
SELAMAT MEMBACA..
~~
Hari sudah menjelang pagi, langit cerah menyapa hangat daratan ling. disebuah kota didekat taman pestival ling, terdapat kerumunan rakyat ling yang sedang sibuk mencaci dan bahkan menertawakan seseorang. dan tak lama kererumunan terbuka dan memperlihat kan satu pria dan wanita sedang tergeletak ditanah tak sadar kan diri
Penampilan mereka sangat berantakan dan hanya memakai pakaian dalam saja. bagaimana mereka bisa melakukan hal yang memalukan di daratan ling yang di kenal begitu terhormat?, mereka harus diberi ganjaran atas apa yang sudah mereka perbuat.
"Sangat memalukan! bagaimana anak dari pemaisuri negri ini begitu hina dan tak memiliki harga diri? betapa tebal kulit wajah nya sehingga berani melakukan zina di tengah - tengah kota nya sendiri?" para rakyat emosi dengan apa yang telah diperbuat oleh putri mahkota, bagaimana pikiran hormat mereka telah menghianati diri mereka sendiri karena telah menganggap jika putri mahkota begitu terhormat?.
"Putri mahkota yang tak memiliki rasa malu! dia dan klan ibu nya memang pantas untuk dilenserkan! aku tidak akan pernah membiarkan negri ku ini sial karena terdapat putri mahkota yang begitu hina."
"Bagaiaman pemaisuri mendidik putri nya? aku yakin mereka memiliki cara sama yaitu suka sekali naik keranjang pria!"mereka begitu marah atas apa yang terjadi.
Tak lama, kesadaran dari putri mahkota telah kembali dan dengan perlahan membuka mata nya. dia perlahan bangun dan duduk dengan memegangi kepalanya yang terasa begitu pusing, "di-dimana aku?" lirih nya melihat kesekitar dengan pandangan sedikit kabur. "cih! ternyata dia sudah bangun, begitu hina nya dia! dasar pelacur!"rakyat ling terus berbisik dan mencaci maki putri mahkota
Tak lam kesadaran putri mahkota telah sepenuh nya tersadar, ia sadar dan teringat kembali dengan kejadian tadi malam. dia tersadar dan dengan cepat memegangi dada nya yang sudah polos dari jubah keistanaan nya, bagaimana itu terjadi? ya karena ulah si nakal kristal dan kedua kakak nya
"A-apa yang kalian lihat? kalian tidak tahu bukan, aku adalah putri mahkota?"pekik nya marah pada rakyat ling, bagaimana bisa mereka tidak menurunkan sedikit pandangan pun di saat putri negri mereka seperti itu? mereka sangat kurang ajar! "kau pikir setelah kau melakukan hal ini, kami akan tetap menghormati mu? cih, putri dan klan nya sama saja. sama-sama memalukan." maki pria tua geram dengan tingkah sang putri yang sudah salah tapi tak merasa salah dan malah menyalah kan orang atas kesalahan yang telah ia perbuat sendiri
"Berani sekali kau rakyat rendahan? kau pikir kau ini berbicara dengan siapa? akan ku adukan kepada ayah ku, dan lihat lah bagaimana ayah ku akan menghukum kalian!"pekik nya yang masih sempat untuk memamerkan kekuasaan dari sang ayah. "kau pikir kaisar akan mau mengakui putri yang begitu hina seperti dirimu? dan kau pikir kami sebagai rakyat tak mampu untuk melenserkan diri mu dan klan mu? dasar wanita picik tak tahu malu!"maki rakyat ling kembali karena sangat geram dengan tingkah putri mahkota.
"Bawa dia dan pria itu ke istana ling, arak mereka dan permalukan lah! jangan sampai tersisa sedikit harga diri pun pada nya."teriak pria tua menyuruh rakyat ling untuk membawa paksa putri mahkota dan pria yang belum sadar kan diri itu. mereka begitu emosi, bagaimana ada seorang putri begitu menjijikan di ke kaisaran ling?
Putri mahkota memberontak, dia tak terima diperlakukan seperti itu. "kalian, jangan berani - berani menyentuh diri ku!." pekik putri mahkota terus memberontak. masyarakat hanya diam sambil membawa putri mahkota secara paksa menuju kekaisaran ling
Sementara itu, disebuah kediaman adipati terdapat keributan yang berasal dari meili. wajah nya timbul bintul - bintul dan ruam akibat gatal yang sudah tak tertahan kan. dia terus menangis dan berlari ke kediaman selir untuk mengadu dan melepas tangis disana
Wajah nya begitu kalut sesambil menggaruk kulit nya yang sangat terasa gatal. "ibu, ibu kau dimana? aduh sangat gatal.. wajah cantik ku." ujar nya panik sambil menangis sesegukan. sang pelayan dengan setia mengikuti junjungan nya, ya meski sedikit terasa jijik tapi mereka tetap harus menjalan kan tugas dan menghormati sang junjungan
__ADS_1
"Nona, bersabar lah. saya sudah memanggil tabib kesini."ujar pelayan kawatir dengan keadaan nona nya. "diam, mengapa memanggil tabib saja butuh waktu yang lama? dasar tidak becus." sentak meili pada sang bawahan dengan emosi
Dia terus melanjutkan langkah nya menuju kediaman sang selir. namun setelah masuk dia tak menemukan sesiapa pun, "ibu, diamana kau? ibu."teriak nya memanggil ibu nya yang tak berada ditempat. namun tak lama masuk seorang pelayan wanita paruh baya dengan tergesa gesa. meili melihat pelayan itu lalu segera bertanya dimana sebenar nya keberadaan dari sang ibu.
"Kau, apakah kau tau dimana ibu ku?" tanya meili kasar dengan terus menggaruk tubuh nya. sang pelayan terkejut dengan penampilan meili, bagaimana gadis cantik semalam bisa berubah menjadi sangat jelek?' pikir nya
"Ny-nyonya sedang berada di toilet, perut nya sakit dan bahkan memuntah kan darah." ujar nya gagu dan menunduk. "apa? ba-bagaimana bisa? lalu apakah ayah sudah pulang dari daratan sobu?" meili shock mendengar kabar bahwa sang ibu mengalami sakit tersebut, bagaimana dua penyakit bisa terjadi secara bersamaan? apakah telah terjadi sesuatu?
"Belum nona, tuan jendral belum pulang." jawab nya takut karena melihat sang nona sudah berada diambang kemurkaan, "sialan! siapa yang berani melakukan ini? bawa tabib hebat atau perlu panggil tabib istana, CEPAT." pekik meili pada pelayan nya lalu mendorong dengan keras. sang pelayan hanya pasrah dan semampu nya bangun lalu berlari untuk menjemput para tabib di kediaman adipati
"Aku yakin ini bukan lah kebetulan, namun ada seseorang yang sengaja untuk mengerjai klan adipati. tak akan ku biar kan - tak akan ku biar kan! bawa semua pelayan mau pun prajurit menghadap kepada ku." titah nya pada pelayan selir lalu meraih sebuah pot bunga dan kemudian membanting nya. tanpa menjawab, pelayan selir pergi dengan tergesa gesa karena takut dihabisi oleh sang majikan
"Wajah cantik ku, bagaimana ini bisa terjadi? huaaa aku sangat sedih."rengek nya meratapi kulit yang awal nya mulus kini penuh dengan bintul bintul besar yang bernanah dan ruam karena ia terus menggaruk kulit nya tanpa henti
×××
Kembali pada putri mahkota... rakyat ling berbondong - bondong menyeret putri mahkota yang hanya mengenakan sebuah pakaian dalam. mereka berhenti didepan gerbang dengan penjagaan yang lumayan ketat, para prajurit menjadi ketar ketir melihat penampakan di depan mereka, bagaimana sang putri mahkota datang dengan penampilan seperti ini, ini adalah sebuah penghinaan besar terhadap kekaisaran
Putri mahkota menangis lalu menunduk malu, bagaimana ia lupa bahwa sang ayah yaitu kaisar sangat membenci yang nama nya penghinaan, dia telah melakukan zina lantas bukan kah itu sama saja mempermalukan nama sang kaisar dan klan nya?
"Putri mahkota, putri apa yang telah terjadi?" para pelayan histeris melihat junjungan nya dalam kondisi yang begitu memprihatinkan, bagaimana seorang putri yang agung bisa diperlakukan semacam ini, ini adalah sebuah penghinaan besar terhadap kekaisaran
"Panggil pemaisuri kesini, dia harus melihat bagaimana hina putri nya ini yang telah membuat sial negri ling!" marah penduduk menyuruh agar segera memanggil sang pemaisuri. jangan heran jika penduduk sangat berani dan bahkan berani untuk menyentak pelayan kekaisaran, mereka memiliki hak dalam mengambil suara dan bahkan melenserkan seorang putri/ pemaisuri apa bila mereka bersatu dan menjadi kubu penentang. hak ini sudah terjadi dan diberikan oleh kaisar agung terdahulu, dan baru dilakukan oleh rakyat karena sudah merasa geram karena ada yang berani mencemari kesucian dari negri mereka tercinta. terlebih lagi, sang pelaku adalah putri mahkota, yang mana putri mahkota seharus nya mengambil lebih tanggung jawab untuk menjaga kesucian negri
Para kasim ketar ketir dan dengan segera berlarian memanggil pemaisuri untuk melihat kejadian itu, namun bukan hanya pemaisuri saja yang datang,, namun para antek antek selir lain nya turut memanggil sang junjungan untuk berbagi kebahagiaan yang tak boleh terlewat kan itu
Tak lama pemaisuri keluar dengan tergesa gesa lalu sudah menemukan sang putri yang sedang berkesimpuh di tanah dan menangis menahan rasa malu. "putri ku, apa yang telah terjadi pada mu? mengapa seperti ini?" tanya pemaisuri panik dengan ekspresi wajah kalut. siapa yang berani melakukan hal semacam ini pada putri nya?
"Ibu, tolong jangan adukan ini pada ayah aku mohon." ujar putri memohon dengan tangis yang begitu pecah, pemaisuri merasa heran namun keheranan nya segera ia tepis lalu mengarah kan pandangan pada semua rakyat didepan mereka
"Siapa yang melakukan ini? siapa yang telah melakukan hal semacam ini pada putri mahkota?" pemaisuri murka lalu berdiri mengambil sebuah cambuk dari sang pelayan disamping nya. namun para penduduk maju tak gentar dan memandang pemaisuri dengan begitu tajam
__ADS_1
"Kau pikir kami akan takut? putri mu ini sudah berani membuat negri kami menjadi kotor dan sial apa kau mengerti?" bentak penduduk kesal
"Dia sudah berani berzina ditengah tengah kota dan bahkan dia tak merasa salah sedikit pun." teriak wanita dengan begitu kesal. pemaisuri shock mendengar nya, pandangan nya perlahan tertuju pada sang putri yang hanya diam menahan rasa malu.
"Apa, apa yang kalian kat....
Ucapan pemaisuri terputus setelah mendengar seorang kasim mengumumkan kedatangan dari kaisar, kaisar datang dengan amarah diwajah nya. dia melihat putri mahkota dengan pandangan marah dan ingin sekali menghabisi putri nya itu. "ka-kaisar jangan menganggap serius ucapan rakyat rendahan..
PLAKK.. ' suara tamparan terdengar dengan keras, pemaisuri jatuh ketanah dengan memegangi pipi nya yang terasa sakit akibat tamparan dari sang suami. mata nya melotot karena masih belum percaya bahwa sang kaisar menampar diri nya untuk pertama kali. "dasar tidak tahu malu, apa kau tak melihat penampilan dari putri sialan mu ini? sudah jelas jelas dia baru melakukan hal tersebut! bagaimana cara kau mendidik anak tak tahu malu seperti dia ini?" sentak kaisar marah dan memaki pemaisuri nya itu.
Semua selir hanya menikmati keseruan didepan mata mereka, dan tak jarang mereka tertawa di atas penderitaan pemaisuri. "kaisar aku mohon tolong ampuni aku, aku janji aku akan mendidik putri mahkota dengan keras." mohon pemaisuri menangis dan memegangi kaki kaisar, namun dengan kasar kaisar menendang pemaisuri sehingga terpental dan terbaring di lantai.
"Putri mahkota? putri mahkota apa nya? mulai sekarang kau dan anak mu turun pangkat menjadi selir tingkat satu! aku tidak mau memiliki pemaisuri seperti dirimu!" sentak kaisar kesal lalu meninggal kan temapat itu dengan begitu kesal dan terburu buru
"Tidak, ini tidak boleh terjadi, bagaimana kau bisa menurun kan pangkat ku dengan semudah itu? tidak kaisar aku mohon jangan." tangis pemaisuri pecah dan merangkak mengejar kaisar, namun para prajurit menahan pemaisuri dan membawa putri mahkota secara paksa. mereka memberontak dan menangis sejadi jadi nya
"Cih, itu memang pantas kalian dapat kan!" maki selir 2 tersenyum sinis lalu pergi meninggal kan tempat kejadian. dan tak lupa para selir lain nya pergi dengan wajah puas dan senyum bahagia. "setidak nya dia sudah diberi pelajaran, sekarang semua nya tahu seperti apa kekuatan rakyat apa bila sudah bersatu." ujar penduduk lalu secara bersamaan meninggal kan istana menuju kediaman masing - masing.
(´⊙ω⊙`)
Disebuah halaman luas dengan berpuluh puluh prajurit dan pelayan, meili sedang berdiri dengan penampilan tertutub dan bahkan menggunakan tutup kepala dengan jaring jaring menutupi wajah nya. ia terlihat begitu marah sambil berdiri gagah memegang sebuah cambuk ditangan nya
"Katakan, siapa yang telah berani bermain main terhadap klan adipati?" tanya tegas meili sambil mengayun kan cambuk keudara sehingga para prajurit dan pelayan hanya diam ketakutan. "kenapa hanya diam, siapa yang berani meracunia makanan kediaman? kalian para pelayan mengaku lah!" desak meili mendatangi sekumpulan pelayan dan memaksa mereka mengaku, namun mereka hanya diam dan tak merasa jika mereka melakukan kesalahan
Sekian menit mereka terdiam, akhir nya ada seorang pelayan pria mengangkat tangan dan maju kedepan dengan ragu. meili awal nya mengira jika dia lah yang telah melakukan hal tersebut, namun pelayan pria itu dengan cepat mengatakan jika ia baru saja menemukan sekumpulan anak muda menyusup di kediamanan adipati, namun dia tak melihat jelas wajah dari sekumpulan anak muda itu.
"Apa? mengapa kau tak menangkap nya? tidak becus! dasar kau pelayan rendahan." kesal meili mendorong keras tubuh pelayan itu hingga terjatuh ketanah dengan kepala terbentur batu. semua nya kaget melihat hal tersebut, darah membasahi tanah,, namun meili tak merasa bersalah sedikit pun dan hanya sibuk dengan pikiran nya sendiri
"Sekumpulan orang? siapa mereka,? awas saja kalau sampai aku menemukan orang orang itu, aku tak akan segan membuat mereka hidup seperti dineraka!" batin meili merencanakan hal kejam untuk membalas dendam terhadap orang orang tersebut. namun ia masih resah akibat kulit nya yang tak kunjung sembuh dan masih terasa sakit.
Bersambung...
__ADS_1