
"Pernah, tapi berakhir dengan luka-luka." Jawab Uno.
Kristal menoleh dengan cepat, "Benarkah? wah sangat menyeramkan. Bagaimana bisa guru Lebin mengalami luka?" Tanya Kristal agak terkejut mendengarnya. Seperti yang pernah dia dengar dari cerita ketiga kakaknya jika guru Lebin adalah guru yang hebat, jadi apa penyebabnya sehingga guru Lebin bisa mengalami luka-luka.
"Hal itu masih dirahasiakan, tidak ada yang tahu. Tapi sepertinya kita akan menghadapi banyak masalah didalam hutan ini. Entah apakah kita bisa pulang dengan selamat." Jawab Tiamo mengutarakan keluh kesahnya sedari tadi.
"Shutttt, jangan bicara seperti itu. Kita kesini hanya ingin pergi kesungai menangkap ikan. Kita tidak akan pergi kehutan paling terdalam ok? Adik junior yakin jika kita akan pulang dengan selamat." Tutur Kristal mencoba untuk memberi semangat pada keempat orang yang ada bersamanya.
"Tapi, mengapa kita tidak sampai-sampai kedanaunya? Aku rasa kita sudah berjalan sedari tadi." Keluh Xima.
"Bersabarlah Xima, kita akan segera sampai." Sahut Suan.
Mereka terus melanjutkan langkah mereka melewati sesemakan blungkar dan bahkan terkadang tak jarang mereka menginjak duri yang tajam. Untung saja duri itu bukanlah tumbuhan rambat beracun, jika tidak nyawa mereka akan benar-benar dalam bahaya.
Mereka berlima berjalan menyimpang dari dua arah, mereka mengambil posisi kanan karena diposisi kanan Kristal bisa merasakan jika aura yang terdapat disana adalah aura dengan sedikitnya kejahatan bermunculan. Kemungkinan masih ada gangguan saat mereka masuk, namun tak sebanyak jika mereka mengambil jalan diposisi kiri.
Disaat awal masuk saja, Kristal dan lainnya sudah disambut dengan rauman binatang sihir. Suan dan Xima saling berpelukan karena takut yang melebihi batas didalam diri mereka.
"Jangan takut, mereka tidak akan menyerang." Ucap Kristal mencoba menenangkan dua gadis ini kembali.
Tak jauh mata memandang, terlihat sebuah danau dengan air yang begitu jernih. Penampakan danau itu terlihat sangat memukau dengan air terjun kecil yang mengalir disela-sela bebatuan.
Xima dan Suan sangat senang melihat danau didepan mata mereka, mereka melompat kegirangan dan sampai akhirnya mereka berlari kearah danau itu dengan gembira.
Kristal, Tiamo dan Uno hanya tersenyum melihat tingkah keduanya. mereka akhirnya memutuskan untuk duduk sebentar saat merasakan lelah setelah agak lama berjalan. Sebenarnya Kristal masih belum merasakan kelelahan, akan tetapi ke empat orang bersamanya sudah merasakan lelah menempuh perjalanan yang agak jauh ini.
Sepertinya inilah salah satu kekurangan yang dimiliki oleh para murit perguruan tauxing, mudah lelah dalam perjalanan jauh.
"Wah sangat melelahkan, apa sebaiknya kita ambil air danau itu saja ya untuk menghilangkan dahaga kita?"Tanya Xima.
Kristal memperhatikan, "Sebaiknya jangan, sepertinya diair yang tenang itu terdapat sesuatu yang akan mengejutkan kita." Larang Kristal, karena dia bisa merasakan hewan sihir yang ada didalam air danau yang sangat tenang itu.
Semuanya menoleh kearah danau, mereka tidak menyangka jika diair yang tenang dan sejernih itu bisa terdapat sesuatu yang berbahaya. Yap! biasanya danau akan sangat membahayakan, mereka tidak tahu seberapa dalam danau itu, apa saja yang berada didalam danau itu. Mereka tidak tahu.
__ADS_1
"Lalu bagaimana cara kita menangkap ikan didalam danau itu? Sedangkan untuk mendekatinya saja sudah tak mungkin." Keluh Xima lagi masih tak mengerti.
Benar juga, lantas bagaimana cara mereka mengambil ikan yang ada pada danau itu? Sedangkan untuk mendekati danau itu sudah mustahil mereka lakukan. Kristal masih bingung ingin berbuat apa, namun timbul sebesit ide dikepalanya.
Aku harus memanggil naga kecil, siapa tahu dia bisa membantu ku.
Batin Kristal menunjukan seringan tipisnya.
Naga, ayo munculah aku membutuhkanmu. Ada keadaan yang mendesak.
Panggil Kristal kepada sang naga kecil yang sedang tertidur didalam ruang waktu.
Hey naga jika kau tidak muncul maka aku tidak akan mau membantumu lagi! aku akan benar-benar merajuk padamu!
Ancam Kristal.
Dan tak lama setelah Kristal mengancam sang naga, sang naga itu muncul dihadapan Kristal sehingga senyuman puas mulai terlihat diwajah gadis 17 tahun ini.
Dasar gadis sialan ini! aku sedang menikmati tidurku tahu!
Oh... kau tidak iklas ya, yasudah masuk saja lagi.
Balas Kristal merajuk memalingkan wajah kearah yang berbeda....
Sinaga mulai mendengus kesal, timbul asap putih kecil yang keluar dari hidungnya, andai saja dia berada didalam tubuh aslinya maka dia akan benar-benar tidak akan mematuhi perkataan dan perintah dari gadis bodoh didepannya ini.
Baiklah, sekarang katakan apa yang harus aku lakukan? cepatlah aku tak memiliki banyak waktu disini!
Kristal tersenyum kembali, dia melihat sinaga dengan gembira.
Masuk kedalam danau itu dan lihat apakah ada sesuatu didalam sana,
Suruh Kristal beserta senyum tipisnya.
__ADS_1
Aihh baiklah, kau tunggu disini.
Jawab Sinaga begitu patuh dan akhirnya menghilang masuk kedalam danau tersebut.
Kristal tenang untuk sesaat, dia terus melihat danau dengan tersenyum.
Suan dan Xima saling melihat, mereka bingung sebenarnya apa yang membuat Kristal senyam-senyum seperti itu. Xima melambaikan tangan didepan wajah Kristal.
"Ada apa?" Tanya Xima heran.
Kristal tersadar, dia dengan segera menatap orang-orang yang sedang menatapnya dengan aneh.
"Ah tidak ada, aku hanya teringat akan sesuatu yang menyenangkan." Jawab Kristal mengada-ada pada Xima.
Mereka berempat percaya begitu saja, dan memfokuskan pandangan pada danau kembali.
"Jadi, kita harus bagaimana?" Tutur Tiamo yang akhirnya bicara setelah lama terdiam.
"Benar, tidak mungkin kita menunggu lama disini." Sahut Uno.
Kristal nampak masih berpikir, dia mengarahkan pandangan kesekitar dan menadapi beberapa pepohonan persik liar dan pohon buah Xing.
Dia tersenyum bagai mendapat sebuah jackpot lalu berdiri dan memberitahu pada keempat orang yang sedang duduk disana.
"Lihatlah, pohon Xing sudah mulai berbuah. Sepertinya ini sudah masuk musimnya, ayo kita petik untuk dibawa pulang." Ajak Kristal pada mereka.
Keempat orang itu dengan segera mengarahkan pandangan pada pohon Xing yang sudah mulai berbuah, mereka turut senang dan mulai berdiri dengan gembira. Jarang-jarang mereka bisa merasakan buah-buahan. Huh pantas saja mereka sangat cepat merasakan lelah, rupanya Mereka ini kekurangan asupan giji dari pitamin E.
"Wah ayo kita pungut," Ajak Tiamo dengan tubuh tingginya bisa dengan mudah untuk memetik buah Xing pada pohon yang tak seberapa tinggi itu.
Mereka memungut buah dengan suka cita dan kegembiraan, sesekali mereka tertawa lepas karena tak sengaja kepala Uno terkena jatuhan buah persik yang dilempar Kristal dari atas pohon.
Mereka memungut banyak sekali, sampai buah terkumpul dibawah dan membuat mereka memutuskan untuk berhenti memungutnya.
__ADS_1
"Buah persik ini sangat manis," Ungkap Suan terharu sambil terus menguntap gigitan demi gigitan buah persik.
^^^BERSAMBUNG^^^