PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
CHAPTER : RENCANA JAHAT


__ADS_3

Pintu gerbang ATES terbuka dengan lebar, datang beberapa rombong tabib dengan plakat bangsawan. Mereka masuk dengan di iringi beberapa pelayan di samping mereka.


Cou beserta Mera datang menjemput rombongan tersebut. Mereka dituntun kedalam untuk masuk keruangan, Boji.


Meski agak lama, namun akhir nya mereka sampai dan segera memeriksa keadaan, boji.


Hana dan Jibong duduk di sofa di sisi samping yang terletak tak jauh dari ranjang tidur, boji.


Hana terlihat cemas sambil menggigit kuku jari nya, Jibong melihat Hana melakukan hal tersebut, dan tentu nya DIA akan menghentikan kebiasaan buruk itu...


Hana menghentikan kegiatan itu, namun itu tak lah membuat kecemasan nya sirna. Dia bangun dan berdiri lalu mondar mandir sambil melipat tangan kebelakang..


Pandangan nya tak luput dari wajah sang putra kecil. Jibong hanya bisa terdiam dan mengerti dengan kecemasan sang istri tercinta.


jika dia ingin hal baik - baik saja,, maka dia seharus nya diam dan tak mengusik sang istri


Wajah para para tabib terlihat begitu serius, entah apa yang mereka pikir kan. Hana dan Jibong sampai terlihat cemas dan berpikir negatif saat melihat ekspresi wajah yang dikeluarkan oleh para tabib


"Ada apa, mengapa wajah kalian seperti itu,,? apakah terjadi sesuatu terhadap putra kami."


Mereka terlihat begitu panik, sedangkan para tabib hanya melihat sambil melambai tangan arah bawah...


Lambaian tangan itu seolah mengambarkan jika jangan terlalu berlebihan dan khawatir, hal itu tak seberat yang dipikirkan...


"Bersabar lah, kami masih dalam proses pemeriksaan."


Jelas salah satu asisten tabib, mereka akhirnya diam sambil menunggu proses pengobatan selesai.


----------------


"Hey, jangan mengambil barang seenak nya. Kalian pikir ini adalah barang gratis yang bisa diambil tanpa alat tukar,,?"


Teriak wanita paruh baya secara kasar karna anak anak menyentuh pernak pernik di toko nya. Para penduduk yang lewat berhenti karena melihat keributan itu, sedangkan anak kecil yang dibentak tadi sedang terdiam dengan mata memerah menahan tangis


"A-aku hanya sedang me-memilih barang saja, aku tidak mencuri.."


Lirih gadis kecil dengan memegangi jepitan bulan kecil di tangan mungil nya. Namun si wanita paruh baya tadi, menjadi gelap mata lalu merampas jepitan itu sehingga tanpa sadar dia membuat si gadis kecil menjadi terjatuh dan tersungkur di lantai.


Alhasil, itu membuat si anak menjadi menangis dan semakin mengundang para penduduk melihat kegaduhan tersebut


"Hey, bukan kah dia terlalu kasar? itu kan anak kecil."


"Diam lah, ini bukan urusan kita. Jangan ikut campur, lebih baik kita menonton saja."


"...."

__ADS_1


"Kau pikir aku bodoh,,? kau sudah jelas jelas memegang barang ku ditangan mu, lagian anak kecil lusuh seperti mu mana mungkin memiliki koin untuk membeli barang ku yang mahal ini."


"Huaaaa, aku benar hiks aku... tidak mencuri barang mu. Aku hanya sedang melihat saja."


Tangis gadis kecil itu terdengar begitu nyaring, namun tak sesiapa pun mau membantu apa lagi melarak perbuatan kasar dari si pemilik toko...


Beralih pada Kristal dan Limbing yang sedang berjalan mengamati para anak - anak yang sedang berbelanja.


Pandangan tegas kristal terarah pada kerumunan, dia melihat dan merasakan perasaan tak enak di pikiran nya.


"Ada apa lagi ini, jangan bilang..."


Gumam nya berlari kesana, dengan perlahan kepala nya memiring,, mengintip siapa yang telah dimarahi oleh wanita paruh baya tersebut.


Dan benar saja, ternyata pirasat buruk nya benar - benar terjadi. Dia masuk dan kemudian membangun kan si gadis kecil yang sedang terduduk di lantai.


"Sial, mengapa ini bisa terjadi."


Gumam kristal kesal sambil menggendong si gadis kecil, si gadis kecil itu pun lalu menangis sejadi jadi nya sambil memeluk kristal dengan erat.


"tenang lah, aku disini."


Bisik nya pada gadis kecil sambil mengusap punggung, guna mengurangi cemas yang diidap oleh sang gadia kecil itu.


Teriak si wanita itu memandang sinis kearah kristal. kristal hanya bisa mengambil nafas panjang dan melihat Limbing yang sedang berada dibelakang nya sambil melihat si wanita paruh baya dengan datar


"Limbing, tolong kau jaga dia dan bawa ketempat aman. Tenang kan dia."


Suruh kristal, dengan segera Limbing membawa si gadis kecil pergi jauh dari sana.


Perlahan sorot mata kristal mengarah pada si pemilik kedai itu.


"Untung sudah tua, kalau masih muda akan ku buat dia memakan kotoran naga."


Batin Kristal jengkel. mata nya kembali terarah pada kerumunan orang yang sedang menonton, mereka menonton seolah berlangsung nya sebuah seni pentas dan opera


"Apa yang menahan kalian disini, tidak ada seni pentas disini...."


Ujar kristal agak keras, para penduduk sadar dan akhir nya secara paksa mereka pergi sambil mengumpat dan menyumpah serapahi Kristal.


"Tidak seru, mau menonton saja tidak boleh. huhhh"


"Dasar pelit.."


Hey tunggu dulu, mereka benar benar menganggap jika itu adalah seni pentas,,? yang benar saja, pemikiran mereka sulit untuk di mengerti

__ADS_1


"ck, dasar tidak berguna.."


Gumam kristal jengkel.


Percaya tidak percaya, saat Kristal mulai menoleh dan melihat si pemilik toko itu kembali. si pemilik toko itu menatap kristal dengan aneh dan mengeluarkan asap hitam ditangan nya,


Kristal membola dan pada akhir nya wanita paruh baya itu menutup jalan toko nya menggunakan ilusi sihir agar membuat toko nya seolah sedang tutup


"Apa yang kau lakukan? kau seorang penyihir kegelapan?"


Tanya kristal takut, tubuh nya bergetar dan melangkah kebelakang.


"Hahaha, salah siapa berurusan dengan aku. tidak ada yang boleh berprilaku sombong kepada ku atau tidak DIA akan menjadi tumbal sihir ku..!"


Mata nya melotot dengan terus mengeluarkan asap hitam ditangan nya.


"Bahaya, aku tidak bisa menunjukan kehebatan ku yang paling hebat sejagat raya ini. tapi apa yang harus aku lakukan,,?"


Langkah kristal semakin terjebak, dia mentok disebuah dinding bangunan. Dia menelan saliva nya dan pada akhir nya melempar barang kearah wanita paruh baya itu


"Ck dasar penyihir jelek!! sudah tua tapi masih menggunakan ilmu hitam, berhenti lah sebelum ilmu itu membunuh mu!!"


Pekik kristal terus menghindar dari amukan wanita itu. Ini aneh sekali, sudah terlihat dengan jelas niat buruk dari wanita ini,, dia sengaja menjadi seorang pedagang demi sebuah misi yang penting bagi nya. Tapi apa,,?


"Berisik... yang terpenting kau harus menjadi tumbal ku!!"


Pekik nya terus melempar asap kesembarang arah. namun aneh nya, saat barang barang yang terkena asap itu, barang itu akan berubah menjadi hitam dan berjamur..


Kristal tidak bisa berkata kata saat melihat hal tersebut.


"Oh astaga, kau terlalu pendendam. dan sekarang aku tahu siapa kau, kau adalah seorang organisasi penentang kerajaan bukan,? dan kau disini ingin mencari tumbal untuk dijadikan persembahan pada saat bulan purnama nanti,,?


Ujar kristal terus melempari barang barang kearah wanita paruh baya itu. dengan sekejab wanita itu berhenti dengan bibir berdecis dan kening mengerut


"Bagaimana kau tahu? siapa kau.... "


Pekik nya dengan mata melotot, dia berprilaku seolah hal yang beharga milik nya telah dicuri. Kristal berhenti lalu tersenyum tipis


CIH.....


"JANGAN TANYA, KITA TIDAK KENAL."


Ujar nya penuh dengan penekanan....


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2