
Kristal melihat pada ketiga kakak nya, dia mulai memeluk kakak nya Long. Dia menangis tersedu sedu.
"Huaaa kakak aku pasti akan merindukan kalian." Tangis Kristal.
Bong dan Hong ikut memeluk adik mereka itu, mereka berempat saling berpelukan lama sekali. sebenar nya Kristal enggan untuk meninggalkan keluarga nya namun apa boleh buat dia memiliki tujuan yang harus diselesaikan.
Mereka melepas pelukan dan saling memandang dengan rasa haru. "Jaga diri mu," Pinta Bong.
"Hem pasti." Jawab Kristal membuat ekspresi sedih.
Dia beralih pada adik nya Boji, dia tersenyum dan berjongkok menyamakan tinggi badan nya dengan Boji. "terutama dirimu, kakak akan sangat merindukan mu. Jaga diri ya Boji, jadilah anak pintar. Mungkin kita akan lama tidak bertemu, kau harus membuat bangga kakak saat kita bertemu lagi." Ucap Kristal lembut pada boji sambil
Boji menangis, dia memeluk Kristal. Dia sangat enggan untuk melepas kakak nya itu, dia tidak mau! dia tidak mau membiarkan kakak nya untuk pergi jauh dari nya
"Jangan pergi! kenapa kakak ingin meninggal kan Boji? kakak tidak sayang Boji lagi?" Ucapan ini lolos dari mulut Boji, dia menangis sejadi jadi nya dengan pipi yang memerah.
"Hey ahut, sayang jangan menangis." Hana menenang kan Boji, Kristal benar benar bingung harus bicara apa pada kakak nya.
"Boji... jadilah anak baik. Kakak pergi untuk menuntut ilmu agar lebih pintar nanti nya, kau ingin kan melihat kakak pintar?" Ucap Kristal.
"Tidak mau, biar saja kakak bodoh! aku tidak masalah!" Cetus Boji lagi sangat polos.
Kristal memandang pada ketiga kakak nya, dia memandang meminta tolong. Long, Bong, dan Hong juga bingung harus bagaimana, Lalu long mengambil inisiatif untuk mengendong Boji.
"Boji diam lah, kakak Kristal pergi belajar agar bisa membanggakan diri mu. Itu sudah menjadi cita cita nya, kau mau jika kakak Kristal tidak mencapai cita cita nya?" Tanya Long
"Benar, jangan menangis lagi." Sahut Bong.
Boji mengelap air mata nya, dia melihat pada Kristal, "Aku ingin kakak mencapai cita cita nya." Ucap Boji parau melihat sendu pada kakak nya.
"Anak baik," Puji Long mengecup pipi Boji yang begitu berisi.
__ADS_1
Terdengar gelak tawa dari mereka, sungguh perpisahan yang sangat mengharukan. Kristal pasti akan sangat merindukan suasana seperti ini.
"Kristal pergi dulu, dadah semua nya." Pamit Kristal melambaikan tangan pada keluarga nya, dia berjalan mundur menuju kereta.
"Dadah sayang, dimakan ya bekal nya." Teriak Hana.
"Baiklah Bunda... aku pasti akan memakan nya." Balas Kristal menanggapi.
***
Diperjalanan menuju kekaisaran Xitang, masih berada di sebuah hutan rimbun.
Kristal dan guru tauxing sedang menunggu perjalanan selesai sembari melakukan pemulihan energi mereka.
Kristal duduk dengan posisi lotus dan mulai menyerap energi Chi yang ada disekitar. Sementara guru tauxing, dia sedang berdiam sambil melihat apa yang sedang dilakukan oleh murit nya itu.
Energi Chi mulai terkumpul, dan energi itu mulai masuk kedalam tubuh Kristal.
Ini pertama kali diri nya berpergian menggunakan kereta, biasa nya dia akan menggunakan ilmu peringan tubuh atau tidak teleportasi. Dan sekarang dia harus menggunakan kereta yang bisa dibilang sangat lama.
"Ya sebentar lagi." Jawab Kristal.
Dia melakukan pergerakan sederhana namun sulit untuk ditiru, dia sudah mulai menutup serap Chi miliknya dan perlahan lahan mulai menghirup napas lalu membuang nya.
"Ya guru ada apa?" Tanya Kristal.
"Apakah kau yakin dengan menggunakan kereta ini.. akan sampai di kekaisaran xitang?" Tanya Guru xitang.
"Ya akan sampai, tapi sesekali harus istirahat. Kasihan kuda dan kusir kita, mereka juga butuh waktu istirahat." Jawab Kristal berprilaku polos dan menggemas kan.
"Tapi kekaisaran xitang sangat jauh, apakah kau yakin akan sampai dalam satu hari?" Tanya guru xitang lagi.
__ADS_1
"Hey guru tidak masalah kalau hal itu terjadi, memang nya kenapa sih kau ingin cepat cepat pulang? apakah ada hal yang penting?" Tanya Kristal benar benar tidak mengerti mengapa sang guru begitu terburu buru untuk pulang kembali ke perguruan tauxing.
"Perguruan tauxing sangat keras, mereka akan berlatih diluar nalar mereka hanya untuk menjadi lebih kuat. guru di perguruan tauxing hanya ada empat, aku, guru tabib lebin, guru celin dan guru piok. kami tidak bisa mengontrol keganasan 40 murit kami." Jawab Guru tauxing.
"Apa tujuan mereka seperti itu?" Tanya Kristal lagi.
Guru tauxing hanya tersenyum kecut, dia menunduk dan melihat pada kedua kaki nya itu.
"Sebagian dari murit kami hanyalah sorang gelandangan yang tak memiliki tujuan hidup, mereka hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik dari pada kekuatan dalam. Sudah empat tahun kami mengikuti ajang juara yang diadakan di perguruan awan, namun kekuatan fisik tidak akan pernah menang melawan kekuatan dalam. Mereka sangat sedih dan bertekat untuk terus berlatih, sampai sampai nyawa melayang pun akan sudi bagi mereka asal dalam keadaan berlatih." Jawab guru tauxing parau, begitu lemah dan lesu saat diri nya membicarakan keadaan perguruan tauxing yang begitu sulit.
"Tapi bukankah guru lebin sudah mendapat kan tanaman obat?"Tanya Kristal.
"Bagaimana kau tahu?" Tanya guru tauxing mengeluarkan reaksi bingung.
"Tentu saja aku tahu, yang memberi tanaman obat kan adalah ketiga kakak ku. ini dia bukti nya." Jawab Kristal tersenyum lebar penuh percaya diri sambil menunjukan plakat ditangan nya.
"Ja-jadi itu adalah kalian? ak-aku benar benar bingung ingin membalas ini semua pada keluarga mu. Berkat kalian perguruan tauxing sudah tidak takut lagi kehabisan tanaman obat, itu sangat membantu kami." Ucap guru tauxing dengan hati yang paling terdalam.
Mata nya bekaca-kaca melihat pada murit nya ini, dia sungguh merasa beruntung bisa mendapat murit seperti kristal.
"Kita sama sama diuntungkan, jangan bicara seperti itu. Mulai saat ini kau dan seluruh perguruan mu adalah keluarga ku, kalian yang akan menemani aku selama aku belajar disana." Ucap Kristal, mata nya juga ikut berkaca-kaca.
Huh! sungguh mengharukan, kristal menyeka mata nya dan mulai tersenyum dengan lebar. dia melihat pada guru nya itu, "Berapa murit mu? dan berapa jumlah wanita yang ada disana?" Tanya Kristal.
"Ak-aku...hanya kau murit yang ku punya, selama ini aku hanya fokus sebagai master. dan hanya ada tiga wanita disana, tapi sekarang ada diri mu, kalian menjadi berempat." Jawab guru tauxing.
"Hah hanya aku? bearti aku adalah murit pertama untuk mu?" ucap Kristal kaget.
Guru tauxing tersenyum melihat keterkejutan kristal, dia tertawa terbahak bahak. "Jangan kaget seperti itu, kau sangat jelek." Olok guru tauxing.
"Hey mengapa guru sekarang begitu pandai mengatai ku!" .......
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG^^^