
Didekat danau, sebuah pamparan cahaya terlihat. Muncul 4 penampakan manusia, mereka adalah para guru dan master perguruan tauxing.
Mata kalut itu langsung tertuju kesekitar, dan terlihat mayat hewan sihir yang sudah dibunuh oleh Kristal, Uno dan Tiamo sebelumnya.
"Apakah mereka yang telah membunuh hewan sihir air ini?" Master tauxing bertanya dengan sangat penasaran.
"Ya, aku rasa juga begitu. Lihatlah ikan yang ada dijaring itu. Kemungkinan mereka baru saja menangkap ikan." Sahut guru celin.
"Tapi dimana mereka sebenarnya?" Sahut lagi guru Piok.
Terdapat tanda tanya besar dikepala mereka, mereka terus saja mengamati keadaan sekitar.
"Apa... jangan-jangan mereka berada didalam hutan terlarang?" Guru Lebin teringat sesuatu, dia sangat khawatir jika ketiga muritnya itu memasuki hutan terlarang yang pernah membuat dirinya hampir celaka.
Master tauxing menoleh, dengan kalutnya. Kekawatirannya itu semakin bertambah saat guru Lebin membuat asumsi jika ketiga muritnya itu memasuki hutan terlarang.
"Tidak mungkin, Tiamo dan Uno pasti sudah tahu tentang larangan itu. Mereka akan memberi tahukan larangan itu pada Kristal." Bantah guru Celin.
Tidak ada yang tahu, mereka terus saja berperang dalam pikiran mereka.
Master tauxing mencoba untuk merasakan energi chi milik ketiga muritnya itu, akan tetapi dia tidak bisa merasakannyan.
"Ayo kita cari disekitar hutan terlarang, aku mempunyai firasat jika mereka berada disekitar sana." Ajak master tauxing.
"Tapi hutan itu sangat berbahaya," Protes guru Piok khawatir.
"Kita tidak perlu masuk, kita hanya perlu memastikan apakah mereka bertiga ada disana atau tidak."
...****************...
Sementara itu, Kristal masih berjuang untuk membuka segel yang ada pada hutan terlarang itu. Dia terus saja melanjutkannya meskipun Tiamo dan Uno sudah sering menyuruhnya untuk berhenti.
"Ayolah kenapa kau sangat keras kepala!"
Tiamo sangat kesal, dia tahu jika Kristal sedang kesakitan,, akan tetapi Kristal sama sekali tidak memiliki niat untuk menghentikan kegilaan itu. Bagi Tiamo dan Uno itu sangat gila, mereka tidak akan pernah membayangkan betapa sakitnya itu.
Kristal tidak mendengarkan dia terus saja menyerap energi Chi yang ada pada batu tersebut.
Samar-samar ada sebuah suara yang menggelitik indra pendengarnya, suara itu begitu lembut dan menyejukan.
Segel satu terbuka, sebutkan satu keinginan mu wahai manusia.
__ADS_1
Kristal terkejut sesaat mendengar suara lembut itu, "Siapa kau?" Tanya Kristal dalam hati.
Aku adalah penunggu hutan ini. Kau adalah manusia special, jika boleh tau siapakah dirimu ini?
Suara lembut itu kembali terdengar, dan menanyakan status milik Kristal.
"Kau ingin tahu statusku?"
Ya! Tentu saja aku ingin. Kau adalah satu-satunya manusia yang tidak terpengaruh pada mantra segel, kau sangat special.
"Ck ck ck. Sekarang aku bertanya padamu, siapa yang menyegel hutan ini? Jika kau tidak menjawabnya maka aku tidak akan menjawab pertanyaanmu!" Kristal bicara dengan ketusnya.
Hahahahah, kau sangat cerdik manusia. Tapi, aku akan memberi tahu petunjuk padamu. Kau harus menebaknya dengan benar.
"Apa?"
Sebuah daun hijau, melayang-layang diterpa oleh angin. Timbul suatu perasaan dihatinya, namun dia tidak tahu apa itu. Dia ingin turun dan terbang melayang-layang, akan tetapi batang pangkal membuat harapannya pupus.
"Pertumbuhan manusia?"
Wah, kau sangat pintar wahai manusia.
Kristal mengerutkan keningnya, dia sangat kesal. Dia merasa jika suara misterius itu sedang mempermainkan dirinya.
Tenanglah wahai manusia. Baiklah, aku akan memberitahu sebuah fakta padamu. Hutan ini adalah sebuah hutan tanaman obat, terdapat berbagai tanaman obat langka dan beharga didalam sini. Sang pemilik dahulu menyegel hutan ini, agar tidak menjadi perebutan antara manusia serakah.
"Hanya tanaman obat? Cih, jika hanya itu akupun juga punya! Dan itu jauh lebih hebat, kau tahu siapa pemilik hutan itu terdahulu? Dia adalah seorang dewi bulan, ibu kandungku!" Ucap Kristal begitu sombong karena memiliki ibu sehebat dewi bulan.
Hahaha, jangan bercanda manusia. Dewi bulan adalah tuanku! Dia adalah pemilik hutan ini, bagaimana bisa dia menjadi ibumu!
GLEKK
"Bagaimana bisa! Dia adalah ibuku! Kau perlu bukti?" Kesal Kristal.
Dewi bulan tidak mungkin memiliki seorang anak! Semenjak dia meninggalkan hutan dan diriku, dia tidak memiliki kabar apapun lagi,, dia menghilang! Dia tidak mungkinkan memiliki anak, hanya menghilang beberapa tahun!
"Dia menikah. Dia memilih untuk melanjutkan hidup bersama pria yang dia cintai! Tapi timbul sebuah anugrah. Dia melahirkan diriku tanpa bantuan dari suaminya. Itu faktanya, mau tidak mempercayai itu urusanmu!" Jelas Kristal.
La-lalu diaman dewi bulan? Mengapa dia tidak pernah mengunjungi aku lagi?
"Dia sudah meninggal, mengorbankan diri untuk dunia. Karena 8 pagoda mengalami bentrok, dan pada akhirnya timbul ketidak seimbangan." Jawab Kristal sendu, dengan suara sedikit bergetar. Mengingat kembali masa-masa yang begitu pedih baginya, itu sangat menyakitkan.
__ADS_1
Kristal terus memejamkan matanya, namun raut kesakitan tak lagi terlihat. Dia memutar tangannya dan melepas semua energi yang pernah dia serap itu.
Karena hutan ini milik ibuku, maka aku tidak boleh membiarkan hutan ini kehilangan mantra segelnya!
Batin Kristal kembali menyegel hutan itu, dan tidak membiarkan jika hutan itu kehilangan dinding pelindung.
Kau adalah dewi bulan yang baru, jadi apakah kau ingin membuat kontrak padaku? dewi bulan.
Suara misterius itu kembali bertanya dengan malu-malu. Sejujurnya dia ingin sekali bebas dari hutan itu, dia sudah bertahun-tahun terkurung disana.
"Hubungan kontrak? Tidak usahlah, jika kau ingin ikut aku ya ikut saja. Jika bicara tentang hubungan kontrak, aku tidak ingin!"
Benarkah? Aku boleh ikut denganmu?
"Ya tentu saja. Keluarlah, dan tunjukan ujudmu. Jangan lupa untuk membawa semua jenis tanaman obat yang ada disini."
Tapi semuanya berjumlah 5000 tanaman obat. Kau yakin ingin semua itu?
"Ya, karena perguruan tempat ku belajar sangat memerlukan tanaman obat itu."
Tak lama sebuah cahaya menerangi hutan itu, Tiamo dan Uno menutup mata mereka. Sebuah burung merak es muncul, dia begitu cantik dengan sayap-sayap es yang dia miliki.
Samar-samar, Kristal, Tiamo dan Uno membuka mata mereka, melihat pada burung merak es itu.
Betapa terkejutnya mereka, melihat penampakan burung merak yang sangat memukau itu.
"Salam untuk mu de____
"Ah kau penunggu hutan ini ya? wah kau sangat cantik sekali." Puji Kristal dengan senyum canggung, memutus perkataan burung merak tersebut.
"In-ini adalah penunggu hutan terlarang? Hewan si-sihir ini sangat indah." Tiamo sangat terpukau pada burung merak didepanya. Sangat indah, setiap helai bulunya begitu bercahaya.
"Sangat indah." Gumam Uno terpukau.
Burung merak itu hanya bisa tersenyum dengan manisnya, dia melihat pada Kristal dan mengangguk sedikit. Tiba-tiba burung itu menghilang dan muncullah tiga buah keranjang besar dengan sebuah tanaman obat didalamnya.
Tiamo dan Uno kembali dikejutkan, mereka tidak menyangka jika tanaman yang diromorkan hanya sebuah sejarah, kini sedang berada didepan mata mereka.
"Ini adalah hadiah yang deberikan oleh burung merak itu, untuk perguruan tauxing. Kita bisa mengambilnya." Jelas Kristal.
"Mengambilnya? Be-benarkah? Kau tidak bohong?"
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG^^^