
Selamat membaca 😆..
...----------------...
Kristal dan ketiga kakak nya sedang berjalan menelusuri tempat yang begitu aneh dengan sejumlah kelelawar besar berkeliaran disiang hari. wajah mereka seolah jiji melihat lendir - lendir yang menutupi bebatuan dan kesekitar tanah.
"Iiuhh, apa ini? aduh kakek cucu mu sedang berada ditempat menjijikan, aku sangat geli." gumam kristal sepelan mungkin dengan ekspresi wajah jiji dan ingin muntah.
Ketiga kakak nya sedang mengamati kesekitar, mereka melihat lendir yang begitu aneh dan berbau amis. namun perlahan terlihat dari kejauhan sebuah pohon besar dengan benda bergelantungan. terlihat seperti akar pohon, namun dengan ukuran yang besar.
"Aneh sekali, kenapa banyak lendir disini. ini menjijikan." ketus hong menampar pelan jidad nya, lalu kembali melihat kristal yang sedang diam dengan ekspresi wajah kalut nya.
"Adik, ada apa?" tanya hong pada kristal, kristal menoleh dan hanya tersenyum saja seolah tak terjadi apapun pada nya. "aku tidak apa kak, hanya sedang bingung saja dimana kita bisa menemukan tempat persembunyian mereka?" tanya kristal menutupi kegelian nya dengan wajah dibuat serius oleh nya.
Long diam dengan pandangan terus tertuju pada sebuah pohon besar yang berada tak jauh dari mereka. kristal dan kedua lain nya pokus pada long dan turut menyedar kan pandangan ke arah yang turut dilihat oleh long, kakak mereka.
"Benda apa yang bergelantungan dipohon itu? bagaimana kita dekati dan cari tahu?" ajak hong pada saudara nya. "ide bagus, kita tidak akan tahu jika kita tak memeriksa nya." timpal bong lagi, kristal dan long hanya mengangguk setuju dan mengikuti langkah kedua saudara mereka.
dengan tertatih mereka berjalan mendekati pohon tersebut yang terdapat banyak sekali benda bergelantungan.
Hampir dekat mereka berjalan, perlahan terlihat wujut asli dari benda yang bergelantungan itu. mata mereka terbuka lebar dengan mulut yang sulit untuk di tutup. kristal menelan air liur nya sembari jari menggaruk leher nya yang tak gatal.
"So cruel, apakah mereka serius melakukan ini? mereka tak memiliki hati." lirih kristal dengan tubuh lunglai. ketiga kakak nya Shock dengan pemandangan tersebut
Terlihat tubuh - tubuh anak kecil dan bahkan seorang bayi yang sedang bergelantungan dengan keadaan yang begitu mengerikan. ada yang tanpa mata, ada yang tanpa tangan dan kaki, dan bahkan ada yang tanpa kepala dengan perut yang sobek keluar isi nya.
Ini sangat keterlaluan, kristal menggeram dengan hati yang memanas, bagaimana ada yang sekejam ini dengan seorang anak kecil? dan bahkan ketiga kakak nya tak mampu bicara karena hati lembut mereka tersentuh dengan pemandangan tersebut.
"Mereka sudah berani melakukan hal sampai sejauh ini, tak akan kubiarkan ini berlanjut." ujar kristal tajam dengan pandangan terus saja memandang kesekitar.
"Sialan, keluar kalian. jangan bersembunyi lagi, dasar pengecut! cepat keluar." teriak long yang akhir nya angkat suara meneriaki para manusia kejam itu.
Amarah mereka sudah tak tertahan kan lagi, pandangan mereka gelap berlarian ke arah sebuah kupungan asap hitam yang berada jauh didepan mereka.
Seorang laki laki berbadan besar dengan gestur wajah kotak sedang berdiri mengangkat tongkat hitam berukirkan tengkorak di kepala tongkat tersebut. tongkat itu mengeluarkan asap dan angin yang sedang bersatu membentuk sebuah pusaran angin topan.
__ADS_1
"Jadi kalian yang sudah berani masuk kedalam daerah kekuasaan ku?" ujar nya dengan suara berat dan tegas.
"Kau pria jelek yang tak memiliki hati, bukan kah kalian adalah anggota hitam yang selalu meneror negri muffin? apakah kalian tak memiliki negri sendiri sehingga kalian menumpang di negri kami?" ketus kristal tersenyum devil dengan tangan berlipat di dada
Si pria itu tersenyum sinis seolah menganggap lelucon ucapan kristal. dibenak kristal, dia merasakan sebuah kekuatan hitam yang sangat hebat dari pria di depan nya. mata nya memandang ke arah pria itu hingga unjung rambut dan ujung kaki.
"Kalian tak pantas hidup! kalian adalah parasit bagi dunia muffin. kalian membunuh orang yang tak berdosa, dan bahkan anak kecil pun rela kalian bunuh dengan sangat keji."ujar long tajam dengan emosi sudah tak tertahan kan lagi.
"Kalian para anak kecil ingin melawan ku?, akan ku layani, tapi setelah kalian melawan seluruh anak buah ku." teriak nya semakin menambah angin pada kumpulan asap sehingga keluar sejumlah goblin dengan penampilan seperti alien dan berkulit pucat seperti orang mati.
mereka keluar dan berlarian ke arah empat bersaudara, kristal dan ketiga kakak nya mengambil ancang - ancang siap siaga dan masing - masing mengeluarkan senjata mereka
"HABISI MEREKA, JANGAN SISAKAN SATU ORANG PUN." teriak pria tadi lalu dengan sekejab pergi menghilang. kristal menggeram menghadapi sekumpulan goblin yang sedang berlarian di depan nya
"Makhluk macam apa ini?" ujar hong gusar dengan ancang - ancang pertahanan.
"Bertahan lah, serang mereka dengan kekuatan Chi yang kita miliki." suruh kristal maju menyerang mereka, dengan kemampuan bela diri yang hebat di tambah dengan kekuatan hebat yang ada pada raga ling ling, membuat nya ringan untuk menghabisi para goblin jelek itu.
Suara dari para goblin itu sangat lah jelek dan mengerikan, kristal maju menyerang mereka dengan pedang kematian ditangan nya, sekali tebas para goblin itu langsung terputus menjadi berapa bagian.
"Kenapa tak ada habis nya? kita sudah menyerang mereka dari tadi, tapi jumlah mereka tak berkurang sedikit pun."pekik kristal sembari berkelahi dengan para goblin
"Aishh menjauh dari ku! aku rasa mereka tidak bisa mati adik, mereka bisa hidup lagi karena mereka ini adalah goblin."balas bong membalas memekik pada kristal sembari menyerang para goblin rendahan tersebut.
"Matilah kalian! yang tiada menjadi ada.." pekik kristal mengeluarkan enegri sihir nya dan membakar sejumlah para goblin, "kakak, keluarkan elemen yang kalian miliki. serang mereka menggunakan elemen kalian." pekik kristal, ketiga nya mengangguk mengerti sembari mengeluarkan elemen milik mereka masing - masing
Long dan hong mengeluarkan elemen es milik mereka, sementara bong mengeluarkan elemen tanah milik nya dan mengahantam para goblin itu sehingga berada di dasar tanah terdalam
Kristal dengan segala kemampuan nya mencoba untuk menyerang mereka,"aku tak bisa kehabisan banyak energi, jika aku kehabisan energi bisa bisa aku yang mati terbunuh oleh pria jelek itu." batin kristal tersengal dengan tangan tiada henti menebas para goblin
Namun para goblin semakin banyak dan menyerang kristal secara bersamaan, kristal kewalahan dan tangan nya berhasil menerima cakaran dari para goblin. darah bercucuran ditangan nya
"Sialan, kalian ingin mati." pekik kristal mengeluarkan energi Chi dan membentuk beberapa pusaran lalu mengarahkan kepada sejumlah goblin,
"petir bersaksi pada alam, alam bersaksi pada langit, langit bersaksi pada dewa. habisi mereka, musnahkan mereka." teriak nya menunjuk langit dengan aliran listrik keluar dari telunjuk nya, dia mengarah kan keseluruh para goblin tersebut.
__ADS_1
"Tak akan kubiarkan kalian menang, terima ini." teriak bong mengendalikan pergerakan tanah dan mengubur para goblin tersebut, mata nya memerah karena sudah marah kepada sejumlah goblin kurang ajar itu.
......................
Disaat ke empat saudara nya sibuk melawan para goblin, boji justru sedang berada di sebuah lapangan yang dipenuhi oleh sekumpulan murit yang sedang dijenguk oleh para orang tua atau wali mereka.
Pandangan kecewa itu tertuju ke salah satu keluarga bahagia yang sedang becanda tawa, pandangan nya mengarah ke arah tanah dengan memelas.
"Apakah kakak melupakan aku? mengapa mereka belum menjenguk ku sampai sekarang?" lirih boji duduk disebuah kursi taman dan mengayun kan kaki dengan ekspresi wajah manyun nya.
Suara tawa terdengar disekitar, itu semakin membuat boji menjadi iri dan khawatir jika para keluarga baru nya itu sudah melupakan nya, "tapi, bukan kah sangat salah apa bila meragukan kakak, aku tidak boleh berprasangka buruk pada mereka. sekian lama aku baru mendapat kan keluarga baik seperti mereka, tak mungkin bagi ku lagi untuk bersipat egois dan marah pada mereka." gumam nya pelan, mencoba meyakin kan diri bahwa hal buruk yang dia pikir kan tak lah ada benar nya.
Dari kejauhan, sepasang mata mengarah pada boji. mereka terlihat gusar setelah melihat boji tak puas dan merengut duduk di lapangan tersebut. bagaimana jika sang kakak kristal tahu akan hal ini? bisa - bisa karir mereka hancur dan kristal menghancurkan sekolah mereka.
o\=\=[]::::::::::::::::>
Kristal dan ketiga kakak nya menyerang sisa - sisa dari para goblin. kristal sudah muak dan membaca mantra sihir dan kemudian mengarah kan pada sisa - sisa goblin itu.
"Letusan api, perut bumi, ibu bumi. ambil mereka, dan bawa pada mu." teriak kristal mengayun kan tangan, lalu keluar cahaya yang menyerap para goblin kedalam nya. semua goblin terisap kedalam cahaya tersebut dan kemudian sirna menyisakan goblin yang sudah mati terbakar dan membeku.
Nafas mereka tersengal lalu terduduk ditanah dengan menyeka keringat mereka. namun pandangan bong tertuju pada tangan kristal yang sedang dang basah oleh darah yang berasal dari luka cakaran para goblin.
"Adik, tangan mu." lirih nya berdiri dengan tertatih dan menuju pada kristal. kedua lain nya juga turut merasa khawatir dan mulai berdiri menghampiri adik mereka.
"Apakah sakit? ini mengeluarkan darah dengan deras. kau harus segera menampal nya." lirih long meratapi luka sang adik.
"tak masalah kak, ini hanya luka cakaran kecil." jawab kristal dengan senyum manis nya. disaat seperti ini pun, dia masih bisa tersenyum hangat pada sang kakak
"Kecil apa nya, ini besar." ujar hong kalut lalu menyobek ujung baju nya dan mengikat nya kelengan kristal. kening kristal menyeringit kesakitan, pandangan nya tertuju arah bawah
"Maaf, karena kristal kalian terseret kedalam masalah ini." lirih nya, dengan pandangan memang terdapat rasa bersalah. dibenak nya terus saja mengatakan jika dia bersalah dan kecewa dengan keadaan
"Berhentilah menyalah kan diri sendiri. kami kakak mu, sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungi mu." ujar bong mengelus lembut kepala kristal. hati kristal tersentuh dan kembali tersenyum pada ketiga kakak nya.
Bersambung..
__ADS_1