PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
MELAKUKAN HAL YANG MENYENANGKAN, SEBELUM MENINGGAL KAN KELUARGA.


__ADS_3

Dasar menyebalkan! akan aku jitak kepala anak ini jika tidak ada orang.


Benak Kristal sambil mendemul tidak jelas, dia menjatuhkan pandangan kearah yang berbeda dan melihat sekumpulan anak-anak yang berdiri menatap kearah peserta yang sedang memanah.


Tidak terdapat busur ditangan mereka, wajah pun mereka tekuk nampak sangat sedih.


Kristal berpikir sejenak sambil memegangi dagu nya, "aku punya ide." Gumam nya tersenyum lebar.


"Hey anak-anak..." Panggil Kristal melambaikan tangan pada ketiga anak disana.


Mereka menoleh, "kakak memanggil kami?" Tanya salah satu nya dengan polos.


"Iya kalian kemarilah," Suruh Kristal lagi masih melambai-lambai. Mereka maju dengan heran, mengapa orang asing seperti kristal memanggil mereka? patut dicurigai.


"Kakak... kakak mau apa?" Tanya Boji heran.


"Diam lah Boji nanti kau akan tahu." Ucap Kristal. "Kalian! pergilah dari sini, kami sudah tidak membutuh kan kalian lagi!" Sinis Kristal kepada anak-anak yang mengganggu Boji.


"Cih! siapa yang ingin berlama-lama bersama kalian! ayo kita pergi," Ucap salah satu anak lalu mereka pergi dengan gaya angkuh nya itu. Masih kecil saja sudah seperti itu, apalagi nanti mereka besar?


Ketiga anak yang dipanggil Kristal tadi akhir nya mendekat dan tepat berhenti didepan Kristal dan Boji. "Ya apakah ada masalah?" Tanya salah satu anak yang terlihat lebih pendek dari kedua teman lain nya.


"Ah tidak-tidak, aku tidak memiliki masalah. Aku hanya ingin bertanya apakah kalian ingin masuk kedalam pertandingan itu?" Tanya Kristal tersenyum menanyakan hal tersebut pada ketiga anak ini.


"Ten-tentu kami mau, tapi...kami tidak memiliki busur dan panitia pasti tidak akan mau menerima pendaftaran kami." Ucap sang anak itu lagi begitu lesu dan timbul raut kesedihat diwajah nya.


Kristal dan Boji saling pandang, terlihat begitu jelas raut kesedihan yang turut menghampiri Boji. Kristal menghela napas, dia kembali melihat pada ketiga anak didepan nya.


"Kalian betiga ikutlah, aku akan memberi busur pada kalian. Tapi ada satu syarat nya..."Ucap Kristal.

__ADS_1


"A-apa?" Tanya mereka serempak.


"Adikku Boji harus bergabung bersama kelompok kalian, karena adikku sangat ingin mengikuti pertandingan ini. Mengingat jika pertandingan ini harus berkelompok jadi mau kah kalian menerima kehadiran adikku?" Ucap nya menawari sang adik pada ketiga anak didepan nya.


"Kakak kau." Boji tidak percaya jika kakak nya akan rela meminta hal ini pada ketiga anak didepan nya, dia kembali mengarahkan pandangan pada ketiga anak yang sedang berpikir.


"Baiklah." Jawab mereka terlihat senang, nampak sekali jika ketiga anak ini senang berteman dan ramah.


Boji tersenyum, "Terima kasih." Ucap nya tersenyum lebar dengan mata menyipit.


Mereka berempat senyam-senyum saling melihat, Kristal sangat senang melihat nya.


Kristal mengeluarkan satu busur bewarna silver dengan ukiran merak, sangat cantik sekali bahkan ke empat nya terpana dengan kecantikan busur tersebut.


"Busur ini akan kakak berikan pada mu yang kecil, jadi siapa yang kecil ini?" Tanya Kristal lalu menanyakan nama anak tersebut.


"Wahhh namaku cai cai, terima kasih kakak cantik kau sangat baik." Ucap anak itu senang lalu mengambil busur ditangan Kristal


"Nama ku teng, terima kasih kakak." Jawab anak itu tersenyum hangat lalu menunduk dengan sopan. "Sama-sama." jawab Kristal.


Dia kembali mengeluarkan busur bewarna biru dengan ukiran elang, busur itu terlihat sangat gagah. ke empat nya Kembali terpana saat melihat penampakan busur tersebut.


"Waww." gumam mereka.


"Panah ini akan kakak berikan pada mu, siapa namamu?" Tanya Kristal pada anak ketiga. "Na-nama ku pien, terima kasih kakak. Ta-tapi benarkah kau akan meminjam kan kami busur sebagus dan sehebat ini? aku rasa harga nya sangat mahal." Ucap pien tidak enak hati sambil memegang begitu hati-hati busur ditangan nya.


Kedua lain nya mengangguk setuju, mereka tidak menyangka akan meminjam kan busur sebagus ini pada mereka.


"kata siapa kakak meminjam kan nya? kakak akan memberikan nya pada kalian tanpa bayaran sepeser pun, pakailah sesuka kalian. Dan panah itu pasti akan bisa kalian gunakan sampai kapan pun, karena panah itu akan menyesuaikan besar tubuh kalian dan usia kalian." Jelas Kristal.

__ADS_1


"Kau tidak bercanda?" Ucap ketiga nya begitu serempak.


Kristal dan Boji saling pandang sambil tersenyum, "Benar," Jawab Kristal.


Mereka tidak bisa berkata-kata, mereka terus saja memandangi busur baru milik mereka itu. Tak dapat teralihkan pandangan mereka dari busur pemberian Kristal, hati mereka berbunga-bunga karena baru kali ini mereka merasakan memegang busur sungguhan. Selama ini mereka hanya berlatih dengan menggunakan busur mainan, sebenarnya mereka adalah bangsawan kaya namun mereka sangat malu untuk cukup berseru jujur pada keluarga mereka agar dibelikan busur sungguhan.


Kristal kembali melihat pada sang adik, dia memandang adik nya dengan dalam. "Ikut lah bersama mereka, gunakan busur itu dengan baik." Ucap Kristal menaruh harapan pada Boji.


Yup! Boji sebenarnya sudah memiliki busur, akan tetapi Boji lebih memilih untuk menyimpan busur milik nya kedalam cincin ruang yang diberi oleh Kristal. Ketiga nya terheran-heran, mereka bingung mengapa Kristal tidak memberi busur pada Boji.


"Dimana Busur mu?" Tanya cai cai bingung.


"Tenang saja, aku sudah memiliki busur. Ayo kita masuk dan daftar kan nama kelompok kita." Ajak Boji, mereka bertiga mengangguk.


"Ayo." ucap mereka bertiga serempak lalu dengan bersamaan masuk kedalam tribun pertarungan.


Kristal melihat pada punggung sang adik, dia senang jika adik nya senang. "Bahagia selalu Boji, kakak harap setelah kepergian kakak keperguruan Tauxing kau akan bahagia dan tidak kesepian. Sekarang kau sudah memiliki teman, hati kakak sangat tenang sekarang ini." Gumam Kristal.


dia kembali beralih pada tujuan awal, yaitu ingin memasuki tarung tangan bebas yang ingin dia masuki tadi. Dia berjalan masuk menuju pada tenda, tak lama dia sampai lalu masuk kedalam.


Penampakan pertama terlihat begitu ramai dengan para pemuda yang bersorak sorai pada orang yang sedang berkelahi di atas panggung. Mereka ini ingin menonton atau mengadu?


Kristal semakin masuk dan melihat-lihat, ada beberapa pria yang melihat pada nya. Para pria itu pasti sudah tahu siapa Kristal, karena mereka juga ikut pemilihan murit dari beberapa perguruan.


"Wah kakak kemari lah." Panggil mereka dengan menyebut kakak pada Kristal, Karena mereka tahu jika Kristal bukan orang sembarangan dan harus dihormati.


Kristal menoleh pada arah suara, dia tidak terkejut dan dia maju mendekat pada kedua pria yang menatap kagum pada nya. "Kalian juga ikut bertarung?" Tanya Kristal begitu akrab padahal dia baru bertemu.


"Ah tidak-tidak, kami mana berani jadi kami menonton saja." Jawab salah satu nya dengan malu-malu.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG^^^


__ADS_2