
Begitu banyak nya halangan yang terus saja memperhambat, kini sudah berjalan mulus lalu dan tinggal sampai ketujuan. Letak sekolah menuju kediaman ates tidak lah sejauh perkiraan, namun dikarenakan terdapat banyak halangan justru membuat perjalanan tiga kali lipat menjadi lebih jauh
Saat itu kristal benar benar lelah dan ingin cepat sampai, dia terus memastikan boji agar tetap nyaman dan tak mendapat kan kesulitan sedikit pun.
Sang kusir terus saja mengendarai kereta kuda agar cepat sampai ketempat tujuan.
Di bawah sengatan matahari dia rela dan terus menjalan kan tugas nya demi mencari sekeping perak untuk bertahan hidup.
Dan kini, sekian lama yang diarasa,, mereka akhir nya sampai di depan kediaman ates. Gerbang ates berdiri dengan kokoh, sementara sang kusir melongo dengan mata berkedip kedip.
Tak disangka bahwa dua orang yang ia antar adalah seorang kaya raya. Apakah mereka adalah seorang bangsawan? pikirnya
Kristal turun dan kemudian menarik lonceng gerbang. Tak begitu lama pula, akhir nya cou keluar dan membuka pintu gerbang untuk kristal.
Cou histeris bahagia saat melihat kepulangan nona nya itu,
"Nona, kau sudah pulang. Aku sangat bahagia,"
Pekik nya kegirangan, kristal hanya tersenyum pasrah dengan kelakuan sang pelayan.
"Aku juga, cou. Tapi dimana ayah dan bunda?"
Tanya kristal sambil dengan senyum indah nya. Kepala nya mendongak dan memperhatikan ke belakang mencari dua sosok yang sudah ia rindukan.
"Ada panggilan dari wali kota, wali kota ingin menyatat kependudukan baru. Jadi nyonya dan tuan pergi kesana."
Jawab cou, kristal mengangguk mengerti dan kemudian menyuruh cou memanggil pelayan lain nya agar bisa membantu memapah tubuh boji kedalam rumah.
Oh astaga, kristal melupakan fakta jika pihak rumah belum mengetahui jika boji tidak sadar kan diri dan sekarang sedang terbaring tak berdaya di dalam kereta.
"Kalian tolong papah lah tubuh boji, dia sedang demam dan tertidur."
Suruh kristal pada kelima pelayan nya, para pelayan terkejut dan memperhatikan kedalam kereta.
"No-noa, apa yang terjadi pada tuan kecil?"
Tanya cou khawatir sambil memperhatikan pelayan lain nya memapah tubuh boji.
"Nanti saja, cou. Sekarang bawalah boji kedalam kamar nya, dia butuh istirahat banyak."
Jawab kristal, dan kemudian mereka masuk membawa boji kedalam kediaman. Kristal memperhatikan sang adik yang sedang dipapah.
__ADS_1
Dia mengambil nafas panjang lalu membuang nya. Mata nya tertuju pada kusir yang ingin berjalan kembali, namun dengan cepat kristal menghentikan pergerakan kusir tersebut.
"Berhenti, tunggulah sebentar."
Henti kristal. Sang kusir itu pun dengan segera menghentikan pergerakan kuda milik nya.
"A-ada apa, nona? apakah ada yang bisa saya bantu?"
Tanya sang kusir, dia benar benar tak mengerti mengapa kristal menghentikan diri nya.
"Ambil lah, ini sebagai tanda terima kasih ku karna kau telah mengantar kami sampai tujuan."
Ktistal mengulur kan sekantong kepingan emas pada sang kusir, namun sang kusir dengan refleks menolak dan enggan ingin menerima
"Tidak usah, nona, ini sudah menjadi tugas saya. lagi pula pihak sekolah sudah membayar saya pada setiap akhir pekan. nona tidak perlu repot repot begitu."
Tolak nya dengan melambai lambai kan tangan keudara. Kristal menghela dan terus mendesak agar si kusir menerima koin dari nya
"Ambil lah, aku tidak ingin memiliki hutang budi dengan pihak sekolah tersebut. Jika kau menerima nya, kebutuhan hidup mu akan terencana bukan?"
Desak kristal, si kusir nampak berpikir terlebih dahulu. Dengan perlahan tangan nya tergerak menerima sekantong koin tersebut.
"Te-terimakasih, nona. Kalau begitu saya pamit dulu."
***
Langkah kaki terdengar cukup keras, kristal sedang berlari kecil menuju ruangan boji. Disana terlihat para pelayan sedang menyiap kan semua kebutuhan yang diperlukan boji,
Dimulai dari menyiap kan air hangat, aroma terapi, baju ganti dan dupa aroma.
Perlahan kristal berjalan dan menghampiri ranjang boji tertidur. Dia duduk disana, senyuman indah beriringkan dengan tangan memurus lembut rambut sang adik.
"Cou, jangan biarkan dia kekurangan apa pun. Dan jangan lupa untuk memanggil tabib secara rutin selama lima hari berturut - turut. apa kau mengerti?"
Suruh kristal dengan pandangan yang masih tertuju ke arah wajah, boji, yang sedang tertidur nyenyak. Cou mengangguk mengerti dan kemudian menyuruh kelima teman atau bisa dibilang junior nya, pergi dari kamar tersebut.
"Maaf, kakak datang terlambat. Seandai nya dari awal, kakak tidak memasuk kan mu kesekolah itu,, maka kau tidak akan tertidur seperti ini dan sedang tersenyum kepada, kakak."
"Jika saja kau bisa lebih kuat, maka kakak tidak akan khawatir lagi jika melepas mu kemana pun."
Raut wajah kristal menggambar kan kesediahan dan rasa bersalah. Dia menatap boji dengan lekat
__ADS_1
"Tidur lah yang nyenyak, dan bermimpi lah yang indah. Kakak harus segera pergi, mengurus sesuatu."
Kristal berpamitan pada boji, sebelum keluar dia mencium kening boji terlebih dahulu dan kemudian keluar dari kamar.
Dengan langkah lugas dia menuju ruangan kamar nya dan tak lupa memanggil cou atau tidak pelayan lain nya untuk segera menemui diri nya
"Cou, mera... dimana kalian? temui aku di kamar."
Teriak kristal memanggil nama mereka. Dia menuju ruang mandi dikamar nya, dan secara perlahan melepas helai demi helai pakaian yang melekat di badan nya
Perlahan kristal masuk kedalam bethup kayu dan mulai berendam disana, aroma mawar tercium dengan jelas dan rasa air hangat menyapa skin mulus milik kristal.
"Hahh nyaman sekali, akhir nya aku bisa menyingkirkan benda benda lengket ditubuh ku."
Gumam nya dengan mata terpejam dan senyuman indah. Namun tak lama, cou dan mera datang dan menunduk hormat pada kriatal.
"Salam, nona. Apakah ada yang bisa kami bantu."
Tanya, mera. kristal membuka mata nya dan kemudian melirik mereka berdua.
"Nona, apakah kau butuh sesuatu?"
Sambar cou, kristal sampai mengurung kan niat ingin berbicara. dengan menarik nafas panjang kristal melirik kearah cou
"Cou, jangan suka memutus pembicaraan orang. Jangan membuat ku kesal, cou."
Jengkel kristal, dia kesal dengan pelayan yang satu ini.
"Hehe maaf, nona."
"Huh baiklah,... aku meminta kalian kesini ingin meminta tolong, aku akan pergi keluar nanti. jadi tolong kabari ayah dan bunda jika aku sedang keluar, dan jangan lupa kalian jelas kan tentang masalah boji pada mereka. Mengerti?"
Kedua nya nampak bingung dan saling memandang, namun paham tak paham mereka mengangguk begitu saja seolah sudah mengerti dengan apa yang sedang dimaksut oleh kristal.
Bersambung...
Maaf up nya jarang dan dikit :(
Akhir - akhir ini kondisi tubuh saya sedang tidak stabil.
Dan sangat sulit bagi saya untuk memandang layar komputer apalagi Hp, untuk terus update pada kalian....
__ADS_1
terima kasih..