PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
KEBENARAN YANG TERUNGKAP


__ADS_3

Tidak, mengapa wanita ini bilang jika kakek adalah kasim dunia bulan? Bagaimana jika ini benar? tapi, tapi aku tidak ingin percaya! dia adalah kakek ku, kakek kandung ku! wanita ini hanya membual saja, aku tidak boleh tergema dengan kata-kata nya.


Kristal membantin sambil melihat ke arah wanita yang sedang duduk dengan layu dan mata yang sembab, entah mengapa tapi hati nya sakit saat melihat wanita itu dalam kondisi yang buruk. Tapi dia mencoba dengan keras menyangkal semua perasaan itu, dia berusaha menanam kan kebencian dan kemarahan di dalam hati nya.


"Aku tidak bisa"


Dia menghela nafas lalu bibir mungil nya bergerak, "Jika memang aku adalah anak mu, dan kakek ku adalah kasim dunia bulan.. lalu apa alasan mu mengirim ku jauh dari mu? Sedari kecil... aku selalu melihat wajah kakek ku, aku mencoba untuk mencari dua sosok lain nya. Ku lihat teman-teman ku sedang bermain bersama kedua orang tua mereka, dan sedang kan aku?" Kristal berbicara dengan emosional, dia sangat sulit untuk mengendalikan perasaan nya.


"Ibu salah... ibu minta maaf pada mu," Lirih wanita itu dengan isakan tangis nya.


"Diam! kalian anggap perasaan ku ini hanya sebuah mainan, iya? setiap malam diri ku bertanya pada kakek, dimana orang tua ku, dimana mereka, namun jawaban nya nihil! Dengan se enak hati kalian mengoper ku kesana kesini, kalian anggap aku ini mainan kalian?"


"Ma... af nak, jika ibu tidak mengirim... mu kedunia itu, maka kau akan hancur bersama ibu. Ibu terpaksa memisah kan bayangan mu dari mu nak, ibu terpaksa.. hiks.. hiks." Wanita itu sangat terpukul dia menangis sejadi-jadi nya melihat kemarahan dan kekecewaan dihati anak nya.


Kristal menetes kan air mata, dia sadar dengan apa yang telah dia katakan. Tak seharus nya dia berkata seperti itu, namun dia juga sakit hati mengapa dia seolah sedang di permain kan? Dia di kirim lalu di oper lagi, memang nya dia itu bola?


Dia dengan berusaha menguat kan hati nya, jantung nya berdegup kencang karena perasaan yang begitu asing telah menghampiri.


"Ib-ibu.." Lirih nya dengan wajah tertunduk menatap rerumputan hijau dengan dihiasi bunga-bunga kecil.


Wanita itu dengan cepat menoleh, dia lihat putri nya dengan mata nya yang masih sembab, senyuman mulai muncul. "Bi-bisa kan kau mengulangi nya?" Pinta wanita itu tersenyum tidak percaya, dia meminta kalimat ulang pada putri nya.


"Ibu, ibu.." Ucap Kristal mengulangi perkataan, air mata menetes deras, dia berlari dan mencoba untuk memeluk ibu nya.

__ADS_1


Bruk


Kristal tidak bisa mendapat kan tubuh ibu nya, ibu nya tidak bisa di sentuh. Dia sangat shock, dia bangun kembali dan melihat penuh tanda tanya pada ibu nya.


"Ibu hanya sebuah roh nak, kau tidak bisa menyentuh ibu. Maaf nak, ibu sekali lagi harus mengecewakan mu." Lirih sang dewi bulan terus menangis seolah tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apapun.


"Kenapa ibu mau berkorban seperti ini? Dunia begitu kejam pada ibu, tapi mengapa ibu rela berkorban demi dunia ini? biar kan saja hancur, dan kita bisa hidup bersama di dunia bulan." Ucap Kristal walau terdengar sedikit egois, tapi dia juga tidak terima akan hal itu.


"Shutt, jangan berbicara seperti itu! Jika ibu tidak berkorban, mungkin saja jalan cerita nya tidak seperti sekarang. Mungkin saja kau tidak akan pernah bertemu dengan keluarga yang begitu menyayangi mu sepenuh hati."


Kristal sadar, dia membesarkan mata saat teringat pada keluarga kecil nya yang bahagia. Sungguh dia begitu menyesali perkataan nya itu, dia mengutuk keras ucapan nya. Namun, dia juga tidak bisa bersama dengan ibu kandung nya. Dia sadar mungkin satu pengorbanan ini, akan membuat jalan indah sendiri bagi masa depan.


"Kristal salah ibu, Kristal benar-benar tidak tahu.. apa yang harus Kristal lakukan. Katakan apa yang bisa Kristal perbuat agar ibu bisa pulang kembali kedunia? Katakan ibu," Desak Kristal.


"Apa? mustahil,"


"Apa ini ada hubungan nya dengan laki-laki brengsek itu? laki-laki yang sudah tega membakar hidup-hidup bayangan ku? jawab Ibu," Desak Kristal lagi.


Dewi bulan dengan lirih bergeleng tanda membantah dugaan Kristal. "Dia bukan ayah mu!" Ucap dewi bulan seketika membuat raut wajah Kristal menjadi ambigu


"A-apa? lalu, lalu siapa ayah ku? pan-pantas saja, dia begitu membenci ku.. rupa nya aku bukan lah anak nya." Kristal berbicara dengan menunduk, dia cukup sedih dan berpikir apakah diri nya anak haram? lalu siapa ayah nya, apakah ayah nya mencintai ibu nya?


"Jauh kan semua pemikiran buruk mu nak! ibu melahirkan mu adalah sebuah takdir yang sudah tertulis, kau lahir tanpa ayah. Ibu mengandung mu selama 10 bulan tanpa bantuan siapapun, karena jendral Xifeng menganggap jika ibu telah mengkhianati diri nya bersama laki-laki lain. Maaf, maaf sudah membuat hidup mu susah." Jelas dewi bulan mengungkit semua kebenaran yang selama ini di tutupi. Lantas, apakah Kristal akan tetap menyimpan dendam nya setelah mengetahui semua penyebab mengapa Xifeng ingin membunuh nya?

__ADS_1


"Cih, tapi dia membunuh ku! mau seperti apapun alasan nya, dia tetap bersalah!" Ucap Kristal tajam.


Kebenaran macam apa ini? mengapa hidup ku ini sungguh rumit? terlahir tanpa ayah, dikirim kedunia lain karena sebuah kehancuran, dipisah kan dari bayangan. Sulit untuk ku mempercayai nya, ya tuhan... aku bahkan tidak berpikir jika aku lahir tanpa ayah, pantas saja Xifeng membenci ku, dia sudah bertahun-tahun membiarkan diri ku disiksa oleh meymey dan meili, rupa nya itu adalah salah satu cara membalas dendam. apa yang seharus nya aku lakukan, apakah aku membalas dendam atau menyadarkan diri nya jika istri nya (ibu ku) tidak pernah berkhianat pada nya? aku bingung, aku ingin petunjuk.


Dia tatap ibu nya, dia meraih pergelangan tangan ibu nya, genggaman yang begitu erat dan senyuman yang indah.


Sungguh manis sekali...


"Apakah ibu akan tetap berada disini?" Tanya Kristal dengan nada sangat lembut.


Cukup lama dewi bulan menatap Kristal, seolah diri nya tidak pernah puas menatap wajah putri nya.


"Namun ini adalah yang terakhir ibu berada di sini. Tugas ibu sudah selesai," Jawab Dewi bulan tersenyum kecut.


"Tapi mengapa? apakah ibu tidak bisa lebih lama disini?"


"Karena tugas ibu sudah selesai, sang pewaris berikut nya sudah mengetahui jalan hidup yang sebenar nya. Kau adalah pewaris berikut nya, semua kekuatan ibu akan diwariskan pada mu. Kau harus menjalan kan semua tugas mu, sebagai dewi bulan yang baru...


Tidak tahu mengapa disaat dewi bulan berbicara, tubuh nya perlahan terangkat lalu sedikit demi sedikit memudar. Kristal masih setia memegang tangan ibu nya agar tak terbang lebih tinggi,


"Ibu, aku berjanji demi hidup ku.. aku akan membuat mu tersenyum diatas sana. Terima kasih, kau sudah memberi tahu fakta yang sebenar nya pada ku. Sekarang aku tahu, aku punya ibu ya walau pun tidak memiliki ayah. Dan aku berjanji akan makan dengan teratur dan rajin menabung, putri mu ini tidak akan mengecewakan mu"


^^^Bersambung^^^

__ADS_1


__ADS_2