
Selamat membaca...
***
Dan ternyata bola - bola kecil hitam tersebut merupakan sebuah ilusi yang kristal dapat kan di dunia galasky. kristal mundur dengan nafas menderu, mulut nya sedikit mengeluarkan darah karena sebuah tekanan besar yang harus dia keluarkan dalam waktu bersamaan. bong bangun dengan perlahan, dia melirik kristal dan bergantian ke arah pria yang sedang terkapar di lubang tanah tersebut.
"Apakah kita berhasil?" tanya kristal lirih dan terduduk di tanah. "seperti nya aku terlalu memanjakan diri ku, aku malas berlatih dan membuat ku semakin lemah." gumam nya memegangi dada nya.
"Adik, apakah baik - baik saja?" long berlari dengan menjatuh kan senjata nya, lalu terduduk melihat keadaan kristal. tangan yang terluka dan yang masih setia bercucuran darah meski sudah di ikat menggunakan kain, dan sebuah luka dalam sehingga ia memuntah kan darah. seperti nya kristal rentan dengan gelombang kekuatan besar, ah tidak - tidak,, seperti nya tubuh ling ling lah yang rentan.
"Tidak, aku baik - baik saja. sebaik nya kakak bergegas pergi memeriksa bangunan ini, ditakut kan terdapat banyak anak anak kecil yang masih hidup dan menanti pertolongan."lirih kristal memegangi dada nya, mata nya mengarah pada bong dan kemudian kembali berucap, "kakak, long dan hong pergilah. sementara aku dan kakak bong akan tinggal." lirih nya kembali.
Long dan hong mengangguk mengerti, dengan ragu mereka berjalan masuk dengan terus memandang khawatir kristal. "adik, kau tidak apa - apa?" tanya bong tertatih menghampiri kristal, kristal mengangguk dan secara tertatih pula berdiri dan mendekat pada kakak nya, bong.
"Kakak juga terluka, apakah sakit?" tanya kristal melihat perut bong yang sudah terlihat belam akibat tekanan tendangan yang begitu besar. "ya, tapi energi kakak banyak terkuras. seperti nya titik meridian kakak sudah hancur."ujar nya kembali dengan menunduk pasrah, titik meridian sangat lah penting bagi sang kultivator.
"Aku tidak bisa melihat kakak seperti ini, apa yang harus aku lakukan?." batin kristal bingung ingin melakukan apa, namun sebuah ide terpikirkan oleh nya. "kakak, maukah kau ikut bersama ku? tak akan lama." tawar kristal memegang lembut tangan sang kakak.
"Kemana? apakah kita harus meninggal kan kakak long dan hong?" tanya bong tak paham, kristal tertawa renyah. "Hahaha, tidak. aku hanya ingin mengajak kakak pergi ke dunia ku." ujar kristal sehingga membuat kepala bong miring, karena sangkin penasaran dan tak mengerti.
__ADS_1
"Berpegang lah pada tangan ku," suruh kristal mengajukan tangan ke depan. bong dengan ragu menerima uluran tangan kristal lalu memegang nya. "apakah kau yakin?" tanya bong kembali memastikan.
"Jika tak ditangani sekarang, titik meridian kakak tidak akan bisa diselamat kan lagi." ujar kristal tersenyum lembut. "tutup mata kakak, berpokus lah kesatu arah pikiran." suruh kristal kembali.
Bong melakukan hal yang diperintah kan kristal, dia menutup mata nya. dengan sekejab mereka menghilang dari sana dan timbul di sebuah dunia yang sudah lama tak kita bahas dalam Chapter - capter lain nya. banyak sekali perubahan di dunia ini, sebuah hewan aneh bermunculan. namun keanehan tersebut justru semakin membuat dunia ini indah dengan keunikan yang tersendiri. anjing berhidung babi berlarian kesana kemari menyambut kedatangan tuan mereka.
Dengan perlahan bong membuka mata, kerjaban mata nya tertuju ke berbagai arah. sedetik dia terdiam dan sampai pada saat mata nya terbelalak dengan mulut sulit untuk terkatup. "ini dunia mu?" kagum bong, kristal mengangguk lalu tersenyum, dia berjalan menuju sebuah taman yang mengelilingi kolam dengan air yang bercahaya, bong melihat lalu menyusul langkah kristal.
"Dunia macam apa ini? aku bisa bernafas dengan leluasa dan seperti mendapat kan asupan energi alam." ujar bong membatin. dia sangat kagum dengan kehebatan dari sang adik, tak heran,, dia merupakan seorang anak kandung dari dewi bulan.' pikir bong.
Sebuah kolam yang berisikan air murni itu bercahaya terang setelah kristal mendekati nya, seolah tahu sang tuan datang dan dia menyambut nya dengan mekaran bunga disetiap langkah kristal. kristal mengangguk dan tersenyum pada setiap tumbuhan maupun hewan di dunia tersebut.
"Berendam lah selama dua jam," suruh kristal, namun setelah mendapati krbingungan diwajah kakak nya dia kembali menjelaskan." jangan khawatir, percayalah pada kristal." ujar kristal meyakinkan sang kakak.
Bong mencoba untuk memberanikan diri dan mulai mencelupkan perlahan kaki nya, terasa dingin dan sedikit sakit. seperti yang di ketahui, saat kristal masuk dan mencoba berendam itu sama sekali tak menimbulkan rasa sakit sedikit pun,, akan tetapi ketika bong masuk dia mulai merasakan sakit seperti sebuah sentruman kecil di kulit nya. hal tersebut sangat gampang di ketahui, sang kolam kehidupan mengetahui siapa tuan nya. tak mungkin mereka menyakiti sang tuan sendiri, sedang kan bong merupakan orang baru bagi mereka.
"Ini akan terasa sakit, cobalah bertahan. jika hal ini dihentikan maka titik meridian kakak akan sulit disembuh kan." ujar kristal mencoba meyakin kan sang kakak. dengan menahan rasa sakit, bong akhir nya mencoba semakin dalam dan menenggelam kan tubuh nya. "kakak akan mencoba sekeras mungkin," ujar nya lirih
Sementara itu kristal mengangguk lalu pergi menuju kastil nya. semua hewan - hewan disana gembira dan berlarian mengiringi langkah sang tuan. kristal tersenyum gembira dan sampai lah di depan kastil yang kini sudah bermutasi menjadi lebih indah dan besar. bangunan tak lagi terbuat dari kayu, akan tetapi sebuah batu dengan dilapisi emas dan permata.
__ADS_1
Kristal masuk dan sekejab tertegun dengan dekorasi yang indah seperti hiasan istana eropa. senyum simpul terukir diwajah nya. dia berjalan menelusuri ruangan yang begitu besar dan kemudian sampai didepan pintu sebuah ruangan, dia mendorong pintu itu dan kemudian masuk kedalam
Banyak sekali sebuah kitab - kitab berjejeran rapi di rak masing - masing. kristal mendekat kearah sebuah permata pengenal dan meletakan tangan diatas permata tersebut. "siap kan semua sesuai apa yang aku pikirkan," suruh kristal pada batu permata tersebut.
Batu permata bercahaya terang dan kemudian merubah ruangan menjadi sebuah pustaka modern dengan dilengkapi kursi meja yang sama percis di dunia modern. kristal tersenyum puas, "meski tidak bisa baca sekarang, tapi setidak nya aku sudah membuat ini nyaman dan cocok untuk ku." gumam nya lalu pergi keluar meninggal kan rungan tersebut...
......................
Singkat cerita, kristal tiba tiba berada disebuah ruangan jahit dan berdiri dengan memegang jarum dan benang di tangan nya. senyum licik tertoreh di bibir nya, dia menyimpan benang dan jarum tersebut di sebuah cincin ruang.
"Cih, aku lupa bersenang - senang. tunggu saja nanti." ujar kristal tersenyum cengengesan dengan senandung merdu nya, semua hewan terdiam dengan kuping berdiri. sekejab mereka berlarian ke sarang mereka dan terbaring menikmati senandung dari sang tuan,, dan bahkan bunga - bunga menari seolah ada sebuah angin yang bertiup kencang
***
Bong sedang berendam menahan rasa sakit, akan tetapi,, senandung dari sang adik sampai ke telinga nya. rasa sakit yang ia rasa kan perlahan menghilang setelah kristal bersenandung. kolam kehidupan bersinar dan berhenti menyalurkan sengatan listrik nya seolah mendapati perintah lewat senandungan kristal.
"Hey, ini tidak sakit." gumam bong heran, dengan gembira dia menyelam dan membasahi sekujur rambut nya. ini begitu segar, setelah sengatan listrik menghilang,, air di kolam ini menyegarkan dan semakin terasa sebuah energi menyalur di tubuh nya.
Bersambung....
__ADS_1