PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
KAU MAU MAIN?, TAPI JANGAN BERTERIAK!!


__ADS_3

Linse berjalan sendirian ditengah hiruk pikuk para pengunjung/peserta, dia melangkah kearah yang belum tentu akan dia tuju. Pandangan nya kosong dan nampak masih berperang dengan pikiran nya sendiri.


Tak jauh disana, terdapat Kristal yang sedang duduk bersama saudara nya sambil menunggu acara akan dimulai. Linse menoleh pada Kristal, dia melihat Kristal dengan tatapan sendu namun bercampur kesal.


Dia melangkah ke arah sana, entah apa yang akan dia lakukan. Dia berhenti tepat di depan Kristal yang baru saja tertawa ria, senyuman diwajah Kristal luntur saat melihat Linse.


"Aku ingin bicara pada mu, ikut aku." Ajak Linse terdengar sedikit tidak sopan.


Long dan kedua adik nya memicing pada Linse, namun Kristal menyadari kekesalan ketiga kakak nya itu.


"Kakak, aku akan bicara dengan nya sebentar. Tunggu aku." Ucap Kristal dengan cepat menarik tangan Linse untuk pergi dari sana.


Mereka pergi meninggal kan ke empat orang yang sedang kebingungan. Bong menatap pada Hong, "Mereka itu sebenarnya berteman atau musuhan?" Tanya Bong. "Kau bertanya pada siapa, kau saja tidak tahu apa lagi aku." Jawab Hong ketus.


**


Mereka berdua pergi ketempat yang sangat sepi, di samping jalan kecil. Kristal melepas tangan Linse lalu melipat kedua tangan nya didada sambil melihat menyelidik pada Linse.


"Ada masalah apa? katakan aku tidak punya waktu." Ucap nya mendesak sambil berpura-pura memainkan kuku.


"Meili ingin membunuh mu," Ucap nya tanpa basa-basi langsung mengungkap kan niat jahat Meili.


Kristal terlihat biasa saja, dia tidak bereaksi apapun. "Lalu?" Tanya nya menaikan alis.


Linse menyipit kan mata nya, dia heran mengapa gadis di depan nya ini tidak mengeluarkan reaksi apapun. "Kau tidak terkejut?" Ucap nya heran.


"Huft...Aku sudah tahu jika Meili ingin membunuh ku. Bahkan setiap napas nya selalu saja berharap kematian untuk ku." Jawab Kristal namun terdengar sedikit sendu. Saat dia tahu jika dia memang berasal di dunia ini, dia mengerti jika diri nya dan Meili memiliki hubungan keluarga walau pun tak memiliki darah yang sama, dia sangat sedih karena mereka membenci dirinya. Dia hanya butuh pengakuan, dan bertekat untuk membersih kan nama sang ibu dimata Xifeng.


"Cih! sungguh banyak sekali yang membenci mu, maka nya jangan jadi gadis yang menyebal kan!" Ketus Linse masih sempat untuk mengejek Kristal.


Kristal memanyun kan bibir nya, namun dia nampak teringat akan sesuatu.

__ADS_1


"Tunggu dulu... mengapa kau begitu perduli pada ku, biasa nya kau selalu saja bersikap dingin pada ku dan ingin mencakar ku apa bila kita bertemu? Kau punya rencana apa?" Tanya Kristal tidak yakin sambil melihat Linse dengan curiga.


"Aku... aku hanya tidak ingin berhutang budi pada mu, kau sudah menyelamat kan hidup ku dan peduli tentang hidup ku. Aku, aku bukan lah tipe orang yang suka berhutang budi." Jawab Linse gagu dengan tingkat kearoganan yang tinggi.


Kristal menelan ludah nya sendiri, dia menggaruk kepala nya karena tahu alasan Linse membantu diri nya. "Aku pikir apa." Gumam nya.


"Hemm biar aku ingat-ingat dulu, apakah pada saat kau disekap oleh organisasi gelap?" Tanya Kristal..


...Flashback on...


Kristal sedang berjalan-jalan santai menuju pulang ke kediaman ates setelah seharian main di pasar kota. Dia bersenandung ria dan berjalan sedikit jingkrak, namun tak sengaja diri nya mendengar suara perkelahian di sebuah gang sempit. Dia berhenti lalu mengendap ingin memastikan apa yang terjadi disana.


"Waw apakah akan ada tontonan gratis disini? Aku akan melihat nya." Bisik Kristal lalu mengintip sedikit. Mata nya melotot tatkala melihat seorang gadis yang dia kenal, gadis itu adalah Linse.


Linse sedang bertarung bersama dua pria berpakaian hitam dengan sebuah belati naga. kristal berdecak kesal saat melihat jika mereka adalah para organisasi hitam yang pernah membakar nya dulu.


Linse dengan usaha yang keras mencoba untuk bertahan walau mengandal kan sihir seada nya. Dia sudah mengalami banyak luka, Kristal sungguh tidak tega melihat nya.


"Berani nya sama perempuan! dasar pengecut!" Hardik Kristal membelakangi Linse.


"Hahahhaha, siapa gadis tengil ini! Tapi tidak apa, sekarang kami memiliki satu orang lagi untuk dibawa sebagai santapan tuan. Mati lah kau." Ucap pria itu sinis lalu berteriak menyerang Kristal.


Kristal dengan mudah menghindar lalu melempar kan serangan pada pria itu, dia mengeluarkan aura nya sehingga berbentuk bola api besar lalu melemparkan bola api itu kearah sang pria.


BUAMMMMM


DRUKKK


Pria itu terkapar, perut nya bolong dengan sebuah asap hitam di lingkaran bolongan perut nya. Sang rekan terlihat tidak terima melihat rekan nya itu telah dihabisi oleh Kristal.


"Bajingan! siapa kau, memangapa kau ikut campur kedalam urusan kami? Mati lah kau gadis sialan!" Teriak nya menyerang Kristal menggunakan belati naga dan mengunuskan belati itu kearah dada Kristal.

__ADS_1


"Dasar cunguk bajingan ini!" Gumam Kristal lalu menangkap tangan pria itu dengan mudah.


Dia meremas tangan pria itu sekuat kuat nya lalu memulas kebelakang, "Sa-sakit... lepas kan tangan ku!"Pekik pria itu kesal sambil terus memberontak.


"Kau tahu sakit juga ya, aku pikir anggota organisasi gelap tidak akan bisa merasakan sakit." Sarkas Kristal dengan berbisik sinis pada pria itu.


"Dari mana kau tahu jika-jika aku berasal dari organisasi gelap! Si-siapa kau!" Pekik pria itu lagi.


Kristal menutup kuping menggunakan jari, dia sangat kesal mendengar suara teriakan pria ini. "Aihh diam kau sialan! Kau terus berteriak seperti orang bodoh, tenang lah dulu. Aku tidak akan menyakiti mu, aku hanya ingin bilang jika aku pernah menjadi korban kejahatan kalian! Dan anggap saja sekarang aku sedang balas dendam." Ucap nya sedikit menyelipkan candaan.


Seperti nya wanita ini bukan lah wanita sembarangan, sekarang apa yang harus aku lakukan!


Batin pria itu sudah buntu dan tidak bisa memikirkan apapun. Mau menyerang menggunakan energi gelappun sudah tidak bisa dia lakukan, karena dia telah merasakan jika aliran energi nya sudah serputus.


"Jawab aku, apa yang akan kau lakukan pada gadis di belakang ku? Apakah kalian sedang mencari tumbal untuk menghidup kan kembali iblis itu?" Tanya Kristal tanpa basa basi lalu semakin mempererat cengkraman tangan nya.


"Sial! darimana kau tahu rahasia kami? siapa kau dasar bajingan, cepat beri tahu pada ku!" Pekik pria itu lagi.


"Damn*.. aku bilang jangan berteriak pada ku, aku sudah mengatakan nya pada mu! kenapa kau masih mengeyel hah, dasar pria tidak tahu diri." Kristal kesal lalu mencekik leher pria itu menggunakan sebelah tangan nya yang masih menganggur, tubuh pria itu terangkat dengan kaki berkepak kesakitan.


"Terima ini dasar bodoh! salah siapa kau berteriak pada ku, kau dan organisasi mu sama rendah nya!" Maki kristal semakin mengerat kan cekikan nya sehingga sang pria sedikit terkulai dan mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya.


Pria itu memberontak lesu sampai terasa jika kaki nya tak lagi bergerak, dan pingsan tidak sadarkan diri.


Kristal sadar lalu melepas kan tubuh pria itu sehingga jatuh menghantam tanah dengan keras.


BRUKK


"Aku sudah memperingat kan diri mu! Kau tidak mau dengar ya sudah!" Ucap Kristal lagi sambil menginjak-injak tubuh pria tersebut.


Dia menendang tubuh pria itu tanpa ampun sampai pria itu melayang menghantam dinding. "Makan itu! kematian cocok untuk mu!" Ucap nya melontar kan segelintir cacian.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG^^^


__ADS_2