
Mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur senang dengan tepukan meriah dari para penonton. Bersikap sombong memang patut dia lakukan!
Bong keluar dari sana dan masih celingak-celinguk mencari seseorang, dia menggaruk kepala nya yang tak gatal lalu terus melangkah kan kaki menuju arah kanan.
Dari arah berlawanan terlihat Kristal, Hong, Long dan guru tauxing sedang berjalan mencari seseorang. Mereka berhenti sejenak lalu mengarahkan pandangan pada tribun tarung pedang, "Aku tidak yakin jika kakak Bong masih ada disana," Ucap Kristal karena tidak bisa merasakan keberadaan Bong
"Kita tinggal saja lah, Adik kau bisa mengirim pesan pada Bong. Waktu mu untuk keluarga benar-benar tidak cukup kalau begini, bunda butuh waktu untuk melepasmu dan ayah juga butuh waktu. Sebaik nya kita pulang saja tanpa mereka." Ajak Long pada ketiga nya.
Guru tauxing masih berdiam dengan menenteng satu tas kecil yang berisikan beberapa barang penting milik nya, dia melihat pada Kristal dan kristal juga melihat pada nya. "Jangan tegang guru, bunda dan ayah tidak makan manusia." Ucap Kristal terkekeh.
Long dan Hong tertawa mendengar nya, mereka melihat pada guru tauxing yang terlihat sedang malu. "bukan begitu, tetapi aku benar-benar tidak enak pada orang tua mu." Ucap guru tauxing.
"Tidak masalah, tenang saja." Ucap Long memegang bahu guru tauxing begitu akrab, dia adalah guru adik nya jadi wajar dia bersikap seperti itu.
"Ah begitu, baiklah aku tidak akan sungkan." Jawab guru tauxing tersenyum hangat.
Mereka memulai perjalanan pulang menuju kediaman ates, dengan sebuah kereta yang Long sewa.
**
Perjalanan terasa begitu singkat, kereta berhenti tepat diperumahan Ates.
Kristal dan yang lain nya mulai turun dari kereta. Penampakan pertama terlihat sangat Memukau, guru Tauxing membuka lebar mulut diri nya.
Rumah ini sangat besar, bahkan lebih besar dari ukuran perguruan milik ku. Aku semakin merasa malu pada nya sekarang, bagaimana aku bisa menjelaskan pada nya saat melihat perguruan ku nanti
Guru tauxing membatin dengan perasaan delema, dia melihat sendu pada Kristal yang tak henti tersenyum.
"Guru ayo masuk," Ajak Kristal, "Baiklah," Jawab Guru tauxing.
Mereka masuk bersama, dengan disambut oleh Cou. Cou tersenyum pepsoden saat melihat Kristal didepan mata nya.
"Eh Cou, bisakah kau antar guru ke kamar tamu?" Tanya Kristal.
Cou melihat pada pria paruh baya itu, dengan penampilan yang sederhana namun terlihat rapi.
"Baik nona," Jawab patuh Cou.
__ADS_1
"Ayo tuan ikut saya," Ajak Cou pada guru Tauxing, namun guru tauxing masih terlihat enggan.
"Pergilah guru, tidak apa-apa." Ucap Kristal, guru tauxing dengan malu-malu mengangguk dan mulai mengikuti Cou.
Kristal tersenyum melihat tingkah guru nya itu, dia melihat pada kakak nya Long dan Hong.
"Ayo kakak kita masuk, bunda dan ayah pasti sudah menunggu." Ajak Kristal.
"Baiklah adik," Jawab kedua nya.
Mereka bertiga masuk bersama, sungguh hari yang melelahkan namun juga menyenangkan. Kristal begitu senang saat tujuan nya sudah mulai tercapai, sedikit lagi dia akan mendapat kan tubuh naga dan membantu naga masuk ke bulan kembali.
**
Di dapur, terlihat Kristal, Hana, dan Cou sedang mempersiapkan makanan.
Kristal mengangkut semua makanan pada meja, dan mulai menyusun satu persatu.
"Bunda semua nya sudah siap, lalu apa lagi yang harus di siap kan?" Tanya Kristal begitu bersemangat.
"Tidak ada sayang, duduk lah disana. Biar bunda dan Cou saja yang melanjutkan nya, anak bunda tidak boleh kelelahan karena besokkan akan melakukan perjalanan panjang." Jawab Hana lembut sambil tersenyum
"Duduk yang tenang, sebentar lagi akan siap." Jawab Hana lagi.
Kristal menyerah, dia duduk disana dengan menopang dagu menggunakan tangan. Dia lihat semua pergerakan sang bunda, dan sesekali dia tersenyum saat melihat sang bunda begitu serius saat memasak.
2 menit berlalu.
Makanan sudah siap tersaji, Kristal duduk disana sebagai orang yang pertama.
Lalu orang rumah mulai berdatangan, terlihat Boji yang rupa nya sudah pulang kerumah. Kristal kaget melihat nya.
"Kau sudah pulang?" Tanya Kristal
Boji mengembungkan pipi nya, dia sedang merajuk pada Kristal saat ini. "Haiyo Boji kita sedang merajuk ya." Goda Kristal. Boji masih tidak memperdulikan nya, Boji memandang ke arah lain.
"Huh dasar perajuk!" Ucap Kristal lagi.
__ADS_1
Satu persatu orang rumah sudah berdatangan, Diawali oleh Long, Bong, dan Hong. Lalu disusul lagi Oleh Jibong yang sedang berbicara dengan guru Tauxing.
Ah guru tauxing terlihat begitu canggung dan kaku, dia benar-benar tidak biasa dengan kehangatan keluarga ini.
"Ah guru kemarilah, duduk disini." Panggil Kristal.
"Eh guru nya kristal, cepat kemari. Duduk lah disini," Suruh Hana lagi.
Mereka semua sudah mulai duduk pada tempat masing-masing, guru tauxing masih terlihat canggung.
"Jadi perjalanan nya akan dimulai besok ya?" Tanya Hana pada guru tauxing sambil memasukan nasi pada mangkuk masing-masing.
"Be-benar, aku tidak bisa meninggalkan perguruan terlalu lama. Sangat menyesal sekali harus membuat murit terburu-buru," Jawab guru tauxing sopan dengan menunduk.
"Apa yang guru katakan? Tidak masalah, mungkin ini adalah jalan untuk putri ku. Putri ku sudah memiliki jalan sendiri dalam hidup nya, dengan memasuki perguruan tauxing bisa memulai jalan nya itu." Ucap Mujeng tersenyum lembut mengusap kepala Kristal.
Aku ingin menangis, mengapa ucapan ayah bisa membuat aku sedih begini
Kristal melihat ayah nya dengan mata berkaca-kaca, dia sungguh merasakan perasaan lengkap pada saat memasuki keluarga klan ates. Kristal sangat bersyukur karena hal ini.
"Haiya mengapa suasana menjadi haru seperti ini, cepatlah makan." Ucap Hana memecahkan keheningan.
Mereka semua makan dengan khitmat, terlihat dengan jelas jika makanan yang sedang mereka santap itu sangat lejat rasa nya.
***
Mentari mengambil peran rembulan
Keluarga ates sudah bangun pagi sekali untuk menghantar kepergian Kristal menuju kekaisaran Xitang. Hana menitihkan air mata saat diri nya memeluk Kristal untuk perpisahan yang akan lama sekali bagi nya.
Dia mengecup hangat kening Kristal, "Sampai jumpa lagi sayang, jaga diri mu disana. Dan jangan tidur terlalu larut, apalagi makan makanan yang terlalu pedas." Pesan Hana agar Kristal selalu mengingat nya.
"Pasti, Kristal tidak akan melanggar pantangan dari bunda." Jawab Kristal memandang dalam bunda angkat nya itu.
kristal kembali melihat pada Jibong, "Ayah, aku pasti akan merindukan mu." Ucap Kristal memeluk Jibong. "Ayah akan lebih merindukan mu, jaga diri nak." Ucap Jibong memeluk erat putri angkat nya ini.
Mereka berpelukan cukup lama, sampai saat nya Kristal melepas pelukan nya dan tersenyum pada Jibong, "Iya ayah, Kristal akan jaga diri." Jawab Kristal.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG^^^