PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : tepat janji


__ADS_3

Selamat membaca..


......................


***


Long dan hong sedang berjalan menelusuri berbagai ruangan, keadaan ruangan begitu menjijikan dan sadis di lihat mata. banyak terdapat toples berisikan organ dalam manusia, berjejer rapi di sebuah rak penyimpanan kayu.


Langkah mereka tertuntun kesebuah ruangan pintu rahasia dari bangunan itu. mereka membuka nya dengan hati - hati lalu masuk kedalam ruangan. "ruangan apa ini?" gumam hong heran karena mendapati bau tak sedap yang berasal dari dalam ruangan.


Tak lama terdengar suara samar samar tangisan, long dan hong masuk semakin dalam memeriksa suara tersebut. dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi mereka mengendap dan mendapati sebuah sel penuh dengan anak kecil dan bahkan bangkai anak kecil masih berada disana dan bergelempangan.


Long terperanjat dan membatu, hong dengan sigap memeriksa tubuh - tubuh yang bergelempangan tersebut. namun bukan nya senang, para anak kecil tersebut menangis ketakutan dan terus memohon agar dilepaskan dan jangan dibunuh. betapa tersiksa nya mereka, dijual oleh keluarga sendiri dan harus menjalani fase hidup dan mengantri menjadi santapan siluman.


Anak mana pun akan trauma dan sulit melupakan hal mencekam ini.


"Tolong jangan habisi kami, le - lepas kan kami." mohon mereka dengan tangis yang pecah dan bersujut di lantai. long tak tega melihat nya, dia mengambil pedan dan berjalan menuju ke sekumpulan anak kecil itu sehingga mereka semakin ketakutan.


Mereka memekik dan memejam kan mata, long mengayun kan pedang nya dan kemudian menebas sebuah rantai yang menjadi pusat pengikat anak - anak.

__ADS_1


Para anak kecil itu membuka mata mereka dan melihat, anak kecil mana yang mati? mengapa tak ada suara teriakan? mereka heran dan memandang ikatan rantai mereka yang lepas. "jangan takut, kami tidak akan menyakiti kalian."ujar long kembali menaruh pedang pada sampul nya.


"Kau orang baik? apakah kau benar - benar orang baik?" cicit mereka tak percaya, benarkah jika didepan mereka sekarang merupakan orang baik yang akan menolong mereka?....


"Kak mereka tak bernyawa." ujar hong memberi kabar jika mereka yang sedang bergelempangan tak bernyawa lagi. long mendengus dan berjongkok agar menyamaratakan tinggi nya dengan para anak kecil. "kenapa kalian bisa sampai kemari?" tanya long lembut sembari mengusap hangat rambut sang anak, hal ini memang harus dilakukan agar memberi kesan nyaman dan mendapat kepercayaan dari sang anak.


"Be-beberapa bagian dari kami, adalah seorang anak dari keluarga miskin. kami di jual oleh keluarga kami karena kesulitan ekonomi." jelas salah satu pria kecil yang berumur sekitar 8 tahun.


"Tapi disini juga terdapat dari kalangan bangsawan, ada beberapa anak selir dan gundik yang sengaja dibuang dan dijual disini." lanjut nya lagi, mereka menunduk sedih dengan tangan menggenggam erat baju lusuh mereka.


"sial! baik lah sudah sukup, sekarang bersiap lah dan kita harus pergi dari sini. tempat ini tidak aman untuk kalian." timpal hong yang sudah tak tahan mendengar cerita mereka, para anak kecil itu masing masing saling bersiap dan membopong adik mereka yang masih kecil sekitar berumur 3 tahunan.


......................


"Hahaha, saat nya aku beraksi." ujar kristal menyatukan benang dengan jarum. bong heran dibuat nya, sebenarnya apa yang anak ini akan lakukan? firasat nya sunggu tidak enak.


"Adik, apa yang ingin kau lakukan?" heran bong cengo memperhatikan tingkah sang adik. dia masih berpikir positif dan tak memikirkan hal yang aneh, namun sampai lah di suatu momen saat kristal menancap kan jarum di bibir si pria tersebut. mata nya terbelalak dengan keadaan shock.


"Apa yang kau lakukan? kau ingin menjahit kulit nya?" tanya bong terkejut dan sedikit risi. "aku sudah pernah berjanji jika aku menemukan mereka, aku akan menjahit kulit mereka menjadi satu. tak mungkin aku mengingkari janji ku sendiri." ujar kristal diseling menjahit mulut pria tersebut.

__ADS_1


Jadi sebenarnya, apa kah sang pria itu masih hidup atau sudah mati? lihat saja nanti....


Bong lebih memilih diam dari pada banyak bertanya, dia menelan ludah dan bingung ingin membantu apa? ternyata sang adik jauh lebih kejam dari diri nya, "kepala nya botak, apakah kita harus memodif kepala nya? " tanya bong memperhatikan kepala dari pria tersebut.


"Lakukan lah, kita harus cepat. nanti dia bangun." ujar kristal menyelesai kan dibagian mulut. dia beralih di bagian kaki dan memotong semua jari - jari kaki pria itu menggunakan belati yang sudah dia incar tersebut. "aku menyebut nya karya yang indah." gumam nya puas mendapati penampilan dari sang pria sama percis apa yang dia mau.


"Apakah ini bisa dibilang sebuah karya?" gumam bong kembali menelan ludah nya, keadaan pria itu agak menjijikan dengan mulut terjahit, kelopak mata dijahit dan bahkan kaki yang dijahit menjadi satu membentuk sebuah ular.


"Ini memang sebuah karya." balas kristal tersenyum puas, lalu dengan segera dia mengeluarkan sebuah kotak panjang hitam. dia membuka nya dan timbul sebuah jarum emas dari dalam kotak tersebut.


"Kakak bantu aku, tolong tancap kan jarum ini dibagian titik pital nya. kita harus merusak aliran energi nya sehingga tak bisa menggunakan ilmu hitam lagi." suruh kristal menyuruh bong agar menancap kan jarum ke bagian titik pital sang pria.


Bong dengan senang hati menerima nya dan mengambil kotak tersebut. dia menancap kan disetiap titik pital, lalu membiarkan nya dengan sekejap. perlahan timbul sebuah darah hitam mengalir dari dalam tusukan jarum emas.


Dan sekarang sang pria tak menjadi apa pun, kekuatan yang sudah hancur dan bahkan kondisi tubuh yang sudah rusak. jika dia bangun, siapa pun tak akan bisa membayang kan seberapa tersiksa nya dia.


"Biar kan seperti itu, kita tunggu saja dan lihat apa kah dia mati atau tidak."ujar kristal, dan tak lama terdengar suara dari arah lain memanggil kristal. dan ternyata itu merupakan long dan bong yang sedang membawa pasukan anak kecil bersama mereka.


Kristal dan bong saling pandang dan keheranan, bagaimana di dunia berbahaya ini ada sekumpulan anak kecil seperti mereka? ah tidak - tidak, seperti nya mereka melupakan adegan dimana sebuah pohon yang dipenuhi potongan tubuh anak kecil. itu bisa menjelas kan kalau anak kecil tersebut diculik dan dibuat menjadi santapan dari para siluman.

__ADS_1


Anak kecil tampak ketakutan saat melihat orang yang sedang tergeletak ditanah tersebut. seperti nya mereka kenal betul dengan sang pria? hmph bagaimana jika mereka tak tahu jika sang pria itu lah yang sudah membeli mereka dan menjadi kan mereka santapan nya? kira kira apa yang mereka akan lakukan sebagai rasa balas dendam mereka?


Bersambung...


__ADS_2