PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
merusak suasana


__ADS_3

Semua nya mulai berbaris begitu rapi, sementara Kristal dia berdiri didepan para murit senior nya.


Kristal melihat satu persatu dari mereka, dan mulai menunjukan seringaian.


"Dalam pertarungan ada tiga tehnik, yaitu menyerang, bertahan, dan menghindar. Namun aku ketahui jika di perguruan ini hanya memakai tehnik bertahan. Jika aku boleh memberi saran, tolong ubah cara berlatih kalian mulai dari sekarang,, karena pertahanan juga tidak akan bisa mengalahkan para murit perguruan awan."


"Sesuai yang aku ketahui, jika ada 3 orang yang berada dalam tingkat Emperorr. Apakah kalian bisa maju?" Ucap Kristal menyuruh orang-orang yang memiliki tingkatan kekuatan emperorr.


Tak lama dua orang maju mendekat kearah Kristal, kristal cukup terkejut melihat nya.


"Kak Tiamo, kak Uno..jadi kalian?" Ucap Kristal termenung melihat kedua murit senior yang begitu baik ini.


"Ya! kami seorang murit tingkat emperorr," Jawab Uno tersenyum pada Kristal.


"Waw, hebat. Baiklah, pas sekali karena kakak sudah mencapai tingkat emperorr maka kalian berdua harus berdiri didepan mengikuti gerakan ku. Begitu juga kalian, kalian cukup mengkuti gerakan ku dan menghapal nya." Ucap Kristal.


"Baiklah," mereka menjawab dengan serempak.


"Kita mulai sekarang," Ucap Kristal memasang kuda-kuda.


"Seperti yang kita ketahui, setiap ingin bertarung pastikan kaki kita terbuka membentuk kuda-kuda pertahanan. Buat tangan dengan posisi ternyaman kita dalam menyerang musuh. Kalian harus fokus kan pandangan kalian kearah depan atau musuh, karena dalam bertarung kita harus jeli dan tak boleh kemalingan. ok, ikuti gerakan ku." Jelas Kristal mulai membuat gerakan-gerakan yang diawali dengan gerakan yang mudah dan semakin diakhiri dengan gerakan yang cukup sulit dan menantang.


Semua murit mengikuti nya, dan kristal sudah tiga kali mengulangi gerakan tarung itu agar para murit mengingat gerakan nya dan bisa mempraktekkan nya sendiri.


"Hebat, kalian sudah menguasai dengan cepat. Dan satu lagi, rahasia jika mendesak,, berteriak lah sekuat-kuat nya agar itu bisa membuat lawan kehilangan konsentrasi dalam bertarung." Jelas Kristal lagi membuat gerakan meninju udara, melompat keudara sambil melayangkan sebuah tendangan.


PROK PROK PROK.


"Wah, kau hebat. Tapi masalah nya gerakan ini sangat sulit, akan tetapi kami janji jika akan belajar dengan sungguh-sungguh." Ucap Tiamo menyeka buliran keringat yang sudah membasahi wajah nya.


"Ya kami akan berlatih sungguh-sungguh." Sahut semua murit menunduk sebentar.


Kristal tersenyum melihat semangat yang membara dari mereka, namun senyuman manis ini berubah menjadi senyuman kecut.

__ADS_1


"Tapi... berlatih tehnik bertarung saja tidak akan cukup. Maaf jika aku mengatakan ini, akan tetapi... berlatih memperdalam kekuatan dalam juga sangat penting. Kita tidak akan menang jika hanya mengandalkan kekuatan Fisik." Jelas Kristal sedikit hati-hati takut jika ada yang tersinggung dengan penjelasan nya.


Mereka semua juga memikirkan hal ini, mereka terdiam dan melihat kearah bawah.


"Tapi, guru Piok dan guru Celin juga sudah mengajari kami dalam memperdalam ilmu dalam. Tapi kami tidak pernah bisa meningkat kan tingkatan kultivasi kami, kami hanya memperberat beban guru saja." Jawab salah satu murit.


"Kata siapa? Kalian bukan beban, hanya saja kalian belum bisa meningkatkan kultivasi karena kalian belum melakukan kultivasi panjang. Apakah kakak perguruan senior sudah melakukan kultivasi panjang?"


"Ya, kami melakukan kultivasi panjang atas saran dari para guru. mereka menyuruh kami, namun...hanya kami berdua dan adik pian saja yang mengikuti kultivasi panjang." Jawab Tiamo.


"Yang lain nya?" Kristal kembali bertanya.


"Kami tidak bisa, karena titik meridian kami terlalu lemah." Jawab salah satu murit didepan.


Kristal terdiam masih memikirkan sesuatu, dia bingung mengapa para guru di perguruan ini tidak mengajari cara nya memperkuat titik meridian? apakah mereka ini malas ataukah ada rahasia yang sedang mereka tutupi.


"Tapi para guru pasti tahu cara nya memperkuat titik meridian, lalu mengapa mereka tidak mengajari hal itu?"Tanya Kristal bingung dan mencoba mencari jawaban atas kebingungan tersebut.


"Karena kau terlalu banyak tanya, kau hanya tau memperkeruh suasan dan beromong besar!!!" Tiba-tiba saja Pian datang dari belakang disertai dengan jawaban tajam milik nya.


"Bagaimana murit iron sepertimu mengajari kami tentang cara nya bertarung? lelucon apa ini!!" Ucap Pian lagi disertai cibiran pedasnya.


Kristal hanya diam memandang datar kearah Pian, dia tidak ingin membalas ataupun meladeni Pian,, karena dia tahu jika Pian hanya sedang memancing amarah nya.


"Pian, apa yang kau katakan! Kristal memang seorang murit iron, akan tetapi dia memiliki tehnik bertarung yang jauh lebih hebat dari pada tehnik yang kau ajarkan pada kami!!" Jawab Xima tajam begitu kesal pada Pian yang sembarang beromong.


"Apa kau ingin mati!" Pian tidak terima, dia membentak Xima.


"Memang itu kenyataan nya! kau mempengaruhi kami untuk melakukan gerakan bertahan! Aku hanya berucap fakta." Balas Xima lagi jelas tak terima jika Pian membentak diri nya tadi.


"Gadis ini...." Pian maju hendak ingin menyerang Xima, namun langkah nya dihentikan oleh Tiamo dan Uno.


"Senior." Lirih Pian melihat tubuh tinggi menjulang didepan nya.

__ADS_1


"Adik junior, kami mengerti jika kau tersinggung dengan ucapan adik Xima. Tapi sangat dilarang keras jika kau menyakiti adik Xima diluar latihan! kau bisa dijatuhi hukuman oleh Master Tauxing."Jelas Uno datar merentangkan tangan untung menghadang pergerakan Pian menuju Xima.


Keadaan menjadi rumit, Kristal benar-benar tidak bisa mengharapkan ini.


"Hey berhentilah, mengapa kalian menjadi berdebat seperti ini! Baiklah aku mengaku salah, tak seharusnya diriku menanyakan hal tersebut." Ucap Kristal tidak enak hati.


"Sebaiknya kau diam! Semenjak kedatanganmu, keadaan perguruan ini menjadi suram! kau pembawa sial disini, dan tak seharusnya kau berada disini!" Pekik Pian kesal.


Kristal membesarkan mata nya, dia begitu terkejut melihat sikap yang dikeluarkan oleh Pian.


Eh dasar bajingan gadis ini, bisa-bisa nya dia mengatai aku pembawa sial! akan aku tarik rambutmu!!


Kristal membantin sambil melihat pada Pian, ingin sekali dia maju untuk sekedar menyatukan kuku panjang nya kekulit wajah milik Pian.


"Pian, kau tidak boleh bicara seperti itu!" Tegur Suan ikut kesal pada Pian. Dia maju membelakangi tubuh Kristal dan melihat tajam kearah Pian.


"Dia tidak salah, tapi mengapa kau memarahi nya? Dia hanya mengajari kami tehnik bertarung yang benar, dan hanya itu!" Sambung Suan lagi mencoba untuk membela Kristal.


"Benar! adik junior Kristal hanya mengajari kami cara bertarung yang benar! tidak pantas kau berbicara begitu kasar pada nya! Kau merusak suasana latihan kami!" Ucap salah satu pria yang ada ditengah.


"Benar!"


"Betul sekali, kau hanya merusak suasana!"


"Kau merusak segala nya!"


Mereka turut merasakan kesal karena Pian telah merusak suasana latihan mereka.


Kalian... terimakasih.


"Mengapa kalian begitu percaya pada anak baru ini! aku adalah murit lama, tapi mengapa kalian tidak percaya pada ku! Kalian ini menggap diriku ada atau tidak!" Pian bertanya dengan kecewa sembari menggenggam erat jari-jemari nya.


Dia memandang penuh dendam kearah Kristal.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG^^^


__ADS_2