PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : menyelamat kan


__ADS_3

Ktistal sedang duduk bersila menyerap energi alam sebisa nya. keringat panas dingin memenuhi seluruh tubuh nya.


Kening nya mengerut dan bibir mengerucut. letupan letupan aliran darang membuat kristal memekik kesakitan, darah mengalir di mulut maupun hidung nya.


Bong bingung ingin melakukan apa, dia mencoba untuk tetap diam dan menunggu kristal selesai dengan tahap penyembuhan.


Mata nya melotot dan bibir nya mengerucut.


"Dia sangat menderita, jika aku ada di posisi nya,, pasti aku akan menyerah dan menunggu ajal menjemput."


Bong membantin, dan memperhatikan kristal dengan lekat.


"hampir selesai, ah sial. sakit sekali, huaa kakek cucu mu ini sangat menderita. andai kau ada disini."


Rengek kristal didalam hati. dia benar benar kesakitan, andai saja dia tak memaksa menggunakan tingkatan emperorr. maka dia tidak akan berakhir seperti ini.


Uhukk... uhukkk.... hahhhh


"Adik, apakah baik - baik saja?."


Setelah ktistal membuka mata nya, bong dengan cepat menghampiri dan meraih kepala kristal agar bersandar pada nya.


"Ya, sedikit hehe. tapi setidak nya aku lepas dari ambang kematian."


Jawab kristal masih sempat terkekeh. bong tersenyum lega, bola mata coklat itu tergambar jelas wajah teduh milik kristal, dan akhir nya mereka tersandar secara bersamaan di pohon besar itu.


"Apakah kau tau, kami bertiga sangat mengkhawatirkan mu. dan bahkan aku tak bisa bernafas melihat kau dalam kondisi seperti tadi. kau begitu ceroboh."


Kedua nya terkekeh bersama, dengan lemah kristal duduk tegap dan memperhatikan bong.


"Lain kali aku tidak akan ceroboh, tapi sebaik nya kita mencari keberadaan boji. aku khawatir jika dia tidak ditemukan."


Usul kristal teringat pada boji, benar juga. apakah yang lain nya sudah menemukan boji? sudah selama ini.


"Kau yakin? kau begitu lemah."


Bong nampak tak setuju, tubuh kristal masih begitu lemah. jika dipaksa untuk bergerak, maka itu akan memperburuk keadaan nya.


"Kak aku mohon, aku ingin mencari keberadaan boji, bawa aku."

__ADS_1


Kristal memohon, bong hanya bisa menghela nafas panjang dan akhir nya setuju dengan permintaan kristal.


Mereka pergi dengan bong yang memapah kristal. pergerakan kaki kristal sangat lemah, bong tak yakin dia akan kuat berdiri begitu lama.


Namun di perjalanan yang tertatih itu, secara tak sadar. kristal melihat sebuah tangan di dalam sungai yang sedang tertimbun rerumputan.


Mata kristal terbelalak. bulu roma nya merinding.


"Kakak, hantu... itu hantu."


Kristal memekik, dia menunjuk nunjuk tangan tersebut. bong dengan cepat memperhatikan tangan itu, dan tak berani untuk memeriksa nya.


Hey bagaimana jika itu adalah mayat hidup? ah tidak - tidak, tak mungkin mayat hidup berada di dalam sungai.


"Ha-hantu? oh tidak aku takut hantu, kita pergi saja."


Bong dengan cepat mengangkat tubuh kristal dan membawa nya pergi, namun tanpa mereka sadari,, jika mereka sudah dikuasai oleh rasa takut dan enggan ingin memeriksa mayat tersebut.


Hey siapa tahu itu adalah boji? kalian tidak boleh menjadi penakut seperti itu.


"Kak, bagaimana jika itu adalah, boji? apakah kita tidak akan memeriksa nya?."


"Ah ha ya, kau benar. kita akan memeriksa nya."


Ujar bong gugup dan berbalik kebelakang. dia menuju tempat tadi dan akhir nya menurunkan kristal, dan pergi memeriksa tangan tadi


Dengan ragu, tangan bong bergerak membersih kan rerumputan. samar samar terlihat tubuh dan wajah nya, dan memang benar jika tangan yang kristal lihat adalah tubuh boji.


Bong melotot, dan betapa senang nya dia menemukan sang adik. namun wajah kedua nya berubah menjadi murung, mereka berpikir, apakah adik mereka masih hidup atau tidak.


"Kak cepat angkat tubuh nya."


Suruh kristal. air mata kebahagian membasahi pipi nya, dia benar - benar senang karena telah menemukan sang adik.


Bong mengangkat tubuh boji, dia mencoba untuk membangun kan boji,, namun boji masih tak sadar kan diri.


"Bagaimana cara menyadar kan nya? apakah tubuh nya perlu di goncang goncang kebawah agar air dari mulut nya keluar?"


Bong bergerak dengan cepat, dan menggoncang tubuh boji kepala kearah bawah, bermaksut agar air yang ditelan boji keluar.

__ADS_1


Kristal yang sibuk mencari alat di cincin penyimpanan nya, segera melihat ulah sang kakak, mata nya melotot sempurna. bagaimana orang tenggelam bisa diperlakukan seperti itu? itu sama saja membunuh nya dua kali.


"Kakak, apa yang kau lakukan? itu akan memperburuk keadaan boji."


Pekik kristal shock, dengan cepat bong meletak kan tubuh boji kembali terbaring ke tanah. dia tersenyum malu,


"Kakak tidak, tahu."


Kekeh nya, kristal hanya bisa terdiam dengan tingkah kakak nya. dia ingin sekali memukul kepala kakak nya itu menggunakan palu purba.


Kristal bergerak membaring kan tubuh boji ke tempat keras dan datar. dengan ragu telunjuk nya bergerak ke arah hidung boji.


Dia memastikan, apakah boji bernafas atau tidak? namun tubuh kristal bergetar hebat saat menemukan jika boji tak bernafas lagi.


"Di-dia tidak bernafas."


Lirih kristal, bong shock dan terduduk putus asa.


"Apa yang harus aku lakukan? aku bukan seorang dokter, tapi,, tapi aku pernah melihat seorang penjaga pantai pernah menyelamat kan seorang anak kecil. apakah aku gunakan cara itu saja?."


"Kak, percaya lah. boji akan selamat."


Gumam kristal, dia menelan air liur nya. keringat bercucuran dimana mana.


Tangan kristal bergerak meraih tangan boji. dia melihat dan menekan urat nadi boji selama 30 detik, dan ternyata denyut nadi nya masih ada,, walau pelan, namun kristal masih ada harapan untuk menyelamat kan boji.


"Jangan gugup kristal, kau, kau pasti bisa."


Dia meyakin kan diri nya sendiri. bong melihat kristal sedang melakukan sesuatu terhadap boji. dia melihat dan mengamati dengan mata yang hampir ingin menangis.


Kristak menyatukan kedua tangan nya, dan kemudian menaruh kedua tangan nya ke bawah dada boji. tangan nya lurus dengan posisi jongkok, dengan cepat kristal melakukan CVR berulang ulang kali selama 30 kali.


Boji mengeluarkan reaksi, bong senang sehingga dia tak bisa diam dari tadi.


"Berhasil, itu berhasil. dia hidup."


Pekik bong takjub dan senang. kristal terus saja berusaha menekan dada boji. sesekali dia menyuruh bong agar memberi nafas buatan kepada boji, awal nya bong menolak,, namun mau tak mau dia harus menyelamat kan sang adik agar tak mehilangan nyawa nya.


Boji batuk dan memuntah kan air yang sudah tertelan oleh nya. namun dia masih tak sadar kan diri, tapi kristal lega,, karena boji bisa kembali bernafas dan denyut nadi nya normal kembali.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2