PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
SESALAN KRISTAL


__ADS_3

Kristal memuncul kan senyum jahat nya, dia menghampiri Meili. "Hay," Sapa nya seolah baru mengenal.


Semua mata tertuju pada mereka berdua, Meili masih Enggan ingin menjawab sapaan Kristal.


"Dia sangat sombong, bagaimana dia tidak menyambut sapaan dari nona Kristal."


"Siapa gadis itu! dia tidak memberi muka pada nona kristal."


"Apakah mereka sudah saling mengenal."


Semua orang masing-masing mengeluarkan pendapat mereka, sementara permaisuri sedang melihat meili dengan menyelidik.


"Ada apa dengan meili." Monolog nya bingung.


Meili menggenggam erat baju nya, dia sangat kesal karena tidak mungkin diri nya berdiam cukup lama didepan seluruh mata yang memandang sinis.


"Akhhh, jika saja tidak ada orang maka aku akan menjambak rambut mu!" Teriak meili kesal dalam hati.


"kena kau!" Ejek Kristal.


Meili mulai mengangkat pandangan nya, dia perlahan menimbul kan senyuman di wajah nya, walau terlihat begitu jelas jika senyuman itu begitu palsu.


"Hay, senang bertemu dengan mu, lagi!" Sapa nya dengan menekan kalimat akhir.


Kristal hanya tersenyum lembut, dia Kemudian berbalik arah pada permaisuri dan juga haocun. Haocun melihat kristal dengan menyelidik, dia bingung mengapa kristal mengeluarkan aura nya pada saat berhadapan dengan meili.

__ADS_1


"Lagi? apakah mereka sudah saling mengenal?"


"Lihat lah, betapa bodoh nya wanita itu! aku melihat senyum palsu diwajah nya."


"Kenapa dia ada pada altar tamu kerajaan, sebenar nya siapa dia?"


Mereka semua lagi-lagi mengeluarkan pendapat mereka, permaisuri dan kaisar saling memandang dan kemudian mengalih kan pandangan pada kasim besar.


Kasim mengerti dengan pandangan itu, dia melihat kearah para tamu dan kemudian mulai berteriak.


"JAGA BICARA, TOLONG HORMATI KAISAR DAN PEMAISURI!" Teriak kasim secara tegas sehingga membuat ruangan hening seketika.


"Disini, pada malam yang begitu cerah aku ingin mengumumkan keberhasilan kita semua dalam menumpas kejahatan yang hampir terjadi di kekaisaran Muo. Dan aku disini, ingin mengucap beribu-ribu terimaksih pada nona Kristalia ates, karena telah memberi kabar yang sangat penting kepada pihak yang seharus nya bersangkutan." Ucap lantang sang kaisar tersenyum begitu puas.


"Maju lah, nak." Suruh permaisuri pada Kristal.


Kristal maju, dengan langkah anggun dan ekspresi wajah yang tenang. Dia memberi hormat pada kaisar dan permaisuri


"Berkah buat hamba yang mulia." Ucap Kristal.


Dia menghadap pada puluhan tamu undangan, dan kemudian tersenyum sangat tulus.


"Senang bertemu dengan kalian, aku Kristalia ates ingin mengucap kan terima kasih karena semua orang menyambut ku dengan sangat baik. Ini adalah suatu kehormatan untuk ku." Ucap Kristal lantang dengan percaya diri yang tinggi, lalu dia melirik Meili dengan ujung mata nya, maksut mengejek.


"Sial! apa maksut nya melihat diri ku seperti itu!" Teriak Meili kesal bukan main.

__ADS_1


...- Lima belas menit bejalan -...


Acara sudah berakhir, kini para tamu undangan sudah berpulang pada kediaman masing-masing. Permaisuri, kaisar, Haocun, meili, linse, dan kristal sedang berada di depan istana.


Mereka bermaksut ingin mengantar kepulangan Kristal yang sudah berada tepat di dekat kereta kuda nya. Kristal tersenyum lalu melambaikan tangan,


"Aku pergi dulu, senang bertemu dengan kalian." Pamit kristal menunduk sedikit.


"Jaga diri mu, jika ada kesempatan aku akan mengundang mu ke perjamuan teh." Ucap permaisuri yang nampak senang dengan Kristal.


"Ya benar nona kristal, aku akan senang jika melihat mu sering berada di kerajaan ini."Kata Meili ini terdengar penuh akan racun yang mematikan, dibenak Kristal dia ingin sekali meremas wajah meili yang tidak tahu malu!


"Hmm, dengan senang hati." Ucap Kristal menanggapi.


"Hiuhh, dua gadis yang sangat menyebal kan!" Batin Linse menunjukan ekspresi wajah jiji yang begitu mendalam, seperti nya jika tidak ada orang dia akan berduel dengan Kristal dan meili.


Tanpa berlama-lama, Kristal dengan segera menaiki kereta kuda itu. Dan kemudian kereta itu segera berjalan setelah si kusir mendapat perintah dari Kristal.


Di dalam kereta itu, Kristal terlihat sedang menarik nafas perlahan lalu membuang nya juga dengan perlahan, dia melakukan dengan berulang. Dia bersandar pada sandaran kereta yang cukup empuk dan nyaman, dia meletakan tangan nya menutupi mata.


"Aku sudah berusaha mendorong diri sampai sejauh ini! Sikap ku setelah memasuki dunia pararel ini, berubah sangat jauh! Aku rindu Kristal yang dulu, yang selalu tersenyum, centil, dan narsis. Namun apa daya, keadaan lah yang membuat ku seperti ini." Keluh nya dengan perasaan yang dalam.


"Sangat sulit mengembalikan sikap ku, apakah ini ada hubungan nya dengan kekuatan ditubuh ku? Aku akan bertanya pada cacing kecil, mengapa sebuah aura bisa mempengaruhi sikap seseorang." Monolog nya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2