
Selamat membaca..
🌿🌿🌿🌿🌿
Kristal melihat sesuatu dengan ujung mata kanan nya, senyuman tipis muncul dibibir mungil nya itu.
"Untung saja kau datang tepat waktu, atau tidak aku akan meninggal dua kali." batin kristal kepada naga kecil yang akhir nya berkunjung kembali...
"Cih jangan berterima kasih, lagian aku terpaksa kesini." balas nya kembali dengan ketus..
"Bagaimana kau tahu rencana itu, siapa kau sebenarnya,?" tanya wanita penyihir itu kembali masih menyerang kristal dengan sihir yang sama
"Kau pikir aku ini adalah gadis biasa,? biar pun aku ini tak bisa menggunakan sihir,, akan tetapi aku bisa meramal sesuatu." ujar kristal tersenyum miring masih dengan posisi yang sama.
Si penyihir itu tampak geram dengan kristal, namun dia juga terkejut saat mendengar pengakuan dari kristal.
"Peramal,? dia seorang peramal,?" batin si penyihir jengkel, dan berusaha tak mempercayai nya..
"Kau pikir aku ini bodoh,? kau berpura pura bisa meramal supaya membuat ku terkecoh,?" tanya nya dengan mata melotot dan kuku hitam nya yang semakin memanjang
"Aku tidak mengharap kan mu untuk percaya pada ku, seterah kau saja mau percaya atau tidak nya,, itu tidak membuat ku rugi." ujar kristal menekan setiap kalimat,
Kepala nya sedikit menyondong kedepan dan bibir nya bergerak ingin mengatakan sesuatu...
"Wanita penyihir jelek seperti mu, mana ada yang peduli..."bisik nya dengan senyum yang jahat
Namun sangat jelas perkataan kristal terdengar oleh si penyihir itu. si penyihir jengkel lalu menyerang kristal dengan sihir yang sama, namun kali ini lebih besar dan terlihat sedikit kuat
Kristal siap siaga dan tanpa sengaja melirik sebuah kaca di belakang nya, sekejab timbul ide di kepala nya.
"Terima ini dasar sialan..." pekik si penyihir melempar sihir kearah kristal..
PRANGKKKK.....
Terdengar suara yang keras, menghantam kaca dan kemudian secara tiba tiba sihir itu berbalik ke arah si penyihir..
"Tidak, kenapa ini terjadi.? tidak ini tidak bis.. "
KHIAAAAAA....
__ADS_1
Si penyihir itu tiba tiba terbakar dan menjadi kering gelantang. mata nya cembung dengan jari jari yang mengecil dan menyusut hingga menjadi abu...
"Mengerikan, lihat lah itu. dia menjadi abu." ujar kristal ngeri sambil melihat si naga kecil..
Namun perlahan dinding sihir itu memudar dan terlihat semua anak anak yang sudah menunggu dengan setia disana. walau pun mereka melihat jika toko itu sedang tutup, tapi mereka tetap percaya jika kristal berada di dalam toko itu...
Dia dengan cepat berlari menuju anak anak dan memeluk si gadia kecil yang sedang memegang boneka orang orangan
"Kalian baik baik saja,?" tanya nya sambil melihati mereka dengan cemas.
"Tenang saja kak, mereka baik baik saja." ujar limbing,
Kristal mengambil nafas lega dan akhir nya melihat ke toko kembali, perlahan secara diam diam, dia menyalur kan energi Chi dan membersih kan tempat itu dari sihir gelap yang menyelimuti tempat tersebut
"Entah berapa banyak mereka tersebar, jika sampai mereka bergerak kembali,, aku tidak akan bisa membayangkan betapa kuat nya mereka saat itu terjadi." gumam nya dengan pandangan yang serius...
_______
"Kakak, kau yakin memberi kami barang sebanyak ini,? ini terlalu banyak." ujar limbing kewalahan mengangkat barang barang yang sudah dibelikan oleh kristal
Tak hanya limbing, yang lain nya juga sedang mengangkat barang barang mereka masing masing
"Terus, dimana kami akan tinggal,?" tanya limbing kembali dengan penasaran.
"Di sebuah rumah nyaman, kau tunggu saja sampai kita sampai.. " jelas nya tersenyum. mereka berjalan melewati sebuah pemungkiman ruang lingkup istana sutong
Setelah satu menit berjalan, mereka akhir nya sampai di sebuah bangunan megah dengan interior taman kanak kanak...
Dan terlihat disana terdapat ketua istana sutong sedang berdiri menunggu kedatangan kristal bersama kedua penjaga nya
Dia melirik kristal dari kejauhan, yang tadi wajah nya tak sabar menunggu itu kini berubah menjadi datar dan tak peduli..
"Apakah kalian sudah lama menunggu,?" tanya kristal tersenyum pada ketua istana sutong..
"Sangat tidak disiplin, aku menunggu mu sangat lama,, dan kau sekarang bertanya apa kah aku menunggu mu? " katus ketua sinis sambil membuang muka kearah lain.
"Cih, aku kan tidak janji akan datang dengan cepat kesini. kau saja yang datang terlalu cepat." ketus kristal tidak mau kalah
Mereka saling mengacuh kan satu sama lain, sampai hal itu disadari oleh limbing dan berniat untuk mencair kan keadaan
__ADS_1
"Ja, jadi apakah kita akan masuk sekarang,?" tanya limbing, mereka akhir nya tersadar dan kemudian segera masuk kesana
____
Beralih pada kediaman ATES, terlihat para tabib sedang berdiri dan bersiap ingin pergi...
Sedang kan Hana dan Jibong melihat putra nya dengan senang. mereka membicara kan tentang putra bungsu nya itu
"Aku sangat lega, ku pikir dia mengalami penyakit yang serius. aku tidak menyangka jika dia hanya mengalami penyakit demam saja."ujar Hana tersenyum lega sambil memurus lembut rambur sang putra kecil
"Ya, aku sangan lega. dan aku harap, dia akan segera terbangun." timpal Jibong sambil memperhatikan sang istri tercinta
"Tapi, aku sangat merindukan ke empat anak ku. mereka belum pulang sampai saat ini."
"Apakah mereka tidak merindukan bunda dan ayah mereka,? aku sangat sedih."
"..............."
_______
"Ini sangat cocok didiami oleh anak anak, ruangan dan dekorasi nya pun sangat mendukung." ujar kristal terlihat puas dengan bangunan tersebut.
"Ya, dan kau mendesak agar bangunan ini jadi dalam satu malam." ketus ketua. kristal sampai heran dengan pria tua yang ada di samping nya itu.
Dengan perlahan, kristal mengambil nafas panjang lalu berkata...
"terimakasih, berkat kerja keras kalian,, anak anak ini memiliki rumah yang layak mereka huni."ujar kristal berterima kasih, dia tersenyum indah kepada ketua. terlihat dengan tulus perkataan itu yang ia lontar kan pada ketua
Sang ketua tersadar dengan mata melotot, pipi nya merona. namun dia berusaha untuk tetap biasa saja dan berprilaku datar terhadap kristal.
"Hemmmm, ya kau memang sepatut nya berterima kasih." Jawab nya datar sambil mengalihkan wajah kearah lain.
Kristal hanya tersenyum sambil bergeleng geleng. perlahan pandangan nya tertuju pada anak anak yang sedang bermain di tempat kediaman mereka.
Kristal nampak puas dengan itu, anak anak menjadi senang kembali dan akhir nya memiliki tempat tinggal yang sangat nyaman..
Dan sekarang, dia hanya akan mencari seorang penjaga untuk menemani ketiga puluh anak anak. dikarenakan dia tidak akan bisa menjaga disaat dia memiliki rencana lain kedepan nya.
Bersambung......
__ADS_1