PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
CHAPTER : SESEORANG YANG DIRINDUKAN


__ADS_3

Mentari berganti rembulan


Disebuah ruangan gelap tanpa pencahayaan sedikit pun, kristal sedang duduk membentuk bunga lotus mekar. Wajah nya terlihat serius dikala itu,


Kening nya menyeringit, keringat membasahi wajah nya. namun perlahan, ekspresi wajah nya menggambarkan ekspresi kesakitan.


Tanpa sadar, dia merintih dan kemudian kehilangan kesadaran nya.


.


.


Diperlihat kan, sebuah taman dengan berbagai jenis tanaman obat. Kristal berdiri diatas rumbuhan tanaman lotus emas, dia berkililing melihat kesekitar.


Pandangan heran nya itu di arah kan kesebuah bayangan wanita cantik nan rupawan.


Selendang nya menari nari terciup oleh angin, wajah cantik dan pandangan sendu nya ter arah ke langit dengan kumparan bintang - bintang


Manik manik mata nya terlihat sangat jelas. perlahan kristal mendekat, dengan segala keingin tahuan nya dan rasa yang peka terhadap hal tersebut


"S-siapa itu,? mengapa aku merasakan perasaan nyaman saat melihat nya?" gumam kristal. mata indah nya itu terus tertuju kedepan dan kaki yang dituntun untuk berjalan kearah sang wanita


Namun disaat kristal hendak mendekati wanita misterius itu, sang wanita menoleh pada kristal. dia membesarkan kedua mata nya lalu berlari ke arah kiri.


Kristal bingung mengapa sang wanita malah berlari saat melihat nya, dia bergegas mengejar sang wanita tersebut lalu berusaha menggapai sang wanita


"Tunggu, mengapa kau lari." teriak kristal berusaha menghentikan sang wanita


Wanita itu hanya diam tanpa menjawab sedikit pun, dia terus berlari dan berlari. buliran air mata tertinggal dan jatuh tepat di pipi kristal.


Kristal terus mengejar sang wanita meski tak tau apa alasan nya. kristal menyeka air mata wanita tadi dari pipi nya


"Tunggu aku, mengapa kau lari? berhentilah." teriak kristal terus mengejar sang wanita. sedikit, sedikit saja kristal hendak mendapati tangan kanan wanita itu,, dia meraih nya dan tersenyum

__ADS_1


Namun perlahan wanita itu mengilang berubah menjadi kumparan kunang kunang lalu berterbangan ke udara.


Kedua mata kristal membesar, dia tersungkur kedepan. pandangan nya tertuju arah bawah, nafas nya terdengar tak beraturan


GLEK


Buliran air mata jatuh ke kumparan rumput hijau, perlahan terdengar isak tangis dari kristal.


Nafas nya tercekat, tangan kanan nya memukul mukul tanah sementara tangan kirinya memukul dada yang sesak itu...


"MENGAPA.... MENGAPA TUHAN. D-DADA KU SESAK, MENGAPA KAU SEKEJAM INI,? MENGAPA........." teriak kristal sekencang kencang nya, air mata membanjiri wajah nya


Tangan kirinya mengenggam dan memukul mukuli dada nya, "hiks hiks, i-ibu. ibu..." lirih nya terselungkup dan tak lama kristal kembali kehilangan kesadaran nya.


____


Masih di tempat yang sama, namun langit terlihat cerah dan matahari kini telah mengambil alih peran rembulan


Perlahan gerjaban mata kristal terbuka. hal yang pertama dia lihat iyalah sebuah bunga lily perak yang sangat besar dari ukuran normal nya, perlahan kristal bangun lalu mengucek mata nya.


"Lalu bunga apa ini,? sepengingat ku, aku tak melihat bunga ini saat malam itu....."


Gumam kristal kembali sampai dia teringat akan sesuatu, "Wanita itu, siapa dia? mengapa saat malam itu aku merasakan hal yang tak asing?." gumam nya. terdapat tanda tanya besar dikepala nya.


Perlahan tangan nya bergerak meraba bunga lily yang sangat besar, didepan nya. Bunga itu merunduk seakan ingin melayani kristal, kristal sedikit kaget lalu melanjutkan meraba bunga lily itu


"Kau sangat, aneh! namun tak dipungkiri jika kau juga indah. Mengapa tiba tiba kau berada disini?" tanya kristal pada bunga lily itu


"Ukuran mu sangat besar, seperti nya kau bukan bunga lily sembarang! bersembunyi lah, sebelum ada yang menemukan mu lalu memetik mu."suruh kristal tersenyum.


Namun tanpa sadar, saat dia menyentuh bunga tersebut,, bunga itu menyalurkan sebuah energi besar yang bahkan tak disadari kristal sama sekali.


Dia hanya merasakan perasaan nyaman saat bersentuhan dengan bunga tersebut. bunga itu terangguk seolah mengerti perkataan kristal

__ADS_1


"Pintar." puji kristal


"Kelopak mu sangat halus, dan aneh nya aku tak mau berhenti meraba diri mu." tutur nya menghela nafas


"Namun, sayang nya aku harus berhenti. Aku harus pulang dan kembali melanjut kan kultivasi ku, maaf ya." ujar kristal pamit


Walau terpaksa dia harus tetap pulang dan melanjut kan kultivasi nya.


Bunga tersebut perlahan menunduk seolah sedih karena ditinggal kan oleh kristal


"Mengapa? kau sedih? jika diperboleh kan, mungkin aku akan mengunjungi mu disini. tapi dunia ini bukan lah milik ku, aku hanya sedang tersesat dan kau tau itu. aku harus pergi, aku pamit." pamit kristal lalu dia menunduk pada bunga tersebut.


Perlahan kristal mengilang, dari dunia itu. sang bunga tiba tiba saja menoleh pada tempat kristal pergi se akan bunga tersebut memiliki sebuah nyawa


Perlahan bunga itu memudar dan mengilang dari sana. ciupan angin berhembus dan melayang kan sebuah daun perak lalu daun tersebut beralih ke tempat kristal berada.


Tanpa sadar, kristal terus melakukan kultivasi nya. daun tadi melayang dan jatuh tepat di depan kristal.


Langit masih setia bersanding dengan rembulan, ruangan tempat kristal sedang berkultivasi terlihat sangat gelap tanpa penerangan sedikit pun.


Kening mulus nya dibasahi dengan peluh keringat.


Perlahan letupan letupan aliran energi Chi terdengar dengan disandingi sebuah cahaya yang keluar dari dalam tubuh kristal. cahaya tersebut perlahan menyelimuti seluruh tubuh kristal lalu menyatu dengan energi Chi dan aliran sihir milik kristal


Kristal merintih saat merasakan sakit dan panas pada punggung nya. kening nya mengerut namun dengan mata yang masih saja setia terpejam


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


note : Kemungkinan Chapter 57 akan up besok, saya mengatur waktu terbit pada tanggal 23. terima kasih untuk waktu nya


...O(≧▽≦)O...


__ADS_2