PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : serangan yang tak bearti


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA...


...****************...


Setelah memutuskan untuk berdiam dan memulihkan diri di dunia hitam, kristal beserta ketiga kakak nya kini telah bersiap untuk menjalankan misi awal,, ya itu mengejar ketua dari cabang markas organisasi hitam.


Dengan semua persiapan yang memadai, kristal dan ketiga kakak nya seolah merasa percaya diri dengan kemampuan mereka untuk membunuh pria Awal yang memiliki rupa aneh namun turut memiliki kemampuan yang bisa dibilang hebat, jauh dari kristal beserta ketiga lain nya.


Wajah yang begitu percaya diri, ke empat nya berjalan berdampingan menuju tempat persembunyian dari anggota sesungguh nya,, di organisasi hitam tersebut.


Langit yang menghitam dan angin yang kencang, mendampingi tekat bulat mereka menuju ke tempat persembunyian para anggota hitam. bong terus saja mengamati senjata baru milik nya yang baru saja bermutasi ke tingkat yang lebih tinggi, sembari berjalan bersama menuju tempat persembunyian.


"Sesuai pengamatan ku, pria berwajah kotak itu bukan lah orang semabarangan. kekuatan nya bahkan jauh lebih besar dari pada kita, jadi apakah kakak tetap yakin ingin menghadapi nya sekarang?"tanya kristal serius sembari pokus berjalan mencari tempat persembunyian


"Tidak ada kata mundur di kamus ates, sekali maju tetap lah maju." jawab bong mantap dengan jawaban nya. memang benar jika mereka mundur itu sama saja mereka menyoreng diri mereka sebagai pengecut.


"Biar pun kemampuan kita jauh lebih rendah dibandingkan nya, tapi setidak nya kita tetap bersama dan jangan ada terpisah satu orang pun." jawab hong menimpali perkataan, bong.


Ke empat nya mengangguk dengan tingkat kepercayaan mereka, meski sebuah tingkat kepercayaan tak lah bisa membuat mereka menang. tapi setidak nya mereka bisa mendapat kan sebuah nyali dari tingkat kepercayaan tersebut.


Singkat cerita beralih ke sebuah bangunan besar dengan diselimuti oleh banyak sekali kegelapan, terdapat pria berbadan besar pada scene angin topan pada plot goblin,, sedang duduk dengan santai dan wajah sinis nya sembari mengangkat kaki dengan ditemani para pelayan wanita cantik bersayap.


Dia duduk dengan angkuh sembari menunggu kedatangan dari ke empat bersaudara, tapi di benak nya dia sudah terlebih dahulu menyatakan jika ke empat nya tak akan datang karena sudah pasti kalah dengan seluruh pasukan goblin nya itu.


"Ckckckck, sayang sekali para pemuda - pemudi itu harus meninggal pada usia muda." ujar nya seolah simpati, namun kenyataan dia sedang mengejek dengan sebuah wajah yang sedang tersenyum sinis. mata nya terus saja tersorot ke sebuah gelas kaca kosong yang ia angkat keposisi depan sehingga memperlihat kan sisi belakang.


Perlahan terlihat ke empat sosok tubuh manusia sedang berjalan dengan gagah menuju kearah nya, menaiki anak tangga bangunan. wajah yang awal nya tersenyum angkuh kini berubah datar dengan begitu drastis, dia berdengus jengkel dan dengan cepat berdiri menghadap arah belakang.


"Sialan, kenapa mereka bisa mengalahkan pasukan goblin ku yang begitu kuat? mereka tidak bisa ku remeh kan." batin nya tajam dengan sorot mata penuh akan nafsu membunuh nya.


Para wanita cantik maju secara bersamaan melindungi sang tuan mereka. sayap hitam mereka mekar, kuku dan taring mereka memanjang dengan aura hitam menyelimuti mereka.

__ADS_1


"Cih, baru saja tiba tapi sudah disambut dengan wanita cantik." ketus bong sinis.


"Kakak, cantik aku atau dia?" timpal kristal dengan wajah seolah ngambek dengan gaya manja.


"Tentu saja, adik yang paling cantik diantara wanita lain nya." jawab bong kembali, mengerti dengan arah jalan pertanyaan sang adik


Si pria nampak sekali memperlihat kan wajah jengkel nya, dia berseru sinis dan mentertawakan nyali ke empat bersaudara yang cukup besar sehingga berani menemui diri nya.


"Hahahaha, kalian para anak muda cukup memiliki nyali untuk melawan diri ku. tapi aku prihatin dengan nasip kalian jika kalian kalah dari ku, maka hidup kalian akan berakhir." ujar nya sambil tertawa renyah lalu menyeka air di ujung mata nya.


"Tapi, jika hal yang kau katakan bisa berbalik bagaimana? apakah kita bisa mulai bertaruh sekarang?" tanya long angkat bicara dengan wajah serius dan nada suara tak bersahabat. sebagai kakak tertua, dia cukup memiliki sifat tegas dengan pemikiran bijak nya.


"Cih tanpa harus bertaruh pun,, aku pasti akan tetap menang melawan kalian!" ejek pria itu disusul dengan tertawaan para anak buah nya.


"lady, habisi mereka." sambung nya lagi, menyuruh kepada semua anak buah wanita nya untuk menyerang ke empat bersaudara. dia mundur lalu berbalik dan kembali duduk mengamati pertarungan dengan senyum sinis nya.


SRIAKKKK... ' suara pekikan para wanita itu sangat menyeram kan. mereka terlihat seperti se ekor duyung yang kelaparan.


Para wanita bersayap itu sangat gesit dengan segala jaring - jaring hitam yang dia keluarkan dari lidah nya yang panjang dan hitam keunguan. kristal dan ketiga nya berusaha dengan keras agar terhindar dari jaring laba - laba.


Disaat para wanita itu lengah, kristal berlari cepat lalu menghantam salah satu wanita itu dengan satu pukulan maut nya. salah satu siluman itu terpental menghantam tiang bangunan, sementara itu sang tuan justru hanya menikmati pertandingan sembari duduk santai.


"Tadi nya kalian cantik, tapi mengapa kini wajah kalian seperti monster, iuh." ketus bong disela - sela pertarungan. pertarungan berjalan cukup serius, kristal berusaha terus menyerang menggunakan sihir yang ia kuasai,, hal itu lebih efektif karena bisa menyimpan energi Chi milik nya.


Si pria memicing menyaksikan kemampuan dari ke empat bersaudara, "anak - anak ini memang tak bisa diremeh kan." batin nya menyesap se gelas wine anggur merah.


Dilain sisi, kristal berusaha melumpuh kan musuh dengan segera. namun ketiga kakak nya sedikit terkena cairang perekat para siluman yang mereka lawan.


"Hey wanita jelek, apa yang pria itu bayar sehingga kalian sangat patuh pada nya?" tanya kristal mengejek di sela - sela perkelahian itu. si wanita siluman hanya diam seolah belum mendapat kehendak untuk berbicara dari sang tuan.


"Bisu ya? terima ini." lanjut kristal menendang wanita siluman hingga terpental ke belakang

__ADS_1


SLASHHH... PRANKKK.. ' suara pedang terdengar saling beradu, long sudah melumpuh kan satu wanita siluman dan bergerak membantu ketiga adik nya. hong dengan segala kemampuan gesit dan inisiatif yang bagus dalam menyerang musuh akhir nya bergerak dengan dibekali busur jarum emas nya, dan melumpuh kan para wanita siluman


"Matilah, hiaaa.. " pekik bong maju dan mengunus pedang pada wanita siluman sehingga perut nya terbelah menjadi dua


Berkat kerja sama yang baik dari mereka, akhir nya para wanita siluman berasil di lumpuh kan. dan kini hanya tersisa si pria berbadan besar tadi sedang duduk santai memperhatikan ke empat bersaudara dengan senyum remeh nya.


"Good game, kau yang tersisa." ujar kristal tersenyum miring, namun dibenak nya turut merasakan hal yang buruk akan terjadi,, tapi apa?.


"Kalian para monster jahat, kalian merampok, membunuh dan bahkan menculik anak kecil yang tidak berdosa." ujar long dengan tajam, sorot mata tajam itu tertuju pada pria yang sedang duduk dengan santai di depan mereka.


"Kami hanya membantu mengurangi populasi anak kecil terlantar di dunia ini. bukan kah kami sudah berbaik hati? kami mengambil para anak kecil dari orang tua yang serta merta kekuarangan dalam segi hal mana pun."jawab nya terkekeh sambil menyesap kembali segelas wine nya.


"Cuih! jika semua penduduk di dunia ini memiliki pemikiran seperti mu, di pastikan dunia akan hancur tanpa sisa." ketus hong menimpali, dia begitu kesal dan siap siaga ingin menyerang si pria


Pandangan kristal tertuju ke arah sebuah belati darah srigala yang berada di pinggang pria itu. dia tertarik dan berkomitmen ingin mengalah kan si pria agar mendapat kan belati tersebut. "menarik sekali." gumam nya, dan kemudian melepas serangan ke arah pria tersebut.


"api abadi... hiaaa. " pekik nya maju menyerang terlebih dahulu, dia melompat dan menendang si pria yang sedang duduk santai itu. namun si pria dengan mudah menangkis pergerakan kristal, sehingga kristal terpaksa mundur akibat dorongan yang begitu besar.


"Sialan, tak mudah mndekati nya." gumam kristal dengan nafas tersengal. "adik, jangan gegabah. pria itu memiliki pertahan yang kuat." ujar long memasang kuda - kuda dan melempar kan senjata belati bulan nya. belati itu dia arah kan bak seperti sebuah boomerang


Tak mau menyerah, kristal turut melepaskan serangan dan melepas jarum - jarum racun nya ke arah pria itu. namun sayang si jarum malah tak ber epek apa pun pada pria itu, jarum nya patah dan terpental akibat menyentuh kulit nya yang begitu tebal bak seperti baja.


"Apa? bahkan kulit nya kebal dengan jarum racun ku?" cicit kristal jengkel, dia terus melepas serangan nya kepada di pria tersebut.


"Lihat lah, apakah kau akan kebal dengan panah jarum emasku ini." pekik hong melompat dan memanah si pria itu, namun sang pria sangat kuat dan masih berada di posisi duduk nya.


Ke empat bersaudara melompat dan bergumpul dengan nafas yang tak teratur. mereka cukup kewalahan dan ingin diam sejenak. "seperti nya, dia memang sengaja mengulur waktu sehingga kita kehabisan energi dan kemudian kalah." bisik bong, ngos ngosan. "lalu, apa yang harus kita lakukan? pertahanan nya sangat kuat." tanya hong bingung ingin bergerak bagaimana lagi.


Setelah cukup mengamati, long akhir nya buka suara dan mengatakan, "serang kursi nya, jika kursi nya hancur dia tidak akan ada tempat untuk duduk kembali."bisik long pada ketiga kakak nya, ketiga nya mengangguk paham dan secara bersamaan bergerak dan masing - masing nengeluarkan energi Chi yang cukup besar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2