PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
sedikit terbongkar


__ADS_3

mentari kini telah mengganti peran rembulan di langit negri Muffin, semua orang sedang menjalan kan aktifitas mereka masing-masing. Bagitu juga Kristal, dia sedang berada di halaman kediaman ates dan nampak melatih sendi sendi nya dengan gerakan yoga. Dulu, pada saat diri nya masih berada di zaman modern dia sangat senang melakukan gerakan yoga dan semacam nya.


Hal itu bisa membuat pikiran nya jernih, dan segar.


Dan sekarang dia sedang ditemani oleh sang naga kecil, yang selalu setia berada disamping nya. Si naga itu diam tanpa mau berbicara karena diri nya sudah diperingati oleh kristal jangan sesekali mengajak nya berbicara saat masih dalam melakukan yoga ini.


Dia diam dengan patuh, dia menekuk wajah sambil menghembus kan asap putih dari hidung.


"Kapan dia akan selesai dengan gerakan bodoh nya! huh pasti itu adalah gerakan di Zaman aneh nya dulu!" Sungut si naga jengkel.


Perlahan kristal membuka kelopak mata cantik nya, dan memperlihat kan pupil mata yang begitu cantik nan jernih. Namun ekspresi wajah nya begitu datar dan mengarah kan pada si naga kecil.


"Dari mana kau tahu jika aku berasal dari Zaman yang berbeda! kapan kau menyadari nya!" dia berkata dengan hardik nya.


Si naga itu terkejut dengan pertanyaan Kristal, dia menjadi gelagapan karena tanpa sadar diri nya telah mengekspos kebenaran yang belum saat nya di beber kan pada Kristal.


"Jawab," bentak Kristal.


"Kau, huh.. aku tidak bisa menjawab ini. kau harus mencari jawaban nya sendiri, karena mengetahui dengan cara mu kemungkinan kau akan mudah menerima nya," Jawab naga itu menunduk lesu


"Kenapa?" Kristal bertanya dengan nada pelan, dia memandang si naga itu seolah menuntut sebuah penjelasan


"Maaf, aku tidak bisa mengungkap kan ini dari mulut ku sendiri. Aku sudah berjanji pada seseorang, sampai orang itu siap untuk membeberkan fakta yang selama ini tidak kau ketahui, aku pergi." Si naga kecil perlahan menghilang, sementara kristal dia menunduk dan mencerna perkataan dari naga itu.


"Apa yang kau sembunyikan dari ku? aku bahkan tidak bisa mendengar itu dari mulut mu secara langsung. apakah ini ada hubungan nya dengan ling ling? aku harus mencari tahu, tidak masalah cacing jelek sialan itu tidak ingin memberi tahu! aku bisa melakukan apapun yang aku mau tanpa bantuan nya,"


"Sungguh menyebal kan!"


Kristal pergi melangkah masuk kedalam kediaman nya, langkah nya sungguh terburu-buru lalu berlari kecil seolah mengejar waktu. Dia masuk kedalam kamar nya dan kemudian menutup pintu dengan sangat keras.

__ADS_1


5 menit berlalu


Pintu kamar nya kembali terbuka, terlihat penampilan Kristal yang begitu cantik. dia menggunakan gaun bewarna merah muda dengan pendek selutut sehingga mengekspos bentis nya yang mulus dan putih bersinar. rambut panjang hitam legam itu dia ikat setengah dengan sebuah jepit rambut sakura. dia menggunakan hiasan ringan diwajah nya. dan tidak lupa dia memakai tas selempang berbentuk rubah.


Terlihat seperti gadis berusia 10 tahun.


Dia berjalan jingkrak menuju luar kediaman, walau agak jauh dia melangkah namun dia tetap ceria. dia tidak bisa menyalah kan siapa pun, walau bagaimana pun dia lah yang telah membeli rumah yang begitu besar ini.


Dia hampir mendekati arah ruang tamu di kediaman nya, suara itu terdengar tidak asing di telinga kristal. dia semakin melangkah masuk untuk memastikan jika kecurigaan nya itu benar/salah.


Terlihat Haocun sedang bercengkerama bersama Hana dan Jibong. mereka terlihat begitu akrab. Kristal memanyun kan bibir nya saat melihat ke akraban itu. dia cemburu dan jengkel.


"Mau apa kau kemari!" ketus kristal pada Haocun.


Hana, Jibong dan Haocun menoleh pada Kristal yang sedang berdiri dengan wajah cemberut nya. Haocun berdiri dan kemudian tersenyum ramah.


Haocun tertegun melihat penampilan Kristal, "cantik sekali," puji Haocun di lubuk hati nya


"Hmmmm" Kristal menanggapi dengan sekilas lalu dia duduk ditengah-tengah Hana dan Jibong, dia menggait tangan kedua orang tua nya seolah menunjukan pada Haocun jika kedua orang ini adalah orang tua nya.


"Mencoba mengambil hati orang tua ku ya, heh jangan mimpi kawan," Batin kristal sinis, dan selalu berpikir negatif tentang Haocun.


Haocun duduk kembali, senyuman ramah itu tidak pernah pudar dari wajah nya. dia selalu tersenyum walau diperlakukan dingin oleh kristal.


"Nak... tidak boleh seperti itu! yang sopan pada pangeran!" Tegur Hana hampir berbisik.


Kristal memuncungkan bibir nya, dia mengangguk pasrah. "iya bunda," gumam nya.


Jibong dan Haocun tertawa kecil melihat ketidak berdayaan Kristal setelah di tegur oleh bunda nya.

__ADS_1


"salah siapa kau berprilaku dingin pada ku," batin Haocun dengan nada kemenangan.


"Aku kesini punya tujuan yang jelas, aku di utus secara langsung oleh ibu ku. ibu ku mengundang mu untuk ikut kedalam perayaan istana Muo." Ujar Haocun memberi tahu itikad nya datang ke kediaman ates.


"Pasti dia menolak," Batin Haocun sudah mulai menebak isi pikiran Kristal, melihat jika kristal berpikir keras dahulu.


"Nak, bagaimana?" Tanya Jibong.


"Hmmmmm, baik lah," Jawab Kristal setelah lama berpikir.


"Jika aku menolak, bagaimana bisa aku menyiksa si sialan meili itu! Dengan menyetujui undangan ini, aku akan dekat dengan meili lalu mematah kan tulang nya!"


Kristal tersenyum jahat didalam hati, dia memikir kan sesuatu yang seru di kepala nya. Misal nya, seperti menggantung Meili di kolam buaya, mematah kan kaki meili, menyakar wajah meili, dan bahkan membunuh meili. Banyak sekali hal jahat yang dia pikir kan untuk Meili, jika dipikir-pikir pun dia juga belum membalas kan dendam nya pada meili, memey, feng li dan juga Xifeng. Pokok nya dia harus membalas dendam pada seluruh keluarga adipati!


Haocun membuka mata lebar-lebar, dia kaget mendengar persetujuan kristal. "Kau setuju?" Tanya Haocun dengan nada tidak percaya.


"Ck, kenapa? kau menganggap aku berbohong? aneh sekali,"


"Tidak-tidak, aku hanya tidak menyangka jika kau menyetujui nya,"


Hana dan Jibong saling pandang melihat kedua gadis dan pria yang sedang beradu mulut ini, mereka bergeleng-geleng kepala sambil tersenyum maklum.


"Baik lah aku akan datang, eh ngomong-ngomong, perayaan macam apa ya? apakah makan-makan, bernyanyi? membaca puisi?," Tanya Kristal


"Ya, itu juga termasuk kedalam perayaan. namun masih banyak lagi yang akan di selenggarakan ke dalam perayaan, contoh nya seperti pertandingan tarung, adu kekuatan dan sihir,"


"Tapi aku bukan penyihir, aku seorang kultivator,"


"Tidak masalah, jika kau ingin ikut kau bisa ikut. aku yakin kau pasti akan menang." Kata Haocun berusaha menjilat apa yang bisa dia jilat pada kristal

__ADS_1


"Cih!"


BERSAMBUNG


__ADS_2