PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Mengalah demi kebaikan


__ADS_3

"Semuanya, ijinkan aku memperkenal kan diri dulu. Aku adalah murit baru di perguruan tauxing, murit dari master tauxing." Ucap Kristal memperkenalkan diri dengan sopan.


Semua mata tertuju pada master tauxing, tatapan tidak percaya itu terlontar begitu saja. Bagaimana tidak, diantara dari mereka tidak ada yang bisa menjadi murit master tauxing,, sementara Kristal? dia bisa menjadi murit master tauxing hanya dalam waktu singkat.


Lagi... lagi dan lagi aku diperlakukan dengan tidak adil. aku pernah memohon pada nya untuk menjadikan diri ku murit, tetapi dia selalu menolak permohonan ku itu!


Pian meremas jari jemari nya, pupil mata nya mengecil tersirat dendam pada Kristal. Dia berbalik badan dan pergi begitu saja dari sana, tidak ada yang perduli karena semua masih berfokus pada Kristal.


"Ada kabar buruk, bubur yang kita miliki sudah kosong tidak berisi. Sementara itu, masih ada 14 orang yang belum makan sampai saat ini, termasuk aku dalam 14 orang tersebut." Ucap Kristal pada 39 murit didepan nya.


Semua murit terkejut, mereka juga merasakan sedih nya karena ke 14 orang itu belum makan sama sekali. Ikatan persaudaraan di perguruan ini sangat kental, sakit satu sakit semua. Tidak termasuk Pian!!!!


"Tapi aku memiliki solusi, ya walaupun akan habis dalam semalam. Aku memiliki perbekalan yang cukup untuk kita semua, orang tua ku memberi bekal itu untuk diri ku. Tapi... aku akan memberi itu pada kita semua, anggap saja ini pesta kecil kecilan penyambutan diri ku,, kita akan bersenang senang." Lanjut Kristal menjelaskan sambil tersenyum tipis.


"Benarkah? wah baik sekali, aku tidak akan jadi kelaparan."


"Murit master tauxing sangat baik, dia memberi bekal nya untuk kita semua."


"Nampak nya master tidak salah pilih anak ini, dia memiliki dada yang lapang." Guru celin membantin tersenyum melihat kearah Kristal.


Master tauxing melihat pada murit nya, mata nya berkaca kaca karena ketulusan hati Kristal,, tidak salah diri nya memilih seorang murit.


****


Terlihat dihamparan tanah dengan beralas tikar batang teratai, makanan sudah tersusun dengan rapi. Mulut para murit ternganga meratapi makanan yang bahkan belum mereka makan sepanjang hidup mereka, agak sempat tidak percaya akan tetapi mereka sadar itu nyata.


Tak lama lagi semua nya menyerbu makanan itu, mereka duduk mengantri lalu duduk berbaris.


"Pelan pelan, ayo duduk rapi." Teriak guru piok sambil menyunggingkan senyuman nya.


Mereka mengambil yang mereka mau, mereka masih sadar diri untuk saling meninggali makanan untuk saudara mereka yang lain nya. Walau berbeda darah, tapi sudah seperti saudara.


Master tauxing tersenyum hangat melihat kebersamaan itu, dia mengalihkan pandangan pada Kristal yang sedang duduk bersama Suan dan Xima. Mereka memakan sayur asam pedas gulap bersama, sembari menikmati segelas teh hangat.


Terukir senyum lebar, master tauxing masih melihat pada murit murit nya itu.


Disaat master tauxing sedang melamun, datang ketiga guru lain nya. Guru lebin memegang bahu master tauxing, wajah teduh ketiga guru ini menyapa hangat netra milik master tauxing.


"Kuakui, anak ini memang pantas menjadi murit mu. Dia mirip seperti mu, pemecah masalah."Ujar guru lebin mrngarahkan pandangan pada Kristal.

__ADS_1


Master tauxing tersenyum kecut menanggapi ucapan guru lebin, dia mengarahkan pandangan pada tanah.


Ya, aku rasa hanya dia yang pantas mewarisi nya.


Batin master tauxing masih dengan senyum kecut nya itu.


...****************...


Hari sudah semakin larut, Kristal, Suan, dan Xima berjalan menuju asrama mereka. Gelak tawa terdengar, Xima mulai mendorong pintu sehingga pintu terbuka dan memperlihatkan Pian yang sedang berdiri membelakangi mereka.


Kristal, Suan dan Xima saling melihat, mereka bingung dengan apa yang dilakukan oleh Pian.


Pian menoleh lalu menodong pedang kearah Kristal, dengan pandangan tajam bak elang itu dia arahkan pada Kristal.


"Pian, apa yang kau lakukan?" Hardik Xima.


Pian hanya diam terus mengarahkan pandangan pada Kristal, sementara sang empu hanya memandang dengan santai tanpa merasa ancaman.


"Lawan aku jika kau merasa pantas! bukan kah kau sudah merasa hebat dengan menjadi murit master? maka tunjukan kemampuan mu itu! ambil pedang ku dan lawan aku!" Ucap Pian penuh penekanan. Pandangan tajam nya menusuk netra Kristal.


"Jika aku tidak mau?" Ucap Kristal santai melipat kedua tangan nya.


BRUKKK


"Pian apa yang kau lakukan! apakah kau sudah gila." Hardik Suan kesal.


"Diam! ini urusan ku dengan wanita sialan itu, menyingkirlah kalian!" Balas Pian menghardik.


Kedua nya benar-benar tidak berkutik, mereka mematung ketepian menatap kalut kearah Pian yang masih menodong pedang.


Kristal melihat pian dengan santai, tidak bergeming dari tempat nya.


"Apa yang akan aku dapat kan jika aku menang melawan mu?" Tanya Kristal begitu dingin hingga menusuk-nusuk kulit dari ketiga orang yang ada disana, bulu roma mereka bergidik ngeri merasakan kedinginan aura perkataan Kristal.


Tertoreh senyuman sinis dibibir Pian, "Percaya diri sekali kau! baiklah, jika kau menang aku akan berlutut dibawah kaki mu! tapi aku rasa kau tidak akan pernah menang, karena aku tahu aku lah yang memimpin saat ini!" Jawab Pian tak berlama lama lagi, menyerang Kristal menggunakan pedang nya.


Kristal menoleh kesamping, dia melihat tongkat kayu hitam lalu tak lengah dia mengambil kayu untuk menghalau pedang yang diacungkan Pian kearah leher nya.


PLAKKK

__ADS_1


Mata Pian membesar saat pedang nya berhasil dihalau oleh Kristal, dia terus menekan pedang nya namun lagi dan lagi Kristal berhasil bertahan.


"Sial! mati kau bangsat!" Teriak Pian berputar kaki nya dan mengarahkan kearah Kristal.


Kristal tidak bergerak, dia menerima tendangan itu sehingga terpelanting kearah dinding.


BRUKKK


"Kristal...." Suan berteriak menghampiri Kristal.


"Pian, kau jahat! mengapa kau menyerang Kristal? memang nya dia salah apa pada mu?" Teriak Xima kesal dengan meneteskan air mata nya.


Pian hanya tersenyum sinis, dia tidak menanggapi perkataan kedua anak gadis ini.


"Sampah tetap lah sampah! tidak ada yang bisa melampaui aku! Aku benar benar memandang tinggi diri mu tadi!" Maki Pian disertai tawa jahat nya.


Dian berjalan maju dan keluar dari ruangan..


BRUKKK' Pian membanting pintu begitu keras.


Ketiga nya memejam terkejut mendengar suara kuat dari pintu. Kristal memandang pada Xima dan Suan yang sedang menangis, sungguh mereka berdua sangat cengeng.


"Sudah lah jangan menangis, aku tidak apa-apa." Ucap Kristal menenangkan mereka.


"Kenapa kau menerima tendangan nya? padahal kau masih bisa menghindar bukan?" Tanya Suan tersedu sedu.


"Karena aku tidak perlu membuktikan pada siapapun sekuat apa diri ku, hanya akulah yang boleh tau dan percaya dengan kekuatan ku sendiri. Biarkan Pian untuk sesaat, mungkin dia hanya memiliki sedikit masalah." Jawab Kristal tersenyum hangat pada kedua nya.


"Huaaaaaaaa, kenapa kau baik sekali." Kedua nya memeluk Kristal.


Mereka menangis dengan haru, "Hey kenapa menangis lagi, sudah berhentilah." Ucap Kristal disertai dengan kekehan nya.


Dasar Pian gadis bodoh! aku akan membunuh mu, karena kau bokong ku sakit! arghhhh aku kesal sekali.


Kristal memekik dalam hati, dia sangat kesal pada Pian.


LAIN DIMULUT, LAIN DIHATI!!!


^^^BERSAMBUNG^^^

__ADS_1


__ADS_2