
Selamat membaca~
🌿🌿🌿
Sekian berapa lama waktu yang telah di lalui, pelelangan tersebut berakhir dengan lancar namun tak satu pun barang yang disukai oleh kristal dan saudara nya. hong keluar dengan wajah murung karena tak berhasil mendapatkan sebuah koleksi senjata yang dia mau
"Apa apaan, mengapa tak terdapat senjata bagus satu pun? pelelangan macam apa itu?" gumam hong terus berjalan dengan langkah lunglai, kristal tersenyum sendiri dengan sikap sang kakak. "tenang lah, kita cari lagi siapa tau kita mendapat kan senjata yang bagus dan cocok untuk mu." ujar long sang kakak tertua tersenyum hangat. huhf mereka sangat akur, saya jadi iri..
Namun tak lama terdengar suara teriakan dari arah belakang, mereka menoleh dan seketika saja raut wajah mereka berubah menjadi datar. boji menghela nafas dan bingung harus apa, sungguh berat jika harus hidup ditengah tengah orang berduit. "kalian sudah kalah dari ku, aku lah yang sudah berhasil mendapatkan barang termahal dipelelangan tadi. berlutut lah dikaki ku!"teriak nya dengan angkuh menunjuk nunjuk kristal dan para saudara nya. "kau ini kenapa? apakah otak mu ini tidak diberi oleh dewa pada saat kau di ciptakan?" malas bong menatap pria itu tajam, dia benar benar tidak bisa menahan lagi! kini mereka berada di luar yang bearti mereka bebas untuk melakukan sihir atau semacam nya
"Maaf sebelum nya, tapi sepengingat kami,, kami tak pernah menyetujui untuk bertaruh dengan mu.jadi apakah kau sudah salah mengingat?"tanya kristal masih sopan mengangkat satu alis, di benak nya dia terus saja memaki pria itu dan ingin membunuh nya, "dasar pria jelek! aku ingin sekali menghabisi nya." batin kristal
"Aku tidak peduli kalian setuju atau tidak, yang aku ingin kan kalian harus berlutut di bawah kaki ku, terutama kau wanita cantik,, bukan kah kau juga tertarik pada ku? ayo lah tidur bersama ku, aku ini sangat kaya."ujar nya yang semakin menyulut api kemarahan dari bong, ah tidak - tidak,, bukan hanya bong saja akan tetapi hong dan long juga ikut emosi terhadap perkataan kurang ajar dari pria itu
Mereka bertiga maju di garda terdepan melindungi sang adik, wajah mereka menghitam karena amarah yang tak tertandingi lagi. pria itu sedikit gentir dan mundur perlahan kebelakang, namun dia berusaha untuk tidak takut dan berdiri dengan tegap. " ckckck, apakah kalian marah? cobalah serang aku! kalian tidak tahu bukan jika aku adalah seorang sihir tingkat iron?jangan berani macam - macan pada ku."ujar pria itu dengan sengaja mengeras kan suara, agar terdengar oleh orang lain. dan benar saja, orang orang berhenti lalu melihat mereka yang sedang berstegang
A"Apakah mereka sedang bertengkar? ayo bertaruh siapa yang menang dan kalah."
__ADS_1
B"Aku rasa, pria yang berdiri sendiri itu pasti akan kalah."
A"Ah mana mungkin, dia kan adalah penyihir tingkat iron, lagi pula dia juga adalah tuan muda dari saudagar kaya raya di daratan muo ini."
B"Kaya tak akan menjamin dia menang dalam segala hal, lihat dulu siapa tahu dia kalah dan ketiga pemuda itu lah yang akan menang."
Para rakyat yang berlalu lalang berhentian melihat pertengkaran dari si tiga besaudara dan pria pencari udis tadi. "kak, boji takut."lirih boji memeluk sang kakak, "jangan takut, kakak pasti akan menang, percayalah pada kakak." kristal mencoba untuk meyakin kan sang adik bungsu, boji menghela nafas dan kembali pokus kearah ketiga kakak nya
"Jangan sekali pun kau merendah kan adik ku! kau tak pantas untuk merendah kan nya dan bahkan tak ada seorang pun! kau tak akan pernah menyangka apa yang bisa kami lakukan kepada mu." datar long jengkel, dia adalah orang yang penyabar,, namun sekarang dia sedang marah dan mulai berada di mode pembunuh nya. "cuih, berapa harga nya? ayo bilang? semua wanita tak pantas untuk menolak ku! aku lah yang pantas untuk menolak dan menyakiti mereka!"ujar pria itu tertawa mengejek, mendengar dari perkataan nya sungguh membuat orang prihatin, apakah pria ini memiliki gangguan mental atau semacam nya? semua rakyat sampai menutup mulud mereka karena shock dengan perkataan dari pria itu, bagaimana seorang tuan muda terhormat bisa mengatakan hal yang begitu kejam seperti itu? benar - benar tak pantas untuk dihormati
"TUTUP MULUT MU, KEPARAT!" pekik ketiga nya menyalurkan energi chi di tangan mereka, emosi mereka benar - benar tak bisa di kontrol. kristal hanya diam menyaksikan hal tersebut, boji berdiri dengan kesal karena sang kakak kristal sudah direndahkan oleh pria gila tadi.
"Jangan kabur kau sialan, kau sangat sombong tadi jadi mengapa sekarang kau ingin kabur." ujar bong, lalu mereka bertiga berlari mengejar pria itu. dengan cepat mereka bisa mendapat kan pria itu ditangan mereka, "ma-maaf kan aku, aku akan membayar kompensasi atas ketidak nyamanan ini." lirih nya yang masih sempat untuk menyogok ketiga bersaudara, namun long tak mendengar kan perkatan pria itu lalu mengunuskan tangan nya yang sudah terdapat tenaga chi tersebut kearah pria tadi, pria itu hanya pasrah menerima hukuman nya itu. (maka nya jangan tengil kalok jadi orang!)
"Terima ini keparat! aku akan menghabisi mu." teriak mereka secara bersamaan mengalir kan tenaga chi lalu mengarah kan kepada pria itu. PRANK BRUKK... ' pria itu terpental dengan tubuh tergeletak di tanah, "to-tolong jangan bunuh aku, kalian tidak akan tahu akibat nya jika kalian membunuh ku! keluarga ku pasti akan menuntut balas perbuatan kalian."lirih nya menyeka darah dimulut nya, bong semakin kesal, dia maju dan berniat ingin menyerang pria itu.
Dia sudah akan melangkah kedepan, namun sang adik kristal menghentikan langkah nya. "berhenti kakak, jangan teruskan lagi!" suruh kristal menghentikan mereka, dia berpikir sudah lah hal ini terjadi. jika ini dilanjut kan, maka langkah mereka pasti akan dipersulit di kekaisaran muo ini. ketiga nya menoleh pada sang adik, "tapi adik, dia sudah merendah kan mu." ujar bong tak terima, bagaimana sang adik memaaf kan orang yang sudah merendah kan nya begitu saja? mereka rasa, sang adik tidak mungkin memiliki hati malaikat di dalam diri nya. mereka sangat tau bahwa sang adik sangat pendendam dan pemarah pada orang yang PANTAS untuk dihabisi
__ADS_1
Kristal menggeleng dengan sorot mata memohon, ketiga nya tak tega melihat sang adik. "ck, kali ini kau selamat! tapi jangan sekali pun kau menunjukan wajah mu didepan kami, apa kau mengerti?" bentak hong jengkel, dia pergi terlebih dahulu dan berjalan kearah kristal
"Awas kau!"ketus hong pada pria yang sudah terkapar di tanah, semua orang kagum dengan ketangguhan dari tiga bersaudara mempertahan kan harga diri dari sang adik, kristal. mereka bebubaran setelah kejadian yang mereka anggap kesenangan telah selesai dan tak berlanjut, mereka berbisik dan membicarakan ketangguhan dari seorang kultivator yang sedang berada di kekaisaran muo. lihat saja besok, pasti hal ini akan menyebar cepat dan menjadikan orang - orang kepo terhadap keluarga ates
"Adik, mengapa kau melarang kami untuk membunuh nya?" tanya bong cemberut memandang kearah lain, "ya benar adik, kalau pria itu tak jera dengan perlakuan nya bagaimana? aku rasa kita harus cepat menghabisi nya." timpal hong lagi, mereka benar - benar tak paham dengan tujuan dari kristal yang sebenar nya
"Kristal tak pernah melarang kakak menghabisi dia, kalian boleh saja mumbunuh nya, akan tetapi tak didepan seluruh penduduk,, para penduduk rakyat muo ini memiliki mulud yang begitu pedas, jika hal ini sampai di telinga bangsawan kerajaan muo, kristal yakin mereka akan mencari cari kita untuk diajak bergabung bersama mereka. kakak tahu kan tujuan kita kesini?" ketiga nya tampak merenung sesaat, ada benar nya juga perkataan kristal, bagaimana mereka tak berpikir sebelum nya?.
"Kau benar, maaf gara gara kami rencana kita bahkan hampir hancur."lirih bong menyesali perbuatan mereka, "sudah lah, ini sudah berlalu. mari kita tinggal kan tempat ini." ajak kristal untuk segera meninggal kan tempat itu
Mereka berjalan meninggal kan tempat itu dengan melewati penduduk yang terus saja memperhatikan mereka. para penduduk melihat keluarga ates dengan begitu menyanjung, mereka bahkan tersenyum tanpa alasan pada kristal, padahal mereka tak mengenal keluarga ates sebelum nya. "mengapa mereka? kenapa senyum - senyum seperti itu?" batin boji bingung melihat tingkah dari para penduduk
Setelah menjalani hari hari yang begitu melelah kan, akhir nya kelima nya lepas dari gangguan dan berjalan menuju ke istana sutong tempat dimana para bangsawan memanjakan mata mereka membeli sebuah perumahan yang amat teramat mahal. boji nampak lelah dan mulai berjalan dengan lunglai, hong menyadari hal tersebut. "ada apa? kau lelah ya?" tanya nya namun dengan nada tak bersahabat."tidak kakak, hanya sedikit pegal saja." jawab boji tersenyum canggung
Kristal menyadari hal tersebut dan akhir nya berhenti sejenak,"katakan saja, apa kau lelah? kalau kau lelah biar kan kakak mengendong mu."tawar kristal untuk mengendong sang adik, namun dengan segera hong maju dan tak memperboleh kan hal itu terjadi, "tidak adik, bagaimana kau mengendong tubuh anak ini? nanti kau kecapean."ujar hong tak memperbolehkan, kristal melirik kearah hong lalu menjawab, "tapi boji kelelahan kakak," ujar nya lagi
Hong melihat boji dengan menyipit kan mata, dia menghela nafas dan akhir nya memutus kan bahwa dia lah yang akan mengendong boji, jika dia membiarkan sang adik kristal untuk mengendong boji, kristal pasti akan kelelahan dan punggung nya pasti akan sakit, "huh naik lah kepunggung ku," ketus nya pada boji lalu bejongkok menghadap kebelakang
__ADS_1
Dengan ragu boji menaiki bahu hong, "aduh kau ini sangat berat." lirih hong mengangkat tubuh boji, padahal anak ini sangat lah kurus, jadi mengapa sampai seberat yang dikatakan hong? apakah dia hanya mengambil alasan atau tidak hanya mengenyampingkan rasa canggung nya?
Bersambung...