PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : mendaftar ke sekolah


__ADS_3

Selamat membaca..


🌿🌿🌿🌿🌿


Dua hari berlalu dengan cepat, saat malam tiba kristal akan genap berumur 17 tahun. hana dan para pelayan ketar ketir mempersiap kan pesta ulang tahun untuk putri kesayangan nya, dimulai dengan membeli perlengkapan dan bahan dapur, membeli hadiah, dan bahkan merias rumah. bahkan jibong dan ketiga putra nya sedang sibuk mencari hadiah untuk sang putri/adik nya nanti malam


Sementara itu kristal dan boji pergi kesuatu sekolah bangsawan, untuk mendaftar kan boji masuk kesekolah tersebut. mereka sudah akan masuk kedalam gerbang dan pergi mendaftar kesana, akan tetapi timbul beberapa wanita bangsawan untuk mendaftar kan putra/ putri mereka, menyerobot antrian kristal. kristal mencoba untuk bersabar dan tak mencari masalah lagi, sang adik boji selalu saja merasa canggung dan selalu bersembunyi di belakang kristal


"Kak, apakah kau yakin akan mendaftar kan boji kesekolah? boji sedikit takut kak." gumam boji, dia takut jika tidak bisa memenuhi harapan dari sang kakak, namun kristal kembali meyakin kan sang adik untuk tak takut dan menghadapi segala sesuatu dengan berani, jika ingin menjadi seorang pria, kau harus bisa melewati berbagai rintangan yang ada. jangan menyerah dan benci dengan keadaan, kejayaan tak akan ada apa bila kita tak berusaha dan terus mengeluh. "boji, kau adalah adik kakak,, adik kakak tidak akan pernah takut dengan apapun, kau tau itu? kau adalah anak kuat dan pemberani, beranilah dan percaya dengan kemampuan mu."ujar kristal lembut pada sang adik, dia memurus pucuk kepala boji dengan lembut dan kasih sayang yang tulus


"Baik lah kak, boji tidak akan takut lagi,, boji janji akan menjadi kuat dan membahagia kan kakak." jawab boji tersenyum penuh kepercayaan. dibenak nya dia merasa bersyukur dengan keadaan, dia sangat bahagia karena menemukan keluarga yang begitu baik seperti klan ates ini. tak tau sebanyak apa lagi kata terimakasih yang dia berikan, mungkin itu juga tidak akan cukup membalas kebaikan dari klan ates


"Bagus, ini baru nama nya adik kakak. sekarang kumpul kan kepercayaan didalam diri mu, sebentar lagi kita akan mendaftar." ujar kristal lagi dan kemudian maju ke pendaftaran setelah melihat para bangsawan tadi, sudah tak ada lagi.


Kristal menghadap pada orang yang mengurus pendaftaran tersebut, orang itu sedikit tidak ramah dan berbicara ketus pada kristal. dia memperhatikan kristal dari atas sampai unjung, dia berpikir kenapa anak umur belasan mengantar seorang anak kecil kesekolah? apakah dia sudah hamil sejak dini?


"Permisi, apakah kau memiliki beberapa kelas kosong untuk adik ku?" tanya kristal sopan, sedang kan pria itu terus saja memperhatikan kristal dengan heran, dan berpikir apakah benar anak ini adalah kakak dari anak kecil ini? atau kah seorang ibu?. "ya kami memiliki nya, tapi apakah adik mu bisa memeriksa tingkatan sihir di batu penguji itu? kami tidak akan bisa memastikan kelas apa jika dia tak menguji tingkatan sihir nya." jawab pria itu sedikit ketus, tapi dibenak nya dia juga memuji kecantikan yang dimiliki oleh kristal, tapi dia juga menyayang kan jika kristal sudah memiliki seorang anak (k"tunggu dulu, seperti nya dia masih salah paham terhadap ku.")


Kristal melihat pada boji yang sedang berdiri dengan wajah kebingungan, "boji, maju lah dan periksa tingkatan sihir mu." suruh kristal pada boji, dengan ragu boji maju dan mengangkat tangan lalu meletak kan pada batu penguji. tak lama batu penguji menyala, akan tetapi warna yang timbul hanya berjumlah satu sahaja. kristal menghela nafas dan baru teringat jika dia belum melatih kekuatan dari sang adik, "maaf kak, boji hanya berada ditingkat satu." ujar boji


"Anak mu baru saja berada di tingkat satu, tapi sekarang kau harus menguji tingkatan kekuatan mu untuk memastikan bahwa kau bisa melatih nya untuk meningkat lagi."ujar pria itu yang masih kekeh mengatakan bahwa boji adalah anak dari kristal, kristal sedikit kesal dan bingung apa hubungan dengan diri nya? dia mengingat bahwa hanya lah murid saja yang memeriksa tingkatan, akan tetapi mengapa wali murid juga turut di periksa?

__ADS_1


"Aku? tapi mengapa? bukan kah hanya murid saja yang diperiksa? tapi mengapa aku sebagai wali juga turut di periksa?" tanya kristal sedikit tak terima, walau bagaimana pun dia adalah seorang kultivator yang bearti bisa saja membuat sang adik tak tenang karena diganggu oleh banyak orang. "kau tak melihat orang tua yang lain nya juga memeriksa tingkatan mereka? jika kau berhasil berada ditingkatan tinggi, anak mu mungkin bisa masuk kedalam kelas satu atau tidak kelas initi." ujar nya menunjuk kearah orang tua yang turut memeriksa tingkatan mereka. kristal bingung, kebijakan macam apa itu? mengapa murid yang balajar tapi wali nya lah yang diperiksa tingkatan nya? tapi mau tak mau dia harus memeriksa nya, karena sekolah ini lah yang paling terbaik di kekaisaran muo dan pantas untuk sang adik


"Cih, pasti dia berada di tingkat tak jauh berbeda dari anak nya." batin pria itu merendah kan kemampuan kristal. dengan langkah malas kristal maju dan meletak kan tangan di batu tersebut, perlahan timbul satu tingkatan, "cih hanya satu tingka....


Ucapan pria itu terputus setelah melihat warna dari batu itu terus bergantian, semakin bergantian dan sampai berada ditingkatan paling akhir dan bahkan terus saja berlanjut. pria itu membola, bagaiamana ini bisa terjadi? apakah batu penguji ini rusak?. kristal bingung bagaimana cara nya untuk menjelaskan hal tersebut, dia bukan lah seorang penyihir akan tetapi seorang kultivator. tanpa disengajai kristal terus saja meletak kan tangan di batu tersebut, batu itu perlahan retak karena tak sanggup menahan tekanan dari energi Chi milik kristal. mata pria itu terbelalak seakan ingin meloncat dari kelopak nya, "ma-master? kau adalah seorang master sihir?" lirih nya tak percaya menatap kristal dengan horor. namun kristal maju dan mencekram kerah baju pria itu, "jangan sampai hal ini bocor ketelinga orang lain! jika kau sampai membocorkan nya, ak-aku akan membunuh mu! kau mengerti?"ujar kristal pelan, memperingati pria itu. pria itu tak bergeming karena masih shock dengan apa yang ia lihat


"Jawab! kenapa diam saja?" bentak kristal kembali. boji kebingungan dengan apa yang terjadi, "ba-baik lah master, aku tidak akan membocorkan ini kepada siapa pun, aku berjanji." ujar nya berjanji pada kristal, kristal melepaskan kerah baju dengan kasar, dia memandang sinis kearah pria itu, "aku tidak suka dengan orang yang tak menempati janji nya, kalau sampai kau membocor kan ini, lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada mu."lanjut kristal ketus pada pria itu, sedang kan pria itu tak berani menjawab dan hanya diam ditempat. "oh ya, a-apakah tuan muda kecil ingin segera memasuki kelas inti?" tanya pria itu mengalih kan pembicaraan, dia melihat kristal sekilas dan dengan cepat mengalih kan pandangan lagi


Kristal teringat dan kemudian memperhatikan sang adik, boji. "boji, apakah kau sudah siap untuk pergi masuk? kalau tidak siap lebih baik kita pergi saja besok." tawar kristal, namun boji menggeleng tidak mau. "tidak kak, lebih baik masuk sekarang dan berbaur dengan keadaan sekitar, jika hal itu dilakukan boji tidak akan merasa canggung lagi." ujar boji, benar apa yang ia katakan, jika dia masuk lebih awal dia pasti akan bisa belajar membaur dengan keadaan. kristal mengangguk setuju, dan kemudian pandangan nya terarah kembali pada pria yang sedang diam ditempat nya


"Perlakukan adik ku dengan baik! jika aku mendengar kabar bahwa adik ku ditindas, maka akan aku hancur kan sekolah ini, mengerti?"ujar kristal tajam pada pria itu, dia tak akan menerima jika sang adik diperlakukan tak baik disekolah baru nya, "ba-baik lah, aku berjanji akan mengawasi tuan muda kecil." jawab nya gagu,


"Tuan muda, tuan muda pala mu! sejak kapan adik ku menjadi tuan muda mu." batin kristal jengkel dan memandang sinis pria itu. "dimana aku bisa membayar semua keperluan adik ku?" tanya kristal ketus, "di, didalam bangunan kedua. datang lah ke meja satu." jawab nya cepat menunjuk ke arah dalam


(σ≧▽≦)σ


Beralih pada hana, dia sedang sibuk sekali mempersiap kan segala sesuatu untuk pesat ulang tahun sang putri. dia kesana dan kesana lagi hanya untuk membuat pesta ulang tahun ini menjadi meriah dan membuat putri nya senang


"Cou, ambil hiasan disana,, cepat lah ini sudah siang." teriak nya memanggil cou, cou segera datang dengan terburu buru dengan penampilan berantakan. wajah nya dipenuhi dengan tepung, dan bahkan rambut nya juga, "hahaha, cou kenapa wajah mu begitu? apakah kau sedang bermain tepung?"tawa hana pecah karena melihat sang pelayan yang dipenuhi dengan tepung, cou tertawa renyah dan kemudian menjawab, "mera melempar ku dengan tepung, nyonya." jawab nya tersenyum sungging kearah hana


"Kalian ini ada ada saja, baik lah tolong ambil ini dan letak kan disana." ujar hana masih tertawa dan menuruh cou memasang hiasan diatas tangga, mereka sangat sibuk sampai tak lama terdengar suara lonceng dari arah gerbang kediaman

__ADS_1


"Siapa? cou tolong kau buka kan ya." pinta hana kepada cou, cou pergi dengan penasaran dan sedikit berlari kearah luar


Tak butuh waktu lama terdengar suara ribut dari arah luar, bong dan hong terus saja bertengkar dan memperibut kan sesuatu, "kakak itu punya ku, aku yang melihat nya dulu." ujar hong tak terima, dia terus saja merampas barang dari tangan bong, akan tetapi bong mempermain kan nya dan terus menghidari barang tersebut dari tangkapan hong. "tapi kan kakak dulu yang mendapat kan nya, dan bearti barang ini menjadi milik kakak." ejek bong masih mempermain kan sang adik


Mereka masih saja bertengkar dan berlarian seperti anak kecil, "heh kenapa berlarian seperti itu? ada apa dengan nya?." tanya hanya bingung dengan kedua putra nya itu, "mereka sedang memperebut kan hadiah untuk adik, bunda."jawab long tertawa dengan tingkah kedua adik nya dan kemudian memeluk sang ibunda


"Huh sayang, apa saja yang kau beli untuk hadiah adik? apakah bunda boleh lihat?" tanya hana membalas memeluk long, "tak banyak bunda, tapi apakah bunda bisa menunggu nanti malam saja? hadiah ini sudah dikemas dengan rapi, kalau dilihat sekarang akan merusak kemasan nya." ujar long lembut pada sang ibunda..


"Baik lah sayang, hmph tapi henti kan dulu kedua adik mu itu, mereka terus saja berlarian seperti anak kecil." jujur saja, mereka berdua itu terlihat seperti anak kecil, apa - apa bertengkar dan terus saja seperti itu. "kalian berhenti lah, lebih baik kita bantu bunda mempersiap kan hiasan ini." teriak long melerai kedua adik nya, namun mereka masih saja tak mau berhenti."ayolah, jangan seperti anak kecil." pinta hong kembali,


"Tapi, kakak tak mau memberikan barang itu." rengek hong pada long, bagaimana sang kakak bisa sangat tega mempermain kan adik kecil seperti nya? sangat keterlaluan


"Bukan kah kau sudah membeli hadiah lain untuk adik? beri kan saja itu." suruh bong masih kekeh tak ingin memberikan barang nya kepada hong, "sudah lah sayang jangan berebut lagi, kalian ini sudah seperti anak kecil saja." ujar hana terkekeh dengan kelakuan kedua putra nya, hong berjalan lunglai menuju hana. mulut nya terus saja berkomat kamit karena kesal pada sang kakak, bong


"Suami ku apa saja yang kau beli? apakah titipan ku sudah kau belikan?" tanya hana kepo dan membuka barang belanjaan dari sang suami, "tentunya, mana mungkin aku bisa lupa dengan permintaan istri ku?" jawab jibong pada hana. long dan kedua adik nya saling pandang dan tak enak berada diantara kedua orang tua nya itu


"Ayo kita pergi." bisik long, "baik lah, sebaik nya kita hias kamar adik." balas bong, "ya aku setuju." sambung hong. dan mereka pergi menuju lantai atas dan masuk kedalam kamar kristal untuk mempersiap kan hiasan disana


Bersambung...


...selamat membaca dan menikmati cerita ini...

__ADS_1


...ditunggu ya Chapter berikut nya...


...sehat selalu ~(≧▽≦)/~...


__ADS_2