
Bong melihat pada tarung pedang yang tak jauh dari mereka, di tribun sana sudah banyak sekali suara sorakan para penonton. Dia melihat pada pria yang sedang membantai habis lawan nya, Bong sedikit tertarik lalu berpikir jika tak ada salah nya jika dia mengikuti lomba itu.
"Baiklah, kakak akan ikut." Ucap nya.
Kristal tersenyum lebar, dia memberi dua jempol pada kakak nya itu." Bagus, kakak memang yang terbaik." Ucap Kristal.
PLAKKK
BRUKKK
Pria itu benar-benar menghajar habis lawan nya, dia menendang dan memaki. Panitia tidak bisa berbuat apapun karena memang tidak ada larangan untuk menendang atau semacam nya, terkeculi sudah memasuki keadaan darurat yaitu kematian pada peserta.
"Hahahahah! siapa lagi yang ingin melawan ku! majulah dan hadapi ajal mu!" Teriak pria itu begitu arogant sambil meletakan sebelah kaki diatas kepala lawan nya.
Datang Kristal dan Bong mendekat pada panitia, "Paman tampan, tolong daftra kan nama kakak ku dalam lomba ini. Kakak ku ingin mendaftar." Pinta Kristal tersenyum manis.
Panitia itu tertegun, dia melihat Kristal dan Bong secara bergantian. "Ba-baiklah." Ucap nya tersadar lalu mencatat nama pada daftar nama peserta, "Si-siapa nama mu?" Tanya panitia pada Bong.
"Bong Ates," Jawab Bong tanpa menoleh sambil terus memfokuskan pandangan pada pria yang tak jauh berada didepan nya.
"Baiklah, sekarang silahkan maju." Suruh nya pada Bong, "Aku tahu." Jawab Bong lagi, tanpa berlama-lama dia maju kearah pria itu dengan tatapan datar. "Kakak patahkan kaki nya." Pekik Kristal sekuat-kuat nya sampai-sampai semua mata tertuju pada Kristal. Termasuk juga pria disana, dia melihat kearah Bong dengan tatapan sinis dan meremehkan.
"Oh ternyata kau yang akan menjadi lawan ku selanjut nya. Jangan menangis jika kau kalah, aku tidak sebaik itu sehingga membiarkan lawan ku keluar tanpa cacat di tubuh mereka!" Ucap Pria ini dengan sinis lalu kembali mengeluarkan pedang dari sarung nya.
SLASHHHH' suara besi berdecit memekakkan telinga, setiap penonton menutup telinga mereka. dengan sombong pria itu memandang remeh pada Bong lalu melambai dengan menantang.
"Sombong sekali! KAKAK HABISI DIA!" Jengkel Kristal lalu meneriaki Bong dengan kencang.
"Siapa dia? apakah pacara mu, kalau begitu berikan dia sebagai hadiah jika kau kalah!" Ucap nya memandang penuh nafsu kearah Kristal.
__ADS_1
"Jaga mata dan omongan mu, sampah rendahan seperti mu tidak pantas melirik adikku sedikit pun." Tegur Bong lalu mengangkat tangan dan memunculkan sebuah pedang besar yang begitu indah dan mengkilap, pedang itu adalah pedang darah naga yang dihadiahi oleh peri negri sen.
Semua orang kagum dibuat nya, mereka sangat terpana dengan Visual pedang darah naga. Termasuk juga pria yang berada didepan nya, dia memandang begitu tertarik lalu diam-diam menunjukan seringaian sinis nya.
SLASHHHHH' Bong mengeluarkan kan pedang dari sarung nya, terpancar begitu jelas dan menyilaukan cahaya yang dipancarkan oleh pedang langit tersebut.
"Aku menginginkan pedang itu! serah kan pedang itu jika kau kalah melawan ku!" Ucap pria tadi lalu tanpa aba-aba dia menyerang Bong.
PRANKKKK' Suara besi saling beradu, Bong menangkis dengan sangat mudah jika mengingat dia sering mengasah kemampuan berpedang nya setiap pajar.
"Jangan terlalu percaya diri, lihat dulu kedepan nya." Jawab Bong dengan raut wajah jengah.
PRANKKKK
Pedang terus beradu, timbul percikan-percikan api kecil yang dihasilkan oleh peraduan pedang kedua nya.
Pria itu telah menggunakan energi sihir dan menyalurkan pada pedang, sementara Bong dia masih belum menyalurkan sedikitpun energi Chi dipedang nya.
Kristal sudah tahu jika dipedang darah naga itu sudah tersimpan Chi murni sehingga tidak memberat kan bagi sang pengguna saat menggunakan pedang. Dia membiarkan kakak nya bertarung dahulu sampai masa lengah nya dia pergi dari sana dengan mengendap.
"Hehehe aku pergi dulu kakak, aku akan segera kembali." Bisik nya tersenyum nakal lalu berlari keluar tribun.
**
Kristal berjalan celingak-celinguk nampak mencari seseorang, dia menggaruk kepala nya lalu berjalan kearah tarung tangan kosong di dekat tribun lomba panah. Mata nya menyipit saat tak sengaja dia melihat sang adik Boji berada di tribun panah, Boji terlihat sedang diganggu oleh beberapa anak lain nya karena ingin mengikuti lomba tanpa busur dan anak panah.
"Apa yang Boji lakukan disana, sendirian pula. Dan mengapa para anak nakal itu mengganggu adikku! kalian belum tahu siapa kakak nya." Ucap Kristal dengan sombong lalu maju dengan langkah kesal.
"Hey kalian!" Panggil Kristal begitu tegas dengan pandangan melotot.
__ADS_1
"Kakak..." Lirih Boji saat sadar jika itu adalah kakak perempuan nya yang cerewet.
Ke empat anak yang sedang mengganggu Boji menoleh pada Kristal, "Siapa kau?" Tanya salah satu anak begitu arogant.
"Dasar kau anak kecil ingusan... aku adalah kakak anak yang sedang kau ganggu! mengapa kau mengganggu adik ku hah?" Tanya Kristal memplototi anak itu.
"Hahahahah! apakah kau kakak dari anak miskin ini? benar juga, lihat lah pakaian yang kalian kenakan saja sama." Salah satu anak lainnya menertawakan Kristal.
"Sialan anak ini! kau ini diajari oleh orang tua mu tidak? lihat lah bahan pakaian kami, ini bahkan lebih mahal dari pakaian mu. Sesungguh nya kau yang miskin, sudah jelek pendek, ingusan... tidak enak dipandangan mata!" Maki Kristal begitu kesal, entah mengapa dia jadi terbawa emosi saat menghadapi anak kecil ini. Dia tidak sadar jika dia sedang berprilaku kekanak-kanakan.
"Ka-kau.. kau tidak tahukan siapa aku?" Tantang anak itu lagi, dia tidak terima karena telah dikatai oleh Kristal.
"Kakak sudahlah, jangan ladeni mereka. Mereka hanya anak kecil." Ucap Boji tanpa sadar jika dia adalah anak kecil.
Kristal tersadar, dia memijat kening nya. Ah benar juga, mengapa dia jadi begitu emosional seperti ini? sangat memalukan.
"Dengar...." Ucap nya yang kali ini mulai merendahkan nada bicara.
"Kalian masih anak-anak, tidak boleh berprilaku arrogant! Kenapa kalian mengganggu adik ku? apakah karena dia tidak memiliki busur sebagus kalian?" Sambung nya lagi, dengan selembut mungkin dia berbicara.
"Cih! dia tidak memiliki busur namun dia ingin bergabung dengan kami." Jawab salah satu nya.
"Aku tidak ingin bergabung dengan kalian, aku hanya ingin mendaftar kan nama di perlombaan itu saja. Kakak percaya lah, dia telah berbohong!" Ucap Boji menyangkal semua tuduhan anak-anak tersebut.
"Apakah adikku tidak boleh bergabung dengan kalian?" Tanya Kristal memastikan
"Tidak boleh!" Jawab salah satu nya begitu mantap.
^^^BERSAMBUNG^^^
__ADS_1