
"Buah persik ini sangat manis." Ungkap Suan terharu sambil menguntap buah persik yang ada ditangannya.
"Enakan? Aku tidak sabar melihat yang lain bisa merasakan nikmatnya buah persik ini." Sahut Kristal tersenyum.
Mereka tertawa bersama dan terus menyantap tiap gigitan buah persik yang sangat manis dimusim semi ini.
R-R-RUARRRRRR
Mereka berlima dikejutkan dengan suara rauman amukam dari arah danau. Mereka menoleh dan masing-masing sudah dalam keadaan pertahanan.
BYUARRRRR
Terlihat seekor hewan berbadan ikan, akan tetapi berkepala kucing, dengan ukuran yang bisa dibilang begitu besar.
Hewan itu mengamuk dan muncul kepermukaan, disertai sang naga kecil yang baru saja keluar dan pergi kabur menghilang entah kemana.
Bajingan, setelah membuat hewan sihir marah,, kau kabur begitu saja! aku akan membuat perhitungan padamu!
Kesal Kristal dengan ancang-ancang pertahanan.
"Ba-bagaimana ini? Hewan itu sangat mengerikan." Tutur Xima bergegar dengan pupil mata membesar karena takut akan ujut dari hewan tersebut.
"Jangan takut, dia tidak akan bia melukai kita semua." Ujar Kristal berusaha menenangkan Suan dan Xima yang sudah dalam keadaan panik.
RUARRRR
Hewan itu kembali mengaum dan naik kepermukaan darat, dia memandang kelima manusia didepannya dengan begitu kesal. Seolah sedang mengatakan jika kelima manusia ini sudah mengganggu dirinya.
"Jangan ganggu kami! Atau tidak nyawamu yang akan jadi taruhannya." Ancam Kristal menggertak hewan sihir itu.
Mereka semakin mundur kebelakang setelah hewan sihir itu semakin maju mendekat kearah mereka begitu marah. Asap-asap putih keluar dari dua lubang hidung hewan itu, tatapan matanya begitu tajam seolah menginginkan kematian dari kelima manusia didepannya.
Hewan ini begitu aneh, memiliki badan ikan akan tetapi juga memiliki empat kaki. Kristal hampir mual melihat penampakan hewan didepannya.
"Aku sudah memperingati dirimu!" Tegas Kristal lagi.
Namun hewan itu terus maju, dan pada akhirnya melompat menyerang kearah Suan dan Xima.
"GYAAAAAA." Suan dan Xima berhamburan entah kemana. Mengapa hewan ini menyerang kearah Suan dan Xima? apakah jangan-jangan hewan sihir ini bisa merasakan ketakutan besar yang sedang dialami oleh Suan dan Xima.
"Adik pergi keluar dari hutan ini, biar kami yang menghalau hewan sihir ini!" Suruh Tiamo mencoba untuk mengorbankan diri.
__ADS_1
"Suan, Xima, keluar dari hutan dan berlindunglah. Biarkan kami bekerja dengan tenang kali ini." Suruh Kristal maju tiba-tiba mengeluarkan sebuah pedang dari cinci yang ada pada jarinya.
"Ba-baik." Ucap patuh keduanya lalu tak lengah segera berlari pergi keluar hutan.
Hewan sihir itu masih berusaha mengejar Suan dan Xima, akan tetapi Kristal berhasil menghalau dengan menebas prut hewan itu sehingga meninggalkan goresan agak lebar.
GRAUUUUUU
Pekik hewan itu kesakitan melihat Kristal dengan amarah membara. Mata hewan aneh itu memerah dan semakin mengeluarkan banyak asap dari dua lubang hidungnya.
"Adik hati-hati." Teriak Uno khawatir dan mencoba untuk mencari cara agar bisa menghalau hewan sihir itu.
Hewan itu melompat mengarahkan cakar-cakar tajam panjangnya kearah Kristal. Akan tetapi Kristal berhasil menghindar dengan menebas tangan hewan itu menggunakan pedang ditangannya.
GRAUUUU
Pekik hewan tersebut untuk kesekian kalinya, dia begitu murka dan kemudian mengeluarkan sebuah boleh hitam dari mulutnya. Itu semacam tembakan sihir kegelapan.
"Senior ambil pedang ini." Teriak Kristal melempar dua buah pedang kearah Tiamo dan Uno.
Pedang itu berhasil mendarat tepat di telapak tangan keduanya.
Hewan itu lagi dan lagi menyembur bola hitam kearah Kristal seolah hanya Kristal saja musuhnya saat ini.
Tiamo maju, dan mengunuskan pedang kearah kepala hewan itu.
Kali ini mereka benar-benar main kroyokan dan saling bekerja sama.
"Senior, tusuk matanya." Teriak Kristal terus menyerang hewan itu yang sedang mengamuk.
Uno berlari dengan cepat berputar mengarah pada kepala sang hewan yang terus saja mengamuk menyerang Kristal. Dia mencoba untuk mencari waktu yang tepat agar berhasil mengenai mata sang hewan.
"Hewan jelek, ayo lihat aku." Bisik Uno memfokuskan pandangan pada kepala sang hewan dan sampai akhirnya dia berlari melompat mengunuskan pedang itu kearah mata sang hewan.
"Hiyakkkkk." Teriak Uno
BYURRTTT
Pedang Uno berhasil mengenai mata kiri sang hewan sehingga hewan aneh itu berguling-guling begitu kesakitan.
Tidak ingin menyia-nyia kan kesempatan, Kristal maju dan mengayunkan pedang memotong tubuh hewan yang sudah dalam keadaan sekarat itu.
__ADS_1
RAURRRRRRRR
...****************...
Suan dan Xima berlari keluar hutan dengan cepat sambil merengek ketakutan. Sesekali Xima tersandung oleh beberapa akar kayu yang menjalar ditanah.
Namun seolah tak mau menyerah mereka terus berlari untuk segera sampai keperguruan agar segera bisa mengadukan ini pada para guru jika keadaan Kristal, Tiamo dan Uno sedang dalam mara bahaya.
"Kita harus cepat, atau tidak mereka semua akan mati oleh hewan itu." Teriak Suan terus berlari tidak mau menyerah walau lelah sudah menyertai dirinya.
"Aku takut Suan, hiks.." Ucap Xima sambil menangis dan terus berlari.
"Jangan takut, kita akan segera sampai" Jawab Suan mencoba untuk menenangkan sahabat nya, meski dirinya pun sedang dalam keadaan takut.
Mereka berlari tanpa menoleh kiri kanan lagi, dan mereka sudah melupakan fakta jika jarak antara hutan dengan perguruan Tauxing lemayan jauh untuk ditempuh. Namun mereka terus berlari dan berlari, mereka mengharapkan agar mereka akan segera sampai keperguruan Tauxing.
***
Kristal dan kedua senior nya ini sedang terbaring terlentang dengan keadaan fisik kelelahan. Darah hijau membasahi baju dan tangan mereka.
Kristal memiringkan kepalanya dan melihat pada Uno dan Tiamo yang sedang terbaring lelah masih dengan pikiran melanglang buana.
"Apakah cuman aku yang berpikir jika ini menyenangkan?" Tanya Kristal menimbulkan senyuman kecil dibibir mungilnya.
Tiamo dan Uno menoleh, mereka menimbulkan senyum yang sama.
"Ini berkat kerja sama kita." Sahut Tiamo.
"Hem, jika kita tidak bekerja sama dan berperilaku gegabah maka kita tidak akan bisa menang." Sahut Uno lagi.
Kristal tersenyum masih memikirkan kejadian yang keren menurutnya. Bertarung dengan hewan sihir sama sekali tidak buruk, malah itu begitu menyenangkan. Dia tertawa sambil melihat langit yang sedang ditutupi oleh daun rindang pepohonan.
"Beruntung bagi kita, berhadapan dengan hewan sihir tingkat menengah." Bisiknya begitu pelan, bersyukur didalam hati.
"Kalau begitu tunggu apa lagi, mari kita tangkap ikan-ikan yang ada diair itu! kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini." Ajak Kristal.
Namun Tiamo dan Uno masih terdiam ditempat mereka, mereka memandang danau dengan ragu.
Kristal tersenyum memahami keraguan dari dua pria didepannya, dia maju mendekat kearah danau dan menunjuk kearah air danau tersebut.
"Diair ini hanya memiliki satu hewan sihir! Jika ada dua itu sangat mustahil, karena mereka akan bertengkar memperebutkan daerah kekuasaan mereka. Jangan takut, ayo kita mencari ikan." Jelas Kristal mencoba untuk meyakinkan kedua seniornya.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG^^^