PUTRI PETARUNG

PUTRI PETARUNG
Polos memiliki arti


__ADS_3

Kristal berjalan menuju kumpulan tamu/Peserta yang sedang bergumpul di depan altar tinggi yang sudah terdapat kaisar dan beberapa guru-guru dari berbagai perguruan.


Dia melihat pada ke empat saudara nya yang sedang berdiri nampak melihat pada guru-guru disana, dia penasaran lalu mengalihkan pandangan dan melihat beberapa guru yang memiliki aura yang cukup lumayan pekat. Namun satu orang yang membuat nya tertarik, dia melihat pada pria paruh baya dengan rambut putih panjang nya dan pakaian putih bersih tanpa ukiran apapun. Pria itu nampak dijauhi oleh guru-guru yang lain, Kristal tidak mengerti apa penyebab nya.


"Siapa dia?" Tanya Kristal pada si naga kecil.


"Dia adalah guru besar dari perguruan Tauxing, jika kau menanyakan mengapa diri nya dijauhu itu karena dia dianggap tidak mampu dan memiliki perguruan miskin. Semua orang enggan ingin masuk kedalam perguruan nya." Jelas si naga kecil


"Hemmm menarik, bahkan dia terlihat lebih mencolok dari pada guru-guru yang lain nya." Gumam Kristal tersenyum miring dengan pandangan terus tertuju pada si guru itu.


"Jadi apa rencana mu? kau ingin masuk kedalam perguruan Awan atau Tauxing?" Tanya sang naga sangat bingung


"Tak masalah, aku akan masuk kedalam perguruan Tauxing. Dilihat jika jarak kedua nya saling berdekatan, maka tak ada kesulitan sama sekali untuk ku."


"Dan... seperti nya perguruan Tauxing ini lebih banyak menyimpan rahasia yang harus aku ketahui! Bingo..." Ucap Nya tersenyum sinis lalu berjalan mendekat pada ke empat saudara nya.


**


Disana terdapat perwakilan dari berbagai perguruan. Diawali dengan guru dari perguruan Awan yang terdapat di negri Xingfu, guru dari perguruan Tauxing yang berasal dari kekaisaran Xitang, guru perguruan lembei dari dunia muffin barat dan guru perguruan es dari dunia salju utara.


Semua calon murit bergumpul, dan memperhatikan setiap guru yang ingin mereka incar.


"Acara ini bukan sekedar perayaan biasa, kita semua disini akan menyambut kedatangan dari para guru di berbagai perguruan. Mereka akan mencari murit yang mereka butuh kan, Zhen harap para rakyat Zhen mau berpatisipasi kedalam perguruan yang begitu terkenal ini." Jelas khaisar lantang pada semua peserta.


Kristal melihat terus menerus pada guru perguruan Tauxing, dia benar-benar tertarik dengan daya tarik dari guru ini. Entah mengapa, ada yang sangat special pada diri guru ini.


"Aku sebagai guru besar dari perguruan awan ingin mengundang murit berbakat untuk masuk kedalam perguruan milik ku, aku harap semua murit berbakat akan memilih perguruan milik kami." Teriak lantang guru awan dengan begitu percaya diri


"Aku sebagai wakil guru besar ingin mengundang kalian murit-murit yang begitu berbakat. Siapa pun yang ingin masuk, dipersilah kan untuk datang padaku." Di lanjukan lagi dengan guru lembei dengan tersenyum penuh percaya diri menatap remeh pada guru perguruan awan. Mereka terlihat sedang perang dinging.


"Kalian sudah tahu seberapa terkenal nya perguruan es, kami memiliki kualitas yang sangat baik. Murit-murit yang masuk akan memiliki kekuatan yang besar."

__ADS_1


Kristal terperangah setiap mendengar pidato dari ketiga guru-guru ini, dia bingung mengapa perguruan yang di kenal besar ingin menarik lebih banyak murit di perguruan mereka? apakah ada kompetisi yang begitu penting yang mereka ikuti.


"Sangat memuakkan!" Gumam nya jengah.


"Salam untuk kalian semua, aku guru dari perguruan Tauxing ingin mengundang kalian yang ingin belajar di perguruan kami, aku harap kalian akan menyambut undangan ku ini." Ucap guru itu dengan rendah hati. Namun dia malah ditatap dengan aneh oleh semua orang, Kristal saja bingung melihat nya.


"Kakak, apakah kalian akan mengikuti perguruan ini juga?" Tanya kristal pada long.


"Mana mungkin, kau kan memberi tugas pada kami untuk mengurus semua usaha." Jawab Long.


"Benar juga, jadi... apakah hanya kristal yang akan mengikuti acara ini?" Tanya Kristal?


"Kakak sebenar nya sangat berat untuk melepas mu, namun kau memiliki tujuan yang sangat penting. Kami bertiga memutuskan untuk membiarkan mu masuk ke dalam perguruan awan, jaga diri mu baik-baik."


"Siapa yang akan masuk kedalam perguruan awan, aku akan masuk kedalam perguruan Tauxing."


Ketiga nya terkejut, mengapa sang adik membuang kesempatan bagus ini! Apakah sang adik memiliki rencana di balik itu semua.


Terlihat disana salah satu laki-laki sedang mengukur tingkatan sihir milik nya, dia tersenyum percaya diri saat terlihat jika tingkatan sihir nya sudah mencapai tingkat menengah.


"Bagus, bagus. Kita mendapat kan satu murit berbakat disini, dan sekarang apa keputusan mu? perguruan mana yang akan kau pilih?" Tanya panitia istana muo.


"Aku memilih perguruan awan, mereka hebat dan sudah menjadi cita-cita ku untuk belajar disana." jawab nya mantap tanpa keraguan sedikit pun.


Guru besar perguruan awan tersenyum bangga sambil menutup mata dan memurus jenggot nya. Tidak lupa tongkat burung merak ditangan nya yang selalu membuat Kristal sebal saat melihat dan ingin sekali dia mematahkan tongkat si tua bangka perguruan awan.


Semua anggota berjumlah 561 orang, dan masing masing dari mereka telah selesai mengukur dan memilih perguruan. Dan kini hanya tersisa lima orang saja.


Diantara barisan-barisan antara para guru, hanya barisan guru dari perguruan tauxing lah yang kosong. Kristal hanya tersenyum kecut melihat nya, dia bahkan sampai bersandar dan hampir ingin meminta di gendong oleh Long. Dia sangat jengah melihat ke egoisan para peserta itu, ya walau dia tahu jika sudah hak mereka untuk memilih apa yang mereka mau.


300 barisan di perguruan awan, 130 di perguruan lembei, 130 di perguruan es sedang kan perguruan Tauxing masih kosong untuk saat ini. Dan sekarang hanya tersisa Kristal untuk mengukur, dia maju dengan polos nya lalu melempar kan senyuman pada guru Tauxing.

__ADS_1


Diantara 561 peserta, hanya ada lima perempuan dan termasuk Kristal. Tiga di antara nya memilih perguruan es, dan satu diantara nya memilih perguruan Lembei. Karena mereka tidak bisa diterima di perguruan awan. Dan hanya tersisa Kristal saja.


Kristal mulai meletakan tangan pada pengukur batu, namun dia teringat sesuatu.


Oh astaga, aku ingat jika aku tidak bisa lagi menggunakan sihir. Ibu sudah memberi kekuatan dewi bulan, dan hanya tersisa aura saja. lalu aku harus bagaimana?


Dia menoleh pada ketiga kakak nya, lalu beralih menoleh pada sang kaisar.


"Ka-kaisar... aku bukan seorang penyihir." Ucap nya dengan polos.


Semua orang tertawa, mereka memandang remeh pada Kristal. Dan bahkan ketiga guru-guru munafik itu sedang menertawakan kristal.


Long, Bong dan Hong mengepal tangan mereka, mereka sakit hati saat sang adik menjadi bahan lelucon.


Kaisar mulai sadar dengan kondisi ini, dia teringat jika Kristal bukan seorang penyihir akan tetapi seorang kultivator. dia memberi tanda pada rakyat nya untuk tidak tertawa,


"Tolong hentikan!" Tegas sang khaisar.


Semua nya berhenti tertawa, dan mulai menunjukan ekspresi tanpa bersalah nya itu.


"Prajurit tolong pinta kasim bawakan batu aura, Nona ates tidak bisa mengukur aura menggunakan pungukur sihir." Titah nya pada prajutit.


Seketika saja semua nya membuka mulut mereka lebar-lebar. Mereka sangat terkejut saat mengetahui ada seorang kultivator yang tinggal di kekaisaran mereka ini, mereka mulai kasihan pada diri mereka karena telah menertawakan seorang kultivator.


"A-apa? tidak disangka jika ada seorang kultivator di kekaisaran muo." Gumam guru awan memicing.


Kasim datang dengan membawa batu aura, tak lupa dia memberi salam pada kaisar lalu mulai meletakkan batu di dekat Kristal.


Kristal tersenyum, "Terima kasih khaisar." Ucap nya.


^^^BERSAMBUNG^^^

__ADS_1


__ADS_2