
Selamat membaca..
Disaat para rakyat ling sedang heboh dengan kabar bahwa sang putri mahkota telah melakukan zina secara terang-terangan ditengah kota, kristal dan ketiga kakak nya justru sedang tertawa dengan keras disebuah kamar khusus untuk mereka menghabiskan waktu. tawa mereka terdengar begitu keras dan bahkan sampai mengeluarkan air mata..
Kristal menyeka air di ujung mata nya, sementara ketiga kakak nya masih sibuk cekikikan dan bahkan membayang kan seperti apa mereka dipermalukan dan dicaci maki? sayang sekali kristal dan ketiga kakak nya tak menyaksikan hal tersebut secara langsung. "kau sangat jahat adik, bagaimana kau tak mengajak kakak? jika kakak ikut pasti itu akan sangat menyenangkan."ujar long sambil cekikikan memegangi perut nya. mereka benar - benar tertawa dan bahagia diatas penderitaan orang, jika orang awam melihat itu tanpa tau kebenaran,, dipastikan mereka akan menganggap jika kristal dan ketiga kakak nya berada di kubu penjahat. sedang kan klan adipati dan putri mahkota adalah korban.
"Salah sendiri, kakak lah yang menolak ikut bersama kami."jawab bong sama tertawa dan bahkan sampai terguling guling dilantai. dia masih teringat pada saat hong adik nya memegang tangan manusia dan menunjukan pada nya dengan wajah yang tak merasa bersalah sedikit pun, dan bahkan tangan tersebut sempat tertinggal dan kristal berlari untuk mengambil tangan itu kembali. hal tersebut sangat menggelitik perut nya
"Sudah lah, lain kali kita akan pergi bersama untuk mengerjai mereka kembali." ujar kristal terkekeh dengan tingkah ketiga kakak nya, mereka bertiga mengangguk dan terus saja mengingat momen -momen lucu yang terjadi tadi malam
Tak lama hana masuk dengan membawa nampan ditangan nya, dan disusul jibong yang membantu istri nya membawakan nampan minuman. "apa yang sedang anak - anak bunda tertawa kan? seperti nya kalian memiliki cerita seru ya?" tanya hana lembut, lalu meletak kan nampan di atas meja bundar rendah didepan ke empat anak nya. "bunda, tidak kami hanya sedang membicarakan lelucon saja." jawab kristal tertawa kecil dengan senyuman manis
"Benar bunda, kami hanya membicarakan sebuah lelucon saja."timpal bong tertawa canggung salah tingkah. hana bergeleng karena tingkah dari anak anak nya itu. "oh ya sayang, bunda ingat jika hong sedang menginginkan sebuah senjata kan? apakah tidak jadi pergi?" tanya hana sesambil meletakan gelas demi gelas didepan anak anak nya
"Benar kah? kakak menginginkan senjata, mengapa tidak bilang? "tanya kristal, kalau saja sang kakak bilang dari awal dia pasti dengan senang hati akan memberikan senjata berkualitas tinggi miliki nya. "kakak lupa. bagaimana kita pergi bersama saja?" tawar hong kepada ke empat saudara nya
Mereka setuju dan akhir nya lebih memilih mengabiskan cemilan yang telah dibuat kan oleh sang bunda tercinta dengan kasih sayang yang tulus, terlebih dahulu. "ayah, apakah ayah tidak akan pergi kemana pun?" tanya bong pada sang ayah, "kalian pergilah, tak mungkin jika ayah meninggal kan istri ayah dirumah sendirian."tolak jibong dengan memandang nakal sang istri. ke empat anak nya saling memandang dan senyam senyum sendiri
"Kau ini," ujar hana malu malu. "kakak, kita harus cepat - cepat pergi, biar kan lah ayah dan bunda menghabiskan waktu berdua." bisik kristal pada kakak - kakak nya, mereka setuju dan akhir bersiap lalu segera pamit kepada kedua orang tua mereka.
__ADS_1
Ke empat nya sudah akan membuka pintu kediaman, namun tiba tiba muncul cou (si pelayan kecil) mengaget kan mereka. "ya ampun cou, kau mengaget kan kami." lirih bong memegangi dada nya, untung saja mereka tak memiliki riwayat penyakit jantung. "ah saya tidak berani," ujar cou takut dan menunduk. "kau kenapa cou, kenapa ketakutan?" tanya long pada cou, mengapa pelayan kecil ini menjadi ketakutan? apakah di baru saja melihat sesosok hantu?
"Cou, cou baru saja dari pasar kota untuk membeli bahan makanan. namun cou melihat semua penduduk disana melakukan kekuatan aneh, semua mengambang dan bahkan ada se ekor kambing yang berjalan menggunakan dua kaki, itu benar benar aneh." jelas cou ketakutan, namun bukan nya simpati ke empat nya justru tertawa dengan tingkah lucu pelayan kecil ini. "hahahah, cou kau ini sangat konyol." tawa bong pecah, bagaimana pelayan kecil nya itu belum mengetahui kekuatan sihir?.
"Itu adalah sihir cou, lain kali jangan takut apa bila bertemu hal semacan itu."ujar kristal tersenyum kecil dan kemudian berlalu pergi bersama ketiga kakak nya. "eng, kekuatan sihir? apa itu?" cou nampak bertanya tanya dan akhir nya masuk bersamaan dengan barang belanjaan nya itu.
Mereka berjalan keluar lalu membuka pintu gerbang yang lumayan besar. namun baru saja keluar, mereka sudah disambut dengan sejumlah wanita yang terlihat seperti seorang pelayan, "kakak, seperti nya mereka sedang memata - matai kita." bisik kristal pada ketiga kakak nya, "jadi, apa yang harus kita lakukan?" bisik kristal kembali
Ketiga nya memandang kearah para pelayan itu, "berpura pura saja sebagai pelayan, mereka pasti akan pergi" bisik hong, lalu ketiga nya setuju dan berjalan seolah tak melihat sekumpulan pelayan didepan mereka
Namun, para pelayan itu mendekat kearah mereka, "hey berhenti," henti mereka pada kristal. ke empat nya berhenti dan kemudian menoleh seolah baru melihat para wanita itu, "kalian memanggil kami?" tanya kristal dengan mode polos nya, "what the hack, mereka ini kenapa? suka sekali membuat mood orang rusak." batin kristal kesal namun masih mempertahan kan wajah polos nya
"Cih mengakulah, kami tahu tidak ada yang mampu membeli rumah terbesar yang dimiliki istana sutong, tuan kami saja sudah jelas - jelas adalah bangsawan kelas atas tak mampu untuk membeli kediaman ini. kalau bukan penyusup lalu apa?"celetus mereka congkak,.
Si empat bersaudara bingung dengan perkataan dari para pelayan itu, mereka saling pandang seolah mengatakan 'dia sedang bicara apa? ' ...
"Itu kan tuan kalian! namun berbeda lagi dengan tuan kami. tuan kami adalah seorang pendekar dari gunung yufing yang kaya raya, jangan ganggu kami atau tidak kami akan mengadukan kalian pada tuan kami." ketus bong malas. mereka ini percis sekali seperti ulat bulu yang gatal, suka membuat orang kesal dan naik fitam
Kristal dan kedua lain nya menoleh kearah bong, seolah bertanya 'apa yang kau katakan?..
__ADS_1
para pelayan itu sedikit gentar, namun mereka berusaha tidak mempercaya perkataan bong. "jangan membohongi kami, kalian pikir kami bodoh?." ujar mereka lagi. kali ini kristal sudah kehabisan kesabaran, dengan diam diam dia menyalurkan sihir nya untuk menutup mulut dari para pelayan itu sehingga tidak akan bisa berbicara
"Hmmmp aupp..' perkataan mereka benar benar tidak jelas. "kenapa mereka ? kenapa tiba tiba jadi bisu?" tanya hong mengggaruk kepala nya., "entah lah, aku rasa saraf otak mereka sedang terjepit." balas bong sama heran nya dengan tingakah para pelayan itu
"Sudah lah, sebaik nya kita segera pergi kepasar. kalau menunggu mereka berbicara bisa bisa hari pun sudah malam."ujar hong malas lalu pergi berjalan terlebih dahulu. ketiga nya menyusul sambil melihat aneh ke arah para pelayan yang sekarang sedang menggeliat ditanah seperti se ekor ulat. aneh sekali mereka, apakah mereka memiliki riwayat mental?
"Rasakan! jangan main - main pada si penyihir kristal." batin kristal cekikikan namun masih setia dengan ekspresi polos dan tak mengetahui apa pun.
...----------------...
Disebuah ruangan terlihat begitu berantakan seperti sudah terjadi sebuah keributan. orang orang disana sedang bersitegang dan saling memukul. dan ternyata itu adalah klan guso yang sedang memberi pelajaran pada klan si, klan yang dikenal dengan kekayaan yang begitu melimpah
"Keparat! karena ulah putra kalian, klan kami menjadi turun pangkat dan bahkan dipermalukan! kalian harus membayar nya."pekik ketua klan guso emosi. bagaimana klan yang dulu nya terkenal akan kekuatan dan kekuasaan nya bisa turun pangkat hanya karena ulah dari putra klan si yang sedang meniduri putri mahkota, putri dari klan guso
"Tapi kami sudah kehilangan putra kami karena ulah dari putri kalian! apakah itu tidak cukup? kalian bersikap seolah kalian lah yang paling disakiti disini, tapi nyata nya kalian lah biang nya!" pekik ketua klan si emosi dan kemudian mengeluarkan pedang aura dan mengacungkan nya kearah klan guso
Ketua klan guso menghindar lalu membalas menyerang ketua dari klan si. mereka saling menyerang dan tak sadar bahwa mereka sedang menghancurkan sebuah bangunan yang begitu besar dengan material yang sangat berat. dengan tenaga chi yang begitu besar, mereka bertarung sehingga bangunan rapuh itu roboh dan kemudian menimpa mereka..
Semua orang berlarian mengejar kedua nya, entah apakah mereka selamat? hanya Dewa yang tahu....
__ADS_1
BERSAMBUNG..