
selamat membaca..
novel yang berjudul (putri yang nakal)..
🦇🦇🦇
......................
Pada saat segerombolan bangsawan ling sedang melintas, sesaat kristal tersenyum dan memikirkan ide licik di kepala nya. dia melihat kaisar ling yang sedang duduk dengan angkuh di sebuah kereta angkat, "kau begitu sombong bukan? aku masih mempunyai dendam dengan diri mu, lihat saja apa yang bisa aku lakukan terhadap mu."gumam kristal tersenyum licik dan kemudian berjalan mundur perlahan,, lalu menghilang
para pemuda yang sedang duduk dikedai tersebut perlahan menoleh ke arah kristal duduk, namun mereka terkejut karena tak mendapat kan kristal di tempat nya, "dimana gadis itu pergi? aku tak merasakan kepergian nya, apa jangan-jangan dia hantu?" ujar pemuda itu sedikit risih dan berdiri dengan ekspresi wajah kalut
"apa yang kau pikir kan? mungkin saja kita hanya tak menyadari kepergian nya." timpal sang teman berusaha untuk selalu berpikir positif dan menenang kan teman nya. mereka sedikit ragu dan akhir nya memutus kan untuk pergi dari kedai itu, mereka berjalan dengan langkah di percepat menuju utara
beralih pada kumpulan bangsawan ling, didalam kereta terdapat pemaisuri baru yang sedang duduk bersama anak - anak nya yang kini telah resmi menjadi putra dan putri mahkota, mereka duduk dengan tenang sembari menunggu sampai pada tujuan. si pangeran kecil melirik ibu nya dan berniat ingin berbicara, "ibu, apa kah aku boleh makan sebentar? perut ku lapar." ujar nya lirih melirik jedela yang memperlihat kan berbagai kedai makanan
"jaga bicara mu, kau adalah seorang putra mahkota. tak pantas bagi seorang putra mahkota makan di tempat kumuh seperti itu." jawab pemaisuri kesal dengan tingkah anak nya, bagaimana dia tidak bisa menjaga nafsu makan nya untuk sementara waktu' pikir pemaisuri jengkel. "ba-baik lah ibu." pasrah putra mahkota tak ingin melawan sang ibu, dia begitu kelaparan dan memegangi perut nya
__ADS_1
"aku sangat lapar, ibu hanya memberi ku dua kacang almon saja tadi pagi. aku bahkan belum makan sop sedikit pun." batin putra mahkota memandang arah bawah dengan tangan memegangi perut nya. pemaisuri ini sangat kejam, dia bahkan rela membuat anak kandung nya menjadi kelaparan.
sementara itu, kristal sedang berada diatas kereta kuda kekaisaran ling. dia membuat tubuh nya menjadi transparan dan terbang ke atas kereta tersebut, senyuman licik tertoreh di bibir nya,, "apa yang harus aku lakukan? hmph.. apakah aku harus membakar pemaisuri baru? atau aku bunuh saja kaisar, ah tidak - tidak, aku tidak bisa membunuh kaisar semudah itu."ujar nya berdiri diatas kereta kuda yang sedang berjalan. sesaat pandangan nya jatuh ke arah sekumpulan orang yang sedang menjual banyak sekali ayam dan burung, kristal berpikir bagaimana jika di melepaskan semua hewan tersebut? dan hal itu pastinya akan menghambat perjalan dari kaisar ling
dia tersenyum dan kemudian mengangkat tangan ke udara, lalu menyalurkan sihir untuk melepas kan semua hewan ternak tersebut. semua penjual panik karena melihat semua ternak mereka bisa membebaskan diri dan lepas berhamburan keluar
A"bagaimana kalian bisa lepas sendiri? hey jangan kabur." teriak salah satu penjual berusaha menangkap hewan ternak dengan menggunakan sihir nya.
B"tangkap mereka, aku bisa - bisa rugi kalau mereka tak bisa didapatkan."para rakyat berhamburan karena ayam yang lepas dan berlarian tanpa tau arah dengan terus membuang kotoran disekitar.
prajurit yang sedang mengangkat kaisar ling menjadi gusar karena ribuan ayam sedang menuju kearah mereka, mereka takut dan kemudian berlari melepaskan kereta angkat begitu saja sehingga kaisar ling terjatuh terkantal ditanah dengan wajah mencium tanah, dia diserbu ribuan ayam sehingga tubuh nya dipenuhi dengan kotoran. "sialan! kenapa kalian meninggal kan ku, akan ku hukum mati kalian." lirih kaisar ling tak mampu berdiri lagi karena sudah di injak - injak ribuan ayam dan bahkan dipenuhi dengan kotoran ayam. "rasakan itu! babi jelek seperti mu pantas mendapat kan nya."maki kristal dari atas kereta, dia tersenyum puas dan kemudian duduk menikmati hiburan di depan mata nya
"pemaisuri ini memiliki dua wajah yang sedang disembunyikan, apakah aku harus mengerjainya juga? tapi aku tak memiliki masalah dengan nya, dan aku juga tak dendam sedikit pun." ujar kristal menatap tingkah pemaisuri didepan nya. semua orang bergumpul melihat penampakan memalukan itu, prajurit berkeliling melindungi kaisar mereka yang sedang terbaring tak berdaya. "huff sayang sekali kesenangan ini harus berakhir sekarang, aku harus segera pulang karena hari pun sudah mau sore." ujar kristal dan kemudian mengibaskan tangan lalu menghilang begitu saja
🦇🦇🦇
Di istana muo sedang memperlihat kan ramai nya tamu yang berasal dari berbagai kekaisaran sedang di pandu menuju tampat peristirahatan mereka. kaisar muo beserta pemaisuri sedang duduk dengan gagah nya di sebuah tahta kebesaran mereka, para pangeran dan putra mahkota juga turut berada disana. mereka sedang membicarakan sesuatu yang sedikit serius dan bersifat pribadi
__ADS_1
"ada apa ayahanda memanggil kami semua kemari? apakah ayah memerlukan sesuatu?" tanya pangeran mahkota pada kaisar muo. kaisar muo melirik sang putra dengan wajah tegas nya yang terlihat masih tampan dengan garis garis sedikit keriput
"ayah juga tidak tahu, ibu kalian lah yang memangil kita kemari." jawab kaisar bergeleng tak tahu lalu menoleh sang istri dengan wajah polos nya. "benar, ibu lah yang menyuruh kalian bergumpul disini, ibu hanya ingin merunding kan sesuatu." ujar pemaisuri dengan anggun duduk di tahta melihat kearah ketiga putra nya itu
mereka nampak bingung dengan tujuan dari pemaisuri, pemaisuri diam lalu segera memulai ekting nya, "huh ibu dan ayah sudah sangat tua, kami bahkan tak mampu lagi untuk sekedar berjalan jalan ditaman bunga,, kami ingin sekali menimang bayi di pangkuan kami." ujar nya dengan memelas dan kemudian memandang kearah suami nya, "ya kan suami ku?" tanya pemaisuri menunggu jawaban dari kaisar, kaisar nampak bingung harus menjawab apa? namun pemaisuri melotot kan mata nya dan kemudian menginjak kaki sang kaisar, "ah ia - ia, kami sudah tak sabar mengendong seorang cucu." jawab kaisar yang baru saja terkonek dengan maksud sang istri
"cucu?." ujar ketiga nya serempak karena bingung dan sekaligus terkejut dengan permintaan kedua orang tua mereka, "kenapa? kalian tidak mau? huh kalian sudah menyakiti hati ibu, kalian sungguh kejam sekali." rengek pemaisuri kepada kaisar dengan membuat ekspresi wajah seolah kecewa dan tertekan dengan keadaan. kaisar melihat ketiga putra nya dan kemudian berkata, "kalian sudah membuat ibu kalian sedih, cepat turuti permintaan nya." tegas kaisar kepada ketiga putra nya itu
"tapi kenapa harus terburu - buru seperti ini? Zhen bahkan tidak sempat untuk memilih." ujar putra mahkota masih belum siap dan mencoba untuk mencari alasan, "ah tenang saja, biar ibu dan ayah yang akan memilihkan pasangan untuk kalian nanti malam, pasti para bangsawan dari negri sebelah akan membawa putri - putri mereka." ujar pemaisuri kembali bersemangat dan melepas kan pelukan nya dari sang suami
putra mahkota kehabisan kata kata dan tak menjawab ibu nya lagi, akan tetapi pangeran ketiga nampak tak setuju dan berniat ingin menolak, "bagaiamana dengan ku? aku baru saja berusia 17 tahun, tak mungkin pemuda 17 tahun menikah dan memiliki banyak anak."ketus pangeran ketiga tak terima dengan permintaan sang ibu. benar juga, dia baru saja berusia 17 tahun dan harus menjalani masa masa remaja nya, seorang pangeran juga perlu bermain dan bergaul,, apa lagi dia adalah seorang murit inti di sekolah bangsawan muo
"benar juga, baik lah kali ini yang harus segera menikah adalah pangeran mahkota dan pangeran kedua." putus pemaisuri menetap kan jika kedua putra nya lah yang akan menikah, namun tak lama pangeran kedua segera angkat bicara. "tidak bisa, akhir - akhir ini aku memiliki jadwal perang dan memimpin prajurit untuk berperang, sebagai ketua jendral aku harus bisa berkonsentrasi dan tak memiliki pikiran lain, selain perang."ujar nya datar dan melirik putra mahkota dengan ujung mata nya, "cih, sisa kau saja, kami berdua sudah membuat alasan, sementara kau?"
"sialan, kalian bahkan memiliki alasan untuk menolak ibu dan ayah, setidak nya bela aku." batin putra mahkota memandang sinis kearah kedua adik nya. mereka berperang mata dan memaki satu sama lain
"baik lah, kali ini putra mahkota lah yang akan menikah. jadi kau putra mahkota harus melakukan terbaik demi ayah dan ibu, mengerti?" ujar pemaisuri kepada putra mahkota, "baiklah ibu, Zhen mengerti." jawab putra mahkota dengan terpaksa, dihati nya dia terus saja berteriak menolak sang ibu. menikah? yang benar saja. dia bahkan belum menikmati masa lajang nya
__ADS_1
bersambung..