PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : ...


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿


Selamat membaca


Kini mereka berempat sudah berada di sebuah kedai makanan. kristal memesan banyak sekali makanan, anak kecil itu makan dengan begitu lahab dan rakus. kristal dan ketiga kakak nya sedang tidak berselera untuk makan saat ini, dikarenakan mereka sudah memakan masakan dari ibunda mereka.


"Makan perlahan, tak ada yang akan berebut dengan mu."ujar kristal, anak ini begitu rakus sampai - sampai long tercengang melihat nya. "oh ya, siapa nama mu? kau belum memberi tahu kami?"tanya bong penasaran, anak itu menghentikan makan nya lalu menjawab," hmph aku tak memiliki nama."lirih nya menunduk sedih, kristal terenyuh lalu mengangkat tangan memurus kepala sang anak dengan penuh kelembutan


"Jadi apakah kakak memiliki nama yang bagus? aku rasa dia butuh nama yang pantas." ujar kristal tersenyum pada ketiga kakak nya. "benar kah? kalian akan memberikan aku nama?" tanya anak itu bersemangat, sudah sekian lama dia ingin merasakan seperti apa rasanya jika dipanggil dengan nama. selama ini dia hanya di panggil dengan sebutan gelandangan oleh para penduduk sekitar


(Hening)


.


.


"Bagaimana dengan boji? itu terdengar bagus."setelah berpikir dengan keras, bong akhir nya buka suara dan menemukan sebuah nama yang bagus untuk anak kecil ini. "boji? aku menyukai nya," ujar anak itu senang dan bertepuk tangan.

__ADS_1


"Boji, juga tidak buruk. hmph baik lah mulai saat ini nama mu adalah boji, mengerti?" ujar kristal tersenyum pada boji, boji sangat bahagia namun senyuman diwajah nya perlahan memudar dan di gantikan dengan ekspresi wajah sedih. "kenapa? apakah kau tidak menyukai nama boji? apakah kau sudah berubah pikiran?" tanya kristal khawatir dengan perubahan ekspresi wajah, boji


"Ah tidak - tidak, aku sangat menyukai nama ku. tapi aku hanya sedang sedih saja karena baru pertama kali ada seseorang yang baik pada ku. aku sedih dan senang." lirih nya menunduk karena masih tak percaya jika ada orang yang mau bersikap baik pada nya


"Tidak ada alasan untuk kau menjadi sedih, lupakan lah kesediahan itu." ketus hong, kristal mencubit kecil kakak nya. oh ya kalau dipikir - pikir hong ini memang memiliki masalah terhadap pria kecil seperti boji, dia begitu kekanak kanakan!


" Aw, adik sakit." rengek hong kesakitan karena sudah di cubit oleh sang adik. jari - jari itu sungguh berbahaya, lain kali harus menghindari nya' pikir hong


"Jangan sedih lagi, sekarang kau sudah memiliki nama dan bahkan sebuah keluarga." ujar long tersenyum pada boji. boji melotot tak percaya, benarkah jika diri nya akan mendapat kan sebuah keluarga? apakah di sedang bermimpi


"Ya, sebuah keluarga monyet." batin hong cekikikan, dia memalingkan wajah ke lain arah. aku rasa hong ini adalah seorang idiot berkedok pendekar, dia begitu kekanak - kanakan dan pantas untuk di pukul


"Si siapa yang akan mengangkat boji sebagai anak? apakah keluarga yang mengangkat boji itu baik?" tanya boji menyeka air mata nya, kristal menoleh pada ketiga kakak nya dan akhir nya mengatakan jika mereka lah yang akan mengangkat boji sebagai seorang anak bungsu dari klan ates. dan kini posisi kristal sebagai anak bungsu telah tergeser oleh boji yang berusia 10 tahu


Boji terharu dan terus menangis, bagaimana anak sekecil ini bisa merasakan sebuah penderitaan? mental nya sudah diuji dari kecil sehingga membuat nya menjadi pribadi yang menyimpan, setiap penderitaan dan kepedihan nya ia simpan dan akan selalu ia ingat sampai bertumbuh dewasa.


o(〃^▽^〃)o

__ADS_1


Kristal dan ke empat saudara nya, pergi meninggal kan kedai setelah selesai dan membayar nya. kini kristal menuju sebuah toko baju yang terkenal dengan kualitas dan harga yang tinggi, orang orang sedikit meragukan penampilan dari kelima bersaudara itu. namun sang pembeli adalah raja, jangan pernah sesekali memperlakukan seorang pengunjung dengan tidak hormat dan bahkan sampai mempermalukan nya. mereka mengingat jika 3 hari lagi adalah sebuah perayaan lentera, mereka ingin membeli sebuah pakaian untuk kedua orang tua mereka agar bisa pergi ke perayaan bersama sama. apa lagi pada saat pertengahan perayaan, kristal akan genap berusia 17 tahun.


Kristal dan boji berjalan bersamaan, sementara ketiga lain nya memilih untuk berpencar dan memilih pakaian yang cocok untuk mereka. tangan kristal begitu lincah dalam mengambil pakaian, pegawai disana sampai kewalahan mengangkat semua baju yang telah ia pilih


"Bagaimana jika dia tidak akan membayar ini semua? ah tidak - tidak, aku tidak boleh berburuk sangka terhadap pengunjung." batin pegawai kewalahan mengangkat pakaian, boji hanya mengamati tingkah kakak baru nya itu


"Maaf nona, jika boleh tau pakaian sebanyak ini untuk apa?" tanya pegawai itu penasaran, meski dirasa tidak sopan namun dia sangat penasaran karena kristal hampir saja memborong semua pakaian yang setara 500 keping emas setiap lembar nya, "semua ini adalah hadiah untuk teman, sudah lah jangan banyak bicara dan angkat saja kemeja pembayaran." jawab kristal sedikit gagu karena ia hampir saja keceplosan mengucapkan kata pelayan..


Pelayan itu memaksa kan diri untuk percaya dengan ucapan kristal, karena ia sadar bahwa dia sedang melakukan hal yang tak pantas ia lakukan." apakah kau memiliki pakaian yang cocok untuk adik ku?" tanya kristal, si pegawai melihat boji dengan tak percaya,"ini adalah adik nya? anak ini lebih terlihat seperti seorang gelandangan." batin si pegawai namun masih tetap tersenyum karena masih menghargai status pengunjung di toko baju ia bekerja. "aku rasa kami memiliki banyak, mari ikut saya." ajak pegawai sopan


15 Menit berlalu...


Kini kelima nya sudah siap dan selesai memilih milih pakaian, kristal maju dan memberi sebuah kertas emas yang setara dengan 5 tael emas. pegawai sedikit terkejut karena apa yang mereka pikirkan rupa nya tak lah benar ada nya, mereka berpikir jika kristal dan ke empat saudara nya hanya sedang bercanda dan menyusah kan mereka, namun malah sebalik nya..


"Antar ini di kediaman daerah istana sutong, rumah nomor satu. dan jangan lupa untuk memilah setiap baju yang telah aku pilih, mengerti?"ujar kristal


"Baiklah." singkat pegawai dengan menunduk, "apa? perumahan istana sutong? nomor satu?" para pegawai masih tetap tidak percaya, bagaiaman perumahan yang begitu mahal seperti itu ada yang mampu untuk membeli nya? bahkan seorang bangsawan kelas atas pun akan berpikir 100 kali untuk menghabiskan uang mereka hanya untuk mendapat kan perumahan yang begitu mahal yang bisa saja membuat mereka menjadi bangkrut

__ADS_1


Kelima nya pergi begitu saja, dan kini penampilan boji jauh lebih rapi setelah mandi dan berganti pakaian.


Bersambung..


__ADS_2