PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : 20 selir dan 15 gundik,


__ADS_3

...(ˉ(∞)ˉ)...


Ruangan riuh saat mendengar bahwa xifeng menarik kembali gugatan nya kepada kristal, mereka menjadi simpati karena kesalah pahaman ini bisa merugikan nona dari kediaman ates


Meili menggeram dalam hati, bagaimana sang ayah bisa berkata demi kian?. Rencana nya telah gagal kala itu, pandangan nya yang sinis dia lontar kan pada kristal yang sedang berdiri di depan dengan gagah nya memandang berani kearah kaisar


"Apa ini? Kau sudah membuang waktu ku yang berharga, bagaimana kesalah pahaman ini bisa terjadi?"tanya kaisar sedikit kesal memandang sinis kearah xifeng. Sementara xifeng ia hanya bisa menelan air liur nya dan terus bergantian memperhatikan kearah kaisar maupun kristal


"Kami akan bertanggung jawab kepada keluarga ates, kami akan memperbaiki semua kesalah pahaman ini." ujar xifeng menunduk dengan tangan yang ia genggam kedepan seolah didepan nya adalah tuhan


Kaisar menghela nafas panjang lalu memandang kristal yang sedari tadi diam dengan pandangan datar yang mengarah pada nya."dia begitu cantik, apakah ia mau menjadi selir ku?" batin kaisar kembali memperhatikan kristal dengan pandangan penuh nafsu


Pemaisuri dan para selir hanya bisa kesal dalam diam, bagaimana si tua bangka seperti kaisar ini begitu serakah dan tak pernah merasa cukup dengan satu pemaisuri 20 selir dan 15 gundik, dengan masing masing anak laki laki berjumlah 30 dan anak perempuan 21


Dan sekarang ia masih memandang gadis lain yang bahkan masih muda yang berumur 16 tahun? Dia benar benar gila!


"Jendral bagaimana kau bisa menyebut Bahwa ini hanya kesalah pahaman? Sudah jelas jelas ia lah yang telah merundung anak ku!" kesal selir memey lalu melihat kristal seperti seakan ingin membunuh kristal menggunakan tangan nya sendiri


"Ck,, dasar wanita tidak tau diuntung! Kau tidak tau apa yang telah diberi wanita ini kepada ku."di benak xifeng ia terus saja mengutuk sang selir dan memandang sinis kearah nya seolah mengatakan 'diam kau!

__ADS_1


"Ck, ck, ck. Drama macam apa ini? Kalian boleh saja melakukan nya tapi jangan libat kan aku kedalam drama yang kalian buat! Aku ini memiliki dunia sendiri dan urusan yang harus diselesaikan," ujar kristal bergeleng geleng kepala dengan ekspresi seolah kecewa pada sikap kekaisaran dalam menjalan kan hukuman


"Bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa ayah berubah pikiran, apakah ia tahu hal yang sebenarnya?" batin meili bingung dan mulai resah dengan keputusan kaisar selanjut nya. Sementara sidang terus dilanjut kan sampai dimana mereka mendapat kan titik terang memberi sesuatu pada nona dari pihak keluarga ates sebagai rasa bersalah dan telah merugikan kristal


Mereka memberi kristal sebuah peti yang berisikan seribu tael emas dan 200 tael perak. Mata kristal berbinar melihat harta yang berada didepan mata nya itu,"aku kaya." batin nya senang dengan terus memandangi kearah peti emas


"Bagaimana, apakah nona ates puas dengan konpensasi ini?" tanya kaisar senang pada kristal dan terus memandang nakal kearah kristal


Kristal jijik dengan sikap kaisar tersebut dan terus mengutuk nya dalam hati,"sialan babi jelek bau, tak berguna! Berani sekali memandang seperti itu kearah ku? Dasar babi jelek." batin kristal. Jujur saja ia ingin muntah saat itu, akan tetapi hal tersebut berusaha ia tahan dan mengalih kan pandangan kearah peti


"Ini sudah cukup, dan sekarang hamba mohon undur dan pulang menemui keluarga hamba." pamit kristal dengan sopan lalu membungkuk sedikit. Langkah nya tertuju kearah luar dengan di ikuti oleh dua prajurit yang menggotong peti besar berisikan emas tersebut


~


Didalam kereta kuda, kristal sedang duduk memegangi emas ditangan nya. mata nya berbinar lalu mencium emas seperti takut kehilangan. "lumayan juga, kalau seperti ini aku bisa jadi kaya raya." gumam nya dengan tangan memasukan emas kedalam peti lalu mengunci peti tersebut


"Kalau dipikir pikir, tidak asik bila menghancur kan keluarga itu sekali gus,, jadi apa yang harus aku lakukan? hmmm mungkin kah harus memberi surat cinta dahulu?" ujar kristal dengan senyum licik diwajah nya. kristal berpikir bahwa ia harus mengurus masalah keluarga itu terlebih dahulu, jika dia sudah membereskan keluarga tersebut maka jalan kedepan nya pasti akan mulus tanpa hambatan


Disaat kristal sedang duduk dengan emas nya sembari menunggu sampai di kediaman, keluarga adipati justru sedang berada di satu kereta dengan keadaan tegang dan hening. dengan sebuah keberanian nya meili berusaha berbicara dan bertanya pada sang ayah, mengapa ia malah membebaskan kristal dan bilang bahwa ia yang bersalah

__ADS_1


"Ayah, apakah kau baik baik saja?"tanya meili hanya sekedar basa basi. xifeng hanya melirik meili lalu berdengus letih. "hmph, apakah aku boleh bertanya? mengapa ayah melepaskan gadis itu?" tanya meili hati hati pada xifeng agar topeng wajah polos nya tetap terjaga


"Ayah mengerti dengan kekecewaan mu nak, akan tetapi ayah terpaksa melakukan ini karena gadis itu bukan lah orang sembarangan, lain kali jangan mau berurusan dengan gadis itu atau tidak keluarga kita akan dirugikan."jelas xifeng secara lembut kepada putri bungsu nya itu. terlihat jelas sorot mata yang memancar kan kasih sayang tulus yang ia lontar kan pada meili


"Ba-baik lah ayah," jawab meili sedikit tidak terima didalam hati nya, bagaimana ia bisa kalah dengan gadis seperti kristal itu? sehebat apa dia sampai jendral xifeng saja dibuat takut oleh nya. selir memey hanya diam dan tak mau ikut kedalam pembicaraan tersebut, hati nya sudah cukup kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh suami nya.


Kembali pada kristal, ia nampak letih dan mengurut telapak kaki nya yang sudah memerah. raut wajah letih itu menghadap sedikit kearah jendela kereta kuda yang memperlihat kan sang kusir. pirasat kristal sedikit tidak enak saat melihat belati naga yang berada di pinggang kusir itu


"Belati naga? sepengingat ku belati ini adalah senjata milik organisasi hitam yang membunuh ling ling bukan? ap apa yang mereka lakukan disini dan malah menjadi kusir ku? si-sialan si xifeng itu setelah diberi penawar malah berulah kembali pada ku." gumam kristal dengan sebuah ancang ancang pertahanan supaya ia siap apa bila organisasi tersebut sudah menyerang nya


¯(°_o)/¯


Disebuah kamar dengan ukuran yang lumayan luas terdapat seorang wanita yang sedang menyisir rambut nya dicermin. wanita itu menyengir dan meletak kan sisir diatas meja


"Suruh siapa menggoda sang kaisar, jadi kau tau bukan seperti apa akibat nya? sang semut ingin mengalah kan ular? sangat naif." wajah nya yang bisa dibilang cantik itu sedikit menimbul kan ekspreai kegelisahan. bagaimana jika rencana nya gagal?. ah tidak tidak, bagaimana rencana nya akan gagal jika dilihat dari orang orang yang telah ia Sewa untuk menghabisi kristal...


bersambung


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2