
"Benar kah? Pantas saja adik bisa sesenang itu. Aku akan menghampiri nya, dan mengucap kan terimakasih. Bagaimana, apakah kakak akan ikut?" Ucap Changyi
Chyou terlihat sedang berpikir, "Baiklah, ayo kita kesana. Ibu, ayah kami ijin pergi kesana." Jawab Chyou lalu meminta ijin kepada kaisar dan permaisuri.
"Pergilah, jangan lupa sampai kan salam kami pada nya." Jawab Kaisar
"Iya, aku akan sampai kan pada nya." Jawab Chyou.
Mereka berdua pun lalu pergi menyusul langkah haocun, terlihat juga disana Kristal dan ke empat saudara nya sedang memandangi kesekitar. Bagai berlibur disebuah tempat liburan, wajah mereka menunjukan perasaan senang, mereka senang ada disini karena memiliki banyak sekali hiburan.
"Boji lihatlah disana, sangat bagus bukan?" Ucap Kristal senang menunjuk sebuah arena panah pada Boji, Boji mengangguk tak kalah senang nya. Dia sangat senang bisa mendapat kan keluarga seperti sekarang, bahkan di setiap helaan nafas dia selalu bersyukur atas hidup yang layak ini.
"Kristal," Panggil seseorang dari kejauhan.
Long, Bong dan Hong menoleh dengan cepat. Mata mereka memicing saat mendengar ada seorang pria yang berani memanggil nama sang adik secara langsung! Mau mati ya?' pikir mereka
Kristal melihat pada arah suara, dia melihat Haocun yang sedang berlari menghampiri diri nya. Dia terkejut, karena mendengar Haocun memanggil nya dengan nama. "Oh my god...kakak sedang ada disini! dia mau cari mati ya, kenapa harus memanggil ku dengan nama!" Gumam Kristal pelan sambil sesekali melirik pada ketiga kakak nya yang bersiap-siap pasang badan.
"Kristal, huhhh. Akhirnya.. kau datang juga." Ucap nya dengan nafas ngos-ngosan karena berlari tadi. "Aku___" Belum sempat diri nya menyelesaikan omongan, Long, Bong dan Hong menghentikan niatan nya dan berdiri di depan Kristal sehingga Kristal tenggelam tertutup oleh tubuh mereka. "Aku sudah bilang, jangan sok akrab pada ku," Gumam Kristal lagi memukul pelan kening nya.
Haocun terdiam, dia bingung dengan keadaan ini. Tiba-tiba saja dia dihadap kan dengan tiga orang berwajah sangar seolah mereka sedang berhadapan dengan seorang pencuri.
"Ka-kalian siapa?" Tanya Haocun hati-hati takut membuat mereka tersinggung.
"Salam yang mulia pangeran, aku adalah Long ates kakak dari Kristalia ates yang kau panggil dengan Kristal." Jawab Long penuh penekanan disetiap kalimat nya.
Huft! suasana sangat kacau balau sekali, terlihat pula disana Chyou dan Changyi yang sedang memperhatikan adik mereka, sungguh kejadian yang langka.. sebelum nya jika ingin mendekati seorang nona muda bangsawan mereka tidak akan sesulit itu, dan bahkan saudara-saudara dari nona bangsawan lain nya mungkin akan dengan senang hati karena adik mereka didekati oleh seorang pangeran, dan sekarang mereka melihat adik mereka sedang perang dingin oleh ketiga kakak Kristal? sangat hebat.
__ADS_1
"Mampuslah.. adik tidak memiliki restu. Sangat bahaya, seperti nya gadis itu adalah anak emas bagi ketiga kakak nya." Ucap Changyi berdecak pinggang melihat adik nya tidak berkutik menghadapi ketika kakak Kristal.
Kristal sedang diam dengan terus memimpin tangan Boji, dia bingung ingin melakukan apa. Jika dia tetap ada disini maka dia akan terus berada di suasana yang tidak mengenakan.
"Ah salam untuk mu juga, aku tidak tahu jika kri.. ah maksut ku nona ates memiliki ketiga kakak seperti kalian," Ucap Haocun di-iringi dengan kekehan nya itu.
"Maaf?" Ucap Bong, dia bingung dengan ucapan ambigu Haocun..
Kristal semakin clumsy dengan keadaan ini, namun tak sengaja diri nya melihat beberapa pria paruh baya yang sedang berjalan-jalan. Dia mengenali di antara pria paruh baya itu, dan benar saja salah satu nya adalah ketua dari istana sutong. Untung saja Kristal melihat nya, dia tersenyum lalu berdehem.
"Aku pergi dulu bay-bay, Kakak tolong jaga Boji ya." Teriak Kristal lalu berlari menuju pada arah ketua istana sutong
"Eh adik kau mau kemana?" Tanya Bong...
"Wah ternyata gadis itu pandai menghindari masalah ya, hem menarik!" Ucap Changyi
PLETAKKK
"Huaaaa ketua, aku datang." Teriak Kristal memanggil ketua yang sedang mengobrol santai dengan pria paruh baya lain nya.
Ketua menoleh pada Kristal, dia menyernit kan kening nya melihat gadis yang biasa nya ketus pada nya sekarang meneriaki nya dengan sikap manja.
"Ketua aku datang," Teriak Kristal lagi lalu merangkul tangan sang ketua.
"Haiya, aku tidak tahu jika kau sudah memiliki cucu," ejek teman nya.
"Ketua ayo kita pergi kesana, kita jalan-jalan menikmati pemandangan disana. Bantu aku, aku sedang dalam kesusahan." Bisik Kristal.
__ADS_1
"Benarkah, kau dalam kesusahan." Tanya ketua tidak percaya
"Benar, aku sedang di kejar oleh orang jahat," Balas Kristal lagi.
Entah mengapa ketua percaya begitu saja, mereka malah berjalan menjauh dari sana dan meninggal kan mereka yang sedang perang dingin.
"Cih! yang modelan begini bukan lah tipe adik! wajah saja masih jauh lebih tampan diri ku!" Batin Bong sinis.
"Ingin mendekati adik ku? jangan harap" batin Hong
"Dia terlihat lemah, tidak ada yang bisa diharap kan dari laki-laki ini!." Batin Long
"Waw aku tidak tahu jika pangeran akan seakrab itu dengan adik ku," Sindir Hong tanpa ampun.
"Hahaha kami ba-baru saja bertemu beberapa kali," Jawab Haocun tersenyum canggung.
"Benarkah? tapi mengapa bisa seakrab itu dan... memanggil nama," Sambung Bong lagi.
Haocun benar-benar disindir tanpa ampun oleh ketiga saudara ini, sedang kan Chyou dan Changyi mereka memilih untuk menjadi penonton saja karena mereka menganggap jika Haocun harus berperang dalam cinta. Berperang apa nya?!
"Habislah, adik tidak mendapat kan restu dari ketiga kakak gadis itu. Dia harus berjuang, apakah kita bisa membantu nya?" Ucap Changyi
"Tidak usah, dia harus merasakan asam garam dalam percintaan." Jawab Chyou masih setia memandang sang adik yang sedang di introgasi oleh ketiga kakak Kristal.
Haocun benar-benar bingung harus apa, dia bahkan hanya ingin menyapa tapi mengapa berakhir seperti sekarang? Niat nya ini benar-benar membawa petaka untuk nya, lain kali dia tidak akan menyapa Kristal jika Kristal sedang berpegian bersama ketiga kakak nya ini. Dia lihat kedua kakak nya dibelakang, lalu dia arah kan pandangan lagi kearah tiga bersaudara,
"Maaf, aku sedang dipanggil oleh kaisar, aku pergi dulu." Ucap nya lalu tanpa berlama-lama lagi diri ny berlari dari sana. "Iya ayah aku datang," teriak nya seolah kaisar benar-benar memanggil.
__ADS_1
"Cih menghindari masalah saja seperti itu, sangat tidak cocok dengan adik." Ucap tajam Long memandang sinis pada Haocun.
^^^bersambung^^^