
Setelah pertemuan yang menyebal kan itu, Kristal kembali melanjutkan jalan-jalan santai nya. Dia pergi kesana kemari hanya untuk menghambur kan uang, sungguh manusia yang tidak kenal kata berhemat.
Dia lalu pulang setelah dirasa puas untuk berbelanja kebutuhan nya, niat hati ingin mencari petunjuk akan tetapi malah tersangkut ke toko-toko pernak-pernik. Dia pulang dengan kondisi tangan yang sudah penuh dengan barang-barang yang dia beli.
***
Sudah larut sekali, di ruang makan kediaman ates semua orang sudah menyelesai kan makan nya, dan sekarang hanya tersisa Kristal dan juga Long dalam ruangan tersebut.
Kristal masih lahap menyantap makanan penutup, di temani oleh Long yang sedang menikmati semangkuk sup hangat.
"Ambil lah," Ucap Long sambil menyerah kan sebuah giok yang dia dapat dari Lebin.
Kristal menoleh lalu dengan heran mengambil giok itu dan memperhatikan lekat-lekat.
"Apa ini kak?" Tanya Kristal.
"Giok," Jawab Long dengan polos nya.
Kristal menghela nafas, dia menatap malas sang kakak.
"Kristal tahu jika ini adalah giok, Yang Kristal tanyakan apa kegunaan dari giok ini!" Ucap Kristal penuh penekanan dari setiap kalimat nya.
Ck!
Dia langsung meletakan giok itu lagi, lalu melanjut kan menyantap kudapan manis. Long bergeleng-geleng melihat sikap adik nya itu, dengan sabar dia berusaha menjelaskan.
__ADS_1
"Itu adalah giok pemberian salah satu guru tabib perguruan Tauxing di kekaisaran Xitang, dan kekaisaran Xitang berdekatan dengan negri Xingpu." Jelas Long.
Kristal terkejut, dengan cepat dia mengangkat giok itu lalu mengamati dengan seksama. "Kakak, kau jenius! Aku tidak harus bersusah-susah lagi untuk mencuri kesempatan agar bisa masuk kedalam negri Xingpu," Ucap Kristal antusias dengan kabar yang begitu mengembirakan.
"Kakak tahu jika kau akan senang," Ucap Long tersenyum.
**
Hari sudah semakin larut, Kristal memutus kan untuk tidur dan mengistirahat kan tubuh nya. Dia terbaring diranjang dengan keadaan telentang dan mata terpenjam, semakin nyenyak dia tertidur semakin sunyi kamar itu.
Perlahan sebuah cahaya mulai muncul, cahaya itu menutupi tubuh Kristal sehingga membuat Kristal tanpa sadar berada di dalam alam bawah sadar.
Perlahan gerjaban mata terlihat dan memperlihat bola mata yang langsung tersorot pada sebuah tempat yang di penuhi kumparang bunga dan tanaman obat.
Kristak terkejut, dia berputar mengamati tempat itu. Ini terasa tidak asing, Kristal sudah pernah kesinis sebelum nya
Dia begitu lama mengamati tempat itu, sampai tak terasa ada seseorang yang mendekat dari belakang. Kristal merasakan seseorang mendekat lalu menoleh dengan cepat.
"Siapa kau!" Kristal bertanya dengan nada dingin tatkala melihat seorang wanita cantik, wajah nya begitu menawan dan rambut bewarna putih. Terdapat sebuah cahaya yang berbentuk bulan sabib melayang di atas kepala nya. Gurat wajah nya kalut terlihat begitu jelas, dengan ragu wanita itu berbicara
"Na-nak, nak... sayang," Dia berbicara begitu takut seolah cemas jika Kristal tidak mengijin kan diri nya berucap seperti itu.
Kristal bingung mengapa wanita ini berprilaku seolah mengenal diri nya? Apa kah wanita ini ada hubungan nya dengan Ling ling? Dia merubah raut wajah dingin nya menjadi raut penasaran
"kau mengenal ku? apakah kau ada hubungan nya dengan rahasia itu? rahasia yang di sembunyikan oleh naga?" Tanya Kristal antusias.
__ADS_1
Wanita itu menunduk, dia begitu sedih melihat kepolosan dari Kristal. Rasa bersalah dalam hati nya begitu besar, dia sangat takut untuk mengungkap kan sesuatu kepada Kristal.
"Hey kenapa kau menunduk? Kau sedih?" Tanya Kristal lagi berusaha mengintip ke bawah.
Wanita itu perlahan mengangkat pandangan nya, sorot mata sendu itu tertuju kearah Kristal. Perlahan bibir nya bergerak ingin mengatakan sesuatu
"Aku ibu mu nak, aku adalah dewi bulan." Ucap wanita itu dengan secara langsung mengatakan jika dia adalah dewi bulan, ibu dari ling ling.
Kristal cukup terkejut mendengar nya, bukan kah dewi bulan sudah meninggal? lalu mengapa sekarang dia justru berada di hadapan nya
"Apa yang bisa kau lakukan agar aku percaya pada mu?" Tanya Kristal.
"K-ktistal," Panggil wanita itu lirih
"Bagaimana kau tau nama asli ku? apa jangan-jangan kau sudah tahu jika aku bukan lagi Ling ling tapi melain kan Kristal yang berasal dari dunia lain? Kau pasti sudah mengetahui nya!" Kristal berucap begitu mendesak seolah-oleh menuntu jawaban dari wanita di depan nya.
"Bagaimana aku bisa menjelas kan ini pada mu, sebenar nya.. sebenar nya.. kau dan ling ling adalah satu orang. Kalian satu, ling ling adalah bayangan mu dan kau adalah tubuh nya. Kalian adalah satu, kalian anak ku... Kau anak ku, aku mengirim mu ke dunia itu lalu menitip kan pada kasim dunia bulan.." Wanita itu menjelas kan dengan isak tangis yang memilukan hati, dia jatuh terkesimpuh di tanah dengan perasaan yang begitu sakit.
Kristal terdiam mematung, dia berusaha mencerna setiap kalimat yang di lontar kan oleh wanita di depan nya. Tidak, tidak.. bagaimana ling ling itu bisa menjadi bayangan nya? apakah wanita di depan nya ini sudah mulai kehilangan akal? Dia mulai menunjukan pandangan marah, dia tidak terima jika kakek yang dia sayangi di fitnah bukan lah darah daging nya. Begitu sakit hati nya mendengar itu, seakan-akan dia tidak akan menerima walau pun itu kebenaran nya.
"Omong kosong apa ini! Berani sekali kau berkata seperti itu? kasim dunia bulan apanya? dia adalah kakek ku, kakek yang sudah membesar kan ku sedari kecil, kakek yang menyayangi diri ku. Kau tidak berhak mengatakan itu, kau hanyalah orang asing yang tidak tahu apa-apa" Hardik Kristal, darah nya mendidih karena amarah yang cepat tersulut itu.
"Aku.. adalah ibu mu... Aku mengirim mu ke dunia itu karena alasan yang begitu mendesak, aku___" Belum sempat wanita itu menyelesai kan ucapan nya, Kristal kembali menyela dan membentak dewi bulan
"Sudah cukup, aku mohon.. aku mohon jangan berucap omong kosong lagi.. aku mohon," Bentak Kristal sambil menyatukan kedua telapak tangan nya, mata nya memerah dengan sedikit nya air mata
__ADS_1
Wanita itu sangat sedih, dia berpikir dia memang pantas menerima semua ini. Dia sudah menyerah kan anak nya sendiri pada orang lain hanya karena ingin menyelamat kan dunia. Sebenar nya alasan itu sangat mulia, andai saja Kristal bisa memberikan kesempatan diri nya untuk menjelas kan alasan atas semua nya bisa terjadi, maka Kristal pasti tidak akan berprilaku seperti itu dan tentu pasti dia akan menerima jika wanita di depan nya adalah ibu nya sendiri.
^^^Bersambung^^^