
Selamat membaca bagi kamu yang menyukai, novel bertajuk,, ( PUTRI YANG NAKAL)..
~~
Secara bersamaan, kristal beserta kedua kakak nya muncul di sebuah pohon besar di depan kediaman klan adipati. mereka bersembunyi dan terus mengamati sekitaran dan keadaan, terdapat dua orang penjaga yang berjaga dikala itu,, akan tetapi mereka malah tidur dan tergeletak di tanah
"Wah adik, mereka sedang tertidur. jadi apa yang harus kita lakukan,?" hong celingak celinguk memperhatikan keadaan kediman adipati yang sudah sepi dan gelap dengan sedikit nya cahaya lilin. "kita harus masuk, bagaimana kita akan bersenang senang jika kita tidak masuk?" timpal bong lagi. mereka mengangguk mengerti lalu dengan perlahan melangkah dengan pelan sehingga tak terdengar suara. namun perlahan kristal menghentikan langkah dengan paksa dan mencoba mengingat ngingat sesuatu
"Haiyo, kristal kan memiliki teleportasi,, mengapa kita tidak menggunakan nya saja." seru kristal menampar pelan jidat nya, kedua kakak nya juga ikut berpikir dan kemudian mereka setuju. heh, betapa dungu nya mereka
Selang beberapa lama, kristal dan kakak nya muncul secara bersamaan disebuah bangunan yang terhubung disetiap bangunan lain nya. hmmm, sepertinya itu adalah dapur, kalau dilihat lihat ada sebuah corong asap yang terletak di atap bangunan tersebut
"Kakak, bagaimana kita berpencar saja,? kristal ke dapur, kakak bong ke sumur kediaman dan kakak hong pergi ke sumur utama, bagaimana?" ujar kristal membagi tugas kepada kakak nya. lalu ia memberi sebuah botol kaca yang masing masing terdapat racun yang berbeda. botol kristal merupakan racun pencahar, botol bong berisikan racun bintul bintul sementara botol hong berisikan bubuk gatal - gatal
"Setelah selesai, kita harus cepat cepat bertemu dititik yang sama,, mengerti?" sambung kristal lagi, kedua nya mengangguk mengerti dan kemudian dengan cepat saling berpencar untuk melakukan tugas masing-masing
Sementara kristal dia sedang mengendap - endap masuk kedalam dapur kediaman adipati. pandangan nya terarah kesekitar lalu mendorong pintu dan masuk kedalam, dan tak lupa untuk menutup pintu kembali. "hmph, ingin dimulai dari mana ya?" bingung kristal mau meracuni yang mana terlebih dahulu, gendum? atau sayur nya?
Dan akhir nya kristal ingin meracuni gendum, lalu mencapur nya menjadi satu. "rasakan ini, emang nya enak? ini tidak lah seberapa, lain kesempatan aku akan datang untuk menghajar dan mempermalukan kalian!" ujar nya tajam dengan senyum licik diwajah nya
Di saat kristal sedang sibuk mencampur kan racun, hong justru sedang celingak celinguk memperhatikan sebuah sumur besar yang sedang tertutup,"harus segera membuka, lalu campur kan racun." gumam nya sambil bersenandung ria, perlahan ia membuka tutup dari sumur tersebut lalu dengan cepat membuka tutup botol lalu memasukan semua nya kedalam sumur, "matilah kalian!"maki nya tersenyum puas lalu menutup sumur kembali, namun tak lama sebuah lentera sedang menerangi suatu tempat, cahaya itu bergerak seolah ada orang yang membawa nya. hong terkejut lalu menoleh ke arah cahaya tersebut,, dan benar saja terdapat pelayan laki laki yang sedang keluar dan melihat hong sedang berada di sumur tersebut , "HEY SIAPA ITU? " teriak pelayan laki laki dengan keras mengarah pada hong, "ya dewa penolong, tolong lah daku." panik hong lalu berlari dari sana dengan cepat
"JANGAN KABUR, KAU!"teriak pelayan itu lagi sambil berlari mengejar hong, hong berlari terbirit birit dengan panik dan secara tiba tiba tertabrak oleh seseorang, "si-siapa?" tanya hong mulai panik, dan melihat orang yang ia tabrak itu, "kakak, kenapa kau ada disini? apakah kau sudah memasukan bubuk itu?" tanya hong pada seseorang yang ternyata itu bong yang juga turut berlari karena dikejar oleh pelayan lain nya. "diam, kita harus cepat - cepat lari, aku sudah ketahuan," bisik bong sambil celingak celinguk dengan keringat diwajah nya. "HEY JANGAN LARI KAU!" teriakan pelayan kembali terdengar mengejar bong dan juga hong, seketika mereka terkejut dan berlari bersama. mereka tertawa ditengah tengah berlari, bagaimana mereka bisa melakukan hal ini, ini memang suatu pengalaman baru yang menyenang kan untuk mereka.
__ADS_1
"Kakak, itu adik."tunjuk hong pada kristal yang sudah menunggu di titik awal. mereka dengan cepat berlari menuju kristal yang sedang melihat mereka dengan bingung."kalian kenapa lari,?" ujar kristal sambil terkekeh geli, bagaimana sang kakak nya ini malah lari dan tak menghajar para penghalang itu?
"Adik, adik ayo kita pergi." ajak bong sambil ngos ngosan dan keringat yang membanjiri wajah nya. tak lama datang satu pelayan pria tadi menyergah ketiga nya, "siapa kalian? tuan harus tahu bahwa dikediaman nya terdapat penyusup, menyerah lah dan ikut aku."pekik nya kesal dan maju untuk menangkap bong, "kalau aku bisa menangkap mereka, aku pasti akan naik jabatan." batin pelayan itu merencanakan hal licik
"Kakak, jangan mau kalah, ayo serang dia!" ujar kristal memanas manasi keadaan dan menyuruh kakak - kakak nya untuk menyerang pelayan itu. dengan mantap kedua nya mengangguk dan maju kearah pelayan congkak tadi, pelayan yang awal nya sombong kini menciut dan mundur perlahan. ia menelan air liur nya dan kemudian, "mau apa kalian, kalian para keparat harus mengalah pada ku." ujar nya terbata bata sambil termundur dengan perlahan
"Kau terlalu banyak bicara, aku tidak suka kau, wajah mu jelek jadi harus cepat cepat di habisi!" maki hong menangkap pelayan itu lalu menjitak kepala pelayan itu dengan keras, "kau begitu berani bukan, mengapa sekarang malah menangis."timpal bong menampari pipi dari pelayan itu
Kristal hanya mengamati dan menunggu para kakak nya memberi pelajaran kepada pelayan tengil itu, namun sang pelayan melihat kristal dengan memelas, wajah nya begitu bonyok lalu menangis, "adik cantik, tolong bantu kakak." ujar nya meminta pertolongan pada kristal, alis kristal terangkat satu lalu membuang pandangan begitu saja
"Kau! berani sekali menggoda adik kami."kesal bong mencekik leher pelayan itu dengan sadis, "tu tuan, leher ku ja- jangan dicekik."lirih pelayan itu sambil memegangi tangan bong yang sedang mencekik leher nya, "kau berani sekali ya, akan ku patah kan tangan mu ini!,"timpal hong meraih tangan pelayan itu lalu menarik nya dengan sekuat tenaga
"Huaaa tangan ku, lepas kan aku, aku tidak akan bilang dan mengadukan ini kepada tuan."tangis pelayan itu memohon meminta di lepas kan, marasa terancam bong kembali mencekik peria itu dengan keras, "mati lah kau, dasar dungu!"maki bong, dan tak lama pria itu berhenti memberontak dan diam, "kak, tangan nya lepas."seru hong mengangkat tangan pria itu dan memperlihat kan pada kakak nya, wajah nya begitu polos dan tak merasa bersalah sedikit pun
Kristal tercengan dengan kesadisan kakak - kakak nya, mereka begitu handal dalam membunuh orang, apa jangan - jangan...
"Kak ayo cepat pergi, dan bawa juga tubuh pria ini."ajak krisral buru - buru sambil menunggu para kakak nya selesai. dengan cepat mereka menggotong tubuh pelayan pria tadi dan berlalu pergi, namun kristal kembali menoleh kebelakang dan melihat tangan dari pria tersebut ketinggalan
"Kakak, tangan nya ketinggalan."seru kristal dengan cepat berlari mengambil tangan manusia ASLI yang telah tertinggal. "ayo cepat adik,"teriak hong sambil berlari pelan menunggu sang adik
"KALIAN JANGAN KABUR," teriak pelayan pria satu nya ngos ngos an sambil melihat punggung ketiga bersaudara yang sudah menjauh itu. "sialan, aku hampir saja mendapat kan mereka." sesal nya kesal, dan tak lama pandangan nya terarah kesebuah darah yang membasahi tanah, "darah siapa? apa mereka terluka? ah sudah lah lebih baik bersih kan saja dan kasih tahu pada tuan besar, besok."ujar nya lagi, dan mau tak mau harus membersih kan darah (rekan nya) itu.
(⌒o⌒)
Setelah membereskan tubuh dan potongan tangan pelayan pria tadi, mereka bertiga memilih untuk berjalan jalan sebentar untuk mengenang kembali daratan ling. mereka berjalan dengan tawa terbahak bahak karena teringat dengan kejadian menggelikan tadi, "hahaha, bagaimana bisa tangan pria itu lepas? kakak kau begitu kejam."tawa kristal cekikikan dengan air mata yang keluar, "percaya lah, adik. kakak bahkan tak mengeluarkan banyak tenaga tadi, entah mengapa tangan nya bisa lepas dengan mudah."jawab hong yang kembali mengingat kejadian tadi, kalau dipikir - pikir ini adalah pengalaman pertama nya mencabut tangan seseorang.
__ADS_1
Mereka tertawa dan terus melangkah, tak sadar mereka malah sampai disebuah rumah dengan gang kecil menuju dalam. samar - samar terdengar suara ******* orang yang sedang bercumbu. "kakak, itu suara apa?" tanya kristal memajukan telinga nya untuk mendengar suara itu lebih jelas lagi
Hong dan bong tersadar dengan suara tersebut, dengan cepat mereka menutup telinga dan juga mata adik mereka, "ya ampun, siapa itu? mereka sudah mencemari adik ku yang begitu polos." kesal bong sambil menutup kedua telinga adik nya, "dasar tidak tahu malu, mereka sepertinya tak pernah belajar tata krama."timpal hong lagi dengan menutup kedua mata adik mereka
"Asal kan kalian tahu, aku adalah seorang ratu nya dulu." batin kristal cekikikan, namun dengan cepat kristal melepas kan tangan kakak nya dari telinga mau pun mata milik nya. "kakak, ini adalah berita besar." ujar kristal semangat kepada kedua kakak nya
"Berita besar?."serempak mereka melihat kristal dengan ekspresi wajah bertanya tanya. kristal dengan segera menarik tangan mereka dan menyeret ikut bersama nya, kedua nya sangat penurut dan setia mengikuti langkah sang adik
Tak lama mereka sampai di sebuah semak semak yang mengarah pada dua orang pria dan wanita yang saling bercumbu. "adik mengapa kau mengajak kami kesini? ayo pulang."ajak hong sedikit kesal karena ia sangat jijik melihat pemandangan memalukan didepan nya. "diam lah adik, lihat lah siapa itu? dia adalah putri mahkota, anak dari pemaisuri klan guso." bisik bong menjelaskan pada hong, kristal mengangguk sambil melihat pemandangan didepan nya
Suara mereka terdengar begitu menggelikan, "sayang, kau sangat cantik dan bahkan sangat menggairah kan sehingga bibir ku sudah tak tahan lagi ingin melu*mat bibir mu."ujar si pria dengan manja sesambil mencium sang putri mahkota, "ja- jangan seperti itu, aku malu." ujar putri mahkota merona dan menunduk malu malu. kedua nya terus melakukan hal hina itu, kristal dan kedua kakak nya sedang tersenyum seolah memikirkan pikiran sama di otak mereka
"Apakah kalian memikirkan apa yang aku pikir kan?" senyum kristal kepada kedua kakak nya, "ya, jadi apakah kita lakukan sekarang?" tanya hong tersenyum licik sambil meraih sebuah balok kayu besar yang tergeletak ditanah,"kenapa tidak? kau yang pukul, sementara aku dan adik akan menggotong tubuh mereka ke tengah tengah kota." jawab bong tersenyum licik dan membagi tugas masing masing
Hong mengangguk mengerti dan akhir nya berdiri mengikat sapu tangan seperti sebuah cadar lalu mengambil balok kembali dan maju kearah dua orang kotoran itu. mereka tak sadar dan masih saja melakukan zina dan lupa dunia, dengan cepat hong memukul belakang pria itu sehingga pingsan dan tak sadar kan diri. "si - siapa kau?" tanya putri mahkota begitu ketakutan dan meraih baju nya kembali, namun dengan cepat hong juga turut memukul putri mahkota sehingga pingsan dan tergeletak ditanah."salah sendiri, mengapa melakukan hal yang begitu memalukan? jangan salah kan diri ku untuk berprilaku kejam pada kalian!"maki hong menendang tubuh sang pria
"Kakak, adik, keluar lah." panggil hong melepas sapu tangan nya, kedua nya keluar dan saling memandang satu sama lain, "apakah kita lakukan sekarang?"tanya kristal tersenyum licik. ini begitu menyenang kan, ketiga nya pasti akan selalu mengenang masa - masa seperti ini, dan apa bila long mengetahui hal tersebut,, ia pasti akan sangat menyesal karena tak bisa melakukan hal yang begitu menyenang kan
Direncana awal, mereka hanya ingin mengerjai klan adipati saja. akan tetapi siapa yang menyangka jika mereka bertemu hal besar yang bisa saja mempermalukan klan guso. kristal dan bong dengan cepat memapah tubuh kedua nya di tengah tengah kota yang biasa nya akan banyak rakyat ling berlalu lalang,
Tak lupa kristal memberi sebuah sentuhan sedikit pada kedua nya, dia dengan sengaja melepas jubah putri mahkota dan hanya memperlihat kan sebuah baju dalam seperti sebuah kemban. sedang kan untuk para kakak nya, kristal menyuruh untuk melucuti celana dan baju pria itu sehingga menyisakan baju dalam nya saja. dan tak mungkin jika ia melakukan hal tersebut, kedua kakak nya pasti akan mempelototi nya dan akan memarahi nya
"Hal ini agak sedikit kejam, tapi ini pantas untuk mereka dapat kan."maki hong menendang kaki pria itu, "ini tak seberapa kakak, mereka telah menghancurkan keluarga kita."ujar kristal tersenyum namun dengan nada yang begitu tajam. kedua kakak nya sangat mengerti apa yang sedang dipikir kan oleh adik perempuan nya itu, mereka hanya diam dan akhir nya bong tersenyum dan mengajak kedua adik nya untuk pulang kerumah
"Lebih baik kita pulang, pasti bunda dan ayah akan sangat mengkawatirkan kita."ujar bong agak sedikit cemas, dan kedua nya segera tersadar dan segera mendekat satu sama lain.
__ADS_1
Bersambung...
Spesial hari minggu, 2044 kata.