PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
CHAPTER : HEMBUSAN ASAP


__ADS_3

"Hey.. hey bukan kah itu bendera kekaisaran ling? dan itu adalah meili, si perempuan gila itu!! A-aku harus cepat memberi tahu pada nona kristal." gegas mera mengejar kristal yang sudah menjauh, langkah kaki mera sengaja dia percepat sehingga hampir saja dia tersandung pada batu


"Nona.... nona kristal. tunggu aku." teriak mera..


Kristal menoleh lalu berhenti di depan sebuah toko pakaian. di berbalik ke belakang menghadap mera


"Ada apa mera,? kenapa kau berlari?" tanya kristal menaikan alis nya


"Nona itu, disana ada rombong kekaisaran ling. dan, dan juga ada meili disana." jelas mera dengan nafas tak teratur..


"Lalu?" singkat kristal


"Eng... kau tidak takut?" tanya mera tertegun


"Untuk apa takut, jangan mengada mera. sudah lah sebaik nya kita lanjut kan untuk berbelanja, lepas itu kita pulang dan bertemu bunda dan ayah." Ajak kristal menarik tangan mera masuk kedalam toko pakaian


"Apa yang harus ditakut kan, justru aku sangat senang jika anak haram itu berada didekat ku,, dengan begitu aku bisa membuat hidup nya sensara!!" Batin kristal, seulas senyuman terlihat di bibir nya


_____


Rombongan kekaisaran ling sangat dijaga ketat oleh prajurit kekaisaran muo, semua penduduk dipaksa ketepian agar si rombongan ling bisa lewat dengan mudah


Dari balik gorden kereta besar itu, terlihat meili yang sedang duduk dengan angkuh. dia terus saja bercemin sedari tadi, dengan jari yang terus saja merapikan gincu merah nya


"Ahh sialan, para pelayan rendahan itu tidak becus merias seseorang. lain kali jika aku kesana, akan ku jatuhi hukuman mati mereka." kesal meili mengempas kaca nya kebawah..


Namun wajah kesal nya tiba tiba berubah menjadi senang, dia melipat tangan di dada sambil ber ekting menjadi seorang ratu


"Hey ambil ini, sialan! kau tidak tahu siapa aku? aku adalah seorang putri mahkota, istri dari pangeran mahkota!! kau tahu siapa pangeran mahkota,? pangeran mahkota adalah penerus kekaisaran ini, yang bearti satu saja perintah dari nya bisa menghancur kan hidup mu!!" ujar meili seorang diri, seolah berlaga jika dia sedang memarahi seorang pelayan yang tak mematuhi perintah nya....


Dia tersenyum puas, sembari bersandar pada sandaran kereta.


"Untung saja karena kecantikan ku ini, pemaisuri mau memilih ku untuk menjadi istri pangeran mahkota. dan untung saja, si gadis sialan itu, sudah hengkang dari kekaisaran ling,, jika tidak dia lah yang akan mendapat kan posisi ku sekarang." Gumam meili kesal...

__ADS_1


Rombongan nya terus berjalan menuju istana muo, dan para penduduk lagi lagi harus terpaksa menepi untuk membuka jalan kepada rombongan tersebut..


Ada yang senang, dan ada yang memandang meili dengan sinis. disaat meili membuka gorden kereta nya, dia malah mendapat pandangan sinis dari para wanita yang gagal menjadi istri dari pangeran mahkota.


Tak jarang pula, ada yang sengaja menghalang halangi rombongan tersebut menggunakan sihir. para penduduk secara bersama sama mengeluarkan sihir mereka, namun sayang,, meili adalah seorang kultivator. serangan sihir semacam itu sangat mudah bagi nya untuk meredam menggunakan energi Chi yang dia punya...


Didalam toko baju, kristal mencium aroma sihir yang dikeluarkan dalam skala besar besaran. seulas senyuman muncul, mera yang melihat nya merasa bingung dan segera bertanya


"Nona, apakah kau benar benar tak masalah dengan kehadiran meili di kekaisaran muo ini?" tanya mera pada kristal, kristal menoleh pada mera lalu berkata


"tidak, kekaisaran muo bebas didatangi oleh siapa pun. dan aku tak berhak mengalangi orang untuk pergi ke kaisaran muo ini." jawab kristal


Perlahan dia mengangkat sebuah gaun hijau lalu menyodor kan gaun tersebut kepada mera. "pakai ini, aku ingin melihat apakah kau cocok memakai nya atau tidak." titah kristal tanpa penolakan


"T-tapi," ...


"Cepat lah, pakai saja." titah kristal kembali..


"berhenti." singkat si wanita penjaga toko itu, lalu dia memandang mera dari atas sampai bawah.


"Bukan kah kau adalah seorang pelayan? taruh gaun itu kembali!! kau tidak akan mampu membeli nya." suruh wanita itu dengan mengeras kan suara nya, mera kaget lalu dengan cepat menoleh pada sang nona yang sedang menuju kearah nya..


"Ta-tapi," singkat mera enggan menaruh gaun itu kembali, disatu sisi ada si penjaga toko yang terus saja memaksa untuk menaruh gaun itu kambali, dan disatu sisi terdapat sang nona yang sedang memandang tajam diri nya.


"Kau tuli ya? aku kan menyuruh mu untuk menaruh gaun itu! apakah kau perlu ku bantu!" ujar wanita itu tajam, dia hendak beranjak pada mera..


BRAKKKKKK....


Terdengar begitu keras, tubuh wanita itu menghantam dinding dinding ruangan. kristal menghempas wanita itu dengan satu pergerakan tangan saja....


"Jangan menghalangi, atau tidak ku hancur kan toko pakaian murahan mu ini." ujar kristal pelan dan menatap tajam kepada sang penjaga toko


Wanita itu sedang terkapar, lalu menyeka darah segar yang keluar dari hidung nya. mata nya bergerak memandang kristal yang sedang menatap tajam diri nya...

__ADS_1


"A-aku tidak berani nona," ujar nya takut lalu dengan usaha sangat keras dia berdiri.


Mera melotot melihat kegarang dari sang nona, dia prihatin dengan keadaan dari sang wanita tersebut.


"Pergilah, panggil atasan mu!! aku tidak mau melihat wajah sialan mu itu!!" titah kristal...


Dengan langkah lirih wanita itu berjalan, menuju arah dalam bangunan. kristal beralih pada mera,


"Coba gaun ini kembali, cepat lah." suruh nya pada mera, mera mengangguk lalu masuk kedalam kamar ganti....


Kristal menghela nafas panjang, dia berbalik badan kearah belakang. namun tiba tiba saja terdapat pangeran ketiga dan seorang wanita cantik yang sedang berdempet pada nya


"Cih, menindas rakyat kecil hanya karna benci melihat wajah nya? benar benar hina!" Ketus pangeran ketiga tajam... pada kristal


"Kau siapa? mengapa ikut campur dengan urusan orang?" tanya kristal... hey seperti nya dia benar benar tak mengingat


Kening pangeran ketiga mengerut, lalu tiba tiba saja wanita yang sedang berdempetan dengan nya, menyerang kristal menggunakan sihir api hitam...


Hiakkkkk


Pekik wanita itu, lalu menyembur kan api hitam lewat sihir nya


"Apa itu tadi,? apakah sebuah asap?" tanya kristal menepis sihir tersebut menggunakan tangan kiri nya...


"Apa? kau menepis api hitam ku?" pekik wanita itu tidak percaya, bagaimana sihir abadi nya bisa tak mempan pada kristal


"Kau ini bodoh atau apa? kau tidak mengingat diri ku? sudah tergambar jelas kecongkakan didalam diri mu!!" maki pangeran ketiga pada kristal..


Dengan usaha keras kristal mengingat siapa pria yang sedang berdiri di depan nya itu.


"Tidak penting, aku tidak mau membuang buang waktu untuk mengingat, seseorang yang tak penting bagi ku!!" Ujar kristal mengacuh kan pangeran ketiga...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2