk nya. namun disaat bersamaan anak buah nya justru datang dan merusak kesenangan dari nya.
__ADS_1
"Tuan, tuan kami mendapat berita buruk." ujar mereka dengan nafas tersengal.
"Bajingan, kau merusak suasana hati ku." murka nya dengan suara serak dan besar.
Dia meletak kan gelas ditangan nya, dan kemudian berdiri lalu menanyakan kabar buruk macam apa yang dikatakan anak buah nya itu. wajah tegas nya dan pandangan tajam tertuju pada ke empat orang tadi
"Kalian tahu jika aku tidak menyukai berita buruk, kan?" ujar nya pelan namun tajam, sehingga membuat ke empat nya segan ingin berbicara.
"Kami ba-baru saja bertemu dengan sekelompok pemuda, dan dia mengejar kami sampai kesini." lirih salah satu dari mereka Menunduk lemas.
Pria tadi memicing kan mata, dan kemudian tak tau kenapa dia tertawa dengan terbahak - bahak.
"Hahahaha, mengatasi pemuda saja tidak bisa? seperti nya aku terlalu memanjakan kalian." ujar nya tertawa berat namun menekan kalimat akhir yang berbunyi 'memanjakan kalian'.
"Tapi mereka sangat kuat, dan mereka juga adalah seorang kultivator." sambung salah dua menimpali perkataan teman nya.
"Lalu kenapa? habisi mereka dan hancurkan. buktikan jika kegelapan lebih kuat dari kesucian." ujar nya tersenyum sinis mengenggam tangan di udara lalu dengan sekejab, wajah yang tadi nya penuh keyakinan kini berubah murka dan ingin sekali membunuh ke empat pria tadi.
"Tak seharus nya aku memiliki anak buah tak berguna seperti kalian!"lanjut nya maju dua langkah mendekat ke salah satu anak buah nya.
Pandangan mata mereka tertuju ke arah bawah, tubuh mereka bergegar menahan rasa takut kepada sang tuan.
"Kalian harus dimusnahkan!" bisik nya lalu dengan segera mengangkat tangan dan bergerak kearah wajah anak buah nya, dia menyongkel mata pria tadi sehingga mata nya terlepas dari kelopak nya.
Mereka ketakutan melihat teman mereka sudah terkapar di tanah dengan tubuh kering dan kedua mata tercongkel. pria itu tersenyum sinis sembari melihat kedua mata di tangan nya, dia mengarah kan mata tersebut kemulut nya dan tak lama memasukan mata tersebut lalu mengunyahnya dengan ekspresi wajah puas.
Ketiga lain nya ketakutan sampai terjatuh ketanah dengan kaki bergetar tak mampu berdiri lagi, dia mendekat dan mengeluarkan cakar nya lalu menyakar perut mereka hingga robek dan keluar isi nya.
Mereka menjerit dalam kesakitan, bagaimana manusia hidup bisa merasakan hal itu dan melihat langsung isi perut nya keluar? mungkin mati pun sudi mereka alami dari pada tersiksa dalam rasa sakit yang tiada henti.
"Apa yang kau lakukan?" lirih mereka dengan mulut dan hidung bersimbah darah.
Namun pria itu tak mengubris sedikit pun dan mendekat kearah para anak buah nya yang sedang tak berdaya dan tak memiliki energi ingin melawan. dia memandang rakus kearah bunsaian organ dalam dan mengambil nya begitu saja disaat kondisi anak buah nya masih bernafas.
Mau melawan pun tak mampu,' mungkin kata - kata ini yang sedang terukir di benak mereka. mulut mereka tertutup seperti sedang terkunci, air mata mereka bercucuran deras membasahi pipi. seketika saja salah satu nya menghembuskan nafas setelah jantung nya diambil oleh pria berbadan besar tadi.
Pria itu melempar jantung dan hati kearah kedua wanita tadi, dengan rakus kedua wanita itu mulai menunjukan taring dan cakar mereka,, lalu melahap hati dan jantung manusia tersebut.
"Cih, hanya sekumpulan anak muda?" remeh nya tersenyum mirih menyeka sisa darah di bibir nya.
__ADS_1
bersambung...