
HAY YOU.. terimakasih karena sudah mengklik cerita ini, dan jangan lupa kalian like dan komen. πΌπΌ
Β
selamat membaca..
Gemerlap nya cahaya ribuan lentera di langit kekaisaran muo, membuat suasana romantis dan indah di pandang mata. ribuan penduduk berada di luar rumah menyaksikan keindahan tersebut, mata mereka selalu saja tertuju kelangit sembari saling berpeluk hangat bersama keluarga.
Di kerajaan muo, sedang diadakan acara peringatan malam lentera. banyak tamu dari berbagai kerajaan datang ikut serta dalam peringatan tersebut. kaisar dan pemaisuri sedang duduk di tahta mereka, menyambut hangat tamu - tamu bangsawan. acara berjalan begitu lancar meski terdapat sedikit halangan dari para putri yang berebutan tampil, untuk memenangkan hati dari sang putra mahkota.
Alih - alih tertarik, pangeran justru selalu mencari alasan untuk menolak para putri yang tampil untuk nya. tak satu pun putri yang bisa membuat goyah hati maupun perasaan nya.
****************
~(β§β½β¦)/~
Malam berganti ke pagi, suara berisik dari burung terdengar begitu jelas keseluruh desa. di kediaman ates, nampak hiasan masih menempel di sekitar sudut ruangan. seluruh pelayan berbaris dengan sebuah peralatan ditangan mereka, di pimpin oleh cou lalu bergerak membersih kan seluruh ruangan utama.
Sementara itu, kristal dan ketiga kakak nya sedang pergi ke tempat boji bersekolah. mereka memakai pakaian bewarna sama, yaitu bewarna putih dengan dihiasi corak lotus emas. semua mata tertuju pada mereka, yang satu cantik dan ketiga nya bewajah tampan nan rupawan. banyak gadis melirik ketiga nya sehingga membuat kristal memandang sinis dari seluruh gadis yang memandang genit kakak nya.
Long dan kedua adik nya kebingungan melihat kristal yang sedang cemberut dari tadi, mereka saling pandang dan bergeleng satu sama lain.
"Adik, ada apa?" -long-
"Ya, kami lihat kau diam saja dari tadi." sambung hong
"Tidak, aku tidak apa - apa." singkat kristal
Bong dan hong saling pandang dan membatin, sebenar nya apa yang terjadi pada adik mereka?. mereka terus berjalan menuju sekolah boji, namun kristal masih saja berdiam diri dari tadi dengan wajah cemberut nya.
"Dasar tidak peka, seharus nya kalian mengerti setelah aku mengatakan 'aku tidak apa -apa' bearti terjadi sesuatu dengan ku. huhh." batin nya jengkel lalu berdiam diri dan terus berjalan
Mereka berjalan melewati beberapa penduduk yang sedang membereskan sisa - sisa perayaan pestival tadi malam. long melihat seorang anak kecil dan ibu nya sedang berdiri dengan memohon mengadah kan tangan ke arah para penduduk yang ada disana. dia berhenti sehingga ketiga saudara nya juga turut terhenti dan melihat long yang sedang memandang ke arah pengemis tersebut
"Ada apa, kak? apakah terjadi sesuatu?" tanya bong heran memiring kan kepala.
"Lihat lah para pengemis disana, bagaimana kita bantu saja mereka? kasihan sekali anak kecil itu sedang kelaparan." ujar long menunjuk mereka lalu berniat ingin membantu. betapa baik nya hati pria ini, kristal saja meleleh dibuat nya.
Mereka bertiga melirik orang yang telah ditunjuk oleh, long. kristal mengangguk setuju dan juga menawari untuk segera membantu mereka.
"Baik lah, aku rasa tak akan rugi juga mengeluarkan beberapa koin untuk mereka."ujar hong
__ADS_1
"Hmph ya, mereka terlihat memprihatinkan." timpal bong
Mereka berjalan menuju kedua ibu dan anak tersebut, kedua nya berdiri dengan wajah memelas. wanita kecil itu terus saja memegangi perut nya dan memanggil, ibu dan ibu saja dari tadi.
"Ibu, aku sangat lapar. aku ingin makanan." lirih nya pada sang ibu
"Sabar sayang, kita harus terus berusaha mencari." jawab sang ibu lembut, dan mencoba menguatkan diri nya sendiri agar tak terlihat lemah di depan anak kecil nya itu.
(A"sudah bersukur kah kalian hari ini? bersabar lah walau dirumah hanya terdapat ikan asin dan kecap, setidak nya masih bisa makan dan mengisi perut kalian")
Kristal, dan saudara nya sudah akan sampai pada kedua ibu dan anak tadi. langkah mereka terhenti didekat kedua nya, lalu segera menanyai mereka.
"Permisi, apakah kami bisa berbicara sebentar?" tanya long sopan pada kedua nya.
Kedua nya menoleh dan menjawab dengan ragu pertanyaan yang telah dilontar kan oleh, long.
"Ya, tuan. tapi apa yang ingin kalian bicara kan pada kami? jika kalian dari anggota kerajaan dan ingin meminta pajak, percaya lah kami sudah tak memiliki apa pun sekarang." ujar nya berterus terang.
Keempat nya saling pandang dan kemudian menghela nafas panjang. wanita ini baru saja orang menyapa tapi sudah berpikir buruk saja, sangkin takut dimintai uang pajak dia bahkan perlahan mundur dan berniat ingin kabur membawa putri kecil nya.
"Tunggu, percayalah kami tidak ingin meminta pajak terhadap mu. kami hanya ingin bicara, percayalah." henti long pada wanita tersebut.
Wanita itu berhenti dan memberanikan diri untuk tetap tinggal dan mempercayai perkataan, long. pandangan nya jatuh kepada penampilan dari ke empat bersaudara tersebut. di benak nya, mengapa mereka ingin berbicara pada nya? apakah dia telah membuat suatu masalah yang tak ia sadari?.
"Kami hanya ingin membantu mu, kau lapar bukan? apakah kau mau diberi koin untuk membeli makanan?" cetus hong yang sudah mulai bosan berbasa basi.
"ck, kakak. jangan seperti itu! tidak sopan." bisik kristal memukul pelan sang kakak.
Dibenak, hong. dia bingung apa lagi yang salah dengan perkataan nya? dimana letak ketidak sopanan nya? 'perasaan aku salah muluk deh' pikir hong.
"Hah jangan didengar, dia sedang sakit panas." ujar kristal tersenyum sembari menutup mulut sang kakak yang sedang meronta.
"Adik kecil ini terlihat kelaparan, apakah kau mengijin kan kami untuk membantu adik kecil ini. lalu memberi nya makanan?" tanya long memurus gadis kecil tersebut.
Dengan ragu, wanita itu mengangguk setuju dan menerima tawaran dari, long. mau bagaimana lagi? jika dia menolak, dia pasti harus menyaksikan anak nya kelaparan disepanjang hari.
Setalah mendapat jawaban, long segera mengeluarkan sekantong koin emas lalu memberikan nya pada wanita tadi. dengan tangan bergetar, wanita itu mencoba meraih sekantong koin dari tangan, long. apakah ini benar - benar koin? jika benar, maka dia akan sangat berterima kasih terhadap ke empat bersaudara tersebut.
"Apakah ini koin? kau memberi semua nya kepada kami?" lirih wanita itu memandang bergantian kepada kantong koin ditangan nya lalu kembali pada ke empat bersaudara.
"Ya, perguna kan itu dengan sebaik mungkin. cari lah kerja secepat nya supaya tak tergantung dengan pemberian orang lain."ujar bong sedikit tidak enak didengar. meski pun begitu, bong memiliki maksud baik dan berniat menasehati wanita itu agar tak selalu ketergantungan dengan pemberian orang lain.
__ADS_1
Wanita itu menangis seketika dan jatuh berkesimpuh di kaki, long. ke empat nya kaget dengan perlakuan dari sang wanita.
"Apa yang kau lakukan? jangan seperti itu." tanya kristal dengan segera memapah wanita itu agar kembali berdiri
"Ak-aku benar - benar berterima kasih dan bersyukur karena sudah ditolong oleh ke empat malaikat seperti kalian, berkat kalian anak ku bisa makan dan tak kelaparan lagi." lirih nya dengan air mata mengalir, membasahi pipi nya.
Ke empat nya prihatin dengan perkataan dari wanita tersebut. namun mereka juga teringat jika mereka memiliki rencana awal, yaitu ingin menjenguk sang adik di sekolah nya.
"Baiklah, bukan kah anak mu sedang kelaparan? jadi mengapa belum pergi untuk membeli?" tanya hong, lalu sang wanita tadi tersadar dan kemudian dengan segera berbicara pada putri kecil nya.
"Sayang, sekarang katakan lah. apa yang sangat ingin kau makan sekarang? ibu pasti akan membeli nya untuk mu."tanya wanita itu pada putri nya, dengan senang gadis kecil itu menjawab
"Babi panggang, ibu. aku sangat menginginkan babi panggang." cetus nya tersenyum mengembang.
Dengan segera mereka pergi, setelah berpamitan pergi pada kristal dan ketiga kakak nya. namun baru setengah dari perjalanan mereka, terdapat beberapa lelaki dengan penampilan berantakan sedang mencegat perjalanan dari dua beranak itu.
Ke empat nya memandang dari kejauhan, pala mereka berdenyut karena pusing dengan masalah yang datang secara bersamaan.
Para pria itu menghadang dan kemudian dengan kasar merebut kantong koin dari tangan wanita tersebut. sang wanita mencoba merebut akan tetapi dia juga takut apa bila dihabisi oleh mereka.
"Sialan, para keparat mana lagi itu?" maki bong memandang dengan kesal. bagaimana mereka bisa menindas orang lemah dari mereka? seperti nya ini memang sudah menjadi hukum alam dunia muffin.
"Kita harus menolong atau tidak?" tanya hong
"Tolong lah, itu saja masih bertanya." ketus bong pada adik nya. hong sangat dungu sehingga berpikir seperti itu pun tidak bisa
Disaat ketiga kakak nya sedang sibuk berdebat dan ingin maju menolong, kristal justru sedang berdiam mengamati para penjahat tersebut. pandangan nya tajam mengarah pada mereka, bibir nya menyeringit dengan gigi bergerigit
"Pedang naga? apakah mereka dari organisasi hitam? bagus sekali, aku menemukan bahan tindasan baru." batin kristal tersenyum licik lalu dengan segera memanggil ketiga kakak nya dan menghentikan niatan mereka.
"Tidak, kakak. jangan dulu bergerak." henti nya pada ketiga kakak nya.
Mereka berhenti dan kemudian melirik kearah belakang, kening bong mengkerut lalu memiring kan kepala nya. mengapa mereka tak boleh bergerak? apakah ada masalah?
k"Hey aku mengatakan 'jangan dulu bergerak.' bukan nya tak boleh!" π
"Kenapa? jika kita tidak cepat bertindak, maka mereka akan berhasil merebut koin milik wanita dan anak nya itu." tanya hong dengan heran sembari menggaruk kulit kepala nya yang tak gatal
"Mereka adalah anggota dari organisasi hitam, yang pernah membakar ku hidup - hidup dulu."ujar kristal pelan namun tajam. mata nya tajam melirik ke arah ke empat pria tersebut
Betapa kaget nya long beserta kedua adik nya, mereka juga tak menduga bisa merjumpa dengan anggota dari organisasi hitam yang pernah ingin membunuh adik mereka. pandangan mereka turut tajam mengarah pada keempat pria yang tak jauh berada didepan mereka
__ADS_1
"Apakah kau yakin adik? jika benar itu mereka, maka apa lagi yang kita tunggu, cepat habisi mereka." ujar hong tajam meraih belati di pinggang celana nya dan berjalan mendekat ke arah mereka.
Bersambung..