
Kristal berada didepan pintu ruangan yang terlihat sedikit usang, dia menaruh tangan nya pada pintu dan mulai mendorong nya perlahan.
Pintu terbuka sedikit dan memperlihat kan isi didalam nya, terlihat sederhana, beberapa tempat tidur bambu yang terlihat kokoh.
Dia mulai melangkah kan kaki masuk kedalam ruangan, dengan hati hati dia melangkah dan melihat kesekitar.
"Sepi sekali," Bisik Kristal heran.
Dia semakin melangkahkan kaki kebagian terdalam ruangan itu, masih tidak ada orang. Dia mulai menghela napas pelan sambil sesekali mengurut pelipis nya
"Kenapa aku harus bersikap hati hati begini, memang nya aku ini pencuri." Monolog nya itu.
Dia berjalan kembali menuju ranjang bambu uang bahkan tidak memiliki alas nya itu, "Untung saja aku membawa selimut." Gumam Kristal.
Dia mengeluarkan sesuatu dari lengan baju nya, dimulai dari selimut dan bantal. dia menaruh di ranjang yang kosong dan mulai menata.
Namun tiba tiba
KRIETTTT
Suara deritan pintu terdengar, Kristal menoleh kebelakang melihat kearah pintu.
"Siapa kau! apa yang ingin kau lakukan di sini? niat jahat apa yang akan kau lakukan!" Tukas seorang wanita cantik berbadan lebih tinggi dari Kristal.
Kristal mengerutkan kening nya, baru saja masuk sudah dituduh tuduh yang bukan bukan.
"Wey tenang, santai. Aku murit baru yang dibawa oleh master tauxing, aku bukan seorang penjahat." Bela Kristal terhadap diri nya.
Wanita itu mengangkat satu alis nya, dia terlihat tidak mempercayai perkataan Kristal. Kristal menghela napas karena bingung ingin menjelaskan seperti apa lagi.
"Sungguh!" Ulang nya dengan tatapan yakin.
Wanita itu berdiam sesaat sampai saat diri nya maju mengabaikan Kristal.
"Oh," Singkat nya acuh tidak acuh.
Kristal memperhatikan wanita itu dengan sinis, dia melihat wanita itu berjalan serasa diri nya ingin mengahalangi kaki wanita itu dengan kaki nya.
Dasar menyebalkan! akan ku tarik rambut mu.
Kesal Kristal meremas udara yang mengarah pada wanita tersebut.
__ADS_1
"Huhh sabar Kristal, ini ujianmu." Gumam Kristal mengelus dada.
Dia kembali fokus pada perlengkapan nya, tidak mau mengurusi wanita yang menyebalkan tadi. Dia mempersiapkan semua nya lalu baring disana dengan tubuh yang sudah lelah seharian tanpa istirahat. Jangan salah, walau kerjaan Kristal hanya tidur saat di kereta bukan bearti itu bisa dibilang istirahat. Kereta bergoncang terkena jalan yang rusak sehingga membuat tubuh sakit dengan goncangan itu.
Tak lama timbul dua orang wanita lagi, mereka berbicara dengan riang sampai Fokus mereka terganggu saat melihat Kristal yang sedang terbaring telentang.
"Kau siapa?" Tanya kedua nya pada Kristal.
Kristal mengangkat pandangan nya pada kedua gadis yang sama tinggi dengan nya, kedua gadis ini terlihat sedikit mirip.
Kristal bangun namun tetap dalam posisi duduk, dia melihat pada kedua gadis yang terlihat ramah itu.
"Aku murit baru yang dibawa oleh master tauxing, nama ku kristal. Senang bertemu dengan kalian." Ucap Kristal disertai dengan seringaian manis nan polos.
"Wah, kau murit dari benua muffin ya? Hebat sekali, selamat datang ya." Ucap Wanita dengan gigi kelinci putih nya. manis sekali.
"Nama ku, Suan."
"Nama ku, Xima."
"Senang bertemu dengan mu," Ucap Suan dan Xima serempak begitu ramah.
Kristal tertawa melihat tingkah mereka. Dan dia dikejutkan kembali saat Suan dan Xima duduk disamping nya.
"Benar, berapa tingkat nya?" Tanya Xima menimpali.
"Aku ha__"Belum sempat Kristal menjawab, wanita pertama tadi tiba tiba saja memotong perkataan Kristal.
"Berhentilah berbicara omong kosong, cepat keluar hari sudah malam. Makan bersama akan dimulai sebentar lagi!" Ucap Wanita itu dengan ketus pada ketiga nya.
Dia keluar tanpa memberi muka pada ketiga gadis ini lagi, lalu menutup pintu dengan keras.
BRUKKK
"Ada apa dengan nya! huu dasar pian menyebalkan!" Maki Suan kesal pada wanita yang dia panggil pian tadi.
"Oh nama nya pian, dia terus saja bersikap datar pada ku tadi. Apa masalah nya? apakah dia memang seperti itu?" Tanya Kristal.
Seperti nya mereka sudah mulai menggibah, kristal berbicara dengan sinis tentang pian yang menyebalkan.
"Shutt, dia memang seperti itu. Dia wanita yang arogan, kami bahkan tidak akur pada nya." Ucap Xima.
__ADS_1
"Benar! Mentang mentang dia ahli berpedang dan bisa menguasa energi Chi tingkat Cloud, dia menatap rendah kami." Sahut Suan sangat geram, seperti nya sudah ada dendam lama yang terpendam.
Kristal membesarkan mata nya, "Cloud? waww, hebat sekali." Puji Kristal takjub. Jarang jarang dia mendapati seorang wanita yang bisa mencapai ranah Cloud.
"Tak kupikirkan jika ada orang hebat di perguruan ini," Sambung Kristal.
"Ah biasa saja, walau pun dia seorang kultivator tingkat Cloud dia tidak memiliki elemen. Kami memiliki tiga orang berbakat di perguruan kami, dua orang pria dengan tingkat Cloud akhir dan Pian dengan tingkat Cloud tengah. Namun diantara ketiga nya sama sekali tidak memiliki elemen." Jelas Xima.
Apakah mereka seorang kultivator tembakan? hem menarik.
"Kristal, apa tingkatan Chi mu?"Tanya Suni lagi karena belum sempat mendengar perkataan Kristal yang dipotong oleh Pian.
Waduh, bagaimana ini.
Kristal berpikir sejenak sambil melihat pada kaki nya yang bergoyang.
"Aku baru saja mencapai ranah Silver akhir," Ucap Kristal terseungging senyuman diwajah nya.
"Waw tidak apa, itu hebat." Sambar Xima, "Iya, kau hebat karena bisa mencapai tahapan silver. Kami berdua saja baru mencapai tahapan iron." Sahut Suan dengan mata berbinar.
"Ah tidak juga, kita sama sama hebat bisa sejauh ini." Jawab Kristal tidak henak hati sambil menggaruk garuk tengkuk nya.
Jika aku mengaku, bisa bisa satu perguruan akan geger. Bukan hanya perguruan tauxing, akan tetapi kekaisaran xitang juga akan geger. Aku hanya ingin fokus mengikuti turnamen di perguruan awan saja! lagi pula aku ini mencari penyakit sendiri, sudah memiliki kesempatan masuk ke perguruan awan eh malah milih perguruan tauxing! lalu apakah sekarang aku mulai menyesal? semoga saja jalan yang ku tempuh tidak diberatkan.
Kristal berdiam sambil berperang dengan pikiran nya sendiri, sampai suara Xima memecahkan lamunan nya
"Kristal apa yang kau pikirkan?" Tanya Xima.
"Tidak ada, hanya melamun saja." Balas Kristal dengan senyum nya.
**
Diluar ruangan, didepan kediaman para murit putri. Pian nampak berdiri di belakang pintu sambil menempelkan kuping pada pintu tersebut.
"Hanya seorang sampah! aku pikir lebih hebat tidak tahu nya sampah lagi yang didapat." Maki nya pelan entah tak tahu mengarah pada siapa saja.
Dia berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan kerlingan mata yang sinis, namun dia tidak sadar pada ucapan nya barusan. Berucap sombong terkadang jangan terlalu berlebihan, apalagi sampai menyakiti hati dan perasaan seseorang. Seperti nya pian ini sangat terobsesi pada kekuatan dan tingkatan atas, dia adalah murit yang di buang oleh perguruan awan karena tidak memiliki elemen sama sekali.
Dia dijadikan hadiah penghinaan guru perguruan awan kepada guru tauxing, sampai saat ini dia sangat dendam pada perguruan awan. Bahkan tak terdapat rasa simpati dihatinya, yang ada hanya ada ego yang besar.
Pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan Kristal, Suan, dan Xima yang saling bergandengan ria. Ajaib bin ajaib, mereka baru saja bertemu tapi sudah seakrab itu.
__ADS_1
"Aku sudah lapar, tidak sabar makan bubur." Ucap Kristal.
^^^BERSAMBUNG^^^