PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Sikap pemarah Pian


__ADS_3

Pian memandang Kristal dengan penuh dendamnya, dia maju dengan cepat berniat untuk menyerang kristal. Dia putar pedangnya dan mengayunkan pedang itu kearah Kristal.


"Pian, kau sudah gila." Kristal berteriak sambil terus menghindar.


"Ya, aku memang sudah gila." Jawab Pian masih terus menyerang Kristal.


"Adik junior hentikan, kalau tidak aku akan mengadukan hal ini pada master." Ancam Uno masih tidak didengar oleh Pian. Pian terus menyerang Kristal membabi buta.


Slashh


Ayunan pedang Pian terdengar jelas ditelinga, kristal terus melompat kesana kemari hanya untuk menghindari pedang Pian.


"Dasar tidak propesional!! kau menyerang orang bertangan kosong dengan pedang mu! kau melanggar aturan Petarung! kau bukan Petarung tapi kau penjahat!!" Teriak Kristal terus menghindar kesana kemari.


"Aduh Xima bagaimana ini? ayo cari cara untuk menghentikan mereka berdua." Ujar Suan panik.


Mereka semua sama panik nya, apalagi Pian sudah dikenal dengan tehnik tarung pedang yang hebat. Mereka mencoba mencari cara, namun bagaimana.


"Aku tidak perduli jika aku menjadi seorang penjahat sekalipun, yang terpenting aku berhasil membasahi pedangku dengan darah yang ada dilehermu!!" Balas Pian dengan mata melotot sambil terus menyerang Kristal.


"Wah kau sudah gila! Kau ingin membunuhku? Kau lihatlah aku ini hanya seorang anak cantik berumur 17 tahun." Ucap Kristal lagi terus menghindar seolah diri nya sedang mempermainkan Pian.


Dada pian turun naik mengambil napas kelelahan. Dia mengibaskan pedang dengan lelah dan akhir nya berhenti dan menjatuhkan pedangnya ketanah. Napasnya hampir saja tercekat, dia menarik napas dan membuangnya perlahan.


"Pian, sudah cukup! Kau sudah keterlaluan, dan kau patut diberi hukuman!" Ucap Tegas Tiamo. Dia adalah senior diperguruan ini, sudah bagian dirinya untuk mendisiplinkan para junior yang membuat kesalahan.


Kristal melangkah dengan tenang dan santai, sesekali dia tersenyum dan melihat pada Pian.


Bingo.... kau ingin menyerangku? jika aku mengeluarkan ultra, kau pasti akan sekarat!


Batin Kristal sambil tersenyum dan berjalan kearah Uno dan Tiamo.


"Pian, aku mengerti mungkin kau kecewa Xima berkata seperti tadi. Kau merasa jika posisimu mungkin akan tergeser dan digantikan olehku. Tapi kau salah, aku tidak memiliki sedikitpun niat untuk menggantikan dirimu. Kita bisa berlatih bersama, dimana salahnya?" Ujar Kristal mencoba untuk berpikir bijak dan menyelesaikan masalah.

__ADS_1


Semua nya mengangguk seolah setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kristal. Namun Pian masih saja menatap Kristal dengan pandangan benci yang menusuk. Entah apa penyebabnya, dia begitu benci pada Kristal.


Dia ambil pedangnya yang tergeletak ditanah, lalu dia masukkan pedangnya kembali kedalam sarungnya. Pian kembali menatap Kristal dengan benci lalu berlalu pergi dari sana tanpa satu patah katapun.


Dia berlenggang meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi masuk kedalam perguruan.


Hal itu tak luput dari pandangan semuanya, mereka hanya bergeleng-geleng mengatasi sikap Pian yang begitu pemarah dan kekanak-kanakan.


"Sudah tenanglah, sudah tak terjadi apapun sekarang. Beri waktu Pian untuk berpikir jernih, untuk sementara waktu usahakan untuk tidak mencari masalah dengannya." Ujar Tiamo pada seluruh adik perguruannya.


"Baiklah, kami mengerti." Ya semuanya menjawab dengan patuh. Lalu mereka mulai berbaris hendak ingin memulai latihan mereka. Kristal melihat tidak mengerti, mengapa mereka sangat bersemangat sekali dalam berlatih? Dia sangat merasa malu, dia memang sudah mencapai ranah akhir akan tetapi dia begitu malas dalam berlatih. Dia bersantai sepanjang hari, dan menyia-nyiakan latihannya.


Kristal memutuskan untuk masuk dalam barisan, dia mulai berlatih dengan gerakan kecil menyeimbangi para murit lainnya agar tak terlihat terlalu menonjol.


HIYAK


HIYAK


Mereka berteriak sambil mengucapkan kata Hiyak. Dan terus berfokus memperlancar pergerakan mereka. Keringat mulai membasahi wajah mereka, namun anehnya mereka sama sekali tidak merasakan lelah. Ya itu terjadi karena gerakan yang diajarkan oleh Kristal membuat tubuh menjadi lebih bugar dan mampu meresap energi sekitar sehingga tubuh tidak akan kekurangan energi.


"Wah ini hebat, tubuhku terasa sangat sehat."


"Kita bahkan tak mengalami luka, biasa nya setiap habis berlatih kita akan luka-luka dan terpaksa meminta obat dari guru Lebin."


"Gerakan yang diajarkan adik Kristal sangat berefek bagus bagi tubuh, terima kasih karena kau mengajari kami gerakan hebat ini."


Mereka semua terkagum-kagum karena efek yang ditimbulkan dari gerakan yang baru saja mereka lakukan.


Kristal tersenyum dan melihat pada Suan dan Xima. Kristal memegang tangan Suan dan Xima lalu berkata, "Tidak masalah, semenjak aku memutuskan untuk masuk kedalam perguruan ini,, aku sudah menganggap kalian semua keluarga sendiri. Sepekan lagi kita akan mengikuti lomba diperguruan awan, dan tentu saja kita harus menang. Kita harus menang dan membawa kehormatan untuk perguruan tauxing." Ucap Kristal tersenyum lembut pada semuanya.


Mata mereka berkaca-kaca, benar saja,, karena sebentar lagi perlombaan diperguruan awan akan dimulai. Mereka begitu takut dan tegang, bagaimana mereka bisa mengalahkan murit perguruan awan nantinya? Itu pasti akan sangat sulit untuk mereka.


"Ah mengapa suasana menjadi haru seperti ini. Baiklah, mengingat jika hari sudah siang, bagaimana kita pergi keluar mencari sesuatu yang dapat dimakan saat malam hari?" Ujar Kristal berdiri melihat pada murit-murit.

__ADS_1


Mereka semua saling melihat, timbul raut kebingungan diwajah mereka.


"Kita tidak punya uang," Ucap Uno, "Mau cari dimana?" Lanjut nya lagi begitu bingung diikuti para murit yang mengangguk setuju.


Kristal diam sebentar, dia berpikir dahulu.


"Apakah disini tidak ada sungai?" Tanya Kristal.


"Ada, terletak tidak jauh dari perguruan kita. Akan tetapi, sungai itu berada dihutan yang banyak hewan sihir." Jawab Tiamo.


Kristal tersenyum, dia menyeringai senang dan menatap pada Uno dan Tiamo dengan senyuman miring nya.


...****************...


Kristal, Xima, Suan, Tiamo dan Uno berjalan didalam hutan menelusuri jalan yang sedang dituju oleh Kristal.


Suan dan Xima selalu melekat didekat Kristal dan melihat pada sekitar, mereka sangat takut dengan kondisi hutan yang gelap dan rimbun ini.


Hey benar saja! Apakah mereka sama sekali tidak pernah masuk hutan? Padahal jarak antara perguruan dan hutan ini tidak terlalu jauh. Jadi apa alasan nya?


" Benar juga, apa alasannya sehingga kalian tidak berani masuk hutan?" Tanya Kristal sambil berjalan paling depan.


"Sebenarnya kami ingin, tapi hutan ini sudah dirumorkan adalah hutan menyeramkan. Bahkan tidak ada yang berani mendekat kearah hutan ini. Master juga sudah memberi saran pada kami untuk menjauhi hutan ini." Jawab Tiamo.


Hey mustahil, setiap hutan pasti akan memiliki tanaman obat ya walaupun tanaman obat itu hanya memiliki kualitas yang rendah.


Sudah dipastikan jika guru Lebin pernah memasuki hutan terlarang ini, jadi mengapa Master Tauxing memberi saran para murit nya untuk tidak memasuki hutan ini?


"Apakah guru Lebin pernah masuk?" Tanya Kristal.


"Pernah, tapi berakhir dengan luka-luka ditubuhnya."


....................

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG^^^


__ADS_2