PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : pedang darah naga


__ADS_3

Hal itu bermula pada 100 tahun lama nya, sebuah dunia kecil yang didiami oleh beribu peri kecil di dunia tersebut. dunia ini memiliki keistimewaan nya tersendiri, dengan berbagai jenis peri cantik nan kecil.


Dunia peri ini bernama dunia, sen. peri hutan yang hidup beribu tahun. yang sudah di ciptakan oleh seorang wanita pendekar hebat dengan seluruh kekuatan nya dan bahkan nyawa nya. peri kecil hidup dengan tentram dan damai, namun datang saat nya seluruh peri di harus kan untuk melakukan tidur panjang mereka selama beratus tahun lama nya.


Namun siapa sangka, disaat tidur panjang mereka belum selesai,, dunia mereka dihancurkan oleh kekuatan gelap dan menjadikan dunia itu sebagai dunia gelap dengan banyak sekali energi hitam menutupi.


Sebagian dari mereka dimusnahkan, dan sebagian lain nya di segel di sebuah pohon besar. dimana pohon tersebut dijadikan tempat penggantungan atau pengeringan organ tubuh manusia.


......................


Tak lama timbul cahaya kembali berjalan mendekat ke arah kristal dan saudara nya. kristal tak mau ambil resiko dan kemudian bersiap siaga dengan senjata nya.


"Siapa kau?" tanya kristal. cahaya tersebut semakin mendekat dan sampai pada akhir nya cahaya tersebut memudar dan perlahan memperlihat kan ratusan peri kecil atau peri hutan sedang berterbangan menuju arah ke empat bersaudara dan 30 anak kecil lain nya.


"Jangan takut, kami hanya seorang peri kecil." jawab salah satu peri cantik bergaun merah dan bersayap putih.


"Dari mana kalian datang? apa jangan - jangan, kalian adalah penduduk asli dunia ini?" timpal long mengerut kan kening nya menunggu jawaban dari mereka. "benar, apakah kalian penduduk asli di sini? jika memang benar, mengapa kalian baru muncul sekarang?" tanya bong melipat kedua tangan di dada. pandangan nya terliahat mencurigai para peri.


Para peri hutan saling memandang satu sama lain. dan kemudian salah satu dari mereka menjawab pertanyaan, hong. "kami adalah penduduk asli dunia, sen. pada saat seratus tahun silam,, kami melakukan tidur panjang selama beratus tahun lama nya. namun suatu bencana datang kepada dunia kami. kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyegel dunia sen, tapi seseorang berbadan besar dengan kekuatan gelap datang menghancurkan dunia sen. sebagian dari kami telah dimusnah kan oleh nya, sementara kami,, dia menyegel kami di pohon besar dengan bagian manusia yang sedang begelantungan." jelas salah dua peri bergaun merah muda dengan sayap bewarna ungu.


"Jadi ini adalah dunia, sen? tapi apakah kalian baik - baik saja?" tanya kristal memastikan keadaan mereka. para peri saling memandang dan akhir nya mereka mengangguk dengan senang."kami baik - baik saja, terima kasih untuk kalian sudah membantu melepaskan kami dari dalam penyegel terkutuk. kami benar - benar bingung bagaimana harus berterima kasih pada kalian." ujar mereka sekali lagi berterima kasih dengan tulus


"Tidak, kalian tidak perlu memikirkan bagaimana cara berbalas budi pada kami. kami kesini hanya ingin membunuh pria itu, dan sekarang kami serah kan pria itu pada kalian. kami harus pergi sekarang, ini bukan tempat kami." ujar bong menimpali, yang lain nya setuju dan tak bagus bagi mereka untuk berlama - lama berada di dunia, sen.


"Apa, kalian akan pergi sekarang?" tanya peri kecewa, mereka pikir mereka akan menyambut kristal dan para saudara nya dengan meriah. akan tetapi, kristal dan saudara nya malah memutuskan pergi secepat itu.


"Kami ingin, percayalah. tapi kami tak bisa berlama - lama berada disini. diluar sana masih ada keluarga yang menunggu kepulangan kami. aku mohon mengerti lah." ujar kristal, "baiklah, kami tidak bisa memaksa. tapi sebagai rasa terima kasih kami,, terima lah pemberian dari kami ini." ujar para peri dan kemudian perlahan mereka menyatukan kekuatan mereka dan muncul sebuah pedang berwarna merah darah yang berukir naga di gagang nya.


"Pedang?" tanya ke empat bersaudara secara serempak. "ini adalah salah satu pedang langit milik dunia, sen. terima lah, dan tetes kan darah kalian pada pedang naga. jika salah satu tetesan darah berhasil mengontrak pedang ini, maka dia lah pemilik nya."ujar peri pemimpin menjelaskan.


Di antara ke empat bersaudara. bong, lah yang paling menyukai pedang. kristal, long dan hong melihat kearah bong,, "apa? mengapa kalian melihat ku seperti itu?" ujar bong agak risih. "kak bong lah yang paling menyukai pedang, tetes kan darah mu pada pedang itu."suruh hong tersenyum sinis. hey apakah hong berniat ingin mengorban kan diri nya jika ada sesuatu yang terjadi di pedang itu? bong benar - benar juriga dengan niat hong


Mau tak mau hong maju dan mulai melukai jari nya lalu meneteskan darah di pedang tersebut. dengan pandangan serius dan hati yang yakin, bong meneteskan darah lalu lama kelamaan,, pedang tersebut mengeluarkan cahaya merah terang yang berarti pedang tersebut menerima kontrak bersama bong.

__ADS_1


"Cepat sekali? masa pedang ini menerima kontrak dengan sangat mudah?" cicit bong heran, sementara yang lain nya terkejut karena bong berhasil menerima kontrak dengan mudah, bong benar benar orang yang diberkati oleh pedang naga


"Waw kakak, kau beruntung sekali." ujar hong mengejek dengan senyum nakal di bibir nya. bong mencicit dan memandang sinis kearah hong. "siapa kau? jangan sok akrab. kita tidak kenal."ujar bong memaling kan wajah jengkel. "ck ck ck." hong berdecak dan cekikikan dengan ulah kakak nya.


"Selamat, kau sudah resmi menjadi tuan dari pedang naga. jaga ini baik - baik." ujar para peri menunduk hormat di udara. mereka benar berharap agar bong menjaga pedang itu dengan sangat baik.


"ya ya, aku akan menjaga nya." ujar bong mengangguk senang sembari mengelus pedang dengan takjub. tak menunggu lama lagi, mereka segera berpamitan lalu pergi bersama ke 30 anak kecil lain nya. "kalian lelah? bersabar lah, sebentar lagi kita akan sampai." tanya kristal kepada para anak kecil. namun dengan ragu mereka menjawab, "hmm apakah kami bisa mendapatkan makanan? kami sangat lapar?." ujar salah satu anak kecil menunduk malu, dan yang lain nya turut malu karna mereka merasa jika sudah sangat merepot kan kristal dan ketiga lain nya.


Kristal dan ketiga kakak nya saling memandang dengan mata prihatin. mereka mengangguk bersamaan dan kemudian ,"baik lah," ujar kristal tersenyum tulus kearah para anak kecil itu.


......................


Singkat cerita, dengan langit yang sudah memerah dan keadaan pasar yang masih terlihat begitu ramai. kristal dan yang lain nya berjalan bersamaan dengan penampilan anak anak yang kumuh seperti seorang gelandangan. orang orang melihat anak - anak dengan pandangan jijik dan menganggap jika mereka adalah seorang budak yang dibawa oleh ke empat bersaudara.


Kristal berjalan agak lunglai karena kelelahan dan ingin sekali cepat - cepat bermalasan di kamar nya. namun disaat mereka semua sedang berjalan dengan keadaan tubuh penat, datang segerombol pria dan wanita yang terlihat seperti seorang bangsawan. "tunggu dulu pemuda," henti mereka dengan angkuh dan gaya yang berlagak seperti mereka lebih tinggi dari pada ke empat bersaudara.


Kristal dan yang lain nya berhenti dan kemudian melihat segerombolan bangsawan dengan menyelidik. "ada apa?" ketus hong pada mereka. "cih sombong sekali." umpat mereka meamandang jiji hong.


"Langsung saja, kami ingin membeli para budak - budak ini,, berapa harga nya." ujar mereka tak mau berbasa basi lagi, mereka menganggap jika para anak kecil itu adalah seorang budak. kristal memicing dan ketiga lain nya menunjukan ekspresi konyol yang sulit untuk diperagakan


kristal memandang anak kecil yang sedang menunduk kecewa. "tidak, mereka bukan seorang budak. ayo kita pergi." singkat kristal dan mengajak semua nya pergi dari sana.


"Sombong sekali, merasa jika dia itu tinggi?"jengkel mereka,"sudah lah, dia sudah mengatakan jika para anak kecil itu bukan seorang budak."timpal salah satu wanita mungil menenang kan teman teman nya.


"jika bertemu dia lagi, aku pasti akan mempermalukan nya, hehh. ayo pergi."mereka pergi dengan suasana hati yang buruk, langkah mereka dipercepat dan tak jarang mereka menabrak rakyat kecil yang menghalangi jalan mereka.


**


Kristal dan yang lain nya mengampiri sebuah kedai yang ramai akan pengunjung, namun para pengunjung melihat kearah anak anak dan merasakan perasaan jiji, hey mereka tak sekotor itu, kalian sangat berlebihan.


"Hey pemuda, jangan bawa budak mu kesini. kami jadi tak berselera melihat mereka." teriak pengunjung pria tidak suka, "ya benar, jika ingin makan tinggal kan mereka di luar."timpal pengunjung wanita dengan wajah sinis nya.


Mendengar ada keributan, pemilik kedai keluar dan melihat kearah anak anak. "ada apa ini? hey siapa membawa gelandangan kesini? usir mereka." perintah pemilik kedai jengkel.

__ADS_1


"Cih, rasis sekali mereka." gumam kristal tersenyum sinis."hey pak tua, berapa penghasilan mu dalam sehari?" tanya bong sinis melipat kedua tangan didada.


"Kakak, sebaik nya kita pergi daja,, kami tak ingin merepot kan kalian." pinta anak lelaki berumur sembilan tahun dengan wajah memelas. "diam lah, percayalah pada kami." bisik kristal meyakin kan mereka.


Lalu sang pemilik kedai dengan bangga menjawab." cuihh! pendapatan ku dalam sehari mampu untuk menjatuh kan harga diri kalian." ujar nya merendahkan ke empat bersaudara. "sialan, kau mengejek kami." jengkel hong ingin maju dan berniat mencekik si pemilik kedai, namun long menghentikan adik nya itu dan bergeleng geleng seolah mengatakan, 'berhentilan membuat keributan.' .....


Hong berhenti dengan hati yang masih geram. "benarkah? jadi berapa pendapatan mu?" tanya kristal tersenyum miring karena menggap bodoh tingkah pria tua di depan nya. "500 keping emas." jawab nya bangga dengan senyum sinis di bibir nya.


Kristal dan ketiga lain nya cengo dan hampir saja tawa mereka akan pecah karena mendengar pengakuan dari sang pria tua didepan mereka. "500 keping emas? yang benar saja." ujar bong dengan suara bergetar menahan tawa. "kenapa? apakah kau sedang menahan tangis karena tak mampu membayar 500 keping emas kepada ku? " sekali lagi si pria tua ini berbicara dengan tingkat rasa percaya diri yang terlalu tinggi


"Cih, ambil ini... dan tutup mulut mu." PRANKKKk.. suara sekantong koin emas terjatuh ke atas meja. bong dengan sinis menunjuk kearah para pengunjung lain nya. "kantong ini berisi 2 ribu koin emas, dan sekarang aku pinta pada mu, usir semua pengunjung ini dan bereskan tempat ini," sinis bong menaikan kaki ke kursi dan mengintimidasi si pemilik kedai


Pria itu seakan merasa jika nafas nya akan terhenti sekarang, dengan cepat dia meraih kantong koin dan membuka kantong tersebut. sekali lagi, mata nya benar benar terbuka lebar bak ingin melompat dari kelopak nya. "apa kau tak mendengar ucapan ku?" tanya bong sedikit mengeras kan suara nya.


"Ah aku tak berani, pengunjung terhormat duduk lah dulu sembari menunggu kami mengosong kan kedai."ujar nya yang kali ini sopan dan tergesa gesa memanggil semua anak buah nya.


"HEYYY, PARA NONA DAN TUAN. KEDAI KAMI SUDAH TUTUP, SEGERA LAH TINGGAL KAN KEDAI InI." teriak pemilik kedai menggunakan alat sihir pengeras suara.


"Apa apaan ini, kami bahkan belum menghabiskan makanan kami. tunggu lah sebentar lagi." mereka tampak tak terima, sebagian lain nya memilih untuk pergi dan sebagian lain nya komplen pada pemilik kedai karena mereka baru saja menyantap hidangan di kedai tersebut.


"Maaf, kalian harus benar - benar meninggal kan tempat ini. tak perlu membayar." jelas salah satu karyawan wanita berusaha mengusir para pengunjung yang tak mau pergi dari sana.


Si pemilik kedai menoleh pada ke empat bersaudara, ke empat bersaudara melihat nya dengan memicing dan masing masing melipat kedua tangan di dada mereka. "hey kenapa mereka melihat ku seperti itu? horor sekali." gumam si pemilik kedai merasa horor dengan pandangan ke empat bersaudara.


Tak butuh waktu lama, semua pengunjung pergi dan kemudian meja meja yang berantakan segera dibersihkan agar para anak - anak nyaman saat duduk disana.


"Duduk lah di mana pun kalian mau, dan pesan sesuka kalian." suruh kristal kepada semua anak kecil tersebut. dengan ragu mereka duduk dan saling menunduk malu. haiss susah sekali membuat mereka ceria, mereka masih saja bersikap hati hati seolah takut jika mereka akan di marahi dan disakiti oleh orang.


"Seperti nya mereka masih takut dan trauma. apa yang harus kita lakukan?" bisik kristal sedikit khawatir. "aku juga tidak tahu," jawab bong memang benar benar tak tahu harus melakukan apa.


"Tidak apa apa, kalian jangan takut. tidak akan ada yang akan memarahi kalian." pekik hong menenangkan para anak - anak....


30 lain nya menoleh dan mulai mengangguk, mereka mulai melupakan rasa takut mereka dan mulai berbincang satu sama lain. krista lega dan akhir nya memesan semua menu yang ada di kedai tersebut....

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2