PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Menuju pelelangan


__ADS_3

"Ayo, kakak senior. Jangan dengarkan wanita ini, bisa-bisa kita mengalami sakit kepala karena terus-terusan melihat dirinya." Ajak Kristal pada Tiamo dan Uno, lalu dirinya terlebih dahulu meninggalkan tempat itu.


"Sialan! Kau ingin mati!" Desis Pian kesal dengan gigi menggerigit.


"Junior, Pian. Aku menghargai mu karena kau sudah lama menjadi murit diperguruan tauxing. Tapi bukan bearti kau bisa berprilaku semau hati mu, kami sebagai senior disini bisa saja memberi sanksi tegas padamu! Rubah sikap burukmu, karena sebentar lagi perlombaan di perguruan awan akan dimulai. Butuh sebuah kerja sama tim antara kau dan Kristal." Tegur Tiamo tegas disertai ekspresi kekesalan yang mendalam. Tiamo dan Uno hengkang dari sana, tanpa melihat lagi pada Pian yang sedang berdiri menatap mengutuk pada keduanya.


Pian menggenggam erat jari jemarinya, netranya tak pernah luput dari kebencian untuk Kristal. Dengusan napas terdengar kasar dari gadis yang bisa dibilang cantik itu.


"Aku menginginkan kematian mu! Kristal!" Monolognya tajam bak mata anak panah yang siap untuk mengenai targetnya.


***


Sudah tak terasa, mentari sudah naik kepermukaan saling bersapa hangat pada awan-awan dan langit yang sangat cerah.


Embun-embun terlihat membasahi pepohonan sehingga bau dedaunan membaur dengan angin sepoi-sepoi.


Kristal, sigadis yang terkadang bisa berubah datar dan terkadang bisa berubah kekanak-kanakan itu, kini sedang berada disebuah lapangan bersama dua seniornya dan guru Lebin.


Mereka sudah bersiap dengan masing-masing keranjang yang mereka ambin. Dimasing-masing keranjang itu sudah terdapat beberapa tanaman obat yang sangat langka, akan tetapi tidak begitu dibutuhkan oleh perguruan tauxing.


"Guru, kau yakin ingin menjualnya?" Tanya Uno heran.


"Ya! Karena kita tidak membutuhkan tanaman obat ini. Mengingat jika tanaman ini memiliki nilai jual yang tinggi, kita bisa memanfaatkan nya dan menjual untuk kehidupan kita diperguruan tauxing." Jawab Guru Lebin.


Ketiga muritnya hanya bisa menyimak penjelasan dari guru Lebin. Termasuk Kristal, sebenarnya, Kristal sama sekali tidak diperboleh kan untuk keluar dari perguruan. Akan tetapi Kristal terus memaksa untuk ikut, karena dia juga ingin melihat keadaan di kekaisaran xitang.


Dan pada akhirnya, setelah mengerahkan segala rayuan maut nya, master tauxing memperbolehkan Kristal untuk keluar dari perguruan. Tapi dengan catatan, dia harus bisa menjaga dirinya sendiri dan tidak boleh terpisah dari rombongan guru Lebin.

__ADS_1


"Begitukah? Kalau begitu, tunggu apa lagi, ayo kita pergi." Ajak Kristal begitu bersemangat dan menenteng keranjang dipunggungnya.


"Baiklah, sekarang pegang tangan guru. Kita akan berteleportasi menuju pusat kota kekaisaran xitang." Ajak Guru Lebin mengulurkan tangan pada ketiga murit didepannya.


Secara bersamaan, ketiganya memegang tangan guru Lebin dan akhirnya mereka segera menghilang dari sana.


Akan tetapi, sekelebat bayangan lagi dan lagi muncul sekilas dan menghilang bersamaan. Entah benda apa itu, dan apa niat dari bayangan tersebut?


...****************...


Dalam hitungan detik, disebuah gang kecil diantara para bangunan kedai yang ada disana, Kristal dan yang lainnya tiba-tiba saja muncul.


"Gang?" Desis Kristal melirik kesekitar.


"Ayo kita pergi, sebentar lagi acara lelang akan berlangsung." Ajak Guru Lebin, pada ketiga muritnya.


Pemandangan yang bisa dibilang cukup bebas, orang mabuk duduk dimana-mana dan tak jarang ada orang bertengkar dengan seorang pengemis.


Para gelandangan membuat tenda disepanjang jalan kota, menadahkan tangan dengan harapan agar diberi sejumlah koin oleh orang yang bersimpati pada mereka.


Bisa dibilang jika kota ini tidak layak huni, karena daerah kotor yang tidak ada perawatan sama sekali. Para kereta orang kaya berlalu lalang dengan sejumlah penjaga mereka, tak jarang para penjaga menendang dan membunuh rakyat kecil yang menghalangi jalan. Para orang kaya memandang remeh para rakyat biasa, sepertinya mereka termasuk kedalam petinggi kekaisaran xitang.


Kristal, Tiamo, Uno dan Lebin berjalan celingak-celinguk melihat pemandangan ini. Kristal bahkan sampai garuk-garuk kepala karena menyaksikan hal yang sangat buruk didepan matanya.


"Pantas saja guru tidak memperbolehkan diriku turun pada saat itu," Monolog Kristal dengan senyum kecutnya "Rupanya dia tidak ingin aku menyaksikan hal yang mengerikan ini." Lanjut Kristal.


Tapi tidak bisa dipungkiri jika bau sedap makanan yang dijual dari berbagai kedai makanan, tercium sangat jelas di indra penciuman keempatnya.

__ADS_1


Bahkan Kristal berulang-ulang kali mengelus perutnya, karena jujur saja dia belum sarapan pagi ini.


"Guru, kita kan pergi ke pelelangan. Jadi, selepas kita sudah menjual tanaman obat, apakah kita bisa pergi ke kedai makanan?" Tanya Kristal dengan manja, sesekali mengedipkan mata.


Tiamo dan Uno saling lirik disertai dengan seringaian mereka, "Diotak mu hanya ada makanan." Tukas Uno sambil terkekeh geli.


Ketiganya tertawa lepas, menertawakan Kristal yang tidak pernah lupa pada makanan. Kristal mengembungkan pipinya, dan melirik kedepan, sebuah bangunan yang terlihat lebih bersih dari pada bangunan lainnya.


Dia memicing dan melihat pada beberapa orang kaya mulai turun dari kereta mereka dan memasuki bangunan itu.


"Guru, apakah disana tempat pelelangan nya?" Tanya Kristal menunjuk kesebuah bangunan tersebut.


Ketiganya menoleh pada arah yang ditunjuk oleh Kristal, "Benar, disana tempatnya. Sebaiknya kita cepat bergegas, sepertinya acara lelang sudah berlangsung." Jawab Guru Lebin, mengajak ketiga muritnya untuk segera pergi ketempat pelelangan itu.


***


Mereka sudah memasuki ruangan, dengan kondisi dimana ketiga diantara mereka menggunakan pakaian sederhana, sementara Kristal, dia sedang menggunakan pakaian yang bisa dibilang memiliki kualitas bahan yang bagus. Mau bagaimana lagi, dia tidak memiliki pakaian lainnya.


Semua mata orang kaya disana, seketika menuju pada mereka berempat. Pandangan ketidak sukaan mereka terlontar untuk keempat manusia yang bahkan tidak tahu menahu apa salah mereka. Mereka berempat akhirnya duduk dengan canggung disebuah meja yang kosong, lalu mulai menyimak kedepan altar.


"Hai tuan-tuan dan nyonya-nyonya yang terhormat, selamat datang diacara pelelangan hari ini. Sebuah kehormatan bagi pihak kami, karena tuan dan nyonya mau menghadiri pelelangan kecil ini. Sangat diharapkan untuk kalian semua, memilih barang-barang yang sudah dilelangkan dan tawarlah dengan harga yang sebesar-besarnya. Dan sekarang, acara akan berlangsung dengan pembukaan sebuah air surgawi langit, yang bisa membuat manusia berumur panjang seperti dewa." Ucap MC sesekali menjilat apa yang bisa dia jilat dari para anjing-anjing kaya didepannya.


Semua orang kaya itu mulai berdebat, memperebutkan air surgawi itu. Bahkan ruangan sudah sangat riyuh dan ricuh dengan suara mereka.


"Harga dibuka, 1000 keping tael emas." Teriak MC mengetuk palu, membuka harga tawaran pada anggota lelang.


"Cih, cuman setetes saja! Apa kabar dengan diriku yang memiliki satu kolam air surgawi? Apakah mereka akan pingsan setelah mengetahui itu?" Monolog Kristal terkekeh geli seorang diri, sembari memfokuskan pada orang kaya yang sedang berdebat.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG^^^


__ADS_2