
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Selamat membaca...
Kristal dan ke tiga kakak nya sedang berjalan di tengah tengah padat nya rakyat muo, mereka mendapat kan berbagai keajaiban dan kesenangan. banyak terdapat hewan hewan berlalu lalang bersama sang majikan dengan berjalan menggunakan dua kaki, oh ini yang dikatakan oleh cou,? benar benar ajaib
Dan tak jarang, mereka menemukan sekumpulan anak kecil bermain main dengan mengapung di udara menggunakan gelembung sihir. ini nyata, kristal mungkin tahu kekuatan seperti apa itu, namun dia baru pertama kali melihat dengan mata kepala nya sendiri
Mereka terlihat gagah pada saat berdampingan, namun lain lagi didalam hati nya. mereka sedang memikirkan jika saja mereka bisa menaiki gelembung sihir dan bisa mengambang-ngambang, itu pasti akan sangat menyenang kan.
Mereka terus saja melangkah sampai diamana mereka mendengar sekumpulan anak muda sedang membicarakan sebuah pestival lentera yang diadakan 3 hari lagi. "aku harus mempersiap kan baju terbaik ku, kalau tidak aku akan terlihat buruk pada saat pestival lentera nanti." ujar wanita manis yang terlihat seperti seorang bangsawan, "dan aku dengar, pangeran mahkota akan datang dari tempat pelatihan awan,, jadi apakah dia akan mencari seorang pemaisuri?"mereka terus saja berbicara tentang lentera dan seorang pangeran mahkota. kristal dan ketiga kakak nya baru sadar, bahwa tiga hari lagi kristal akan genap berusia 17 tahun
"Benar juga, untung saja mereka mengingat kan aku." gumam kristal menepuk pelan jidat milik nya, bagaimana ia bisa lupa? padahal kan dia masih sangat muda sekali. "apa yang adik ingin kan pada saat ulang tahun nanti?" tanya long semangat bertanya pada sang adik, "hmph, apa saja boleh, kristal akan sangat menghargai hadiah apapun yang diberikan oleh kakak."jawab kristal tersenyun manis, mereka sangat gemas terhadap adik kecil mereka.
"Baik lah, tapi kita harus segera pergi ke bangunan penempah. kakak harus segera mengumpul kan koleksi senjata kakak kembali." ajak hong pada kristal. benar juga, pada saat kebakaran terjadi tak sedikit pun harta atau barang yang bisa diselamat kan. kristal merasa bersalah dan kemudian timbul ide didalam otak nya.
__ADS_1
"Ayo pergi, kristal juga ingin mencari sebuah senjata."ajak kristal dan akhir nya mereka pergi bersama menuju utara, mengapa utara? tidak tahu, kristal hanya melangkah sesuai insting nya saja. namun di tengah perjalan menuju utara, kristal dan ketiga kakak nya menemukan dua orang pria berbadan kekar sedang memukuli anak laki laki yang sedang mempertahan kan sesuatu ditangan nya, benar saja.. bagaimana dia memilih untuk dipukuli dari pada menyerah kan sebuah roti yang tak terlalu berharga
(Orang mapan seperti kalian bisa saja membeli satu roti atau pun lima roti, tapi tidak dengan ku.)
"Dasar pencuri, kau sudah membuat ku rugi. cepat ganti atau aku akan menghabisi mu!" sentak pria berbadan kekar mengambil sebuah batu menggunakan sihir nya lalu berniat mengarah kan batu tersebut kepada anak kecil yang terlihat baru saja berumur 10 tahun itu. anak itu terlihat begitu ketakutan, mereka sangat tega menyakiti seorang anak kecil hanya karena sepotong roti
"Berhenti,"henti long datar melihat seseorang yang sedang menyakiti anak kecil, pria itu menghentikan aksi nya dan melihat kearah suara orang yang telah berani ikut campur urusan nya. "siapa kalian? jangan ikut campur urusan ku, pergilah." ketus pria itu kasar mengusir ke empat bersaudara. "apa yang telah dia lakukan sehingga kau tega memukuli nya? apa kah kau tak lihat keadaan anak itu? kurasa dia bahkan tak sampai berumur belasan."ujar bong sinis kepada pria congkak didepan nya.
"Aku bilang jangan ikut campur, ini bukan urusan kalian!" pekik pria berbadan besar emosi, berani sekali orang asing ikut campur dalam urusan nya? cari mati rupanya
"Berapa harga nya? aku rasa sepotong roti tidak akan terlalu berharga bukan?" sinis kristal mengangkat satu alis nya. "hanya karena sepotong roti? betapa miskin nya kau sehingga sepotong roti saja sudah membuat kerugian?"ketus hong yang kali ini angkat suara, dia terkejut dan baru menyadari jika keributan ini hanya berasal dari sepotong roti
"Cih ingin berlagak membayar rupanya? baik lah, aku tidak akan sungkan lagi! satu tael perak." ujar pria itu dengan semau jidat meninggikan harga dari satu potong roti saja, "satu tael perak?" ujar kristal mengangkat satu alis dan bertanya tanya, satu tael perak? apakah ada alat pembayaran menggunakan perak? sepengingat nya, hanya ada emas dan permata saja, namun tak disangka jika disini menggunakan perak sebagai alat tukar beli
"Apa kau bercanda? sepotong roti seharga tael perak? kau ini berdagang atau sedang merampok?" kesal bong pada pria di depan nya. "kalau tidak mampu, jangan sesekali berlaga ingin membayar!" ketus pria itu berbalik badan dan kembali pokus kepada anak kecil tersebut. namun secara tiba tiba, kristal melempar satu tael emas kebelakang pria itu. "harga segini cukup untuk membeli harga diri mu! ambil lah dan bebas kan anak itu." ujar kristal datar karena malas menghadapi pria congkak di depan nya
__ADS_1
"Adik, satu tael emas? ya benar saja." tanya hong, bagaimana kristal bisa menyerahkan satu tael emas begitu saja? padahal dia tahu bahwa pria didepan nya ini sedang memeras dan menaikan harga dengan semau hati nya.
"Hahahha, kenapa tidak dari tadi. bawa anak kecil ini, aku juga tak membutuh kan nya lagi!"ujar pria itu dengan mata berbinar lalu pergi begitu saja seolah tak terjadi apa pun. "keparat, aku ingin sekali menghabisi nya." batin long masih bersabar karena sang adik masih bersama nya
Kristal maju menghampiri anak kecil yang sedang meringkuk itu, dia berjongkok lalu membangun kan tubuh anak kecil itu sehingga terduduk. fisik anak ini sangat lah lemah, tubuh nya kurus seperti tak pernah di beri asupan gizi. "mengapa mencuri? apakah kau tau bahwa mencuri itu bukan lah hal yang dibenar kan." ujar kristal lembut memurus pucuk kepala anak itu
Dengan lirih anak itu bicara, "aku, sangat kelaparan. aku tak memiliki pilihan lain selain mencuri sepotong roti ini." lirih nya memegangi perut yang sudah membuncit akibat terlalu banyak meminum air. hati kristal pedih mendengar nya, namun tak lama bong segera berbicara dan mengingat sesuatu
"Tunggu, bukan kah kau ini adalah anak yang mengantar kami ke istana sutong?" tanya bong yang akhir nya mengingat bahwa anak ini lah yang telah mengantar mereka."ak-aku juga mengingat jika aku pernah mengantar seseorang, namun aku tak mengingat wajah nya secara jelas." lirih anak itu kembali
"Benar, aku baru mengingat nya. oh astaga mengapa penampilan mu menjadi sangat memprihatin kan begini?" tanya hong kaget dengan perubahan anak ini.
Dia meraih roti yang tergeletak di tanah lalu berniat ingin memakan roti yang sudah kotor itu. kristal dengan cepat menepis tangan anak itu sehingga tak jadi memakan roti tersebut,"jangan, itu sudah kotor." ujar nya tak memperboleh kan. "lalu, apa yang harus aku makan? aku tak memiliki makanan apa pun." lirih nya menunduk memelas
"Anak yang malang," batin kristal menoleh kepada ketiga kakak nya. ketiga nya mengangguk seolah mengerti perasaan dari sang adik.
__ADS_1
Bersambung...