PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Chapter : apakah ketemu?


__ADS_3

Ketua dengan sekuat tenaga mendekat kearah kristal. kelima tetua lain nya melepaskan kristal dan memberi hormat kepada ketua mereka.


"Tak benar jika kau meluap kan emosi mu disini. kau harus segera mencari adik mu. nyawa nya lebih penting dari pada ini."


Ujar ketua, kristal memandang ketua dengan tajam.


"Kau, sekolah macam apa ini yang tak bisa menjamin keselamatan dari setiap murit nya? aku tahu dengan jelas jika ini bukan sekolah militer tapi melain kan pengembangan bakat. adik ku tak pantas di perlakukan seperti ini. jika dia benar - benar tidak bisa diselamat kan, demi tuhan aku akan membunuh kalian semua!! cam kan itu."


Mata kristal memerah, dia berlari menuju sungai dan menelusuri setiap ujung sungai.


Ketua sedang memandang ke empat pemuda yang sedang duduk tak berdaya. pandangan marahnya dia lontar kan pada mereka.


"Bawa mereka keluar dari sini. tendang secara tidak hormat dan coret dari daftar sekolah."


Perintah ketua pada kelima tetua. tanpa berlama lama, mereka menyeret ke empat pemuda itu secara kasar meski dalam keadaan sekarat sekali pun.


***


"Boji, dimana kau? kakak disini, boji kau tidak boleh mati."


Kristal meneriaki boji, dia bingung ingin melakukan apa. oh astaga disaat terdesak seperti ini mengapa dia tidak bisa berpikir tentang apa pun?


Nafas nya tak teratur dengan keringat terus bercucuran. biasa nya, ketiga kakak nya selalu ada untuk menenang kan diri nya. akan tetapi, mereka malah terpisah dan saling mencari tanpa ujung.


Dia berjalan dengan tertatih, kristal baru menyadari jika dia mengalami luka dalam akibat pertarungan tadi siang melawan penjahat dari organisasi gelap .


Dan secara sadar pula, dia menggunakan energi Chi dalam jumlah besar,, yang otomatis akan memperbesar luka dalam nya itu.


Pikiran kristal benar - benar buntu sekarang, dia duduk di bawah pohon didekat sungai dengan melipat kedua kaki nya. isak tangis mulai terdengar, ada kala nya dia utuh dan ada kala nya juga dia bisa pecah.


Seperti nya, jiwa ling ling dan diri nya sudah benar - benar menyatu sekarang. dan dia tak bisa mengendalikan emosi baru tersebut.


Beralih pada pihak sekolah sihir sudah mulai bergerak mencari keberadaan, boji. tentu nya sang ketua tak mau ambil resiko dan dengan segera menurun kan pasukan nya mencari boji kedalam sungai.


"Kita tidak bisa berdiam diri, atau tidak sekolah ini akan benar - benar hancur. kau menyaksikan sendiri pancaran kekuatan besar itu bukan? jika dia mempunyai dendam, maka aku jamin,, kalian tidak bisa melihat sekolah sihir untuk seumur hidup kalian."


"Ba-baik lah, kami mengerti."

__ADS_1


.........


Ketiga nya masih sibuk mencari, namun sampai pada saat nya mereka menyadari jika adik mereka, kristal, tak berada bersama mereka.


"Kakak, dimana kristal?"


Hong tampak kaget karena tak menjumpai sang adik di depan mata nya., long dan bong berhenti dan memperhatikan kesekitar.


"Adik, kau diamana? jangan bercanda, boji sedang hilang sekarang, dan kau juga menghilang?"


Long berteriak memanggil, mereka benar - benar khawatir tentang kristal.


"Bong, coba kau cari dia. sementara kami, akan mencari keberadaan, boji."


Suruh, long. bukan tanpa alasan, bong sangat peka dalam mencari keberadaan kristal. dia hapal betul dengan aroma tubuh sang adik, dan dia juga yang paling dekat dengan sang adik, kristal.


"Baik lah, aku benar - benar mengaharap kan kalian."


Bong pergi dan mulai mencari keberadaan kristal. mungkin jika orang yang tak berprasaan akan menganggap jika kristal beban bagi para saudara nya. akan tetapi kristal tak bisa utuh setiap saat, setiap orang pasti ada waktu utuh dan ada masa nya pecah.


singkat cerita, long dan hong terus saja mencari sampai saat mereka bertemu dengan pasukan ketua yang turut andil dalam pencarian ini. long dan hong menghirup nafas lega, dengan adanya bantuan,, mereka pasti akan dengan cepat menemukan boji.


Teriak long menyuruh para pasukan teliti dan mencari ke dalam sungai atau pun di dalam hutan. pencarian memakan banyak waktu, dan bahkan para pasukan banyak yang menyerah dan duduk kewalahan.


"Apa yang harus kita lakukan? kita tak mungkin meninggal kan boji bukan?"


Cicit hong yang sudah lelah mencari, tapi di dasar hati nya yang terdalam. dia sangat mencemaskan sang adik, boji. dia sudah menganggap jika boji adalah saudara nya, dan sepatut nya dia menyayangi boji dengan setulus hati, jiwa, dan raga.


***


Kristal sedang terduduk meringkuk, dia tak berani melangkah dan bahkan membuka mata.


"Bodoh, kau bodoh. mengapa jadi seperti ini? tak berani melangkah, tak ingin melakukan apa pun. apa sebenar nya mau mu?"


Kristal marah pada diri nya sendiri, dia menangis sesegukan. tubuh nya sakit seperti tulang punggung nya retak seribu. dengan samar dia mendengar jika ada yang memanggil diri nya.


"Kristal.. adik kau diamana?"

__ADS_1


"Kakak, kak aku disini... aku disini kak."


Kristal mencoba untuk menjawab. akan tetapi dia tak mampu untuk berteriak, dia mencoba dengan sekuat tenaga memanggil sang kakak


"Kak, aku disini. aku didekat mu."


Kristal tak berdaya lagi, tubuh nya benar benar sakit. dia tak mampu bergerak lagi. nafas nya tercekat dengan air mata yang terus bergulir.


"Dimana kristal, tapi aroma tubuh nya berada disini. apa jangan jangan."


Bong berlari mencari kristal dan terus berteriak. namun kristal terbaring tak beradaya. setiap sendi ditubuh nya mati rasa, dia tak mampu bergerak lagi.


Namun disela sela penderitaan nya, dia masih tak lupa dan tak berhenti khawatir jika sang adik, boji, masih menghilang.


Dan untung lah, bong dengan cepat menemukan kristal yang sedang terbaring di tanah. mata nya terbelalak karna baru pertama kali menyaksikan sang adik menjadi selemah ini.


Dia berkesimpu dan meraih tubuh kristal Kedalam pangkuan nya. tangan nya yang bergetar bergerak memurus air mata sang adik.


"A-adik."


"Be-bertahan lah, kau sangat kuat bukan? ka-kau adalah kebanggan kakak, kau sangat kuat."


Bong benar mencoba menahan diri agar tak menangis di depan sang adik, kerjaban mata kristal tertuju pada bong. seulas senyuman tertoreh di bibir nya.


"Berhentilah menghibur orang disaat sendiri sedang terluka. uhuk.... kri-kristal hanya sedang mengalami luka dalam saja. dan, dan kakak tak perlu banyak memikirkan nya."


Air mata bong benar - benar jatuh. dia tak menduga betapa kuat nya sang adik. dia tau, bahwa ini adalah titik terendah yang di alami kristal,, kristal pernah mengatakan sesuatu di saat mereka berada di dunia galasky saat bong pergi memulih kan diri.


Kristal pernah tak sengaja berucap, jika dia pasti akan berada di ambang penderitaan dan bahkan kematian saat dia memaksa menggunakan tingkatan emperorr pada saat dia belum menguasai sepenuh nya tingakatan tersebut.


Dan bong pasti sangat paham sesakit apa itu. tangan nya yang bergetar mencoba bergerak kembali meraih tangan kristal lalu mengenggam nya dengan erat.


"Apa yang bisa kakak lakukan agar mengurangi rasa sakit mu?"


"Bagaimana jika kita masuk kedalam dunia mu? kau akan mendapat energi dari sana."


Usul bong, namun dengan lirih kristal bergeleng.

__ADS_1


"Tak bisa, masuk kedalam dunia galasky membutuhkan energi. jika kristal menggunakan energi, itu sama saja akan membunuh diri kristal."


Bersambung..


__ADS_2