
"Lalu apakah kau akan mengikuti ku sepanjang perjalanan,? masuk lah kedalam ruang waktu. seperti tidak ada kerjaan saja." ketus kristal terus melangkah dengan sangat kesal.
Wajah cemberut nya terus saja terpampang.
"Bocah tengik ini tak henti mengusir ku dasar sialan! Hey tunggu aku." panggil sang naga pada kristal
.
.
"Maaf, meili. karena masalah yang terjadi di kekaisaran muo telah membuat mu tidak nyaman, aku benar benar menyesal." Ujar pemaisuri meminta maaf pada meili, tangan nya memegang kedua tangan meili dengan lembut
"Tidak masalah, pemaisuri. aku juga mengerti dan paham, kau tak perlu sungkan." jawab meili mendayu dayu dan tersenyum pada pemaisuri.
Sungguh hebat betul peran yang yang diperankan meili ini, dia berprilaku seperti wanita baik, lugu dan naif.
"Terimakasih atas pengertian nya, mungkin pangeran mahkota tidak akan pulang selama lima hari ini,, dia harus mengurus sesuatu."
"Tak masalah, aku mengerti."
"Sial, untuk bertemu pangeran saja harus menunggu lima hari. membosan kan!" batin meili kesal, namun masih tersenyum pada pemaisuri
Keadaan istana muo sangat ramai dan sibuk, para prajurit berlarian kesana kemari membawa sejumlah penyihir yang berhasil dilumpuh kan oleh pendekar hebat yang telah di suruh oleh kaisar muo...
Para penyihir itu tak berkutik saat dibawa ke dalam istana muo, dan sekarang mereka hanya menunggu ajal menjemput mereka
.
.
.
__ADS_1
"Hari hari kau selalu saja berkeluyuran, apakah kau lupa jika kau harus banyak berlatih agar dirimu bertambah lebih kuat? ingat lah, tubuh asli ku sedang terkurung di perguruan awan," ketus sang naga pada kristal, sementara orang yang sedang dimarahi hanya diam dan mengabaikan sang naga
"Hey bocah tengik, kau tidak dengar perkataan ku?" tanya sang naga mulai kesal dengan tingkah kristal
"Ck, kau pikir diri ku tak pernah berlatih, hah? omong kosong! jika aku tidak pernah berlatih, lalu bagaimana aku bisa menguasai tingkatan yún?"
"Sudah lah, aku malas berdebat dengan cacing jelek seperti diri mu! lebih baik aku pulang!" ujar kristal kesal lalu pulang dengan langkah berat
"Apa salah ku,? aku hanya bertanya." gumam sang naga bingung, dimana letak kesalahan nya?
Kristal melangkah menuju rumah nya, langkah nya menapaki tanah terdengar samar samar,, wajah nya terlihat masam. seperti nya dia memiliki suasana hati yang buruk
Dia membuka gerbang kediaman, lalu masuk kedalam. dengan melewati halaman yang luas dia baru bisa sampai kedalam kediaman tersebut...
Namun disaat hendak ingin membuka pintu, dia dikejut kan dengan tangan seseorang yang menjewer telinga milik nya. Mata kristal membesar saat melihat sosok yang menjewer telingan nya
"B-b-bunda, kau disini,? au-a-au sakit bunda." tanya kristal tertawa canggung lalu menjerit kesakitan akibat jeweran tersebut
Tangan kanan nya menjewer telinga kristal, sedang kan tangan kiri nya memukul bokong milik kristal. Kristal merengek dan pasrah dengan apa yang dia dapat kan, dia juga sadar jika dia telah membuat sang ibunda kesal dan khawatir terhadap nya
"Ah bunda, k-kristal salah. kristal minta maaf, kristal tidak akan mengulangi nya lagi. huhuhu." rengek kristal memohon agar sang bunda melepas jeweran nya itu
"Sudah berulang kali bunda jelaskan, jika keluar,, kau harus memberi tahu pada bunda secara langsung! tapi kau malah meninggal kan pesan pada cou lalu pergi tanpa menemui bunda, bunda khawatir pada mu,, nak." omel hana yang akhir nya melepas jeweran nya itu. kristal menunduk sambil mendengar sang bunda sedang mengomeli diri nya
Kristal mengusap usap telinga kirinya yang memerah itu, "kristal mengaku salah, bunda. maaf kan kristal, lain kali kristal tidak akan mengulangi nya lagi." janji kristal pada sang bunda,
Hana memandang sendu putri nya, dia memeluk kristal dengan erat lalu mencium lembut kening sang putri.
"Sakit,? maaf kan bunda ya. bunda hanya khawatir pada mu."ujar hana pelan pada sang putri, dia mengusap telinga kristal yang sudah memerah itu
Kristal tersenyum lalu tak lama dia teringat pada sesuatu, "diamana adik,? apakah dia baik baik saja?" tanya kristal,
__ADS_1
"Hm, baik. awal nya bunda juga sangat khawatir tentang kesehatan nya, namun setelah memanggil beberapa tabib bangsawan,, akhir nya bunda yakin jika dia tidak apa apa." jawab hana,
Mereka berjalan bersanding sambil menaiki anak tangga. dua anak dan ibu itu terus mengobrol seolah sudah berpuluh puluh tahun tidak bertemu, dan bahkan disaat kristal sedang mandi saja,, hana mengikuti kristal dan rela menunggu di depan pemandian
Kristal harus mengerti akan hal itu, dia pasrah dan mengerti keadaan sang bunda.
Dan pada akhir nya, kristal telah selesai dengan ritual mandi nya. dia keluar dan meninggal kan aroma mawar disetiap langkah nya.
Hana menghirup dengan rakus aroma tubuh sang putri, dia menyerahkan kain untuk mengelap rambut Kristal yang basah
"Bunda, hmmm bisakah malam ini bunda membiarkan kristal sendiri. b-bukan maksut kristal tidak ingin bersama bunda, akan tetapi kristal harus melakukan kultivasi malam ini," pinta kristal pada Hana.
Hana cemberut lalu menghela nafas dengan berat, "apakah kau tidak bisa berlatih besok?." Tanya hana
"Kristal ingin, tapi kemungkinan besok bukan lah waktu yang tepat untuk melakukan kultivasi dan bahkan waktu seterus nya."
"Mengapa, apakah ada masalah?."
"Akhir pekan nanti, purnama akan datang. tak baik jika kristal berkultivasi saat mendekati waktu bulan purnama. hal itu pasti akan membuat energi Chi milik kristal menjadi energi Chi yang bersipat buruk bagi tubuh"
"Maaf, kita bisa menghabiskan waktu sepuas nya besok. kristal harap, bunda mengerti." ujar kristal tersenyum hangat pada hana
Walaupun harus kecewa, akan tetapi hana tetap mengerti dan menyetujui permintaan kristal. dia tersenyum pada kristal lalu memurus pucuk kepala kristal dengan lembut.
"Baik lah sayang, bunda mengerti. berlatih lah yang giat, supaya kau lebih bertambah kuat nanti nya." ujar hana tersenyum
Kristal mengangguk, lalu berjalan menuju ruangan milik nya. sedang kan hana, dia memperhatikan kristal dengan lekat
"Semakin bertumbuh nya anak anaku, semakin sibuk pula mereka. dan bahkan waktu luang pun jarang mereka berikan kepada ayah dan bunda mereka, tapi hal itu sangat wajar apa bila terjadi. huhh hana bersabar lah, mungkin ini tak akan selama nya terjadi." gumam hana pasrah, raut wajah kalut nya tergambar sangat jelas.
Bersambung..
__ADS_1